Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PROBLEMATIKA HUKUM PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA PEKANBARU Oktapani, Silm; Ardiansah, Ardiansah
UNES Law Review Vol. 3 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v3i3.175

Abstract

The existence of garbage is a very serious matter in Pekanbaru City, with the increasing population resulting in an increase in the amount of waste produced every day. It is a concern for the Pekanbaru City Government to be able to overcome the problems that are increasing day by day. Regional Regulation Number 8 of 2014 concerning waste management is the basis for the implementation of the waste management policy. This study aims to see what are the legal problems for waste management in Pekanbaru City. The sociological law method is a method in this research to see how the law enforcement process is and how the law is enforced in society. The difficulty of changing people's habits in sorting organic and inorganic waste has made the waste management process unable to run optimally, and the lack of waste transport fleets is also one of the problems in waste management. The importance of the optimal role of the Pekanbaru City Government to the waste bank as an organization that helps the Pekanbaru City Government in its efforts to save money.
PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA SMA BAITUL QUR’AN PEKANBARU TENTANG NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI DALAM MENCEGAH KENAKALAN DAN KRIMINALITAS ANAK Noerdin, Zulkarnaen; Libra, Robert; Oktapani, Silm
Jurnal Pengabdian Kompetitif Vol. 2 No. 1 (2023): Strategi Pengabdian Masyarakat untuk Peningkatan Kreativitas, Literasi, dan Kes
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/pengabdian_kompetif.v2i1.1454

Abstract

Analisis situasi pengabdian kepada masyarakat ini adalah Kebutuhan tentang Peningkatan Pemahaman Siswa SMA Baitul Qur’an Pekanbaru tentang Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari dalam Mencegah Kenakalan dan Kriminalitas Anak merupakan hal yang sangat urgent. Judul Pengabdian yang diangkat dalam pengabdian ini adalah dalam rangka mendukung Program Pemerintah Melalui Program BPHN (Badan Pembinaan Hukum Nasional) Mengasuh dalam Rangka mencegah kenakalan remaja. Maraknya kenakalan terhadap anak Kementerian Hukum dan HAM RI minta Pembekalan Hukum dilakukan kepada anak sejak dini yaitu pada masa sekolah. Adapun prosedur kerja untuk mendukung metode yang ditawarkan adalah ceramah dilaksanakan 1 (satu) jam, dan dialog serta diskusi selama 2 jam atau sesuai kebutuhan mitra sepanjang masih dalam jangka waktu pelaksanaan program ini. Kegiatan ini sudah dilaksanakan pada tanggal 08 Juni 2023 di SMA Baitul Quran berupa ceramah, dialog dan diskusi memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. Adapun prosedur kerja untuk mendukung metode yang ditawarkan adalah ceramah dilaksanakan 1 (satu) jam, dan dialog serta diskusi selama 2 jam atau sesuai kebutuhan mitra sepanjang masih dalam jangka waktu pelaksanaan program ini. Partisipasi mitra dalam acara pengabdian kepada masyarakat ini adalah menyediakan tempat dan waktu pelaksanaan program serta menghadirkan anggota mitra sebagai audien. Luaran yang akan dihasilkan sesuai rencana kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah bagi mitra tentunya Peningkatan Pemahaman Siswa SMA Baitul Qur’an Pekanbaru tentang Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari dalam Mencegah Kenakalan dan Kriminalitas Anak.. Bagi pengusul luaran yang akan dicapai adalah berupa artikel ilmiah dan tidak terlepas juga dari Tri Darma Perguruan Tinggi.
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP IZIN KEPEMILIKAN SENJATA API BELA DIRI DI WILAYAH HUKUM POLDA RIAU Fitrianda, Rendi; Kadaryanto, Bagio; Oktapani, Silm
The Juris Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL ILMU HUKUM : THE JURIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIH Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/juris.v9i2.1912

Abstract

The purpose of this study is to analyze law enforcement, obstacles, and efforts to overcome obstacles to self-defense firearm ownership permits in the jurisdiction of the Riau Regional Police, based on Republic of Indonesia National Police Regulation Number 1 of 2022. The method used is sociological legal research. Based on the research results, it is known that law enforcement regarding self-defense firearm ownership permits in the jurisdiction of the Riau Regional Police, based on Republic of Indonesia National Police Regulation Number 1 of 2022, is an implementation of Perpol No. 1 of 2022, which operates through several main patterns: strengthening administrative verification, increasing field supervision, taking action against owners who fail to renew their permits, and providing guidance to gun holders to understand their obligations and limitations on use. The author observed that some permit holders still do not fully comply with the permit renewal requirements and safe storage procedures. However, the Riau Regional Police actively conduct re-registration, administrative summonses, and physical inspections of weapons to ensure compliance. When violations are found, corrective action is taken through permit revocation, weapon confiscation, or transfer of the case to criminal proceedings if there are elements of a legal violation. Obstacles include weak compliance by owners in renewing permits, a lack of public understanding of administrative obligations, and limited field supervision due to a lack of personnel. Furthermore, the data collection and monitoring processes are not yet fully digitally integrated, making it difficult to track permit status quickly and accurately. Obstacles also arise from internal factors such as limited facilities, and external factors such as low legal awareness among owners, who tend to neglect permit renewals even after notification. Efforts include increasing direct outreach to firearm owners regarding licensing obligations, providing regular warnings through official information and communication systems, and tightening permit evaluation mechanisms with more intensive field verification.