Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SAMBUNG NYAWA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BINANGA KECAMATAN BARUMUN TENGAH Daulay, Nanda Masraini; Simamora, Febrina Angraini; Hidayah, Arinil
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 1 (2024): Vol.9 No. 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i1.1249

Abstract

Hypertension cannot be cured but can be controlled so that it does not appear for a long time (years to decades) but still be watched out for. One of the medicinal plants that can be used as a herbal medicine for hypertension is the life-saving plant. The aim of this research is to determine the effect of giving boiled water from Sambung Nyawa leaves on reducing blood pressure in hypertension sufferers in the working area of the Binanga Community Health Center, Barumun Tengah District. This research design uses a quasi-experimental method. The population in this study were residents suffering from hypertension in the Binanga Community Health Center working area from January-December 2021, namely 198 people. The sampling technique in this research was a purposive sampling technique with a sample size of 22 people. The results of the research using the Wilcoxon statistical test showed that there was a significant influence between the effect of giving boiled water from splicing life leaves on reducing blood pressure in hypertension sufferers in the working area of the Binanga Community Health Center, Barumun Tengah District with a p-value = 0.000 (<0.05). The results of this study recommend that hypertension sufferers and their families are able to understand and comprehend the use of non-pharmacological therapy, namely boiled life-giving leaves as an alternative treatment for lowering blood pressure in hypertension sufferers. Keywords: life-giving leaves, blood pressure, hypertension
GAMBARAN SEIF CARE PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATUNADUA Harahap, Mei Adelina; Simamora, Febrina Angraini; Gintings, Akhyar Fauzi; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 1 (2024): Vol.9 No. 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i1.1343

Abstract

Diabetes melitus atau DM adalah penyakit yang sebabkan tingginya kadar glukosa dalam darah. Masalah -masalah yang dialami oleh penderita diabetes melitus dapat diminiimalisir jika penderita memiliki kemampuan dan pengetahuan. Self care yang dilakukan penderita Diabetes Melitus meliputi pengeturan pola makan / diet, aktivitas fisik / olahraga, perawatan kaki, minum obat diabetes, dan monitoring gula darah. Tujuan penelitihan ini untuk mengetahui gambaran Self care penderita Diabetes Melitus. Penelitihan inimrnggunakan desain deskriftif. Responden pada penelitahan ini berjumlah 67 orang. Analisa data dilakukan secara analitik dengan melihat persentase data yang disajikan dalam table distribusi. Hasil penelitihan ini menunjukkan mayoritas Self Care baik sebanyak 42 orang (62,7%). Penelitihan diharapkan dapat menjadi gambaran pada pasien dan keluarga pasien tentang pentingnya melakukan Self Care untuk mengontrol kadar gula darah sehingga pasien akan termotivasi untuk menerapkan pola hidup sehat. Diabetes mellitus or DM is a disease that causes high levels of glucose in the blood. The problems experienced by diabetes mellitus sufferers can be minimized if sufferers have the ability and knowledge. Self-care carried out by Diabetes Mellitus sufferers includes adjusting eating patterns/diet, physical activity/exercise, foot care, taking diabetes medication, and monitoring blood sugar. The aim of this research is to determine the description of self-care for diabetes mellitus sufferers. This study uses a descriptive design. Respondents in this research were 67 people. Data analysis was carried out analytically by looking at the percentage of data presented in the distribution table. The results of this research show that the majority of Self Care is good as many as 42 people (62.7%). It is hoped that the research will provide an illustration to patients and their families about the importance of self-care to control blood sugar levels so that patients will be motivated to adopt a healthy lifestyle.
Gambaran Activity of Daily Living Lansia di Panti Jompo Basilam Kabupaten Tapanuli Selatan Simamora, Febrina Angraini; Manurung, Dina Mariana; Rangkuti, Juni Andriani; Simamora, Asnil Adli
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 1 (2024): Vol.9 No. 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i1.1366

Abstract

Memasuki masa tua berarti mengalami kemunduran secara fisik maupun psikis. Penurunan kondisi psikis pada lansia disebabkan karena demensia di mana lansia mengalami kemunduran daya ingat dan hal ini dapat mempengaruhi ADL (Activity of Daily Living) yaitu kemampuan seseorang untuk mengurus dirinya sendiri, dimulai dari bangun tidur, mandi, berpakaian dan seterusnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Activity of Daily Living Lansia di Panti Jompo Basilam Kabupaten Tapanuli Selatan. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriftif. Populasi adalah seluruh lansia yang berada di panti jompo Basilam Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 50 orang lansia. Tehnik sampel menggunakan total sampling. Analisa data yang dilakukan adalah univariat. Hasilnya adalah mayoritas lansia mampu melakukan perpindahan (transfer) dengan mandiri yaitu sebanyak 19 responden (38%), melakukan mobilisasi dengan dibantu satu orang/walker sebanyak 17 responden (34%), menggunakan toilet dengan mandiri sebanyak 25 responden (50%), dan menggunakan toilet dengan pertolongan orang lain sebanyak 25 responden (50%), mampu membersihkan diri dengan mandiri sebanyak 29 responden (58%), kadang-kadang tidak dapat mengontrol BAB sebanyak 20 responden (40%), tidak dapat mengontrol BAK sebanyak 19 responden (38%), mampu mandi sendiri sebanyak 34 responden (68%), mampu berpakaian dengan mandiri sebanyak 30 responden (60%), makan dengan pertolongan orang lain sebanyak 23 responden (46%), dan yang tidak mampu naik turun tangga sebanyak 27 responden (54%).. Disarankan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan responden dan dapat diterapkan untuk meningkatkan Activity of Daily Living Lansia di Panti Jompo Basilam Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kepatuhan Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Melakukan Kontrol Kadar Gula Darah Di Puskesmas Kayu Laut Mandailing Natal Simamora, Febrina Angraini; Manurung, Dina Mariana; Sagala, Nanda Suryani; Daulay, Nanda Masraini; Yasin, Kombang Ali; Sujoko, Edy; Harahap, Nurhasanah; Harahap, Eky Mario
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1799

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering ditemukan serta memiliki tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Terjadinya diabetes dan komplikasinya yang terus berlanjut menyebabkan sebanyak 1 orang meninggal setiap 8 detik di dunia, yang berarti sekitar 11.000 jiwa meninggal dalam sehari. Penderita DM berisiko mengalami komplikasi. Komplikasi tersebut dapat dicegah dengan mengkontrol kadar glukosa darah diabetes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kepatuhan Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Melakukan Kontrol Kadar Gula Darah Di Puskesmas Kayu Laut Mandailing Natal. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien penderita DM Tipe 2 di Puskesmas Kayu Laut Kabupaten Mandailing Natal sebanyak 130 orang, dengan sampel sebanyak 60 orang menggunakan metode purposive sampling. Analisa yang digunakan adalah distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden sebanyak 38 responden (63,3%) memiliki kepatuhan yang baik dalam melakukan kontrol kadar gula darah, dan sebanyak 22 responden (36,7%) tidak patuh dalam melakukan kontrol kadar gula darah. Diharapkan kepada perawat agar melakukan pendidikan kesehatan dan rutin mengajak penderita diabetes melitus tipe 2 untuk rutin melakukan kontrol kadar gula darah sebagai upaya pencegahan terjadinya komplikasi lainnya.
Edukasi Kesehatan tentang Pencegahan Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada Ibu Hamil dalam kegiatan Posyandu di Desa Baruas wilayah kerja Puskesmas Batunadua Simamora, Febrina Angraini; Manurung, Dina Mariana; Rangkuti, Juni Andriani; Siregar, Nurelilasari; Harahap, Mei Adelina; Lola Pebrianthy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 3 (2025): Vol. 7 No 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i3.2444

Abstract

Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan kelainan kongenital yang terjadi sejak masa perkembangan janin dan berkontribusi terhadap tingginya morbiditas serta mortalitas bayi. Upaya pencegahan PJB perlu dilakukan secara promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan kepada ibu hamil dan perempuan usia subur. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan PJB pada janin melalui edukasi kesehatan yang dilaksanakan pada kegiatan Posyandu di Desa Baruas, wilayah kerja Puskesmas Batunadua. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan, diskusi interaktif, dan pembagian media edukasi. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Aufa Royhan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus aplikasi pembelajaran mahasiswa di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor risiko PJB, pentingnya perencanaan kehamilan sehat, dan kepatuhan terhadap pemeriksaan antenatal. Disimpulkan bahwa edukasi kesehatan berbasis Posyandu efektif sebagai strategi pencegahan PJB pada janin dan mendukung penguatan peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat.
Meningkatkan Kesehatan Fisik dengan Senam Anak Sehat di Desa Sorimanaon Kecamatan Angkola Muaratais Simamora, Febrina Angraini; Utami, Dina; Siregar, Elli Monika; Harahap, Efrida Yani; Putri, Dea
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i1.6556

Abstract

Kemajuan teknologi dan kemudahan yang menyertainya menjadi tantangan utama yang menyebabkan turunnya aktivitas fisik masyarakat di seluruh dunia, khususnya Indonesia. Prevalensi obesitas pada anak-anak dan remaja semakin meningkat seiring dengan peningkatan perubahan lingkungan sosial ekonomi dan pola gaya hidup. Aktivitas fisik akan menjaga berat badan ideal pada anak. Aktivitas fisik dan olahraga juga memberikan dampak positif fisik dan kesehatan mental pada anak-anak. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja kuliah kerja nyata yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Aufa Royhan di Kota Padangsidimpuan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan informasi tentang pentingnya aktivitas fisik pada anak-anak dan manfaat jangka panjang pada kesehatan jika dilakukan dengan tepat pada anak-anak usia sekolah di desa Sorimanaon Kecamatan Angkola Muaratais Tapanuli Selatan. Sebelum dilakukan senam anak sehat, mayoritas peserta sebanyak 15 peserta (60%) memiliki perilaku yang kurang tentang manfaat aktivitas fisik senam secara rutin, namun setelah dilakukan senam anak sehat secara rutin selama 5 minggu berturut-turut didapatkan peningkatan perilaku peserta yaitu mayoritas peserta sebanyak 20 peserta (80%) memiliki perilaku yang baik tentang senam kebugaran jasmani. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kegiatan rutin senam anak sehat setiap minggu dapat meningkatkan perilaku hidup sehat pada anak-anak sehingga tujuan untuk dapat meningkatkan kebugaran fisik dapat tercapai.