Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengenalan dan Pelatihan Penggunaan Alat Laboratorium Geografi untuk Meningkatkan Pengetahuan Siswa MAN 1 Kendari Amaluddin, La Ode; Irsan, Laode Muhamad; Surdin, Surdin; Nursalam, La Ode; Harudu, La; Hasanah, Nur
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.3921

Abstract

Guru memiliki peranan yang strategis terhadap tercapainya keberhasilan pendidikan. Pemanfaatan Laboratorium Geografi baik laboratorium indoor maupun outdoor sebagai salah satu hardware penunjang keberhasilan pembelajaran geografi yang ada di Sekolah. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan di MAN 1 Kendari, banyak materi Geografi yang semestinya diajarkan menggunakan alat laboratorium Geografi namun sering tidak dilakukan. Sehingga tujuan dari pengenalan dan pelatihan ini yaitu untuk mengetahui apakah kegiatan pengenalan dan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang penggunaan alat laboratorium Geografi. Mitra pengabdian adalah pihak MAN 1 Kendari dan 40 siswa MAN 1 Kendari. Metode yang digunakan dalam pengenalan pelatihan ini yaitu menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL), metode ekspositori, demonstrasi, dan modul pelatihan yang disebarkan sebagai bahan untuk belajar mandiri. Evaluasi pelatihan dilakukan dengan menggunakan parameter posttest menggunakan skala likert. Hasil yang diperoleh yaitu pengenalan dan pelatihan ini terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa MAN 1 Kendari pada penggunaan alat laboratorium Geografi. Berdasarkan hasil pelatihan yang telah dievaluasi pengetahuan siswa mengenai alat laboratorium Geografi mengalami peningkatan sebesar 80% memperoleh nilai 4.9 dari 6 , dan keterampilan sebesar 82% memperoleh nilai 4.8 dari 6. Sementara itu, 85% peserta menyatakan puas terhadap pelaksanaan pengenalan dan pelatihan. Hal ini ditunjukkan melalui antusisme dan kesungguhan siswa MAN 1 Kendari dalam mengikuti pengenalan dan pelatihan. Didukung oleh hasil evaluasi kegiatan yang diberikan, dimana peserta menyebutkan bahwa program pengenalan dan pelatihan dinilai sangat bermanfaat bagi para peserta.
IMPLEMENTASI METODE KARTOMETRIK UNTUK PEMETAAN PENEGASAN BATAS KELURAHAN ANGGOEYA DI KECAMATAN POASIA KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA Kasmiati, Sitti; Hadini, La Ode; Amaluddin, La Ode; Surdin, Surdin; Saudi, Fitriyani; Nurhasanah, Nurhasanah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37244

Abstract

Penyelenggaraan pemerintahan yang baik di berbagai tingkatan dari pusat hingga kelurahan harus didukung oleh data yang baik, termasuk juga data batas kelurahan sebagai acuan melakukan perencanaan pembangunan dan mencegah terjadinya perselisihan akibat masalah perbatasan. PKM ini bertujuan: Memberikan pemahaman aparat kelurahan mengenai Permendagri No. 45 Tahun 2016 terkait metode kartometrik untuk penegasan batas desa (kelurahan); Meningkatkan pemahaman bagi aparat kelurahan terkait penegasan batas kelurahan dalam mencegah konflik batas wilayah, serta Mendorong aparat kelurahan melakukan langkah kerja nyata dalam pemetaan penegasan batas kelurahan.PKM dilaksanakan dengan metode Focus Group Discussion melalui teknik berupa ceramah dan tanya jawab mengenai metode kartometrik untuk penegasan batas kelurahan dan permasalahan batas kelurahan, serta evaluasi keberhasilan program PKM. Hasil dari PKM menunjukkan: Aparat kelurahan memahami amanat Permendagri (2016) untuk menggunakan metode kartometrik dalam rangka pemetaan penegasan batas kelurahan; Peningkatan pengetahuan dan kesadaran aparat kelurahan terkait pentingnya pemetaan penegasan batas kelurahan untuk mencegah konfik perbatasan; serta Timbulnya kesadaran aparat kelurahan melakukan langkah kerja nyata dalam rangka pemetaan penegasan batas kelurahan sesuai Permendagri (2016).