Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Hubungan Paparan Asap Rokok Terhadap Kejadian Prehipertensi Pada Usia 26-30 Tahun Di Desa Wihni Durin Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah Martina, Siska Evi; Sinaga, Janno; Fahmi, Mulia
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 2 No. 2 (2020): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN, DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asap rokok merupakan salah satu sumber radikal bebas yang menyebabkan penyakit degenerative. Salah satu penyakit degenerative adalah penyakit jantung. Karbonmonoksida yang terdapat dalam asap rokok dapat menurunkan transfer oksigen kejaringan yang membutuhkan. Salah satu faktor yang berhubungan dengan paparan asap rokok adalah kejadian Prehipertensi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi hubungan paparan asap rokok dengan kejadian prehipertensi di Desa Wihni Durin Kec. Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah 2019. Desain Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan Cros sectional. Populasi penelitian yaitu berjumlah 40 orang yang berusia 26-30 tahun. Kemudian di tarik sampel dengan menggunakan teknik sampel Random Sampling. Jadi sampel yang digunakan sebanyak 36 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dari hasil uji chy-square dengan tingkat kepercayaan = 0.05 diperoleh nilai p = 0.008 yang artinya terdapat hubungan erat pada kedua variabel tersebut. Yang berarti ada hubungan antara paparan asap rokok dengan kejadian prehipertensi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa paparan asap rokok yang terjadi dapat meningkatkan tekanan darah. Disarankan kepada masyarakat perlu menjaga kesehatan dengan cara hindari merokok dan paparan asap rokok dan perlu memperhatikan lingkungan sekitar bebas dari asap rokok, untuk menjaga tekanan darah stabil agar terhindar dari kejadian prehipertensi.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Makan Obat Pada Lansia Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Buhit Martina, Siska Evi; Gultom, Rumondang; Sinaga, Janno; Lumbantobing, Leny Renova
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dukungan keluarga merupakan Riwayat tindakan keluarga yang diharapkan dapat memotivasi dan memberi bantuan kepada anggota keluarga dengan patuh makan obat hipertensi. Kepatuhan makan obat merupakan Perilaku lansia dalam melaksanakan pengobatan yang disarankan oleh dokter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan makan obat pada lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Buhit Tahun 2021. Jenis penelitian yaitu deskriptif korelasi dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia yang memiliki penyakit hipertensi dengan jumlah 79 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling sehingga sampel penelitian berdasarkan kebetulan bertemu dengan peneliti dengan berjumlah 39 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga di kategori baik (53.8 persen) dan kepatuhan makan obat di kategori teratur (66.7 persen) Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square dengan alpa = 0.05 dan CI = 95 persen. Uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan makan obat pada lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Buhit Tahun 2021 dengan p = 0.000. Berdasarkan penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa semakin baik dukungan keluarga maka akan patuh juga pasien makan obat. Disarankan kepada keluarga agar selalu memberikan dukungan kepada lansia keluarga yang mengalami penyakit hipertensi karena merawat mereka sudah menjadi tanggung jawab, lansia sangat membutuhkan perhatian untuk menjalani proses pengobatan penyakit yang mereka alami.
Penggunaan Aplikasi Si Centing Terhadap Deteksi Dini Stunting Pada Balita Martina, Siska Evi; Gultom, Rumondang; Sinaga, Janno; Neateku, Pinta
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi kronis yang menggambarkan terhambatnya pertumbuhan karena malnutrisi jangka panjang. Si centing si aplikasi pendeteksi stunting adalah sebuah aplikasi yang diciptakan oleh Sinta Fitriani, Dosen STIKes Respati. Untuk membantu deteksi dini stunting dan upaya pencegahan dalam meminimalisir kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untk mengetahui penggaruh penggunaan aplikasi si centing terhadap deteksi dini stunting pada balita. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini anak usia 2-5 tahun sebanyak 55 orang dengan besar sampel sebanyak 21 responden. Hasil dalam penelitian ini adalah ada pengaruh penggunaan aplikasi si centing terhadap deteksi dini stunting pada balita dengan nilai Pvalue = 0,021. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah semakin diberikannya pelatihan kepada orangtua balita, maka akan semakin baik pengetahuannya dalam mendeteksi dini stunting balitanya. Saran dalam penelitian ini adalah diharapkan kepada puskesmas setempat untuk memberikan pelatihan secara terus menerus kepada masyarakat tentang penggunaan aplikasi si centing untuk menambah pengetahuan masyarakat dalam melakukan pencegahan stunting
Cognitive function and dementia risk factors among older people in nursing homes: An observational cohort study in Medan, Indonesia Martina, Siska Evi; Fitri, Faishah Irfani; Sibero, Alexander Fernando Kawas; Amila
Belitung Nursing Journal Vol. 11 No. 6 (2025): November - December
Publisher : Belitung Raya Publisher - Belitung Raya Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33546/bnj.3784

Abstract

Background: Indonesia’s rapidly aging demographic presents significant challenges, particularly in dementia among older people in resource‐limited settings, such as nursing homes. However, there are limited reports on the deterioration of cognitive function and risk factors of dementia among older people in nursing homes. Early identification of dementia is essential for timely intervention and management. Objective: This study aimed to investigate and follow up on the cognitive function and risk factors of dementia among older people living in nursing homes. Methods: An observational cohort study was conducted over 6 months (April to October 2024) involving 162 participants from government (n = 83) and private nursing homes (n = 79). Implementation of early dementia screening was carried out using the Montreal Cognitive Assessment in the Indonesian version (MoCA INA) instrument to indicate cognitive function impairment. In addition, the Self-reporting of Physical Activity Questionnaire Indonesia (SPAQ-I) was used to identify physical activity. Descriptive statistics, McNemar, Chi-square, Fisher’s Exact, Independent t-test, and multivariate regression were then used to analyze data. Results: Older individuals did not differ in terms of gender, age, education, or length of stay. However, residents of the private nursing home had significantly higher physical activity levels (t = -2.04, p = 0.040), and a greater proportion engaged in adequate activity (65.8% vs. 50.6%, χ² = 4.23, p = 0.040). Over a six-month period, cognitive function significantly declined among residents in the government nursing home (normal: p = 0.021; mild: p = 0.012; moderate: p = 0.003), whereas no significant change was observed among residents in the private nursing home. At the endpoint, mean cognitive function scores were slightly higher in the private nursing home (20.23 ± 3.45) than in the government nursing home (19.70 ± 4.39), with a very small effect size (Cohen’s d = 0.13). Multiple regression analysis revealed that older age (β = -0.396, p <0.001) and lower levels of physical activity (β = 0.163, p = 0.030) were significantly associated with lower cognitive scores. Conclusion: Dementia screening can enhance care planning for age-related cognitive impairment by enabling early identification and management. Early detection allows nurses to implement more effective care strategies. Additionally, higher physical activity levels were associated with better cognitive function, highlighting a modifiable factor that may help maintain cognitive health among older adults in nursing homes.