Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Efektivitas Konsentrasi Ekstrak Daun Tembakau (Nicotiana tabacum L.) terhadap Mortalitas Lalat Rumah (Musca domestica): The Effectiveness of Tobacco Leaf Extract (Nicotiana tabacum L.) against the Mortality of House Flies (Musca domestica) Samaritana Prazedes Corte , Real; Blasius Atini; Ludgardis, Ledheng
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 5 No. 1 (2024): BiosciED June 2024
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v5i1.12898

Abstract

Lalat rumah (Musca domestica) adalah lalat yang terdapat banyak di Indonesia dan sering dikenal sebagai vector penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun tembakau (Nicotina tabacum L.) yang efektif mematikan lalat rumah (Musca domestica), serta perlakuan (racun pernapasan dan racun perut) yang efektif membunuh lalat rumah (Musca domestica) Penelitian dilakukan di Laboratorium Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Timor. Metode penelitian ini adalah jenis eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 kelompok control tanpa perlakuan (control negative) dan 4 kelompok dengan perlakuan dan dilakukan ulangan sebanyak 3 kali, pada masing-masing ulangan berisi 10 ekor Musca domestica. Data yang diperoleh dilakukan uji analisisi regresi dengan menggunakan Microsoft excel untuk memperoleh nilai probit, dan juga digunakan aplikasi SPSS 22.0 dengan uji One-Way ANOVA untuk memperoleh nilai signifikan. Berdasarkan pengamatan dan analisis data diperoleh hasil untuk racun pernapasan dengan jumlah kematian Musca domestica paling tinggi yaitu 29 ekor pada konsentrasi 80%, sedangkan untuk racun perut dengan jumlah kematian paling tinggi yaitu 21 ekor pada konsentrasi 80%. Maka dapat disimpulkan bahwa racun pernapasan lebih banyak membunuh Musca domestica dibanding racun perut. Serta konsentrasi paling efektif membunuh yaitu konsentrasi 23% sebagai racun pernapasan. Houseflies (Musca domestica) are flies that are abundant in Indonesia and are often known as disease vectors. This study aims to determine the concentration of tobacco leaf extract (Nicotina tabacum L.) that is effective in killing houseflies (Musca domestica), as well as treatments (respiratory poison and stomach poison) that are effective in killing houseflies (Musca domestica). The study was conducted at the Biology Education Laboratory, Faculty of Education, Timor University. This research method is an experimental type using a completely randomized design (CRD) consisting of 1 control group without treatment (negative control) and 4 groups with treatment and repeated 3 times, each repetition containing 10 Musca domestica. The data obtained were subjected to regression analysis using Microsoft Excel to obtain probit values, and the SPSS 22.0 application was also used with the One-Way ANOVA test to obtain significant values. Based on observations and data analysis, the results for respiratory poison with the highest number of Musca domestica deaths were 29 at a concentration of 80%, while for stomach poison with the highest number of deaths were 21 at a concentration of 80%. So it can be concluded that respiratory poison kills more Musca domestica than stomach poison. And the most effective concentration to kill is 23% concentration as respiratory poison.
WORKSHOP AND TRAINING PENGEMBANGAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MITIGASI DI WILAYAH LAHAN KERING Naimnule, Lusia; Atini, Blasius; Fatima Halek, Erlin; M.Y. Hanoe, Emanuel; Neolaka, Frengky
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.350-357

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan sosialisasi dan pelatihan sebagai upaya mengembangkan karakter peduli lingkungan sebagai Upaya Mitigasi di wilayah Lahan Kering. Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak baik bagi siswa SDK Maubesi 1  untuk dapat mengembangkan sikap peduli lingkungan sejak dini.  Pengabdian ini menggunakan metode sosialisasi dan pelatihan secara langsung kepada siswa SDK Maubesi 1 tentang pengembangan karakter peduli lingkungan serta aksi nyata penanaman anakan pohon disekitar lingkungan sekolah. Kegiatan sosialisasi ini mendapat respon positif dari siswa sebab mendapatkan tambahan pengetahuan tentang pentingnya rasa tanggung jawab terhadap lingkungan yang berdampak pada kepentingan generasi penerus yang akan datang. Ketika karakter peduli lingkungan sudah tumbuh menjadi mental yang kuat, maka akan mendasari perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari.
SOSIALISASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA SEBAGAI BENTUK ANTISIPASI PENULARAN HIV-AIDS DI SEKOLAH Atini, Blasius; Naimnule, Lusia; M.Y. Hanoe, Emanuel; Fatima Halek, Erlin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 5 (2024): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i5.1746-1751

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah siswa mendapat gambaran tentang Kesehatan Reproduksi dan menjaga pola hidup sehat dalam pergaulan di kalangan remaja agar terhindar dari penularan penyakit HIV-AIDS. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini siswa kelas SMP Negeri Fatumfaun mendapat motivasi dan pemahaman untuk hidup secara sehat pada masa remaja, menjaga perilaku, serta menerapkan pola hidup sehat dengan menjaga kesehatan diri sehingga kelak kedepan dapat membangun keluarga yang sehat dan terhindar dari penularan penyakit yang tidak diinginkan. Pengabdian ini mennggunakan metode sosialisasi langsung kepada siswa kelas IX SMP Negeri Fatumfaun Kefamenanu tentang kesehatan reproduksi dan antisipasi penularan HIV-AIDS dengan tahapan analisis dan identifikasi permasalahan mitra, Persiapan alat dan bahan dan menerapkan kegiatan pengabdian. Kegiatan sosialisasi ini mendapat respon positif dari siswa sebab mendapatkan tambahan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yang nantinya akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, menjaga pola hidup sehat sebagai bentuk antisipasi penularan penyakit HIV-AIDS.
PENANAMAN SERENTAK DI DESA MAURISU SEBAGAI SALAH SATU STRATEGI UNTUK MENGHAMBAT KEBUTUHAN PAKAN WALANG SANGIT SEBAGAI HAMA PADA TANAMAN PADI Atini, Blasius
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 8 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i8.2937-2942

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di Desa Maurisu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bulan Juli 2021. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat petani sawah di Desa Maurisu dalam mengatur tanaman serempak agar dapat menggurangi ledakan populasi walang sangit sebagai hama pada tanaman padi pada fase generatif. Untuk memberikan pemahaman bahwa model penanaman serempak dapat menjaga keseimbangan ekosistem, lingkungan dan pola pertanian berkelanjutan. Sebagai upaya untuk menekan ledakan populasi walang sangit guna meningkatkan produksi tanaman padi serta peningkatan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga para petani. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat dengan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat setelah masyarakat terlibat dalam kegiatan pengabdian adanya pemahaman yang baik akan pentingnya jadwal tanam secara serentak dengan analisis siklus hidup walang sangit. Adanya cara pengendalian pestisida dengan analisis ekonomis dan ekologis kapan waktu yang tepat untuk pemanfaatan pengendalian dengan pestisida kimiawi. 
Pembuatan Bio-Produk Eco Enzyme Ramah Lingkungan Hasil Daur Ulang Limbah Organik sebagai Penunjang Pembelajaran Biologi Naimnule, Lusia; Halek, Erlin Fatima; Atini, Blasius; Naimnule, Maria; Agu, Yakobus P.E.S.; Neonbeni, Eduardus Y.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpm-ip.vol.5i.1.1378

Abstract

This article describes the results of community service activities aimed at students of Dharma Ayu Kefamenanu High School, with the aim that students are able to address waste problems in the school environment. There are two alternatives that can be used to solve the problem of organic waste, namely first throwing the waste in its place, and second processing the waste into a more beneficial product. This community service activity is more focused on the second alternative, namely that students are trained to be able to recycle organic waste into useful products. One of the bio-products is ecoenzyme, where this product uses organic solid waste and names the obtained solution as waste enzyme. Ecoenzyme products are also very functional and relatively easy to make as they use simple and accessible ingredients. This community service activity uses socialization methods and direct training for students related to the management of organic waste into ecoenzyme bio-products. This research method is applied through several stages including the observation stage, implementation stage, and follow-up stage. The result of this service activity is that students can understand the utilization of organic waste into more beneficial products, and the study related to this ecoenzyme product can be integrated into the learning process because it can train teachers and students to develop creativity in expressing new ideas for the development of learning innovations.
Dragonfly Species Diversity (Odonata) Around the River in West Miomaffo District, North Central Timor Regency: Keanekaragaman Jenis Capung (Odonata) di Sekitar Aliran Sungai Kecamatan Miomaffo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara Kamaluddin, Kamaluddin; Selan, Maria Selviana; Atini, Blasius
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 3 (2025): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi - December 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbe.v10i3.9609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui jenis-jenis capung (Odonata) dan indeks keanekaragaman jenis capung (Odonata) yang ditemukan Di Sekitar Aliran Sungai Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan teknik jelajah (field by field methode), yang memakai jala insekta dengan melakukan penangkapan secara langsung di lokasi penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 11 jenis spesies dari 2 famili dan 180 individu capung (Odonota) yang ditemukan di Sekitar Aliran Sungai Haulasi Kecamatan Miomaffo Barat. Capung Odonata yang ditemukan antara lain, adalah Orthetrum sabina, Diplacodes lefebvrii, Trithemis fectiva, Tholymis tilarga, Pantala flavescens, Diplacodes trivialis, Rhodothemis rufa,Sympetrum striolatum, Pseudagrion bicoerulans, Pseudagrion microcephalum dan Ceriagrion glabrum. Nilai Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener sebesar 1,92 yang menunjukan bahwa keanekaragaman Odonata di Sekitar Aliran Sungai Haulasi Kecamatan Miomaffo Barat dalam keanekaragaman tingkat sedang.
Gastropoda Community Structure in Mangrove Village Badarai, Malaka Klau, Yosefina Hoar; Blasius Atini; Ludgardis Ledheng
BIOEDUSCIENCE Vol 10 No 1 (2026): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jbes/20898

Abstract

Background: This study examined the structure of gastropod communities in the coastal mangrove ecosystem of Badarai Village, Malaka Regency. Methods: Sampling was conducted at two stations using the quadratic transect method with a total of 30 plots. Ecological analysis included the Shannon -Wiener Diversity Index (H'), Evenness Index (E), Simpson Dominance Index (C), and the relative abundance of each species. Results: The results of the study identified seven gastropod species, namely Terebralia semistriata, Telescopium telescopium, Terebralia palustris, Terebralia sulcata, Chicoreus capucinus, Nerita balteata, and Cerithidea quoyii. The species with the highest abundance was Terebralia semistriata, while Chicoreus capucinus and Nerita balteata showed the lowest abundance. The H' value at both stations was in the moderate category, with E also being moderate, indicating a relatively even distribution of individuals. Meanwhile, the C value was low, so no species truly dominated. Conclusions: Overall, these results indicate that the mangrove ecosystem of Badarai Village still supports the existence of gastropods with a fairly balanced community structure.