Claim Missing Document
Check
Articles

SEBARAN JENIS DAN HARGA INDUSTRI PENGOLAHAN KAYU SETENGAH JADI DI KABUPATEN MAJALENGKA Iing Nasihin; Agus Yadi Ismail; Randi Adpan
Wanaraksa Vol 9, No 02 (2015)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v9i02.1050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan inventarisasi industri kayu setengah jadi, memetakan daerah sebaran industri pengolahan kayu setengah jadi , mengetahui Sumber bahan baku, jenis kayu dan kapasitas setiap produk industri profil industri pengolahan kayu setengah jadi. Penelitian dilakukan melalui metode survey dimana waktu penelitian ini dilaksanakan adalah 4 bulan pada bulan April sampai Juni 2015 di lakukan di industri sekunder pengrajin kayu di Kabupaten Majalengka. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa jenis kayu yang digunakan didominasi oleh jenis kayu jati, mahoni, jenis kayu tersebut digunakan untuk bahan setengah jadi berupa kusen, pintu, jendela, lemari, bupet dan kursi.Kata Kunci: Identifikasi, inventarisasi, industri kayu
Distribusi Dan Penggunaan Habitat Empat Spesies Felidae Di Taman Nasioanl Bukit Barisan Selatan Feizal Tawaqal; Toto Supartono; Iing Nasihin
Wanaraksa Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v12i2.4569

Abstract

Polulasi Famili Kucing (Felidae) di Asia Tenggara mengalami penurunan di alam akibat hilangnya habitat, fragmentasi satu, dan perburuan besar-besaran. Sementara itu, penelitian tentang Kucing Emas Asia, Macan Dahan Sunda, Kucing Marbled, dan Kucing Macan Tutul Asia belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran dan pemanfaatan habitat di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Pengambilan data menggunakan Camera Trap, kemudian dianalisis model okupansi dengan musim tunggal dan spesies tunggal menggunakan software R. Ditemukan bahwa Asiatic Golden Cat Occupancy Model menghasilkan 0,75 di Zona Perlindungan Intensif atau Zona Perlindungan Intensive (IPZ) dan 0,4 nilai hunian di bagian utara Taman Nasional Sourthern Bukit Barisan (TNBBS). Selain itu, Macan Dahan Sunda menghasilkan nilai IPZ 0,50 dan okupansi 0,42 di bagian utara TNBBS. Kucing Leopard Asia-nya memiliki nilai okupansi 0,16 di IPZ dan model okupansi yang tidak dijalankan di bagian utara TNBBS karena deteksi yang sangat rendah
KEANEKARAGAMAN JENIS DAN KARAKTERISTIK HABITAT MAMALIA BESAR DI KAWASAN HUTAN BUKIT BAHOHOR DESA CITAPEN KECAMATAN HANTARA KABUPATEN KUNINGAN Angrita Anggrita; Iing Nasihin; Yayan Hendrayana
Wanaraksa Vol 11, No 01 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v11i01.1066

Abstract

Inventarisasi mamalia besar dilakukan dengan menggunakan metode transek jalur. Pembuatan jalur inventarisasi mempetimbangkan beberapa aspek yaitu: kondisi kelerengan, tutupan vegetasi, keterwakilan sampel, keterjangkauan lokasi dan keamanan peneliti.Di kawasan hutan bukit Bahohor terdapat 11 jenis satwa yang tergolong dalam mamalia besar. Jenis-jenis tersebut diantaranya adalah kijang (Muntiacus muntjak), babi hutan (Sus scrofa), macan tutul (Panthera pardus), meong congkok (Felis bengalensis), sero ambrang (Aonyx cinerea), macan dahan (Neofelis nebulosa), macan kumbang (Panthera pardus melas), bajing jaralang (Ratufa bicolor), Surili (Prebytis comata), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), lutung jawa (Trachypithecus auratus).Mamalia besar di kawasan hutan bukit bahohor  menyukai karakteristik habitat berupa hutan alam yang memiliki kerapatan vegetasi yang cenderung tinggi. Terutama bagi satwa karnivora seperti macan tutul, macan kumbang dan macan dahan yang lebih terkonsentrasi di hutan alam dengan tajuk vegetasi yang rapat serta jauh dari gangguan (kehadiran) manusia. Lain halnya dengan mamalia besar jenis babi hutan, kijang dan beberapa jenis primata yang lebih banyak menghabiskan aktifitasnya di perbatasan hutan dengan sawah atau perbatasan hutan pinus dengan hutan alam. Hal ini berkaitan dengan kemampuan jelajah satwa untuk mencari sumber makanan dan air.Kata Kunci: Keanekaragaman,  habitat,  Mamalia besar, vegetasi
WILAYAH JELAJAH DAN AKTIVITAS HARIAN ELANG JAWA (Nisaetus bartelsi STRESEMANN, 1924) DI BUKIT MAYANA KECAMATAN KADUGEDE, KABUPATEN KUNINGAN Opik Rahmadiana; Toto Supartono; Iing Nasihin
Wanaraksa Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v12i1.4542

Abstract

Abstrak : Elang jawa (Nisaetus bartelsi) merupakan jenis raptor dengan penyebaran terbatas (endemik). Elang jawa dilindungi oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.92 tahun 2018 dan termasuk kategori endangered menurut IUCN Redlist (2017). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui wilayah jelajah elang jawa dan aktivitas hariannya. Penelitian dilaksanakan di Bukit Mayana Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan selama 4 bulan dari Desember 2017 sampai Maret 2018. Metode yang digunakan yaitu Cooperative Method dan Focal Animal Sampling. Analisis wilayah jelajah menggunakan Minimum Convex Polygon dan Kernel Density Estimation dan analisis deskriptif untuk aktivitas harian. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis didapatkan wilayah jelajah elang jawa dengan MCP individu Maya dan Yana masing-masing seluas 79.8 ha dan 189.9 serta KDE seluas 118.6 ha dan 180.6 ha. Aktivitas harian elang jawa di bukit Mayana yang paling banyak terlihat adalah terbang dengan presentase 79% sedangkan ketika tengger hanya sebesar 21%. Intensitas terbang paling tinggi mulai dari jam 09:00-11:30.Kata Kunci: Aktivitas harian, Wilayah jelajah, kernel density estimation, , Nisaetus bartelsi
KEANEKARAGAMAN JENIS AMFIBI (ORDO ANURA) DI WISATA ALAM PASIR BATANG TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Andreansyah Andreansyah; Iing Nasihin; Ika Karyaningsih
Wanaraksa Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v12i2.4567

Abstract

Amfibi mempunyai peran yang sangat penting dalam proses ekologi, serta dapat dijadikan bioindikator kondisi lingkungan. Secara ekonomi amfibi juga mempunyai manfaat yang sangat besar. Namun disisilain kerusakan lingkungan telah menyebabkan kuantitas dan kualitas amfibi menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman, morfologi dan kondisi habitat amfibi (ordo anura) di Wisata Alam Pasir Batang Taman Nasional Gunung Ciremai. Metode yang digunakan adalah Visual Encounter Survey dan Line Transek dengan metode analisis data Indeks Keanekaragaman Shannon Wiener (H’), Indeks Kekayaan Margalef (R), Indeks Kemerataan Evenness (E) dan Analisis Vegetasi. Spesies yang ditemukan adalah 13 jenis dengan total 154 individu. Indeks keanekaragaman Shannon Weiner (H)’ adalah 2. Kekayaan spesies termasuk kedalam kategori rendah karena  di semua jalur pengamatan memiliki nilai  jenisnya R 2,5 yang berarti nilai kekayaannya rendah. Indeks kemerataan tertinggi yaitu pada jalur sebelah kanan pondok JICA dengan nilai E= 0,9 berarti komunitas stabil. Vegetasi  didominasi oleh kaliandra (Calliandra), kopi (Coffea) dan pinus (Pinus merkusii). Suhu udara di wisata alam pasir batang berkisar antara 17 - 23,4 °C, Kelembaban berkisar antara 73 % - 99 %, sementara itu suhu air berkisar antara 17 - 20,1 °C dan PH air antara 6,5 – 7,9. Keanekaragaman amfibi tergolong sedang.Kata kunci : Keanekaragaman, Vegetasi, Kondisi Lingkungan
PEMANFAATAN KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG BERKICAU DAN UPAYA KONSERVASI PADA KONTES BURUNG BERKICAU DI KABUPATEN KUNINGAN JAWA BARAT Nurdin Nurdin; Iing Nasihin; Asep Yuda Guntara
Wanaraksa Vol 11, No 01 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v11i01.1063

Abstract

Pemanfaatan keanekaragaman jenis burung berkicaudan upaya konservasi pada kontes burung berkicau di Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Burung memiliki fungsi penting bagi ekologi, sosial ekonomi dan budaya masyarakat serta indikator perubahan musim (cf. Dammerman, 1929; Dickson et al., 1979; Howe dan Westley, 1988; Iskandar, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk  mengidentifikasi jenis burung berkicau pada kegiatan kontes burung dan mengetahui status dan upaya konservasi burung berkicau dalam kegiatan kontes burung berkicau di Kabupaten Kuningan.Metode penelitian yang digunakan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian tercatat 15 jenis burung berkicau dari 11 family yang dipelihara oleh masyarakat, 6 jenis  dari 5 family yang mendominasi di arena kontes burung berkicau.Dampak maraknya kegiatan kontes burung berkicau telah menyebabkan maraknya hobimemelihara burung dan perdagangan burung di Kabupaten Kuningan. Dampak positif, kegiatan tersebut dapat mengembangkan berbagaipengetahuan masyarakat tentang burung, seperti aneka ragam jenis ataupun ras burung, tingkah laku burung, kicau burung, perawatan,dan penangkaran burung, khususnya terhadap jenis-jenis burung yang biasa dikonteskan. Maraknya kontes burung berkicau jugatelah menyebabkan berkembangnya kegiatan ekonomi dengan banyaknya yang berjualan di sekitar arena kontes dan industri pada masyarakat yang berkaitan dengan hobi memelihara burung,seperti industri pembuatan sangkar, pembuatan pakan, vitamin, dan obat-obatan burung piaraan.Selain itu mulai berkembang pula industri pembuatan kaos dan selimut sangkar burung yang bertemakan burung berkicau.Dampak negatif, populasi beberapa jenisburung berkicau menjadi berkurang dan berisiko tinggi untuk punah di alam akibat eksploitasi yang berlebihan dan perdagangan burung untuk burung kontes.Oleh karena itu untuk pemanfaatan burung berkicau secara berkelanjutan, upaya konservasi burung berlandaskan partisipasimasyarakat sungguh dibutuhkan dan diupayakan burung yang dikonteskan berasal dari penangkaran.Kata Kunci: burung berkicau, konservasi, penangkaran
Pemanfaatan Sampah Dapur sebagai Pupuk Organik Cair dan Padat pada Tanaman Buah dalam Pot Toto Supartono; Ilham Adhya; Iing Nasihin; Alifah Sari; Galang Aulia Prasetya
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v5i2.14114

Abstract

Produksi sampah dapur masih menjadi permasalahan di banyak tempat. Banyak pihak yang masih menganggap bahwa sampah dapur merupakan barang yang tidak berguna. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk merubah pemahaman tersebut guna membantu dalam mengatasi permasalahan tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan sampah dapur menjadi pupuk organik, baik padat maupun cair, dengan lokasi kegiatan di Desa Tundagan, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan. Kegiatan dilakukan dengan penyuluhan yang disertai peragaan, dengan masyarakat sasaran adalah kelompok PKK dan KWT desa. Masyarakat sasaran sebelum ada kegiatan ini tidak mengetahui kedua teknik pemanfaatan sampah dapur sebagaimana yang disampaikan. Masyarakat tertarik terhadap materi teknik pemanfaatan sampah dapur dan dapat memahaminya. Kegiatan ini telah memberikan dampak pada peningkatan pengetahuan masyarakat dalam pemanfaatan sampah dapur. Penanganan sampah dengan metode lain juga perlu dilakukan pada program berikutnya, termasuk penanganan sampah non organik agar permasalahan lingkungan akibat sampah dapat dikurangi.
DISTRIBUSI DAN PENGGUNAAN HABITAT EMPAT SPESIES FELIDAE DI TAMAN NASIONAL BUKIT BARISAN SELATAN Toto Supartono; Iing Nasihin; Feizal Tawaqal
Wanamukti: Jurnal Penelitian Kehutanan Vol 22, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/wanamukti.v22i2.329

Abstract

The polulation of Cat Family (Felidae) in Southeast Asia has declined in nature owing to its lost habitat, fragmentation one and massive hunting. Meanwhile, the research of Asiatic Golden Cats, Sunda Clouded  Leopards, Marbled Cats, and Asian Leopard Cats is not much conducted. This research aimed to find out their distribution and habitat use in Southern Bukit Barisan National Park (BBSNP). The data intake employed Camera Trap, then analyzed by occupancy model with single season and single species applying R-software. It was found that  Asiatic Golden Cat Occupancy Model yielded 0.75 in Intensive Protection Zone or Zona Perlindungan Intensive (IPZ) and 0.4 occupancy value in northen parts of  Sourthern Bukit Barisan National Park (BBSNP). Furthermore, its Sunda Clouded Leopards resulted in 0.50 in IPZ and 0.42 occupancy value in northen parts of BBSNP. Its Asian Leopard Cats was 0.16 occupancy value in IPZ  and unexecuted occupancy model in northen parts of BBSNP due to extremly low detection.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBUATAN BEDENG PERSEMAIAN PADA KOMPEPAR PASIR BATANG TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI, KABUPATEN KUNINGAN Toto Supartono; Iing Nasihin; Dede Kosasih
Jurnal Berdaya Mandiri Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Berdaya Mandiri (JBM: EDISI KERJASAMA STIE EKUITAS BANDUNG)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.49 KB) | DOI: 10.31316/jbm.v3i2.1779

Abstract

Persemaian merupakan salah satu sarana penting dalam kegiatan pemulihan ekosistem karena dapat berperan sebagai sumber perbanyakan bibit.  Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah membangun persemaian di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Ciremai yang di dalamnya terdapat kelompok masyarakat yang mengelola obyek wisata.  Kompepar Pasir Batang telah dijadikan mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat.  Metode yang digunakan adalah penyampaian materi dan implementasi lapangan.  Persemaian dapat terbangun sesuai dengan yang diharapkan.  Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respon positif terhadap kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh lembaga pendidikan.
PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK SEBAGAI BIOHANDSANITIZER DAN BIODESINFEKTAN BERBASIS ECO-COMMUNITY UNTUK MENCEGAH PENYEBARAN VIRUS CORONA Nurdin Nurdin; Iing Nasihin; Nina Herlina; Toto Supartono; Dede Kosasih; Ai Nurlaila
Jurnal Berdaya Mandiri Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Berdaya Mandiri (JBM: EDISI KERJASAMA STIE EKUITAS BANDUNG)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.551 KB) | DOI: 10.31316/jbm.v3i2.1780

Abstract

Covid-19 telah menyebar secara luas keseluruh dunia melaluli perantara manusia ke manusia. Upaya memutus mata rantai penyebaran virus tersebut salah satunya dengan menjalankan perilaku hidup sehat dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Upaya tersebut dimulai dari tingkatan rumah tangga melalui suatu komunitas peduli lingkungan Bale Riung yang kemudian dikenal dengan  “Bale Riung Eco Community (BREC). Kegiatan diawali dengan fermentasi sampah organik buah dan sayuran untuk menghasilkan eco enzyme. Setelah itu eco enzyme dibuat biohandsanitizer dan biodesinfektan. Pengurangan sampah organik mulai terlihat sebagai dampak positif  pengolahan sampah organik tersebut. Masyarakat sudah mulai menggunakan biodesinfektan untuk mengepel lantai, mencuci bak mandi dan membersihkan kaca. Tidak ditemukan indikasi adanya iritasi kulit setelah penggunaan biohandsanitizer.  Lingkungan rumah menjadi lebih bersih dan segar serta terbebas dari gangguan serangga yang membahayakan kesehatan. Kandungan asam asetat (H3COOH) dalam eco enzyme dapat membunuh kuman, virus dan bakteri. Sedangkan kandungan enzyme lipase, tripsin, amilase  mampu membunuh /mencegah bakteri patogen. Kata Kunci: Covid-19, sampah, eco enzyme, biohandsanitizer, biodesimfektan.