Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Integrating Banjar Cultural Values into Premarital Counseling: A Randomized Controlled Trial on Marital Readiness in Indonesia Jarkawi, Jarkawi; Handayani, Eka Sri; Hayati, Sri Ayatina; Haryadi, Rudi; Ridhani, Akhmad Rizkhi; Hasby, Nazar; Puteri, Nur Ananda
Buletin Konseling Inovatif Vol. 5, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marriage readiness is a critical factor in ensuring long-term relationship satisfaction and resilience. In Indonesia, challenges such as rising cases of domestic violence and marital instability highlight the urgent need for more effective premarital counseling programs. However, existing interventions often lack cultural sensitivity, particularly in multicultural societies like Indonesia, which encompasses over 300 ethnic groups. This study examines the effectiveness of a culturally-informed premarital counseling program based on Banjar marital customs in enhancing marital readiness. A randomized controlled trial (RCT) was conducted with 32 engaged individuals divided into an experimental group receiving Banjar-based counseling and a control group participating in the government’s standard premarital counseling. The marriage readiness scale was used to measure psychological preparedness across domains such as communication, financial management, parenting, and lifestyle adjustments. Statistical analysis using the Mann-Whitney U test revealed significant improvements in the experimental group (U = 16.000, Z = -5.899, p < 0.001) compared to the control group. The findings underscore the importance of integrating local cultural values into premarital counseling to enhance mental readiness for marriage. By fostering deeper connections to cultural traditions, the intervention promoted mutual respect, emotional maturity, and role preparedness among participants. This study contributes to the growing discourse on culturally-informed psychosocial interventions and offers a scalable model for multicultural societies across Asia and beyond.
Emotional Resilience, Mood States, and Emotional Stability: Foundations for Digital Emotional Analytics and Technology-Enhanced Counseling in Swamp-Region Schools Jarkawi, Jarkawi; Sanjaya, Sanjaya; Prasiska, Emilda; Ridhani, Akhmad Rizkhi
Journal of Educational Technology and Learning Creativity Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jetlc.v3i2.2328

Abstract

Purpose of the study: This study examines the relationship between emotional resilience and emotional stability among high school students living in swamp ecological regions in Indonesia and evaluates the mediating role of mood states (Depression, Esteem-related Affect, Vigour). It also highlights implications for technology-enhanced student emotional monitoring. Methodology: This study employed a cross-sectional survey design with cluster sampling. Instruments included the Ecological Integrity Assessment (EIA) questionnaire, Profile of Mood States (POMS), and the Eysenck Personality Questionnaire Short Scale. Data were collected via paper-based surveys and analyzed using path analysis and SEM with maximum likelihood estimation in R and RStudio software. Main Findings: Emotional resilience was associated with lower depression and higher vigour. Mood states significantly mediated the resilience–stability relationship, with vigour showing the strongest mediating effect. Students in swamp areas demonstrated high resilience yet exhibited poorer mood conditions than national norms. Novelty/Originality of this study: Beyond psychological contributions, this study offers new insights for educational technology by identifying mood indicators that can be integrated into digital dashboards, LMS-based monitoring tools, and AI-driven counseling systems for geographically remote schools.
Ritual Memberi Makan Buaya Gaib: Makna, Pelaksanaan, dan Peranannya dalam Pelestarian Budaya Masyarakat Banjar Hasby, Nazar; Misrita, Misrita; Ridhani, Akhmad Rizkhi; Nurhasanah, Nurhasanah; Hakim, Arif Rahman
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2026): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.052.08

Abstract

Ritual Manyampir Buhaya, upacara tradisional masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan, memiliki nilai spiritual dan ekologis yang mendalam. Ritual ini menghormati buaya gaib yang diyakini sebagai penjaga sungai dan pelindung masyarakat. Namun, dalam era globalisasi, banyak ritual tradisional seperti ini terpinggirkan, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan dan menganalisis makna simbolis serta relevansi sosial dan ekologis ritual tersebut. Dengan pendekatan etnografi, penelitian melibatkan dokumentasi, wawancara mendalam, dan survei online dengan masyarakat Banjar. Temuan menunjukkan bahwa ritual ini bukan hanya penghormatan kepada buaya gaib, tetapi juga mekanisme pelestarian lingkungan yang mengajarkan masyarakat untuk menjaga sungai sebagai sumber kehidupan. Ritual ini mempererat ikatan sosial dan memperkenalkan nilai ekologis untuk generasi mendatang.
TEACHER ADVISOR PROGRAM (TAP) SEBAGAI ALTERNATIF PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING PADA PENDIDIKAN DASAR DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK Jarkawi, Jarkawi; Ridhani, Akhmad Rizkhi
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v7i1.11135

Abstract

Pendidikan adalah usaha sadar, sistematis, dan terencana yang dilakukan oleh guru untuk mewujudkan atmosfir belajar yang efektif dan efesien agar peserta didik dapat berkembang optimal. Peserta didik merupakan individu yang unik, dimana setiap peserta didik memiliki karakteristik berbeda antara satu dengan lainnya. TAP (Teacher Advisor Program) atau program penasehat guru ini diberikan kepada seluruh siswa berdasarkan tingkatan kelas. Setiap penasehat ditugaskan mendampingi siswa berusia antara 18 dan 25 tahun. Program ini membuat sumber daya tersedia untuk setiap siswa  serta memberikan kesempatan  untuk membangun hubungan siswa-penasihat. manfaat dari penulisan gagasan ini ialah memberikan pandangan kepada pemangku kebijakan baik pemerintah, pimpinan di sekolah, praktisi BK, dan akademisi BK terkait Teacher Advisor Program (TAP) Sebagai Alternatif Program Layanan Bimbingan Dan Konseling Pada Pendidikan Dasar Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik. Kemudian dari pada itu pula diharapkan melalui gagasan tertulis ini para pemangku kebijakan baik pemerintah, pimpinan di sekolah, praktisi BK, dan akademisi BK dapat menyikapinya dengan bijaksana, sehingga tujuan dari pendidikan nasional di Indonesia dapat terwujud
DINAMIKA KEPRIBADIAN ISLAMI (Studi Fenomenologi Masyarakat Kabupaten Banjar) Abidarda, Yulizar; Ridhani, Akhmad Rizkhi
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v7i1.11139

Abstract

Layanan bimbingan dan konseling merupakan bentuk layanan yang diberikan oleh konselor kepada konseling untuk mengoptimalisasikan potensi yang dimiliki oleh konseli tersebut. Maka oleh sebab itu penting bagi seorang konselor untuk dapat memahami kondisi konseli agar mampu memberikan layanan yang sesuai dengan kondisi masalah yang dihadapi oleh konseli. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk menemukan dinamika kepribadian islami melalui studi fenomenologi masyakatar di kabupaten banjar. Metode penelitian yang digunakan yakni melalui pendekatan kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Hasil yang diperoleh yakni d kepribadian islam masyarakat terbentuk dari aktivitas agamis yang dilakukan secara dinamis dengan mengikuti kegiatan pengajian untuk memperoleh pengetahuan tentang agama dan tata cara beragama, serta mengamalkan pengetahuan agama tersebut dalam kesehariannya seperti bersikap, berperilaku, dan berkomunikasi sesuai pedoman al-quran, hadis, dan sumber pendukung lain yang disepakati oleh alim ulama. Kemudian dari pada itu dinamika kepribadian islami berkaitan langsung dengan nafsun, yang dimana nafsu tersebut terbagi menjadi 3 bagian yakni : (1) nafsu amaratau bi as-Su’  merupakan kesadaran manusia yang lebih dominan pada tabiat pemuasan hasrat, kemudian dari pada itu (2) nafsu lawwamah merupakan kekuatan psikis (jiwa) yang telah sadar menggunakan logikanya untuk berpikir rasional sehingga menyadari akan tindakan yang salah, selanjutnya (3) nafsu al-mutmainnah merupakan kekuatan psikis yang membawa jiwa kepada tuntunan, petunjuk, serta pemeliharaan yang baik.
Emotional Resilience, Mood States, and Emotional Stability: Foundations for Digital Emotional Analytics and Technology-Enhanced Counseling in Swamp-Region Schools Jarkawi, Jarkawi; Sanjaya, Sanjaya; Prasiska, Emilda; Ridhani, Akhmad Rizkhi
Journal of Educational Technology and Learning Creativity Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jetlc.v3i2.2328

Abstract

Purpose of the study: This study examines the relationship between emotional resilience and emotional stability among high school students living in swamp ecological regions in Indonesia and evaluates the mediating role of mood states (Depression, Esteem-related Affect, Vigour). It also highlights implications for technology-enhanced student emotional monitoring. Methodology: This study employed a cross-sectional survey design with cluster sampling. Instruments included the Ecological Integrity Assessment (EIA) questionnaire, Profile of Mood States (POMS), and the Eysenck Personality Questionnaire Short Scale. Data were collected via paper-based surveys and analyzed using path analysis and SEM with maximum likelihood estimation in R and RStudio software. Main Findings: Emotional resilience was associated with lower depression and higher vigour. Mood states significantly mediated the resilience–stability relationship, with vigour showing the strongest mediating effect. Students in swamp areas demonstrated high resilience yet exhibited poorer mood conditions than national norms. Novelty/Originality of this study: Beyond psychological contributions, this study offers new insights for educational technology by identifying mood indicators that can be integrated into digital dashboards, LMS-based monitoring tools, and AI-driven counseling systems for geographically remote schools.