Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENYULUHAN PENYEBAB DAN SOLUSI RETAK PADA DINDING RUMAH DI KELURAHAN BENDUNG, KOTA SERANG Indrawati Sumeru; Suradjin Sutjipto; Darmawan Pontan; Khotijah Lahji
Indonesian Collaboration Journal of Community Services (ICJCS) Vol. 3 No. 4 (2023): Indonesian Collaboration Journal of Community Services
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/icjcs.v3i4.148

Abstract

Cracks in the walls of the house are common. The cracks that occur are often only fine cracks that are not too disturbing, but sometimes you can see cracks in the walls that are relatively wide and deep. Fine cracks in walls are usually non-structural cracks, but cracks that are relatively wide and deep and have a certain direction are usually structural cracks. Structural cracks are the things that cannot be neglected because they may be dangerous for the occupants of the house. The condition of the people's houses in Kelurahan  Bendung, even the condition of the Kelurahan Bendung office itself, looks improper with the many cracks that have occurred. Cracks in walls are also commonly seen in the corners of door and window frames. In several locations, the cracks in the walls are quite wide and have a diagonal direction. This community service program is intended so that the PKM Team can provide sufficient technical knowledge to the residents of the Kelurahan Bendung regarding the types of cracks in the walls of their houses, what are the possible causes, and how to prevent and overcome them. The most important thing is that it is hoped that the community will have sufficient knowledge to be able to prevent structural cracks from occurring and to be able to recognize structural cracks that have the potential to endanger human life
NATURAL LIGHT INTENSITY AND VISUAL COMFORT THROUGH ADJUSTING THE HEIGHT OF THE CURTAIN OPENING: (Case: Room C.608-609, FTSP, Trisakti University, Jakarta) Ghina Soraya; Popi Puspitasari; Khotijah Lahji
International Journal on Livable Space Vol. 7 No. 2 (2022): BUILDING SYSTEMS, SPATIAL PATTERNS, AND VISUAL COMFORT
Publisher : Jurusan Arsitektur - FTSP - Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/livas.v7i2.16725

Abstract

The type of activity, room area, and light intensity influence the visual comfort level of room users. In educational buildings, visual comfort influences the level of performance during the teaching and learning process of students. Students of the Bachelor of Architecture Study Program, FTSP, Trisakti University, use the Studio on the 6th floor (C.608-609) with 85% curtained glass window walls on the North and West, and 10% uncurtained bouvenlight windows on the South. It is estimated that the availability of natural light sources with such capacity is sufficient for the Studio learning process, but in fact users still turn on artificial lighting when working during the day. The hope is that by using curtained windows, students can regulate natural lighting needs to reduce the use of artificial lighting. Until this research was conducted, it was not known how high curtains met visual comfort standards. This research aims to create contour simulation of room’s natural light intensity C.608-609 using dialux kw06-288 software, in relation to adjust of curtains on windows with heights of 30 cm, 60 cm, 90 cm and 120 cm, and their impact on the user's feelings of visual comfort or discomfort. The results show that the distribution of natural light entering the room is not even and varied. According to SNI 03-6575-2001, the light intensity for a studio is 500-750 lux, but the measurement results show that at a curtain opening height of 120 cm, the light reach to the room with the furthest depth of 16.8m is not reached, so to achieve visual comfort the assistance of artificial lighting is needed, especially in the east-south of studio. Meanwhile, the area around the light source causes glare. Keywords: Light Intensity, Visual Comfort, Curtain Opening Height  
KARAKTERISTIK FASAD ARSITEKTUR KONTEKSTUAL PADA GALERI SENI A’la, Ifham Mutadabbariel; Pribadi, I G. Oka S.; Lahji, Khotijah
Metrik Serial Teknologi dan Sains Vol. 5 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51616/teksi.v5i1.514

Abstract

Penerapan arsitektur kontekstual pada galeri seni bertujuan untuk menciptakan desain bangunan yang selaras serta mencerminkan lingkungan sekitarnya dengan memenuhi aspek-aspek sejarah namun tetap dipadukan menggunakan gaya arsitektur yang baru. Salah satu penerapan desain arsitektur kontekstual pada Galeri Seni yaitu melalui fasad bangunan. Bangunan dengan menggunakan tema kontekstual wajib memperhatikan ciri khas, karakteristik serta peraturan yang ada pada lingkungan sekitar bangunan, baik dari segi aspek tata bangunan, desain interior maupun eksterior supaya dapat mencerminkan bangunan di lingkungan tersebut dengan baik untuk kenyamanan bersama.
UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN MELALUI SOSIALISASI MATERIAL RUMAH TAHAN GEMPA DI SMKN 26 JAKARTA Sumeru, Indrawati; Sutjipto, Suradjin; Pontan, Darmawan; Lahji, Khotijah
Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Development Vol. 4 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Developme
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ijecsed.v4i1.149

Abstract

This community service program at SMK 26 Jakarta has the main aim of increasing students' understanding and readiness in facing the threat of earthquakes. With a focus on education about earthquake-resistant house materials, this program not only provides technical knowledge about safe construction, but also seeks to change student behavior in building an environment that is more resilient to earthquakes. Through collaboration between schools, local governments, disaster management institutions and the community, this program is expected to be able to create a real impact in increasing awareness of disaster risks and preparedness to face them. By encouraging active participation from all relevant parties, including students, this program emphasizes the importance of collaboration in preparing the people of Jakarta to face potential earthquake disasters. Thus, this service is not just about conveying information, but also about building a community that is aware of risks and prepared to act
PERENCANAAN TITIK KUMPUL DAN JALUR EVAKUASI DI RUSUNAWA ROROTAN MELALUI PERENCANAAN PARTISIPATORI Madina, Rizki Fitria; Tundono, Sri; Lahji, Khotijah; Rezandi, Fajar; Sari, Christina; Salsabila, Salsabila
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v5i1.18014

Abstract

Menurut UU No 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, salah satu yang wajib direncanakan pada pengadaan bangunan gedung adalah akses evakuasi pada saat keadaan darurat. Rusunawa Rorotan belum memiliki jalur evakuasi dan titik kumpul yang diinformasikan dalam bentuk lisan maupun tertulis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Desain Titik Kumpul dan Jalur Evakuasi Rusunawa Rorotan ini bertujuan agar warga dan pengelola rusun memiliki peta jalur evakuasi dan titik kumpul yang dapat digunakan warga sebagai pengarah saat terjadinya kondisi darurat. Masyarakat diajak terlibat langsung dalam perencanaan jalur evakuasi dan titik kumpul melalui perencanaan partisipatori pada pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui diskusi kelompok. Hasil dari kegiatan ini, didapatkan peda jalur evakuasi dan titik kumpul sesuai dengan hasil diskusi tim Universitas Trisakti, warga dan pengelola rusun.
PENERAPAN KONSEP ECO-MODERN ETHNIC PADA BANGUNAN HOTEL RESOR DI INDONESIA Dachi, Adinda Putri; Pribadi, I Gede Oka Sindhu; Lahji, Khotijah
Agora : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol. 22 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/agora.v22i1.17626

Abstract

Perancangan Hotel Resor pada kawasan hutan eco forest di Kuningan, Jawa Barat, menerapkan konsep eco-modern ethnic sebagai dasar pengembangan pariwisata yang ramah lingkungan, memadukan arsitektur ethnic selaras dengan kebudayaan dan penggunaan teknologi modern serta menekankan pada aspek modern. Tujuan pada penelitian yaitu untuk mengetahui kriteria ideal perencanaan menggunakan konsep eco-modern ethnic dalam pengembangan wisata Hotel Resor pada kawasan hutan eco forest di Kuningan, Jawa Barat. Metode penelitian adalah metode kualitatif yang dilakukan dengan studi literatur dan studi preseden dengan tiga komponen penelitian yaitu konsep eco-architecture, modern architecture dan ethnic architecture. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Hotel Eco-Resort di Indonesia menerapkan aspek eco architecture dalam kelestarian wisata alam setempat dengan menunjukkan keunikan kebudayaan lokal melalui ethnic architecture serta penerapan modern architecture dalam penggunaan desain pada bangunan.
KARAKTERISTIK RUANG PUBLIK PADA PUSAT SENI DAN BUDAYA PENUNJANG AKSESIBILITAS DAN PENAMBAH KEGIATAN Bella Oktaviani; Khotijah Lahji; Dedes Nur Gandarum
Jurnal Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan Vol. 1 No. 1 (2023): Januari – Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jrltb.v1i1.15905

Abstract

Pusat Seni Budaya merupakan ruang publik yang digunakan masyarakat sebagai tempat rekreasi dan kegiatan seni budaya. Ruang publik juga berfungsi sebagai forum interaksi sosial masyarakat dengan aksesibilitas yang didukung oleh konektivitas yang baik. Batasan penelitian ini adalah penentuan karakteris membentuk ruang publik pada pusat seni dan budaya dalam menunjang aksesbilitas dan fasilitas kegiatan tambahan. Tujuan penelitian untuk memberikan informasi tentang karakteristik ruang publik yang sesuai sehingga dapat sebagai pendukung aksesibilitas dan penambahan ruang kegiatan masyarakat pada Pusat Seni dan Budaya. Metoda yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu tahapan analisis teori karakteristik bangunan pubik, dengan parameter, variabel, dan indikator kajian pustaka dengan sumber primer yang digunakan adalah referensi jurnal. Sumber sekunder yang digunakan adalah studi preseden ruang publik khususnya pada fasilitas Pusat seni dan budaya. Hasil penelitian adalah mengidentifikasi karakteristik ruang publik yang memberikan kemudahan akses untuk masyarakat berupa fasilitas pedestrian yang terintegrasi, pintu gerbang, fasilitas alam, area pemuatan/pelayanan, mobilitas kendaraan, dan parkir. Kata kunci: Ruang Publik, Aksesbilitas, Pusat Seni dan Budaya,
IDENTIFIKASI KARAKTER LANGGAM ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA BANGUNAN PUBLIK Rahma Ghaesani Subagja; Dedes Nur Gandarum; Khotijah Lahji
Jurnal Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan Vol. 1 No. 1 (2023): Januari – Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jrltb.v1i1.15984

Abstract

Bangunan publik adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat orang beraktifitas, baik secara periodik atau rutin. Konsep arsitektur pada bangunan pubik antara lain arsitektur kontemporer. Arsitektur kontemporer adalah gaya arsitektur yang bebas berekspresi, berinovasi teknologi, dan tidak terikat pada gaya tertentu. Permasalahan penelitian adalah penetapan karakteristik arsitetur kontemporer bangunan publik pada elemen arsitektur pada exterior/interior.Tujuan penelitian mengidentifikasi karakteristik  elemen arsitektur kontemporer pada beberapa bangunan publik. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis, yaitu tahapan analisis teori karakteristik arsitektur kontemporer pada bangunan publik, dengan parameter, variabel, indikator pertama adalah elemen arsitektur eksterior dan interior bangunan publik. Hasil penelitian ini adalah menentukan karakteristik konsep arsitektur kontemporer  bangunan publik bersadarkan elemen exterior adalah gubahan massa bebas, sederhana, metafora, ekspresif, imajinatif, dinamis, kontras dan fasad bangunan berkonsep arsitektur lokal dan   modern, serta responsip terhadap iklim. Indikator kedua elemen interior perpaduan antara ornamen lokal dengan penyelesaian material modern, plafon expose strutur, dinding dan atap transparam dengan inovasi teknologi.    Kata kunci :  arsitektur kontemporer, karakteristik arsitektur kontemporer,  bangunan publik.
STUDI LITERATUR: STRATEGI PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN BERTINGKAT Faridah, Muthia Fitri; Popi Puspitasari; Khotijah Lahji
Jurnal Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v2i1.19446

Abstract

Kebutuhan akan tempat tinggal adalah kebutuhan yang sangat penting bagi setiap orang; namun, ketersediaan lahan yang terbatas menimbulkan masalah yang rumit. Oleh karena itu, pengembangan vertikal terus digencarkan untuk mengoptimalkan lahan yang terbatas, salah satunya dengan pembangunan sebuah hunian bertingkat tinggi. Namun hunian bertingkat tinggi menjadi salah satu yang berkontribusi besar dalam penggunakaan energi listrik yang besar sampai saat ini sumber energi listrik masih atau mengeksplorasi dari energi fosil yang mana pada prosesnya akan mengakibatkan bertambahnya emisi karbon. Maka dari itu dibutuhkan sebuah strategi dalam merancang bangunan dengan konsep Arsitektur Hijau. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk meninjau strategi penerapan konsep Arsitektur Hijau pada bangunan bertingkat dengan menggunakan motode anisis bibliometrik. Temuan dari analisis bibliometrik menunjukan bahwa adanya hubungan antar topik strategi penerapan arsitektur hijau yang disertai 5 klaster dominan. Hasil dari penelitian ini diharapkan membantu para akdemisi dalam perkembangan E-Learning di perguruan tinggi dan praktisi dalam mambangun bangunan bertingkat yang berkonsep Arsitektur Hijau. Keywords : High-rise Residential, High-rise Building, Green Architecture.
CREATIVE PLACEMAKING DALAM PERANCANGAN KAWASAN MIXED UDE BEROTIENTASI TRANSIT Mochammad Arvin Vastiawan; I.G Oka S. Pribadi; Khotijah Lahji
Jurnal Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan Vol. 2 No. 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v2i2.22385

Abstract

Perkembangan suatu kota dari zaman ke zaman selalu bertambah cepat. Hal tersebut dikarenakan semakin meningkatnya kebutuhan aktivitas masyarakat. Kawasan berorientasi transit merupakan salah satu bentuk perancangan kawasan dengan aspek utamanya yang berupa penggunaan transportasi publik. Berkembangnya transportasi publik dapat membuat kawasan sekitarnya ikut berkembang juga untuk turut mengakomodasi aktivitas pada kawasan transit sebagai elemen pendukung. Creative Placemaking merupakan prinsip pendekatan yang dapat diaplikasikan pada kawasan berorientasi transit. Pendekatan ini membahas mengenai bagaimana suatu kawasan dirancang dengan memperhatikan aspek aspek budaya serta bagaimana cara memaknai dan mengembangkannya secara kreatif. Kata kunci : Kawasan Berorientasi Transit, Creative Placemaking, Publik