Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENDEKATAN DOUBLE DIAMOND DALAM PERANCANGAN ANTARMUKA PERSONAL ASSISTANT PADA WEBSITE EVENT ORGANIZER Aziza, Rifda Faticha Alfa; Suryana, Muhammad Agung Satriajaya; Aini, Afifah Nur; Purwanto, Ibnu Hadi
Information System Journal Vol. 8 No. 02 (2025): Information System Journal (INFOS)
Publisher : Universitas Amikom Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/infosjournal.2025v8i02.2575

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong event organizer menyediakan layanan berbasis website yang informatif dan mudah digunakan. Namun, banyak website event organizer masih memiliki masalah antarmuka dan alur interaksi sehingga menyulitkan pengguna mencari informasi dan melakukan pemesanan. Penelitian ini bertujuan merancang antarmuka personal assistant pada website event organizer menggunakan metode Double Diamond. Tahapan penelitian meliputi discover, define, develop, dan deliver dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, empathy map, dan user persona. Tahap pengembangan menghasilkan user flow, wireframe, dan prototipe high-fidelity. Evaluasi dilakukan melalui usability testing menggunakan Maze Design. Hasil pengujian menunjukkan usability score 80, success rate 100%, drop-off 0%, misclick rate 28,7%, dan durasi rata-rata 68,9 detik. Seluruh responden (100%) menyatakan fitur membantu.
PELATIHAN PEMBUATAN KOMIK DIGITAL BERTEMA NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DI TAMAN BACAAN MASYARAKAT TRINANDA EDUCATION Suwarno, Suwarno; Aini, Afifah Nur; Ghozali, Mohamad Fatoni; Zakariyya, Ahmad Maulana; Ulfa, Siti Nurzainani; Fitriyanita, Nur Laili
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28426

Abstract

Abstrak: Moderasi beragama merupakan sikap yang berusaha netral diantara dua kutub yang berseberangan dalam hal beragama. Indonesia dengan pluralitasnya tentu sangat rentan konflik. Oleh karena itu, penguatan moderasi beragama penting dilakukan, salah satunya pada anak-anak melalui media komik digital. Kegiatan bertujuan melatih anak-anak di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dalam membuat komik digital bertema moderasi beragama. Pada tahap awal, dilakukan survey mengenai TBM sebagai subyek PkM. Kemudian dilakukan kegiatan pelatihan pada Tanggal 17 dan 24 November 2024. Pada hari pertama, dilakukan pre-test dengan peserta sebanyak 35 anak dan dilanjutkan presentasi konsep moderasi beragam oleh narasumber, serta presentasi materi tentang cara membuat komik digital. Pada hari kedua, pelatihan dilanjutkan dengan pengumpulan hasil karya dan presentasi peserta. Revisi komik digital yang telah dirancang dilakukan selama dua minggu. Angket respon peserta menunjukkan hasil lebih dari 95% peserta merasa puas terhadap pelatihan yang telah dilakukan. Pemahaman moderasi beragama menujukkan peningkatan setelah mengikuti pelatihan. Artinya, setelah kegiatan pelatihan, keterampilan peserta dalam kemampuan membuat komik digital dan pemahaman moderasi beragama meningkat.Abstract: Religious moderation is an attitude that tries to be neutral between two opposing poles regarding religion. Indonesia with its plurality is certainly very prone to conflict. Therefore, strengthening religious moderation is important, one of which is in children through digital comic media. The activity aims to train children in Community Reading Parks to make digital comics with the theme of religious moderation. In the initial stage, a survey was conducted regarding TBM as the subject of PkM. Then training activities were carried out on November 17 and 24, 2024. On the first day, a pre-test was conducted with 35 children. The test continued with a presentation of various moderation concepts by the experts, as well as a presentation of material on how to make digital comics. On the second day, the training continued with collecting participants' work and presentations. Digital comics revisions that had been designed were carried out for two weeks. The participant response questionnaire showed that more than 95% of participants were satisfied with the training that had been carried out. Understanding of religious moderation showed an increase after participating in the training. This means that after the training activities, participants' skills in the ability to make digital comics and understanding of religious moderation increased.