Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pemasangan Pipa HDPE dengan Metode Horizontal Directional Drilling pada Rehabilitasi Pipa Jalan Diponegoro Surabaya Machfud, Moch; Hermawan, Surya
Jurnal Dimensi Insinyur Profesional Vol. 2 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jdip.2.2.45-49

Abstract

Kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan mendasar dalam kehidupan manusia. Berangkat dari pentingnyakebutuhan air bersih tersebut, pemerintah mempunyai peran penting untuk menjamin ketersediaan air bersih yang layak danberkelanjutan. Pada umumnya, PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) selaku perusahaan daerah merupakan penanggungjawab untuk memberikan pelayanan terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih di masyarakat perkotaan dan pedesaan. PDAMSurya Sembada Kota Surabaya merupakan Perusahaan milik Pemerintah Kota Surabaya yang memiliki peran sebagai penyediaair bersih di Kota Surabaya. Berangkat dari peran tersebut, Salah satu cara mempertahankan ketersediaan air bersih tersebutadalah melakukan rehabilitasi pipa atau penggantian pipa di Jl. Diponegoro, Surabaya. Permasalahan yang terjadi pada pipa yangberada di Jl. Diponegoro tersebut adalah dikarenakan umur layanan pipa sudah terlewati dan terdapat kebocoran pipa, serta padapemakaian kapasitas mesin HDD yang dipakai dalam kontrak awal pekerjaan. Secara etika, perubahan kapasitas mesin HDDmembuat kondisi lalu lintas di lokas tersebut lebih lancar karena 1 lajur jalan dapat dibuka untuk pengguna lalu lintas. Secaraprofesionalisme, perubahan kapasitas mesin HDD membutuhkan waktu 35,5 % atau 11 hari lebih cepat untuk menyelesaikanpekerjaan. Secara K3, pembuatan Job Safety Analysis (JSA) dan inspeksi K3 serta Safety Talk secara berkala mempengaruhiefektifitas pekerjaan menjadi lebih baik.
Pembangunan Water Monitoring Point (WMP) 04 GT Sebagai Pengendalian Aspek K3L Di Jobsite Gurimbang Mine Operation PT. Berau Coal Arief, Muhammad; Hermawan, Surya
Jurnal Dimensi Insinyur Profesional Vol. 3 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jdip.3.1.26-34

Abstract

Penelitian ini membahas pembangunan Water Monitoring Point (WMP) 04 GT untuk pengelolaan aspekkeselamatan, kesehatan kerja, lingkungan (K3L) di area tambang Jobsite Gurimbang Mine Operation, PT. Berau Coal. Tujuanpenelitian ini secara profesionalisme adalah melakukan perencanaan kebutuhan tampungan sediment pond dan rencana dimensisaluran overflow. Dari aspek etika lingkungan adalah untuk melakukan pengendalian Air Asam Tambang (AAT) sedangkan darietika K3 adalah untuk memastikan semua pekerjaan yang berjalan di area WMP 04 berjalan dengan aman sesuai prosedur K3.Metode penelitian ini diawali dengan studi literatur seperti pengumpulan data dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku,laporan penelitian, dan peraturan perundang-undangan. Penelitian ini juga meliputi analisis hidrologi, sedimentasi, dan hidrolikamenggunakan data curah hujan, peta topografi, dan metode Universal Soil Loss Equation (USLE). Dan melakukan survei lapangandilakukan untuk mengukur kualitas air (pH dan TSS) serta menilai aliran limpasan air di area tambang. Hasil penelitianmenunjukkan secara profesionalisme bahwa sediment pond dengan kapasitas 296.759 m³ mampu mengelola limpasan daricatchment area seluas 201,07 ha. Nilai pH dan TSS yang keluar dari sediment pond memenuhi baku mutu yang ditetapkan, yaitupH antara 6-9 dan TSS di bawah 400 mg/L. Dari segi K3, penerapan prosedur seperti manajemen lalu lintas, pengecekan kelelahanoperator, dan pengelolaan pencahayaan malam hari berhasil mengurangi potensi risiko kerja. Rekomendasi meliputipembangunan saluran terbuka, pemasangan culvert, dan pintu air untuk memastikan pengelolaan air limbah yang efisien sertamenjaga keselamatan kerja di area tambang.
Implementasi Nilai Profesionalisme dan K3L pada Tahap Desain Perkuatan Struktur Eksisting dengan Sistem Flat Slab Christhoper, Juan; Hermawan, Surya
Jurnal Dimensi Insinyur Profesional Vol. 3 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jdip.3.1.54-61

Abstract

Pembangunan infrastruktur, gedung, dan fasilitas publik di Indonesia terus berlanjut untuk mendukungpertumbuhan ekonomi dan perkembangan sosial. Masalah yang sering dihadapi yaitu banyak bangunan mangkrak yang terhentipembangunannya akibat masalah pembiayaan, perizinan, dan kesalahan perencanaan. Penelitian ini mengambil proyek gedungmangkrak yang akan dilanjutkan kembali pembangunannya dengan dokumentasi yang terbatas sehingga tidak diketahuikelayakan strukturnya saat ini. Tujuan penelitian ini secara profesional melakukan perencanaan desain perkuatan strukturdengan sistem flat slab pada bangunan eksisting dan secara aspek K3L (Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan LingkunganKerja) memastikan bahwa setiap tahapan perkuatan dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan pekerja dan penggunabangunan. Metode perkuatan meliputi penambahan elemen penahan lateral seperti dinding geser dan perbaikan pada area yangmengalami degradasi material. Pengujian non-destruktif dan destruktif dilakukan untuk memastikan integritas struktural,termasuk pengujian coredrill dan rebound hammer untuk menilai mutu beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahandinding geser efektif meningkatkan stabilitas struktur terhadap beban lateral dimana dinding menyerap sekitar 78% gaya gempa.Dari hasil pengamatan dan pengujian kelayakan struktur, diperlukan tindakan perbaikan pada elemen yang mengalami degradasiserta pada area yang terekspos cuaca dalam waktu lama. Implementasi nilai profesionalisme sudah dilakukan pada tahap desainperkuatan serta pengujian struktur. Namun, pada proses pengujian struktur didapati bahwa K3 masih belum diterapkan secarapenuh.
Kepedulian Mahasiswa Terhadap Kesadaran Anak-Anak Akan Lingkungan Sekitar Melalui Program Lomba Menghias Tempat Sampah di Kawasan Kelurahan Putat Jaya Hermawan, Surya; M.G.L, Deborah; Apriandi, Apriandi; Vincent, Vincent
Journal Community Service Consortium Vol 1 No 1 (2020): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v1i1.3259

Abstract

Abstrak. Di jaman yang sudah modern ini, tidak banyak masyarakat yang mempunyai kesadaran mengenai pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan sekitar. Masih banyak tempat-tempat kecil yang bisa kita jumpai terdapat sampah berserakan, sungai yang tercemar sampah hasil dari sisa rumah tangga. Beberapa Masyarakat terlalu meremehkan kebiasaan mereka sehingga tanpa kita sadari, sampah-sampah menggunung dan mengakibatkan kerusakan lingkungan, salah satunya adalah banjir dan lingkungan yang tidak sehat untuk dihuni. Oleh karena itu, demi menyadarkan akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar, diadakanlah lomba mewarnai, menghias tempat sampah dan memasang puzzle yang ditujukan untuk anak-anak di daerah Kelurahan Putat Jaya dengan tujuan utama yaitu meningkatkan kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Tahapan pertama adalah melakukan pendataan dan survey di lingkungan sekitar, yaitu Kelurahan Putat Jaya. Tahapan kedua dilakukan pencarian materi dan gambar yang sesuai dengan daerah Putat Jaya. Tahapan ketiga yaitu menyesuaikan data yang ada dan mencari hadiah yang nantinya akan diberikan kepada seluruh peserta lomba menurut kategorinya. Tujuan diberikannya hadiah kepada seluruh peserta yaitu agar anak-anak tersebut senang dan bisa mengingat lomba ini untuk menjaga kebersihan lingkungan. Tahapan keempat adalah pelaksanaan lomba di lokasi dimana semua pealatan dan fasilitas sudah disediakan oleh pihak panitia lomba. Tahapan terakhir adalah pemilihan juara di tiap kategori dan pembagian hadiah kepada seluruh peserta lomba dan dilanjutkan dengan acara tebak tebakan berhadiah.
PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP HIDROPONIK DI DAERAH PERKOTAAN Hermawan, Surya; Santoso, Rivandi; Andy S., Calvin; Imanuel, Richard; Lysander, Enrico; William P., Christian; Wijaya K., Hansel
Journal Community Service Consortium Vol 3 No 2 (2023): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v3i2.4271

Abstract

Semakin hari jumlah penduduk di dunia semakin bertambah. Diperkirakan pada tahun 2050 jumlah penduduk di seluruh dunia mencapai 9,8 miliar jiwa. Hal ini disertai dengan meningkatnya kebutuhan akan lahan, jumlah lahan yang tersedia di dunia tidak akan bertambah sehingga lahan pertanian semakin sempit. Oleh karena itu, untuk mengatasi lahan pertanian yang mulai berkurang di daerah perkotaan ini diciptakanlah sistem pertanian baru yang tidak hanya dapat dikembangkan di lahan sempit, tetapi juga ramah lingkungan disebut hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pendapat masyarakat terhadap sistem pertanian hidroponik di daerah perkotaan Surabaya. Metode yang digunakan di laporan ini dalam menentukan pandangan masyarakat yaitu dimulai dengan survei kawasan sekitar di Surabaya, lalu mewawancarai masyarakat dan beberapa mahasiswa. Setelah itu, ditarik kesimpulan berdasarkan hasil wawancara. Berdasarkan opini-opini warga didapat hasil dari kuesioner sebesar rata-rata 67,5% setuju bahwa sistem hidroponik ini dapat membawa dampak positif bagi lingkungan maupun masyarakat. Kegiatan hidroponik ini dinilai sangat membantu masyarakat dalam belajar bagaimana melakukan sistem budidaya pertanian di lahan yang relatif sempit.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT AKAN KEBUTUHAN AIR BERSIH DI DUSUN TEGALSARI DESA KUPANG, KECAMATAN JABON, KABUPATEN SIDOARJO Hermawan, Surya; Satiadarma, Kevin; Wijaya, Ezra Kenzie; Wijaya, Eldon; Leong, Raymond; Christian, Joshua; Pandu, Aditya
Journal Community Service Consortium Vol 3 No 2 (2023): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v3i2.4272

Abstract

Pemanasan global saat ini menimbulkan berbagai masalah lingkungan, salah satunya adalah krisis air bersih. Di Indonesia, daerah pesisir merupakan daerah yang sering kekurangan air bersih. Salah satu kawasan pesisir yang kekurangan air bersih adalah Dusun Tegalsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah kegiatan amal yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Kristen Petra melalui metode service-learning. Pembelajaran service-learning instalasi balam dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pesisir di lokasi penelitian yang membutuhkan air bersih. Selain itu, siswa belajar untuk berpikir kritis ketika memecahkan masalah sosial dan mempromosikan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Teknologi balam membersihkan air payau dengan material lokal sehingga air menjadi lebih jernih dan dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Cara kerja ini dibagi menjadi tiga langkah/fase. Fase pertama adalah fase pra-implementasi, area disurvei dan beberapa peralatan dibeli dan dipasang. Fase implementasi, perangkat balam dipasang di lokasi. Fase pasca-implementasi, wawancara dengan warga dan penyebaran kuesioner tentang kepuasan terhadap kegiatan service-learning tersebut. Hasilnya adalah lima rumah warga Dusun Tegalsari memiliki fasilitas air sehat yang memadai dan layak digunakan. Kemudian, sebanyak 85% responden yang memasang perangkat BALAM di rumahnya merasa sangat puas dan 15% responden merasa cukup puas.
Optimasi Cadangan Batubara pada Area Dekat Sungai Wibowo, Jangkung; Hermawan, Surya
Jurnal Dimensi Insinyur Profesional Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jdip.3.2.15-25

Abstract

Optimasi cadangan batubara dilakukan untuk menentukan batas desain penambangan yang berdekatan dengansungai. Batas optimasi di area yang dekat dengan sungai adalah area sempadan sungai yang telah diatur oleh peraturanperundangan pemerintah. Pada area penelitian, area sempadan sungai sejauh 50 meter dari tepi sungai ke arah kanan dan kirisungai. Area sempadan sungai membuat sebagian cadangan batubara yang memiliki nilai ekonomis tidak dapat dilakukanpenambangan. Tujuan dari penelitian ini adalah memastikan dalam hal ini perusahaan mengutamakan profesionalisme dan etikadalam aspek keinsiyuran serta mengutamakan aspek K3LH (Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup) dalammelakukan penambangan batubara. Hasil optimasi menunjukkan bahwa cadangan batubara yang berada di dalam area sempadansungai memiliki nilai ekonomis dari sisi perusahaan dimana memiliki potensi marjin sebesar 7,625,100 USD. Marjin tersebutdihasilkan dari selisih cadangan batubata antara 2 metode optimasi sebesar 2,075,000 ton batubara. Perusahaan dalam hal espekkeinsinyuran merelakan kehilangan cadangan batubara dan potensi marjin demi menjaga ketaatan dan kepatuhan terhadapperaturan perundangan yang berlaku. Perusahaan juga menunjukkan besarnya kepedulian terhadap kelestarian lingkungandimana menjaga keberadaan sungai yang ada. Pada aspek keselamatan kerja, perusahaan selalu menggunakan kajian geoteknikyang dilakukan oleh tenaga ahli yang kompeten di bidangnya untuk melakukan analisa kestabilan lereng dinding tambang agartidak terjadi kegagalan geoteknik lereng tambang. Kegagalan geoteknik pada lereng dinding tambang dapat menimbulkankerugian materi hingga korban jiwa. Perusahaan juga secara berkelanjutan melakukan monitoring dan evaluasi terhadapimplementasi desain penambangan di lapangan.
Implementasi Profesionalisme, Etika, dan K3 Pada Perencanaan Struktur Bangunan Villa Dengan Sistem Dinding Geser di Daerah Perbukitan Santoso, Nicolas; Hermawan, Surya
Jurnal Dimensi Insinyur Profesional Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jdip.3.2.51-57

Abstract

Pesatnya perkembangan industri pariwisata Indonesia telah meningkatkan permintaan untuk resor yang komplekssecara arsitektur di medan yang menantang. Permasalahannya adalah konsultan struktur dihadapkan pada keterbatasan ruangdan waktu dalam merancang bangunan yang memenuhi kebutuhan estetika dan keamanan, terutama terkait ketahanan gempa.Studi ini menilai bagaimana etika teknik memastikan keselamatan publik dengan menyeimbangkan kebutuhan arsitektur danstruktural. Peran profesionalisme ditonjolkan dalam melakukan perhitungan yang teliti, sementara faktor K3 melibatkanpenggunaan beban terfaktor dan reduksi kapasitas untuk keamanan struktur. Metode analitik seperti finite element analysis diETABS digunakan untuk mengevaluasi perilaku bangunan dan memeriksa kepatuhan terhadap standar nasional (SNI). Penelitianini menekankan pentingnya penilaian teknik yang baik untuk mengatasi keterbatasan dan mencapai desain yang aman sesuaidengan standar etika dan profesionalisme.
Peran perempuan dalam pengelolaan air sebagai sumber kehidupan di Wilayah Pesisir Tegalsari, Sidoarjo Anastasia, Njo; Hermawan, Surya; Harjanti, Dhyah
Penamas: Journal of Community Service Vol. 5 No. 4 (2025): Penamas: Journal of Community Service
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/penamas.v5i4.2302

Abstract

The Community Partnership Empowerment Program for the Delta Samudera Timur Group was carried out in Dusun Tegalsari Dukuh Kupang, Jabon District, Sidoarjo Regency. This activity was implemented to address the clean water crisis caused by brackish water conditions that are not suitable for consumption. The main objective is to improve access to clean and consumable water while also promoting gender equality in coastal communities. Efforts were made through the installation of a brackish water purification system utilizing local materials (ALPAMAL), along with gender-based mentoring that emphasizes the distribution of domestic roles and economic opportunities. The implementation began with a community needs survey, followed by the construction and installation of the purification system, and concluded with an evaluation through post-activity interviews. The results showed that the technology successfully produced clean water for both consumption and household needs. The mentoring also increased men’s awareness and participation in domestic work, while opening new business opportunities for women, such as community-based culinary ventures. This program demonstrates that the combination of environmentally friendly technology and social approaches can serve as a catalyst for improving the quality of life and transforming gender relations in coastal areas.
Implementasi Teknologi Penjernih Air Payau Berbasis Alat Penjernih Air Payau Berbasis Bahan Lokal (ALPAMAL) dalam Mengatasi Krisis Air Bersih Hermawan, Surya; Hosea, Felixiano; Theodore, Stanley; Njo, Anastasia; Harjanti, Dhyah
Welfare : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Welfare : March 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/welfare.v3i1.2080

Abstract

The coastal community of Tegalsari Hamlet, Dukuh Kupang Village, Sidoarjo, is facing a clean water crisis due to dependence on brackish water sources with Total Dissolved Solid (TDS) reaching 6000 mg/L, which is considered very dangerous. To overcome this problem, the community service team developed a brackish water purifier based on local materials (ALPAMAL) using environmentally friendly technology. This activity uses the Participatory Action Research (PAR) method combined with service learning, involving the community in every stage, from identifying problems, designing the tool, to implementation and evaluation. The survey results showed that 96% of the community wanted ALPAMAL for clean water needs, and 93% were willing to maintain the tool. This program proves that simple, participation-based technology can be a sustainable solution in dealing with the air crisis in coastal areas, as well as increasing community independence in managing air resources.