Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS POTENSI BURUNG UNTUK WISATA BIRDWATCHING DI KAWASAN GUNUNG TILU KABUPATEN KUNINGAN JAWA BARAT Seno Triliantho; Nina Herlina; Iing Nasihin
Wanaraksa Vol 16, No 02 (2022)
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v16i02.9025

Abstract

This research aims to determine the diversity of bird species and the potential of bird species for birdwatching tourism in the Gunung Tilu area, Kuningan Regency, West Java Province. The method used in this research is field observation using the roaming method, namely by recording bird species encountered at each observation location. Recording of bird species uses the MacKinon species list method using 10 species in 1 list. Based on the results of observations in the field, 61 species of birds were found, with a total encounter of 1,439 individuals, with a total encounter on the valley route of 58 species and 633 individuals encountered, and on the ridge route there were 60 species found with a total encounter of 806 individuals. The bird species diversity index in the valley route has a value of H'=3.66. For the ridge path the value is H'=3.78. The Mount Tilu area has the potential for birdwatching tourism because it has 19 types of birds that have the potential for birdwatching tourism.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis burung dan potensi jenis burung untuk wisata birdwatching di kawasan Gunung Tilu Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi lapangan dengan metode roaming yaitu dengan mencatat jenis-jenis burung yang ditemui pada setiap lokasi pengamatan. Pencatatan jenis burung menggunakan metode daftar jenis MacKinon dengan menggunakan 10 jenis dalam 1 daftar. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan ditemukan 61 jenis burung, dengan jumlah perjumpaan sebanyak 1.439 individu, dengan jumlah perjumpaan pada jalur lembah sebanyak 58 jenis dan ditemui 633 individu, serta pada jalur punggung bukit sebanyak 60 jenis. ditemukan dengan total pertemuan 806 individu. Indeks keanekaragaman jenis burung pada jalur lembah mempunyai nilai H'=3,66. Untuk jalur punggungan nilainya H'=3,78. Kawasan Gunung Tilu mempunyai potensi wisata birdwatching karena mempunyai 19 jenis burung yang berpotensi untuk wisata birdwatching.
ESTIMASI POPULASI MACAN DAHAN SUNDA (Neofelis diardi) DI TAMAN NASIONAL BUKIT BARISAN SELATAN Dedi Suryadi; Toto Supartono; Iing Nasihin
Wanaraksa Vol 16, No 01 (2022)
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v16i01.9013

Abstract

Sumatra’s deforestation in the last few decades give a serious threat to wildlife, especially species that rely heavily on large landscapes of primary forest. Bukit Barisan Selatan National Park (BBSNP) is one of the last bastions of wildlife that must be protected. To date, BBSNP has 3 important species as mainly focused, the Sumatran tiger, Sumatran elephants and Sumatran rhinos. But on the other side, several species also need attention, that is the vulnerable medium-size cat Sunda Clouded Leopard. Here we present the first density estimates for the Sunda clouded leopard in BBSNP using data from tiger camera trap surveys. This research was conducted in three survey periods, Intensive Protection Zone (IPZ) BBSNP 2015 (63 camera stations), North BBSNP 2018 (61 camera stations) and IPZ BBSNP 2019 (65 camera stations). Because the clouded leopard has a distinctive skin pattern on each individual, the estimation method used was SECR (Spatially Explicit Capture-Recapture) which is commonly applied for tigers. Because of its semi-arboreal nature, in this study, the measurement of the canopy opening at each camera station was also carried out to determine whether it affects the probability of detection. The result showed that Sunda clouded leopard density in IPZ BBSNP 2015 was 1.2 (95% CI = 0.56-2.55) ind/100 km2, in North BBSNP 2018 was 0.86 (95% CI = 0.42-1.76) ind/100 km2 and in IPZ BBSNP 2019 was 1.06 (95% CI = 0.49 -2.26) ind/100 km2. The measurement results of the canopy opening showed that almost all locations were in a very tight cover so that analysis could not be carried out to determine the effect on the probability of detectionDeforestasi di Sumatera dalam beberapa dekade terakhir memberikan ancaman serius terhadap satwa liar, terutama spesies yang sangat bergantung pada bentang alam hutan primer yang luas. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) merupakan salah satu benteng terakhir satwa liar yang wajib dilindungi. Hingga saat ini, TNBBS mempunyai 3 spesies penting yang menjadi fokus utama, yaitu harimau sumatera, gajah sumatera, dan badak sumatera. Namun di sisi lain, beberapa spesies juga perlu mendapat perhatian, salah satunya adalah kucing berukuran sedang yang rentan, Macan Dahan Sunda. Di sini kami menyajikan perkiraan kepadatan pertama macan dahan Sunda di TNBBS dengan menggunakan data dari survei kamera jebakan harimau. Penelitian ini dilakukan pada tiga periode survei, yaitu Zona Perlindungan Intensif (IPZ) TNBBS 2015 (63 stasiun kamera), TNBBS Utara 2018 (61 stasiun kamera) dan IPZ TNBBS 2019 (65 stasiun kamera). Karena macan dahan mempunyai pola kulit yang khas pada setiap individunya, maka metode estimasi yang digunakan adalah SECR (Spatially Explicit Capture-Recapture) yang umum diterapkan pada harimau. Karena sifatnya yang semi arboreal, maka dalam penelitian ini juga dilakukan pengukuran bukaan kanopi pada setiap stasiun kamera untuk mengetahui apakah berpengaruh terhadap kemungkinan deteksi. Hasil penelitian menunjukkan kepadatan macan dahan Sunda di IPZ TNBBS tahun 2015 sebesar 1,2 (95% CI = 0,56-2,55) ind/100 km2, di TNBBS Utara tahun 2018 sebesar 0,86 (95% CI = 0,42-1,76) ind/100 km2 dan di IPZ TNBBS tahun 2019 sebesar 1,06 (95% CI = 0,49 -2,26) ind/100 km2. Hasil pengukuran bukaan kanopi menunjukkan hampir seluruh lokasi berada pada tutupan yang sangat rapat sehingga tidak dapat dilakukan analisis untuk mengetahui pengaruhnya terhadap probabilitas deteksi
KEBERADAAN AMFIBI ORDO ANURA DI BLOK GUNUNG PUTRI TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Elditama Rezky; Iing Nasihin; Yayan Hendrayana; Toto Supartono; Ilham Adhya
Wanaraksa Vol 16, No 02 (2022)
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v16i02.9056

Abstract

The research seeks to determine the habitat conditions, characteristics, and diversity of amphibians of the order Anura. The method used in this research is a combination of Line Transect and Visual Encounter Survey (VES). Based on observations using a combination of the Line Transect method and the Visual Encounter Survey method, the number of amphibians species found was 8 species from 5 families including 1 type of family Bufonidae, 2 types of family Dicroglossidae, 1 type of family Megophrydae, 2 types of family Ranidae, and 2 species of family Rhacophoridae. The index of amphibian species diversity in the mount Putri river flow of Mount Ciremai National Park (H') which was obtained at the research location of the Mount Putri Ciinjuk river flow was 1.60. The value of the Eveness index of amphibians that obtained in the Mount Putri river flow was E = 0.77 and The value of the wealth index obtained is R = 1.48 then the temperature and humidity ranges from 19.3 – 20.0°C and 90.5% – 98.4%, with water pH value 6 – 7. The flow of the Mount Putri Ciinjuk river is a balanced habitat for amphibian life where the flow is formed from two steep Mount Ciremai slopes with moist litter conditions and dense canopy cover.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi habitat, karakteristik, dan keanekaragaman amfibi ordo Anura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi Line Transect dan Visual Encounter Survey (VES). Berdasarkan pengamatan menggunakan kombinasi metode Line Transect dan metode Visual Encounter Survey, jumlah jenis amfibi yang ditemukan adalah 8 jenis dari 5 famili diantaranya 1 jenis famili Bufonidae, 2 jenis famili Dicroglossidae, 1 jenis famili Megophrydae, 2 jenis famili Ranidae, dan 2 jenis famili Rhacophoridae. Indeks keanekaragaman jenis amfibi di aliran sungai Gunung Putri Taman Nasional Gunung Ciremai (H') yang diperoleh di lokasi penelitian aliran sungai Gunung Putri Ciinjuk adalah sebesar 1,60. Nilai indeks kemerataan amfibi yang diperoleh di aliran sungai Gunung Putri adalah E = 0,77 dan Nilai indeks kekayaan yang diperoleh adalah R = 1,48 kemudian suhu dan kelembaban berkisar antara 19,3 – 20,0°C dan 90,5% – 98,4% , dengan nilai pH air 6 – 7. Aliran sungai Gunung Putri Ciinjuk merupakan habitat yang seimbang bagi kehidupan amfibi dimana aliran tersebut terbentuk dari dua lereng Gunung Ciremai yang terjal dengan kondisi serasah yang lembab dan tutupan tajuk yang rapat. 
DISTRIBUSI DAN PENGGUNAAN HABITAT EMPAT SPESIES FELIDAE DI TAMAN NASIONAL BUKIT BARISAN SELATAN Supartono, Toto; Nasihin, Iing; Tawaqal, Feizal
Wanamukti: Jurnal Penelitian Kehutanan Vol. 22 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/wanamukti.v22i2.329

Abstract

The polulation of Cat Family (Felidae) in Southeast Asia has declined in nature owing to its lost habitat, fragmentation one and massive hunting. Meanwhile, the research of Asiatic Golden Cats, Sunda Clouded  Leopards, Marbled Cats, and Asian Leopard Cats is not much conducted. This research aimed to find out their distribution and habitat use in Southern Bukit Barisan National Park (BBSNP). The data intake employed Camera Trap, then analyzed by occupancy model with single season and single species applying R-software. It was found that  Asiatic Golden Cat Occupancy Model yielded 0.75 in Intensive Protection Zone or Zona Perlindungan Intensive (IPZ) and 0.4 occupancy value in northen parts of  Sourthern Bukit Barisan National Park (BBSNP). Furthermore, its Sunda Clouded Leopards resulted in 0.50 in IPZ and 0.42 occupancy value in northen parts of BBSNP. Its Asian Leopard Cats was 0.16 occupancy value in IPZ  and unexecuted occupancy model in northen parts of BBSNP due to extremly low detection.
PENINGKATAN KAPASITAS KELOMPOK SADAR WISATA DESA CAGEUR KECAMATAN DARMA KABUPATEN KUNINGAN MENUJU DESA MANDIRI Nurdin, Nurdin; Nurlaila, Ai; Kosasih, Dede; Nasihin, Iing; Herlina, Nina
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/p3m.v7i1.571

Abstract

The Cegeur Village Government tasked the Tourism Awareness Group (POKDARWIS) Rangers of Cageur Village, Darma District, and Kuningan Regency with managing the "Eyang Dalem Cageur" Cultural Heritage Site. Management in a 12.62 ha high conservation value area takes the form of religious tourist packages. This religious tourism site in Kuningan Regency is a graveyard for promoting Islam, and there is still a genetic tie with Wali Songo. Furthermore, it still has the indigenous flora of Mount Ciremai and is home to a variety of species, which are markers of regional sustainability. This region also serves as a catchment area for the neighboring communities and the Cisanggarung River's headwaters. If waste left by tourists is not properly managed, it can become a severe problem. Waste may be recycled or converted into valuable items. Eco-enzymes, which offer several advantages, produce family waste. The goal of arranging community service is to strengthen POKDARWIS Jagawana's capabilities via waste management. The projected advantage is the growth of productive, circular local economic institutions toward the establishment of an independent Cageur village. The lecture method is employed, with waste management seminar techniques followed by discussions packaged as workshops. Keywords: Pokdarwis, Waste, Eco-enzyme, Circular Economy. ABSTRAK Kelompok sadar wisata (POKDARWIS) Jagawana Desa Cageur Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan mendapatkan amanah dari Pemerintahan Desa Cegeur untuk mengelola Situs Cagar Budaya “Eyang Dalem Cageur”. Pengelolaan tersebut berbentuk paket wisata religi dalam kawasan bernilai konservasi tinggi seluas 12,62 Ha. Destinasi wisata religi tersebut merupakan pemakaman penyebar agama Islam di Kabupaten Kuningan dan masih terdapat keterkaitan silsilah dengan Wali Songo. Selain itu keanekaragaman hayatinya masih menyimpan flora endemik Gunung Ciremai dan dihuni oleh berbagai satwa yang menjadi indikator kelestarian kawasan. Kawasan tersebut juga merupakan catchment area bagi desa-desa di sekitarnya dan hulu Sungai Cisanggarung. Terdapatnya sampah yang ditinggalkan oleh pengunjung menjadi permasalahan serius jika tidak dikelola dengan baik. Sampah tersebut dapat dipergunakan kembali atau diolah menjadi produk yang bernilai guna. Sampah keluarga dibuat eco-enzyme yang mempunya manfaat multi. Tujuan penyelenggaraan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan kapasitas POKDARWIS Jagawana melalui pengelolaan sampah. Manfaat yang diharapkan adalah terbangunnya kelembagaan ekonomi lokal sirkural yang produktif menuju Desa Cageur yang mandiri. Metode yang dipergunakan melalui metode ceramah dengan teknik seminar pengelolaan sampah dilanjutkan dengan diskusi dikemas dalam bentuk workshop. Urgensi kegiatan ini adalah peningkatan kapasitas pengelola cagar budaya sehingga menjadi penyumbang pagi pendapatan asli Desa Cageur menuju desa mandiri. Kata kunci: Pokdarwis, Sampah, Eco-enzyme, Ekonomi Sirkular.
SOSIALISASI PEMBANGUNAN RENDAH KARBON MENGGUNAKAN PENDEKATAN PARTISIPATORY RURAL APPRAISAL (PRA) DI DESA CIKONDANG KECAMATAN HANTARA KABUPATEN KUNINGAN, JAWA BARAT Nasihin, Iing; Waniatri, Wina
Bahasa Indonesia Vol 20 No 01 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.201.4

Abstract

Perubahan iklim menjadi permasalahan dunia yang sangat serius saat ini. Bahaya yang ditimbulkan perubahan iklim telah membuat isu ini menjadi permasalahan utama baik di kancah nasional maupun internasional, tidak terkecuali Indonesia. Pembangunan Rendah Karbon/Low Carbon Development (PRK/LCD) adalah platform pengembangan baru untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan sosial melalui aktivitas dengan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan intensitas emisi GRK yang rendah serta mengurangi penggunaan sumber daya alam. Jasa lingkungan berbasis desa dapat berkontribusi dalam penekanan emisi karbon. Metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan dilakukan dengan metode penyuluhan dengan presentasi yang dilakukan sosialisasi secara berkala antara pendamping dengan kelompok sasaran. Model pendekatan yang dilakukan yaitu Partisipatory Rural Appraisal (PRA). Program pengabdian masyarakat yang dikemas dalam bentuk penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa yang peduli lingkungan. Berdasarkan pelaksanaan evaluasi, penyuluhan ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan (84,62%), wawasan (69,23%) dan kesadaran (61,54%) masyarakat untuk dapat mewujudkan pembangunan desa rendah karbon.
Peningkatan Kapasitas Anggota Badan Permusyawaratan Desa dalam Teknik Penyusunan Peraturan Desa Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Nasihin, Iing; Nurdin, Nurdin; Yuhandra, Erga; Alpiyah, Lilis Nur; Rachmat, Nurhaliza Ainur
Empowerment Vol. 6 No. 02 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i02.6787

Abstract

The availability of specific laws and regulations, public awareness, and household waste management are factors faced by rural communities in solving household waste problems. BPD is an institution that carries out government functions whose members are representatives of the Village population based on regional representation and are determined democratically. One of the duties and authorities of the BPD is to discuss draft village regulations with the village head. This Community Service aims to provide technical training in drafting village regulations on household waste management to members of the BPD and the Village Government. Community service activities are carried out using 2 (two) approaches, namely Participatory Rural Appraisal (PRA) and Transfer Technology (TT). The scope of the regulation of the Village Regulation includes the duties and authorities of the village government, the formation of a waste bank manager, waste management, supervision and guidance, cooperation and partnership, community participation, financing, incentives, and closing provisions, as well as principles that refer to the principles of responsibility, sustainability, justice, togetherness, participation, and economic value. After the Community service was implemented, the participants showed an increase in their knowledge and capacity in drafting the Village Regulation on household waste management by 42.76%.Ketersedian peraturan perundangan yang spesifik, kesadaran masyarakat, dan tata kelo sampah rumah tangga merupakan faktor-faktor yang dihadapi masyarakat perdesaan dalam menyelesaikan permasalahan sampah rumah tangga. BPD adalah lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang anggotanya merupakan wakil dari penduduk Desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara demokratis. Salah satu tugas dan wewenang BPD adalah membahas rancangan peraturan desa bersama kepala desa. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan teknik penyususan peraturan desa tentang pengelolaan sampah rumah tangga kepada anggota BPD dan Pemerintantahan Desa. Kegiatan pengamdian kepada masyarakat dilakukan dengan 2 (dua) model pendekatan, yaitu Partisipatory Rural Appraisal (PRA) dan Teknologi transfer (TT). Ruang lingkup pengaturan Perdes meliputi tugas dan wewenang pemerintah desa, pembentukan pengelola bank sampah, pengelolaan sampah, pengawasan dan pembinaan, kerjasama dan kemitraan, peran serta masyarakat, pembiayaan, insentif, dan ketentuan penutup. Serta asas-asas yang mengacu pada asas tangung jawab, berkelanjutan, keadilan, kebersamaan, partisipatif, dan nilai ekonomi. Setelah dilaksanakanya PkM peserta menunjukan peningkatan pengetahutan dan kapasitasnya dalam penyususan Perdes pengelolaan sampah rumah tangga sebesar 42,76%.
Pelatihan Analisis Vegetasi dan Pengamatan Satwa Liar di Desa Cimara Kecamatan Cibeureum, Kuningan Hendrayana, Yayan; Kosasih, Dede; Nasihin, Iing; Adhya, Ilham; Herlina, Nina; Ismail, Agus Yadi; Deni, Deni; Nurlaila, Ai; Nurdin, Nurdin; Karyaningsih, Ika; Supartono, Toto; Fujiman, Heris; Hidayatullah, Robby Ardiansah
Empowerment Vol. 6 No. 03 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i03.7252

Abstract

The Tilu Daun community group, Cimara Village, Kuningan Regency has the goal of realizing the Mount Tilu forest area which has the potential for biological natural resources, both flora and fauna. Apart from this, this regional group also utilizes natural resources to become special interest tourism. The purpose of this community service activity is to hold training on vegetation analysis and wildlife observation for the Tilu Daun group so that their capacity to utilize Mount Tilu's natural resources increases. This activity was carried out in Cimara Village which involved members of the Tilu Daun community group by training the participants' skills in vegetation analysis and wildlife observation activities starting from the preparation stage to the appearance of observations in the field. This training activity received a good response from the activity participants and must continue to be carried out on an on going basisKelompok masyarakat Tilu Daun Desa Cimara Kabupaten Kuningan mempunyai tujuan melestarikan kawasan hutan Gunung Tilu yang mempunyai potensi sumberdaya alam beranekaragam baik flora maupun fauna. Selain melestarikan kawasan kelompok ini juga memanfaatkan sumberdaya alam menjadi wisata minat khusus. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengadakan pelatihan analisis vegetasi dan pengamatan satwa liar bagi kelompok Tilu Daun sehingga kapasitas dalam memanfaatkan sumberdaya alam Gunung Tilu meningkat. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Cimara yang melibatkan anggota kelompok masyarakat Tilu Daun dengan melatih kemampuan peserta dalam kegiatan analisis vegetasi dan pengamatan satwa liar mulai dari tahap persiapan sampai pada pelaksanaan pengamatan di lapangan. Kegiatan pelatihan ini mendapat respon yang baik dari peserta kegiatan dan harus terus dilakukan secara berkesinambungan.
Pengadaan Sarana Penunjang Kegiatan Pelestarian Sumberdaya Alam Kawasan Hutan Gunung Tilu di Desa Cimara Kecamatan Cibeureum, Kuningan Jawa Barat Adhya, Ilham; Hendrayana, Yayan; Supartono, Toto; Herlina, Nina; Nasihin, Iing; Nurdin, Nurdin; Waniatri, Wina; Nurlaila, Ai; Fujiman, Heris; Syahban, Fahrul Shobarudin; Althaaf, Naufal
Empowerment Vol. 6 No. 02 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i02.7424

Abstract

Preserving natural resources besides requiring the collaboration of all parties in its implementation, also requires supporting facilities and infrastructure, one of the efforts to preserve forest resources in the Mount Tilu forest area requires the existence of a meeting hall that can be used by all people who are active around Mount Tilu. Saung Kehati is a collaboration of the local community and the Faculty of Forestry, University of Kuningan. The presence of Saung Kehati is expected to be a means of supporting the preservation of Mount Tilu's natural resources. The implementation method uses the observation approach to the need for supporting facilities for forest resource conservation activities and facilitation of facilities and socialization regarding the use of meeting halls/saung/shelters. The target of this community service is the people of Cimara Village. The activity location is located on community-owned land bordering the Mount Tilu Forest area and the Tilu Mountain Forest area. The community service activities carried out in Cimara Village, Cibeureum District, Kuningan Regency ran smoothly and the participation of the community in participating in these activities was quite high, the existence of Saung Kehati increased activities related to the preservation of natural resources in the Mount Tilu forest area. Pelestarian sumberdaya alam disamping memerlukan kolaborasi semua pihak dalam pelaksanaannya, juga memerlukan sarana dan prasarana penunjang, salah satu upaya pelestarian sumberdaya hutan pada kawasan hutan Gunung Tilu memerlukan adanya balai sarana  pertemuan yang dapat digunakan oleh seluruh masyarakat yang beraktivitas di sekitar Gunung Tilu. Saung Kehati ini merupakan kolaborasi dari masyarakat setempat dan Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan. Kehadiran Saung Kehati diharapkan menjadi sarana pendukung pelestarian sumberdaya alam Gunung Tilu. Metode pelaksanaan dengan pendekatan observasi kebutuhan sarana penunjang kegiatan pelestarian sumberdaya hutan dan fasilitasi sarana serta sosialisasi mengenai pemanfaatan balai pertemuan/saung/shelter. Sasaran pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat Desa Cimara. Lokasi kegiatan terletak di lahan milik masyarakat yang berbatasan dengan kawasan Hutan Gunung Tilu dan kawasan Hutan Gunung Tilu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Desa Cimara Kecamatan Cibeureum Kabupaten Kuningan berjalan dengan lancar dan peran serta masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi, keberadaan Saung Kehati meningkatkan aktivitas yang berkaitan dengan pelestarian sumberdaya alam kawasan hutan Gunung Tilu.
Pengaruh Penggunaan Lahan Terhadap Kualitas Air Hulu Cisanggarung, Kuningan, Jawa Barat Althaaf, Naufal; Nasihin, Iing; Nurdin, Nurdin
LOGIKA : Jurnal Penelitian Universitas Kuningan Vol 16 No 01 (2025)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/logika.v16i01.10503

Abstract

Water quality is an important indicator of ecosystem health and the well-being of communities that depend on water resources. In Indonesia, water quality is increasingly threatened by human activities, including the Cisanggarung River in Kuningan Regency. Problems include water quantity that is not sufficient for needs and declining water quality, especially for drinking water. Water quality is influenced by the surrounding environment and pollution due to changes in environmental factors. This research examines land use in the Cisanggarung river basin (DAS) through satellite image analysis and measurement of physical and chemical water parameters. Spatial analysis using satellite image interpretation and water quality analysis involves measuring Dissolved Oxygen (DO), pH, water temperature, turbidity, Total Dissolved Solid (TDS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), and Chemical Oxygen Demand (COD) according to SNI standards. The research results show that land use in the upper reaches of Cisanggarung is classified into 3 land uses, namely forest land use with an area of 337.88 ha (46.65%), agricultural/plantation land 262.6 ha (33.35%) and land use for settlements with area 143.74 ha (19.85%). The use of forest land has an influence on lower TDS and TN values, while the use of agricultural/plantation and residential land influences the BOD and COD values. Water quality from upstream to downstream of the river has increased in physical and chemical parameters, showing the significant influence of land use type on river water quality.