Articles
PENDIDIKAN KESEHATAN BAGI LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA AEK NABARA KECAMATAN ANGKOLA BARAT KABUPATEN TAPANULI SELATAN
Febrina Angraini Simamora;
Adi Antoni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 3 No 3 (2021): Vol. 3 No. 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51933/jpma.v3i3.501
Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang cukup besar untuk tetap di atasi. Penyebab hipertensi hingga saat ini secara pasti belum dapat di ketahui, tetapi gaya hidup berpengaruh besar terhadap kasus ini. Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipertensi adalah dengan senam hipertensi dan dukungan keluarga melalui pemberdayaan keluarga. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini di lakukan dengan penyuluhan kepada masyarakat yang bertujuan memberikan pengetahuan mengenai hipertensi kepada masyarakat dapat melakukan upaya pencegahan penyakit hipertensi. Hasil penyuluhan kesehatan masyarakat tentang hipertensi dengan jumlah peserta 20 orang yang telah di lakukan sehingga meningkatkan pengetahuan peserta akan penyakit hipertensi mengatur pola makan dan gaya hidup yang lebih baik lagi, serta mengetahui tanda dan gejala serta cara mencegah penyakit hipertensi.
PENDIDIKAN KESEHATAN PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA KELOMPOK USIA DEWASA MADYA DI PERUMAHAN SABUNGAN INDAH KELURAHAN SABUNGAN JAE KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN HUTAIMBARU
Febrina Angraini Simamora
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 3 No 3 (2021): Vol. 3 No. 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51933/jpma.v3i3.512
Penyakit jantung koroner adalah suatu kondisi terjadi pengurangan aliran darah ke jantung secara mendadak. Beberapa gejala dari sindrom ini adalah tekanan di dada seperti serangan jantung, sesak saat sedang beristirahat atau melakukan aktivitas fisik ringan, keringat yang berlebihan secara tiba-tiba (diaforesis), muntah, mual, nyeri di bagian tubuh lain seperti lengan kiri atau rahang, dan jantung yang berhenti mendadak (cardiac arrest). Umumnya mengenai klien usia 30 tahun ke atas walau pada saat ini terdapat kecenderungan mengenai usia lebih muda. Metode penyuluhan yang digunakan ialah metode promosi kelompok yaitu pada kelompok usia 30 tahun ke atas. Tujuan dari penyuluhan kesehatan masyarakat yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat akan penyakit jantung koroner, gejala-gejala dan cara untuk mencegah terkena penyakit jantung koroner serta cara untuk memperbaiki pola hidup dan pola makan yang baik. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang penyakit jantung coroner, terjadi peningkatan pengetahuan peserta yang sebelum mengikuti pendidikan kesehatan tidak tahu tentang penyakit jantung coroner, sekarang sudah lebih paham tentang defenisi, tanda dan gejala serta tindakan pencegahan yang dapat dilakukan.
Ibm Pendidikan Kesehatan tentang 10 Indikator PHBS dalam Pencegahan Penyebaran Covid 19 bagi Masyarakat Lingkungan II Desa Simirik
Febrina Angraini Simamora;
Hotma Royani Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 3 No 2 (2021): Vol. 3 No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51933/jpma.v3i2.438
Saat ini kita masih menghadapi tantangan yang mengharuskan beradaptasi dengan situasi pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Masalah kesehatan yang ada dimasyarakat sangatlah banyak dan beragam macamnya. Penelusuran dari rumah ke rumah merupakan cara yang paling efektif untuk mengetahui secara nyata masalah kesehatan yang sebenarnya sedang dihadapi oleh masyarakat. Masyarakat memiliki peran penting dalam memutus mata rantai penularan COVID-19 agar tidak menimbulkan sumber penularan baru/cluster pada tempat-tempat dimana terjadinya pergerakan orang, interaksi antar manusia dan berkumpulnya banyak orang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pelaksanaan PHBS di masyarakat dalam rangka pencegahan penyebaran covid 19 di masyarakat. hasil kegiatan didapatkan sebanyak 90% peserta mengalami peningkatan pengetahuan terkait penerapan PHBS dalam pencegahan penyebaran covid 19 sehingga diharapkan mampu meningkatkan pelaksanaan PHBS dalam masyarakat.
Pendidikan Kesehatan 4 Pilar Penatalaksanaan DM pada Penderita Diabetes Mellitus di Desa Manunggang Jae Kota Padangsidimpuan
Febrina Angraini simamora;
Dina Mariana Manurung;
Delfi Ramadhini
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51771/jukeshum.v1i1.22
Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyebab kematian keenam di seluruh dunia, jumlah kasus diabetes mengalami peningkatan secara signifikan pada sepuluh tahun belakangan ini dan. akan berdampak terhadap menurunnya angka harapan hidup, meningkatnya angka kesakitan, dan menurunnya kualitas hidup. DM merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan, hanya bisa dikontrol dengan melakukan pengelolaan berdasarkan 4 pilar yaitu edukasi, manajemen diet, olahraga dan obat-obatan. Untuk meningkatkan pengendalian terhadap penyakit diabetes mellitus pada masyarakat perlu dilakukan pendidikan kesehatan. Dengan kegiatan pendidikan kesehatan, tingkat pengetahuan masyarakat penderita diabetes mellitus di desa Manunggang Jae mengalami peningkatan. Banyak tindakan penatalaksaan DM yang sebelumnya tidak dipahami peserta, namun setelah diadakannya pendidikan kesehatan tentang 4 pilar penatalaksanaan DM maka pseserta sudah merasa lebih mengerti. Diharapkan kegiatan-kegiatan pendidikan kesehatan terkait penyakit degeneratif yang banyak terjadi di masyarakat lebih sering dilakukan dan dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat di Desa Manunggang Jae. .
Pendidikan Kesehatan Tentang Penyakit Degeneratif pada Masyarakat di Desa Joring Natobang Kota Padangsidimpuan
Febrina Angraini Simamora;
Dina Mariana Manurung;
Nanda Masraini Daulay;
Latifah Hannum;
Abil Azhari;
Khofifah Annisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2023): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33085/.v4i2.5758
Penyakit degeneratif merupakan penyakit tidak menular. Penyakit ini disebabkan oleh adanya penurunan fungsi dari sel dan organ-organ tubuh secara alamiah karena proses penuaan. Selain itu, penyakit degeneratif juga disebabkan oleh gaya hidup seperti aktivitas fisik yang kurang dan pola makan yang tidak sehat. Penyakit degeneratif yang sering terjadi adalah hipertensi, diabetes mellitus, obesitas yang dapat meyebabkan komplikasi mikrovasculer dan makrovaskler. Hipertensi dan diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit degeneratif yang sering terjadi, tidak hanya pada orang tua tetapi sekarang telah bergeser ke anak muda. Rendahnya pengetahuan tentang penyakit menyebabkan seseorang enggan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala, sehingga meningkatkan angka kesakitan dan kematian. Pendidikan Kesehatan tentang penyakit dirasa perlu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat agar upaya promotif dan preventif dapat ditingkatkan. Promosi kesehatan ini dilakukan pada masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit degeneratif. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan penyakit degfeneratif dikalangan ibu-ibu serta sebagai upaya untuk mengatasi masalah timbulnya penyakit degeneratif pada usia dewasa madya. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan ada peningkatan rata rata pengetahuan dari 5,72 menjadi 8,35. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat dilaksanakan dengan baik hal ini ditinjau dari kelancaran acara dan partisipasi masyarakat. Peningkatan kualitas Kesehatan perlu dilakukan dengan menumbuhkan kesadaran dan peningkatan pengetahuan tentang pencegahan penyakit degeneratif.
Lecturer's Experience of Guiding Students Facing Exit Exam as A Requirement to Get A Ners Degree
Simamora, Febrina Angraini;
Daulay, Nanda Masraini;
Sagala, Nanda Suryani;
Siregar, Hotma Royani
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 7, No 2 (2022): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (205.835 KB)
|
DOI: 10.24990/injec.v7i2.499
Introduction: The exit exam is a competency test that is carried out at the final stage after completing all stages of education which is part of the assessment of student learning outcomes in the health sector. The aim of this study was to explore in depth the experience of lecturers guiding students to face the exit exam as a condition for obtaining a nursing degree.Method: The study used a phenomenological design. Five participants were selected by purposive sampling with criteria inclusion. Result: The data were gathered by conducting in-depth interviews and analyzed by Collaizi method. The result emerged four themes, namely: 1) Response to application of exit exam; 2) Facilitating students in facing the exit exam; 3) Obstacles in guiding students; 4) Lecturers' expectations of the Association of Indonesian Nurses Education Institutions.Conclusion: It is recommended for clinical supervisors to provide intensive guidance to nursing students so that they can prepare themselves to take the exit exam.
THE EFFECT OF OXYTOCIN MASSAGE ON THE SMOOTHNESS OF BREAST MILK IN POSTPARTUM MOTHERS IN THE WORK AREA OF THE LUMUT HEALTH CARE CENTRAL TAPANULI DISTRICT IN 2021
Pebrianthy, Lola;
Simamora, Febrina Angraini
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ibu dan Anak, Volume 9, No.1, Mei 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (230.715 KB)
|
DOI: 10.36929/jia.v9i1.387
The inability to release breast milk is a problem experienced by breastfeeding mothers. One of the causes of non-smooth milk production is a decrease in milk production on the first day after giving birth, which can be caused by a lack of the hormone Oxytocin which plays a very important role in the smooth production of breast milk. To express breast milk requires an effort in the form of Oxytocin massage. on Postpartum Mothers in the Working Area of Lumut Health Center, Central Tapanuli Regency in 2021 this type of research is quantitative with a Quasy-experimental design. The population in this study were all postpartum mothers who experienced irregular breastfeeding in the Lumut Health Center Work Area, Central Tapanuli Regency in 2021 with a sample of 19 mothers with the Wilcoxon test. Postpartum Mother. Statistical test using Wilcoxont statistical test. The results of this study showed that the average smoothness of breast milk in postpartum mothers before Oxytocin massage was 4.6316 (Substandard), while the average smoothness of breast milk in postpartum mothers after Oxytocin massage was 8.0526 (Smooth). The Wilcoxon test shows that the p value = o,oo
PENYULUHAN TENTANG PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK
Harahap, Mei Adelina;
Simamora, Febrina Angraini;
Rangkuti, Juni Andriani;
Ritonga, Nefonavratilova;
Gintings, Akhyar Fauzi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 3 (2024): Vol. 6 No. 3 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Stunting merupakan indicator kekurangan gizi kronis akibat ketidakcukupan asupan makanan dalam waktu yang lama, kualitas pangan yang buruk, meningkatnya morbiditas serta terjadi peningkatan tinggi badan yang tidak sesuai umurnya.Pada umumnya, masalah pertumbuhan linier pada balita sering diabaikan karena masih dianggap normal asalkan berat badan anak telah memenuhi standar. Menurut beberapa penelitian, stunting berkaitan dengan peningkatan risiko kesakitan dan kematian serta terhambatnya pertumbuhan kemampuan motorik dan mental.Metode yang di gunakan adalah berupa penyuluhan . Pelaksanaan di lakukan di Desa Kayu Laut dan diikuti oleh ibu mempunyai anak usia dibawah 5 tahun . Kegiatan ini terlaksana dengan dengan baik bahkan para peserta terlihat antusias dan diharapkan perlu ada penyuluhan lanjutan terkait stunting. Hal tersebut perlu dilakukan untuk melihat dan mengukur sejauh mana kesadaran dan implementasi dari pencegahan stunting masyarakat Stunting is an indicator of chronic malnutrition due to inadequate food intake over a long period of time, poor food quality, increased morbidity and an increase in height that is not appropriate for their age. In general, the problem of linear growth in toddlers is often ignored because it is still considered normal as long as the child's weight meets the standards. According to several studies, stunting is associated with an increased risk of illness and death and stunted growth and mental abilities. The method used is in the form of counseling. The implementation was carried out in Kayu Laut Village and was attended by mothers who had children under 5 years of age. This activity was carried out well, even the participants looked enthusiastic and it is hoped that there will be further counseling related to stunting. This needs to be done to see and measure the extent of awareness and implementation of community stunting prevention
Penyuluhan tentang Tips dan Trik mencegah Diabetes Melitus pada Usia Dewasa Awal dan Madya Di Desa Kayu Laut Kecamatan Panyabungan Selatan
Simamora, Febrina Angraini;
Harahap, Mei Adelina;
Manurung, Dina Mariana;
Rangkuti, Juni Andriani;
Simamora, Asnil Adli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 3 (2024): Vol. 6 No. 3 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Diabetes merupakan suatu penyakit yang menyebabkan gangguan Kesehatan global yang menimpa jutaan orang di seluruh dunia dengan kasus yang terus meningkat setiap tahunnya. Gaya hidup yang salah, seperti malas atau kurang bergerak, minum-minuman keras, sering bergadang atau kurang istirahat, makan berlebihan terutama mengandung karbohidrat tinggi memudahkan timbulnya penyakit diabetes mellitus. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan Masyarakat tentang pencegahan diabetes melitus pada usia dewasa awal dan madya di desa Kayu Laut. Sebelum dilakukan penyuluhan, mayoritas peserta sebanyak 23 peserta (65,7%) memiliki pengetahuan yang kurang tentang pencegahan diabetes melitus, namun setelah dilakukan penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan peserta yaitu mayoritas peserta sebanyak 28 peserta (80%) memiliki pengetahuan yang baik tentang pencegahan diabetes melitus. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pengetahuan Masyarakat tentang perilaku hidup sehat setelah dilaksanakan penyuluhan mengalami peningkatan signifikan. Melalui kegiatan ini diharapkan Masyarakat dapat menyadari pentingnya gaya hidup sehat dan tindakan-tindakan pencegahan diabetes melitus pada usia dewasa awal dan madya.
Promosi Kesehatan tentang Problem Kesehatan Reproduksi : HIV AIDS di SMP Negeri 9 Kota Padangsidimpuan
halimah, nurhalimah batubara;
Simamora, Febrina Angraini;
Manurung, Dina Mariana;
Siregar, Yuli Arisyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 2 (2024): Vol. 6 No. 2 Agustus 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Periode remaja sebagai masa peralihan usia anak hingga dewasa. Masa ini sangat penting karena merupakan penentu masa depan bangsa Kesehatan reproduksi remaja merupakan kondisi sehat yang meliputi sistem, fungsi, dan proses reproduksi. Jumlah kasus penderita HIV AIDS semakin meningkat dari tahun ke tahun. Remaja yang terinfeksi HIV AIDS di Indonesia menunjukkan angka yang cenderung meningkat dipicu oleh ketidaktahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Pengetahuan cara penularan HIV AIDS sangat penting untuk mendorong remaja terhindar dari HIV AIDS. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pendidikan kesehatan tentang masalah Kesehatan reproduksi remaja yaitu HIV AIDS. Sasaran kegiatan adalah siswa klas VIII SMP Negeri 9 Kota Padangsidimpuan sejumlah 40 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa SMP Negeri 9 Kota Padangsidimpuan proaktif dalam diskusi terkait permasalahan kesehatan reproduksi dan mengetahui beberapa pencegahan penularan HIV AIDS pada remaja. Terjadi peningkatan pengetahuan pada remaja sebelum dilakukan Pendidikan Kesehatan dengan sesudah dilakukan Pendidikan Kesehatan tentang Kesehatan reproduksi remaja. Diharapkan kegiatan-kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkala agar dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang Kesehatan reproduksi.