Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Miana (Coleus atropurpureus, L) dalam air minum terhadap Performa broiler: The Effect of Miana (Coleus atropurpureus, L) Leaf Extract in drinking water on Broiler Performance Nelzi Fati; Debby Syukriani; Ulva Mohtar Luthfi; Ramond Siregar
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 23 No. 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.63 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v23i1.9603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun miana dalam air minum dengan level yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)dengan perlakuan adalah level ekstrak miana yaitu 0 % (kontrol) (A), 0,025%(B), 0,075% (C) dan 0,125% (D), dan diulang sebanyak 5 kali. Peubah yang diamati adalah pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, konversi ransum dan persentase karkas.. Data yang diperoleh dianalisis sesuai rancangan yang digunakan dan pengaruh yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian 0,075 % dan 0,125% ekstrak miana nyata (P<0,05) meningkatkan bobot badan, sedangkan pemberian ekstrak miana 0,125% nyata (P<0,05) menurunkan konversi ransum . Pemberian ekstrak miana dalam air minum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum dan persentase karkas broiler. Disimpulkan bahwa pemberian 0,075% ekstrak miana memberikan konversi ransum dan pertambahan bobot badan broiler yang terbaik Kata kunci: ekstrak daun miana, konsumsi ransum, konversi ransum dan persentase karkas
Prevalence Paramphistomum spp. In Animal Qurban In Lima Puluh City District Engki Zelpina; Prima Silvia Noor; Ramond Siregar; Sujatmiko Sujatmiko; Devi Kusmira; Ulva Mochtar Lutfi; Yurni Sari Amir Amir; Delli Lefiana; Reni Novia; Suliha Suliha; Latisar Latisar
Journal of Applied Veterinary Science And Technology Vol. 4 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/javest.V4.I1.2023.15-18

Abstract

Background: Paramphistomum spp. is a genus of parasitic flatworms belonging to the Digenea tribe in Trematoda. Paramphistomum spp. young worms have a predilection in the small intestine, while adults Paramphistomum spp. predilection in the rumen and reticulum. Infestation from the presence of Paramphistomum spp. in sacrificial animals can be detrimental to buyers and sellers of sacrificial animals. Purpose: This study aims to determine the presence of Paramphistomum spp in the rumen of sacrificial animals in Fifty Kota District. Methods: This research was conducted in July 2022 with 116 samples. Sampling was randomly carried out at the qurban animal slaughter location in Limapuluh Kota Regency. The post-mortem examination was carried out on the rumen of sacrificial animals with systematic inspection and incision to see Paramphistomum spp. infestation. If Paramphistomum spp. worms are found. Then, the sacrificial animal is declared positive if it is not found otherwise negative. Results: The results showed the prevalence of Paramphistomum spp. worm infestation in the rumen of sacrificial animals in Limapuluh District was 24.14%. Conclusion: The highest prevalence of Parampistomum spp. was in the type of cow sacrifice animal, with a prevalence of 96.43%. Based on the sex of the female qurban animal, it was higher with a prevalence of 85.71%, while based on age, the highest prevalence was in qurban animals aged 2.5 years with a prevalence of 31.25%.
Cattle Health Examination in the Kemuning Nagari Piobang Women Farmer Group, Payakumbuh District Yurni Sari Amir; Engki Zelpina; Delli Lefiana; Prima Silvia Noor; Sujatmiko; Ramond Siregar; Ulva Mohtar Lutfi; Emilda Mita Resmini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 2 No. 3 (2023): March 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v2i3.3463

Abstract

The Kemuning Women Farmers Group (KWT) is a fairly active farmer group in Jorong Ampang, Nagari Piobang, Payakumbuh District, Fifty City District, West Sumatra. KWT Kemuning has group activities in agriculture and animal husbandry. In the field of animal husbandry, he is active in raising cattle which are raised in colonies. The problem found in rearing is the poor growth of the cows. This is seen from the performance of thin cows. The service activities carried out were counseling on cattle rearing patterns, cattle health checks, making complete feed fermentation based on corn plant waste and administering worm medicine. The method of service carried out is in the form of lectures, discussions and direct practice. The results obtained were complete feed fermentation based on corn plant waste liked by cows and there were indications that the cows in the group were infected with worms after a cow health examination.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN BANGUN-BANGUN (Coleus amboinius, L)TERHADAP PERSENTASE KARKAS DAN ORGAN FISIOLOGIS BROILER Nelzi Fati; Ramond Siregar; Sujatmiko Sujatmiko
LUMBUNG Vol. 17 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.091 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian daun bangun-bangun berupa simplisia, ekstrak air dan ekstrak etanol 96% terhadap persentase karkas dan broiler fisiologis. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan mulai dari bulan Februari sampai Mei 2017 di laboratorium dan kandang pertanian Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan 140 ekor ayam broiler umur 1 minggu tanpa pemisahan jenis kelamin dibagi secara acak menjadi 32 unit percobaan, dan masing-masing unit percobaan terdiri dari 5 ekor dan setiap individu ditempatkan dalam kandang berukuran 1 x 0,7 x 0,5 m. Ayam dipelihara selama 4 minggu, dan pengumpulan data dilakukan setiap minggu selama 4 minggu pemeliharaan. Akhir pemeliharaan ayam dipotong setiap ekor perunit kandang untuk memperoleh berat karkas, berat badan, berat jantung dan berat perut perut. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah: persentase karkas, hati, jantung dan lemak perut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 8 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga total unit percobaan adalah 32 unit, setiap unit terdiri dari 5 ekor ayam. Hasil penelitian diperoleh sebagai berikut: 1) tidak ada pengaruh pemberian daun bangun-bangun dalam bentuk simplisia, ekstrak air dan ekstrak etanol terhadap persentase karkas, hati, jantung dan lemak perut. 2) Tingkat simplisia, ekstrak air dan ekstrak etanol daun bangun-bangun tidak berpengaruh terhadap persentase karkas, jantung, hati, dan lemak perut. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian simplisia, ekstrak air dan ekstrak etanol. daun bangun-bangun dengan kadar yang berbeda tidak mempengaruhi persentase karkas, organ fisiologis (hati dan jantung) dan lemak perut.
Peningkatan Produksi Tanaman Bangun-Bangun (Coleus amboinicus L.) Daerah Sumatera Barat Dengan Penggunaan Kompos Eceng Gondok Ramond Siregar; Nelzi Fati; Sentot Wahono; Yun Sondang
LUMBUNG Vol. 18 No. 1 (2019): Januari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.919 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v18i1.180

Abstract

Tujuan penelitian adalah mempelajari potensi daun bangun-bangun yang ditanam di beberapa daerah Sumatera Barat, kandungan gizinya dan untuk mengetahui formulasi pupuk yang tepat untuk meningkatkan produksi tanaman bangun-bangun. Penelitian dilaksanakan selama 6 bulan di Laboratorium Peternakan Unand Padang, Laboratorium Peternakan dan Kebun Percobaan Politani Negeri Payakumbuh. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan 4 ulangan. Adapun perlakuan pupuk kompos eceng gondoknya adalah A (Tanpa pupuk N (0%) + Kompos eceng gondok 100%), B (Pupuk N 25% + Kompos eceng gondok 75%), C (Pupuk N 50% + Kompos eceng gondok 50%), D (Pupuk N 75% + Kompos eceng gondok 25%) dan E (Pupuk N 100% + Tanpa Kompos (0%). Adapun parameter yang diukur adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, bunga, laju tumbuh relatif, berat segar (gr/tanaman). Hasil penelitian yang didapatkan berupa data identifikasi tanaman bangun-bangun dan kandungan gizi daun bangun-bangun untuk daerah Padang, Padang Panjang dan Payakumbuh. Identifikasi tanaman daun bangun-bangun terdiri dari: keadaan lingkungan dan deskripsi tanaman. Kandungan gizi tanaman bangun-bangun protein kasar 19, 24 – 24, 98%; lemak kasar 4,21 – 5,98%, Serat kasar 9,08 -14,17%, Abu 11,34 -16,25%, Ca 1,992 – 2,133%, P 0,194 – 0,337 dan gross energi (GE) 3820 – 4070,01 kal/g. Dosis pupuk eceng gondok berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap laju tumbuh relatif, berat segar (gr/tanaman), sedangkan terhadap tinggi tanaman, cabang primer, dan bunga tidak berpengaruh nyata (P>0.05). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan 100% kompos eceng gondok dapat meningkatkan laju pertumbuhan relatif, bobot berangkasan segar (gr/tanaman) dan bobot berangkasan kering (gr/tanaman), sedangkan perbandingan pupuk kompos tidak berpengaruh secara nyata (P>0.05) terhadap tinggi tanaman dan jumlah cabang.
Kandungan Gizi dan Bahan Aktif Fenol Daun Bangun-Bangun (Coleus amboinicus L.) Pada Metoda Pengeringan yang Berbeda Ramond Siregar; Nelzi Fati; Yun Sondang
LUMBUNG Vol. 18 No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.829 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v18i2.183

Abstract

Tanaman bangun-bangun (Coleus amboinicus L.) mengandung kalium, karbohidrat, dan energi yang tinggi, serta minyak atsiri dengan kandungan carvakrol, isoprofil-o-kresol dan fenol. Secara farmakologi, tanaman ini mengandung beberapa bahan aktif yang bersifat menghilangkan sakit, penurun panas, dan antiseptik, penyegar, dan penambah semangat. Cara pengeringan berpengaruh terhadap tanaman, selain itu bahwa pengeringan bahan tanaman yang kurang tepat akan merusak komponen bahan aktif sehingga menurunkan mutunya. Penelitian ini dilakukan di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, bahan yang digunakan adalah daun bangun-bangun segar yang dikeringkan dengan 4 (empat) cara pengeringan yaitu: kipas angin, oven, udara dan matahari. Daun bangun-bangun yang telah dikeringkan selanjutnya dianalisa di laboratorium kimia. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Hasil analisa laboratorium kimia menunjukkan bahwa perlakuan metode pengeringan daun bangun-bangun berpengaruh sangat nyata pada kandungan protein kasar, serat kasar dan fenol. Pengeringan kering matahari menunjukkan kadar protein tertinggi (20,48%) dan pengeringan kipas angin menunjukkan kadar protein terendah (12,65%). Pengeringan kering oven menunjukkan kadar serat kasar tertinggi (17,21%) dan kipas angin menunjukkan kadar serat kasar terendah (13,05%). Pengeringan kipas angin menunjukkan kadar total fenol tertinggi (8.400 ppm) dan oven menunjukkan terendah (2.100 ppm).
Keberadaan Bakteri E. coli dan Salmonella spp. Berdasarkan Bagian-bagian Usus Broiler di Pasar Payakumbuh Sujatmiko; Prima Silvia Noor; Ramond Siregar; Yurni Sari Amir; Ulva Mohtar Lutfi; Delli Lefiana; Engki Zelpina; Suliha
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Anim
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v9i2.190

Abstract

Kolibasilosis dan Salmonellosis adalah penyakit bakteri utama yang berdampak pada industri ayam dengan potensi zoonosis karena dapat menular ke manusia. Kolibasilosis disebabkan oleh Escherichia coli sedangkan Salmonellosis disebabkan oleh Salmonella spp. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi keberadaan bakteri E. coli dan Salmonella spp. di dalam saluran cerna ayam sebagai referensi untuk pengendalian penyakit dan pencegahan kontaminasi mikroba pada daging atau karkas ayam. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan adalah massa di dalam lumen usus ayam broiler yang dibeli di pasar tradisional Payakumbuh. Ayam yang digunakan berjumlah 25 ekor yang diambil secara acak dari lima pedagang berbeda, dengan berat badan berkisar 1,5 - 1,8 kg dan tanpa tampilan klinis sakit. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah keberadaan bakteri E. coli dan Salmonella berdasarkan bagian usus, yang dinyatakan dalam persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan keberadaan bakteri E. coli tertinggi ditemukan pada bagian ileum dan kolon dengan persentase 90%, sedangkan keberadaan bakteri Salmonella tertinggi ditemukan pada bagian sekum dengan persentase 36%.
Introduction of Feed Processing Technology for Goats in the Batang Sinama Farmer Group Engki Zelpina; Yurni Sari Amir; Delli Lefiana; Prima Silvia Noor; Sujatmiko; Ramond Siregar; Ulva Mohtar Lutfi; Rezki Dedi; Hamidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 2 No. 11 (2023): November 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v2i11.6925

Abstract

This was marked by obtaining goat livestock assistance for the group and the existence of joint land processing activities carried out by the group. One of the group's potentials in raising goats is the existence of corn plants that are managed by the group. In terms of feeding goats, the group still relies on providing forage in the form of field grass or corn straw obtained during harvest. The problem found in raising goats is that there is potential that has not been utilized by the group, namely the use of corn straw as animal feed which is continuously available and the low performance of the goats. The service activities carried out include counseling about feed processing to fulfill goat nutrition, goat health checks, practice of fermenting corn straw, making feed supplements and administering worm medicine. The method of implementing service is through lectures, discussions and direct practice. The results of the service that has been carried out are that the group knows the process of making fermented corn straw and feed supplements, adds to the group's insight into livestock care and knows about cases of worms in goats which can reduce goat performanThis was marked by obtaining goat livestock assistance for the group and the existence of joint land processing activities carried out by the group. One of the group's potentials in raising goats is the existence of corn plants that are managed by the group. In terms of feeding goats, the group still relies on providing forage in the form of field grass or corn straw obtained during harvest. The problem found in raising goats is that there is potential that has not been utilized by the group, namely the use of corn straw as animal feed which is continuously available and the low performance of the goats. The service activities carried out include counseling about feed processing to fulfill goat nutrition, goat health checks, practice of fermenting corn straw, making feed supplements and administering worm medicine. The method of implementing service is through lectures, discussions and direct practice. The results of the service that has been carried out are that the group knows the process of making fermented corn straw and feed supplements, adds to the group's insight into livestock care and knows about cases of worms in goats which can reduce goat performan
Pengaruh Pemberian Infusa Daun Bangun-Bangun (Coleus amboinicus, Lour) Terhadap Performa Broiler Fati, Nelzi; Siregar, Ramond; Lutfi, Ulva Mohtar
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 2 No. 1 (2019): February
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.809 KB) | DOI: 10.32530/jlah.v2i1.42

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian infusa daun bangun-bangun terhadap performa ayam pedaging. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAK) dengan 5 (lima) perlakuan dan 4 (empat) ulangan, metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap RAL). Setiap unit percobaan ditempati oleh lima ekor ayam. Penelitian ini menggunakan lima taraf perlakuan infusa daun bangun-bangun (Coleus amboinicus, Lour) dalam air minum dan empat ulangan. Perlakuan A1 = 0% infusa daun bangun-bangun, perlakuan A2 = 0,5% infusa daun bangun-bangun, A3 = 1% infusa daun bangun-bangun, A4 = 1,5% infusa daun bangun-bangun, dan A5 = 2% infusa daun bangun-bangun. Pemberian infusa daun bangun-bangun dalam air minum tidak signifikan (P besar dari 0,05) pada pertambahan bobot badan, konsumsi, dan konversi pakan. Disimpulkan dari penelitian ini: pemberian infusa daun bangun-bangun dapat ditoleransi hingga 2% dalam hal berat badan, konsumsi ransum dan konversi ransum. Penambahan bobot tertinggi diperoleh pada pemberian 2% infusa dalam air minum.
PENAMPILAN ORGAN FISIOLOGIS AYAM PEDAGING DENGAN PENAMBAHAN MIX TEPUNG DAUN GINSENG (Talinum paniculatum Gaertn.) DALAM RANSUM Amir, Yurni Sari; Siregar, Ramond; Lutfi, Ulva Mohtar; Fati, Nelzi; Kurnia, Dihan; Malvin, Toni
LUMBUNG Vol. 21 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.105 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v21i2.569

Abstract

Penelitian dengan penambahan mix tepung daun ginseng (Talinum paniculatum Gaertn.) dalam ransum bertujuan untuk mengetahui responnya terhadap penampilan organ fisiologis dan bursa fabricius ayam pedaging. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan di laboratorium Nutrisi dan Pakan Ternak dan di kandang ayam pedaging Laboratorium Produksi Ternak, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Penelitian ini dimulai sejak DOC sampai umur 33 hari, sebanyak 100 ekor ayam dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya adalah ransum basal 100% sebagai kontrol (A), penambahan mix tepung daun ginseng 0,5% (B), penambahan mix tepung daun ginseng 1% (C), penambahan mix tepung daun ginseng 1,5% (D) dan penambahan mix tepung daun ginseng 2% dalam ransum basal (E). Ransum basal terdiri dari jagung, bungkil sawit, bungkil kedele, tepung ikan, minyak dan top mix. Variabel yang diukur adalah persentase bobot hati, jantung, limpa dan bursa fabricius. Metode penelitian dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian didapatkan bahwa penambahan mix tepung daun ginseng dalam ransum memberikan pengaruh yang  tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap persentase bobot hati, jantung, limpa dan bursa fabricius. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan mix tepung daun ginseng dalam ransum sampai level 2% tidak memberikan respon yang negatif terhadap penampilan organ fisiologis dan bobot bursa fabricius ayam pedaging.