Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) Menjadi Pakan Ternak Alternatif Produksi Rumah Tangga Nurdin Nurdin; Dede Kosasih; Iing Nasihin; Ika Karyaningsih; Ilham Adhya; Nina Herlina; Wina Waniatri
Journal of Innovation and Sustainable Empowerment Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jise.v5i2.204

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian kelompok peternak Simpur Makmur di Desa Ciomas, Kabupaten Kuningan, melalui pemanfaatan eceng gondok sebagai pakan ternak alternatif serta penataan manajemen keuangan dan pengarsipan data usaha. Permasalahan mitra meliputi ketergantungan pakan hijauan di musim kemarau dan lemahnya administrasi usaha yang menghambat pengembangan bisnis. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal yang dipadukan dengan Focus Group Discussion untuk menggali potensi dan kebutuhan mitra, dilanjutkan dengan pelatihan teknis pembuatan pakan fermentasi berbasis eceng gondok serta pendampingan pencatatan keuangan dan produksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dalam memproduksi pakan bernutrisi tinggi dari bahan baku lokal yang melimpah, serta tersusunnya sistem administrasi usaha yang lebih tertib. Program ini berdampak pada penguatan kapasitas usaha peternakan sekaligus berkontribusi pada pengendalian gulma air secara ekologis. Keberlanjutan program direkomendasikan melalui pendampingan berkala oleh perguruan tinggi, penguatan jejaring pemasaran, dan dukungan kebijakan desa melalui alokasi dana desa untuk pengembangan usaha peternakan terpadu.
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis untuk Penapisan Nilai Konservasi Tinggi Skala Lanskap di Kabupaten Siak, Riau M Sayidina Ali; Iing Nasihin; Dede Kosasih
LOGIKA : Jurnal Penelitian Universitas Kuningan Vol 16 No 02 (2025)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/logika.v16i02.11907

Abstract

Non-forest estate (APL) is classified as a non-forestry cultivation area. Therefore, they have significant potential for conversion into cover and other uses for economic development. Furthermore, APL also offers potential for biodiversity and other functions related to ecosystem balance. Efforts to ensure ecosystem balance in APL include the identification of High Conservation Values ​​(HCVs). However, HCVs have been partially implemented in concession areas. Therefore, it is crucial to enforce HCVs at the landscape level or within specific juridictions. This study aims to identify and map areas with high/low probability of HCVs 1 to 4 in Siak Regency, Riau Province, and their threats. The research method used is a quantitative descriptive method, with HCV screening guidelines referring to High Conservation Value (HCV) Screening: Guidance for identifying and prioritizing action for HCVs as part of the jurisdictional and landscape approach initiated by HCV-RN. The study results indicate that HCV 1 – HCV 4 areas in Siak Regency, Riau Province, were identified in other use areas (APL) with area status as non-forestry cultivation areas, encompassing both high and low probabilities. Meanwhile, the threat ranking of HCV 1-HCV 4 consists of high – very high threats, with the form of threats in the form of land conversion for the expansion of BPPH HT in forest areas (HP, HPT, HPK) and the expansion of oil palm plantations in APL, forest and land fires, illegal logging, issuance of Tora permits, animal conflicts due to the reduction in area and quality of habitat, the entry of invasive species, canalization, and pollution of river, lake and swamp ecosystems. Keywords: Non-forest estate, High Conservation Value, Screening