Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan tentang Cuci Tangan Pada Anak Usia Prasekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Danau Marsabut Simamora, Febrina Angraini; Hidayah, Arinil
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 3 No. 2 (2021): Vol. 3 No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.59 KB) | DOI: 10.51933/jpma.v3i2.439

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Hidup sehat dapat dicapai dengan cara perilaku menjaga kebersihan diri, dan perilaku menjaga kebersihan diri dapat dilakukan dengan hal yang paling mudah salah satunya dengan cara mencuci tangan menggunakan sabun.Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang teknik mencuci tangan pakai sabun melalui media menyanyikan lagu cuci tangan pakai sabun. Melalui kegiatan ini diharapkan anak-anak, orang tua dan guru dapat menyadari pentingnya kebersihan dan mampu membiasakan diri untuk berperilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini, salah satunya dengan terbiasa mencuci tangan menggunakan sabun dengan cara yang baik dan benar setelah selesai melakukan kegiatan di dalam maupun di luar ruangan. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat melalui cuci tangan setelah dilaksanakan penyuluhan mengalami peningkatan signifikan.
Terapi Bermain Menggambar dan Mewarnai Pada Anak Usia Prasekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Gunung Tua Simamora, Febrina Angraini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 3 No. 2 (2021): Vol. 3 No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.556 KB) | DOI: 10.51933/jpma.v3i2.440

Abstract

Masa usia dini merupakan masa yang sangat penting dalam meningkatkan potensi kecerdasan dan dasar-dasar perilaku seseorang terbentuk pada usia ini. Pada usia prasekolah, kemampuan imajinasi dan belajar seorang anak sangatlah besar. Masa kanak-kanak merupakan lahan yang subur untuk menumbuhkan kreativitas pada anak. Kebiasaan menggambar dan mewarnai akan memberikan manfaat-manfaat yang tidak terduga untuk anak. Pengembangan motorik halus akan melatih anak agar terampil menggunakan tangan dan jari –jemari serta mengkoordinasikan mata dengan seimbang. Kegiatan terapi bermain menggambar dan mewarnai ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motoric halus anak usia prasekolah sehingga tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya. Kegiatan ini juga dapat meningkatkan kemampuan motoric anak dan menghilangkan kecemasan pada anak saat bermain tanpa ditemani orang tuanya. Setelah dilakukan kegiatan terapi bermain menggambar dan mewarnai, peserta tampak bersemangat dan mampu melakukan keterampilan motoric halus sesuai dengan tahap perkembangannya. Peserta juga merasa percaya diri dengan hasil menggambar dan mewarnainya sehingga dapat meningkatkan kemandirian dan menghilangkan kecemasan pada anak yang bermain tanpa didampingi orang tuanya.
PENDIDIKAN KESEHATAN BAGI LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA AEK NABARA KECAMATAN ANGKOLA BARAT KABUPATEN TAPANULI SELATAN Simamora, Febrina Angraini; Antoni, Adi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 3 No. 3 (2021): Vol. 3 No. 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.791 KB) | DOI: 10.51933/jpma.v3i3.501

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang cukup besar untuk tetap di atasi. Penyebab hipertensi hingga saat ini secara pasti belum dapat di ketahui, tetapi gaya hidup berpengaruh besar terhadap kasus ini. Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipertensi adalah dengan senam hipertensi dan dukungan keluarga melalui pemberdayaan keluarga. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini di lakukan dengan penyuluhan kepada masyarakat yang bertujuan memberikan pengetahuan mengenai hipertensi kepada masyarakat dapat melakukan upaya pencegahan penyakit hipertensi. Hasil penyuluhan kesehatan masyarakat tentang hipertensi dengan jumlah peserta 20 orang yang telah di lakukan sehingga meningkatkan pengetahuan peserta akan penyakit hipertensi mengatur pola makan dan gaya hidup yang lebih baik lagi, serta mengetahui tanda dan gejala serta cara mencegah penyakit hipertensi.
PENDIDIKAN KESEHATAN PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA KELOMPOK USIA DEWASA MADYA DI PERUMAHAN SABUNGAN INDAH KELURAHAN SABUNGAN JAE KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN HUTAIMBARU Simamora, Febrina Angraini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 3 No. 3 (2021): Vol. 3 No. 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v3i3.512

Abstract

Penyakit jantung koroner adalah suatu kondisi terjadi pengurangan aliran darah ke jantung secara mendadak. Beberapa gejala dari sindrom ini adalah tekanan di dada seperti serangan jantung, sesak saat sedang beristirahat atau melakukan aktivitas fisik ringan, keringat yang berlebihan secara tiba-tiba (diaforesis), muntah, mual, nyeri di bagian tubuh lain seperti lengan kiri atau rahang, dan jantung yang berhenti mendadak (cardiac arrest). Umumnya mengenai klien usia 30 tahun ke atas walau pada saat ini terdapat kecenderungan mengenai usia lebih muda. Metode penyuluhan yang digunakan ialah metode promosi kelompok yaitu pada kelompok usia 30 tahun ke atas. Tujuan dari penyuluhan kesehatan masyarakat yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat akan penyakit jantung koroner, gejala-gejala dan cara untuk mencegah terkena penyakit jantung koroner serta cara untuk memperbaiki pola hidup dan pola makan yang baik. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang penyakit jantung coroner, terjadi peningkatan pengetahuan peserta yang sebelum mengikuti pendidikan kesehatan tidak tahu tentang penyakit jantung coroner, sekarang sudah lebih paham tentang defenisi, tanda dan gejala serta tindakan pencegahan yang dapat dilakukan.
Skrining Penyakit Degeneratif pada Masyarakat Desa Simatorkis Sisoma Kecamatan Angkola Barat Tapanuli Selatan Simamora, Febrina Angraini; Hidayah, Arinil
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 4 No. 2 (2022): Vol.4 No. 2 Agustus 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i2.834

Abstract

ABSTRAK Prevalensi Penyakit Degeneratif meningkat setiap tahun dan merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Peningkatan akibat Penyakit Degeneratif sejalan dengan meningkatnya factor risiko. Semakin meningkatnya kejadian penyakit degeneratif, maka perlu adanya edukasi dan pendampingan kepada masyarakat untuk melaksanakan deteksi dini atau skrining terhadap penyakit degeneratif, terutama pada kelompok yang berisiko. Sasaran pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat yang beresiko dan usia lanjut sebanyak 50 orang di Desa Simatorkis Sisoma Kecamatan Angkola Barat Tapanuli Selatan. Kegiatan ini dilakukan dengan membagikan leaflet tentang penyakit tidak menular, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah sewaktu, kolesterol dan asam urat. Hasil kegiatan menunjukkan 60% peserta adalah perempuan dan 40% peserta adalah laki laki. Terdapat 50% peserta dengan tekanan darah diatas 140 mmHg, 30% peserta dengan kadar gula darah sewaktu diatas 200gr/dl, 24% peserta dengan kadar kolesterol diatas 150gr/dl, dan 14% peserta dengan asam urat diatas 4gr/dl. Peningkatan penyakit degeratif dapat ditekan melalui pengendalian factor risiko yaitu pengurangan konsumsi rokok, alkohol, gula dan garam, peningkatan konsumsi buah dan sayur, meningkatkan aktifitas fisik melalui olah raga, mencegah kegemukan, pengendalian stress dengan kegiatan rekreasi serta melakukan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah secara teratur. Upaya pencegahan penyakit degeratif dapat dilakukan oleh masyarakat secara mandiri melalui kegiatan Posbindu. Kata kunci : deteksi dini, penyakit degeneratif, skrining ABSTRACT The prevalence of degenerative diseases increases every year and is one of the highest causes of death in Indonesia. The increase due to degenerative diseases is in line with the increase in risk factors. With the increasing incidence of degenerative diseases, it is necessary to provide education and assistance to the community to carry out early detection or screening of degenerative diseases, especially at risk groups. The target of this community service activity is 50 people at risk and elderly people in Simatorkis Sisoma Village, Angkola Barat District, South Tapanuli. This activity was carried out by distributing leaflets about non-communicable diseases, measuring blood pressure, checking temporary blood sugar levels, cholesterol and uric acid. The results of the activity showed that 60% of the participants were women and 40% of the participants were men. There were 50% participants with blood pressure above 140 mmHg, 30% participants with current blood sugar levels above 200gr/dl, 24% participants with cholesterol levels above 150gr/dl, and 15% participants with uric acid above 4gr/dl. The increase in degenerative diseases can be suppressed through controlling risk factors, namely reducing the consumption of cigarettes, alcohol, sugar and salt, increasing consumption of fruits and vegetables, increasing physical activity through exercise, preventing obesity, controlling stress with recreational activities and checking blood pressure, blood sugar levels. regularly. Efforts to prevent degenerative diseases can be carried out by the community independently through Posbindu activities.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Tanaman Obat Kelurga (TOGA) di Desa Panobasan Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapanuli Selatan Simamora, Febrina Angraini; Daulay, nanda Masraini; Hidayah, Arinil
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 4 No. 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i3.949

Abstract

ABSTRAK Masyarakat Indonesia secara turun temurun menggunakan tanaman herbal untuk memelihara dan mengatasi masalah kesehatan, namun belum semua memahami manfaat dari tanaman yang ada. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini supaya masyarakat mengetahui manfaat dari tumbuhan sebagai tanaman obat agar masyarakat dapat membudidayakan dan melestarikan berbagai tanaman obat sehingga bisa mengurangi biaya pengobatan. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Panobasan Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapanuli Selatan selama 4 hari yang diikuti oleh perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan kader. Pengabdian masyarakat ini menggunakan model partisipatif. Hasil dalam pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa masyarakat telah mulai memanfaatkan dan membudidayakan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sekaligus sebagai tanaman produktif. Pengabdian masyarakat dimanfaatkan sebagai usaha promosi kesehatan mandiri pada masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya tumbuhan sehingga meningkatkan minat masyarakat untuk memanfaatkan tanaman obat-obatan (Smart living) yang pada akhirnya meningkatkan kesehatan masyarakat. Kata kunci : pemberdayaan masyarakat, tanaman obat keluarga ABSTRACT Indonesian people have been using herbal plants for generations to treat and treat health problems, but not all of them understand the benefits of existing plants. The purpose of this community service is so that people know the benefits of plants as medicinal plants so that people can cultivate and preserve various medicinal plants so they can reduce medical costs. This community service was carried out in Panobasan Village, Angkola Barat District, South Tapanuli Regency for 4 days which was attended by village officials, religious leaders, community leaders and cadres. This community service uses a participatory model. The results of this community service show that the community has begun to utilize and cultivate the Family Medicinal Plants (TOGA) as well as productive plants. Community service is used as an independent health promotion effort for the community in utilizing plant resources so as to increase public interest in utilizing medicinal plants (Smart living) which ultimately improves public health. Keywords: community empowerment, family medicinal plants
Penerapan Teknik Thought Stopping (TS) Dalam mengatasi kecemasan pecandu Narkoba Pada Warga Binaan Lapas Kelas IIB Tahun 2023 Simamora, Asnil Adli; Simamora, Febrina Angraini; sagala, nanda suryani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i3.1171

Abstract

Penyalahgunaan narkoba menjadi permasalahan utama yang terus meningkat setiap tahunnya. Sumatera Utara satu provinsi dengan kasus tertinggi pada penyalahgunaan narkoba Kota Padangsidimpuan merupakan salah satu yang mengalami peningkatan penyalahgunaan narkoba pada tahun 2023. Kecemasan merupakan dampak yang tertinggi dialami pengguna narkoba, dimana kecemasan berlebihan menimbulkan ketidaknyamanan yang dapat mengganggu aktivitas kehidupan sehari-hari. Perlu upaya agar Warga Binaan saling menghargai dan menjalani pembinaan melalui Thought Stopping dimana bertujuan mengetahui penerapan Thought Stopping dalam mengatasi kecemasan pecandu Narkoba Pada Warga Binaan Lapas Kelas IIB. Kegiatan ini berupa pelatihan penghentian pikiran negative. Sasaran PkM adalah 27 Warga Binaan. Tehnik pelaksanaannya terbagi dalam 3 sesi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan, dalam menghentikan kecemasan warga binaan yang berkaitan penghentian pemikiran negative dalam merubah proses berfikir pada warga binaan yang menjalani rehabilitasi dilembaga pemasyarakatan kelas IIB Kota Padangsidimpuan kesimpulan pada penerapan teknik thought stopping ini dapat dilakukan lebih sering agar warga binaan dapat menangani pikiran-pikiran obsesif dan fobik thought stopping melatih dalam menghentikan sedini mungkin pemikiran yang tidak diinginkan, dengan menyerukan perintah berhenti untuk peringatan pikiran yang tidak diinginkan Drug abuse is a major problem that continues to increase every year. North Sumatra, one of the provinces with the highest number of drug cases, Padangsidimpuan City is one that will experience an increase in drug transmission in 2023. Anxiety is the highest impact experienced by drug users, where excessive anxiety causes discomfort which can interfere with daily life activities. Efforts are needed so that inmates respect each other and undergo training through Thought Stopping thepurpose was to find out the standards for implementing Thought Stopping in overcoming drug addiction among inmates in Class IIB prisons. This activity was in the form of negative thinking training. The community service target is 27 inmates. The implementation technique was described in 3 sessions. The results of the research show that there was a change in stopping the anxiety of the inmates which was related to the confirmation of negative thoughts in changing the thought process of the inmates undergoing rehabilitation at the class IIB correctional institution in Padangsimpuan City. The conclusion was this the application of this thought stop technique can be done more often so that the inmates can handle it. Obsessive and phobic thoughts- thought stop training in stopping as early as possible unwanted thoughts, with a sudden stop command to warn of unwanted thoughts
Penyuluhan Kesehatan Tentang Penyakit Asma pada Remaja di SMA Negeri 5 Kota Padangsidimpuan Simamora, Febrina Angraini; Manurung, Dina Mariana; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i3.1244

Abstract

Asma adalah penyakit saluran pernapasan yang umum dan memiliki berbagai tingkat keparahan, mulai dari mengi yang sangat ringan hingga penutupan saluran napas akut yang mengancam jiwa. Asma merupakan masalah kesehatan yang serius karena dapat menurunkan kualitas hidup penderita. Tujuan dari penyuluhan ini adalah agar masyarakat (remaja) dapat mengetahui konsep asma dan memahami tentang pengobatannya. Peserta yang hadir sebanyak 30 orang, terdiri dari siswa laki-laki dan perempuan, serta guru sebagai pendamping. Lokasi penyuluhan dilakukan di SMA Negeri 5 Kota Padangsidimpuan. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa Prodi Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Aufa Royhan didampingi oleh dosen pembimbing dan difasilitasi oleh pihak sekolah SMA Negeri 5 Kota Padangsidimpuan. Peran dan tugasnya telah ditetapkan antara lain sebagai penanggung jawab, moderator, pencatat, pengamat, fasilitator dan dokumentasi. Hasil dari kegiatan ini dapat menambah pengetahuan peserta penyuluhan tentang konsep asma dan cara pencegahannya. Saran kepada pihak sekolah dan puskesmas agar kedepannya melakukan promosi kesehatan sebagai program kerja puskesmas dan unit Kesehatan sekolah (UKS).
Pendidikan Kesehatan tentang Perawatan Keluarga pada Anak dengan ISPA di Ruang Anggrek RSUD Panyabungan Simamora, Febrina Angraini; Rangkuti, Juni Andriani; Manurung, Dina Mariana; Harahap, Mei Adelina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 1 (2024): Vol.6 No. 1 April 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v6i1.1299

Abstract

Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia. ISPA merupakan penyakit saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh agen infeksius yang menimbulkan gejala dalam waktu beberapa jam sampai beberapa hari. Kemampuan keluarga dalam melaksanakan tugas kesehatan keluarga sangat diperlukan, agar keluarga dapat mencegah terjadinya ISPA pada anak. Tujuan dari penyuluhan ini adalah agar keluarga khusunya ibu dapat mengetahui konsep ISPA dan memahami tentang perawatan anggota keluarga yang mengalami ISPA. Peserta merupakan orangtua (keluarga) pasien anak yang mengalami ISPA dan menjalani rawat inap di ruang Anggrek RSUD Panyabungan. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Kesehatan Universitas Aufa Royhan didampingi oleh dosen pembimbing dan difasilitasi oleh pihak RSUD Panyabungan. Peran dan tugasnya telah ditetapkan antara lain sebagai penanggung jawab, moderator, pencatat, pengamat, fasilitator dan dokumentasi. Hasil dari kegiatan ini dapat menambah pengetahuan peserta penyuluhan tentang konsep ISPA dan cara perawatan anggota keluarga yang mengalami ISPA. Saran kepada keluarga agar lebih memperhatikan perilaku hidup bersih dan sehat pada aktivitas sehari-hari agar dapat mencegah terjadinya ISPA pada anggota keluarga.
KORELASI ANTARA ANSIETAS DENGAN KONTROL KADAR GULA DARAH PADAKLIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Simamora, Febrina Angraini
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 1 No 1 (2016): Vol.1 No.1. April 2016
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Individu dengan DM tipe 2 harus patuh terhadap tugas perawatan diri untuk mencapai kontrol kadar gula darah yang optimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi korelasi antara ansietas, dengan kontrol kadar gula darah pada klien DM tipe 2. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi. Terdapat 62 orang sampel sesuai dengan kriteria sampel penelitian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan kadar gula darah. Analisa data menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara ansietas dengan control kadar gula darah pada klien DM tipe 2. Klien DM dengan kondisi psikososial yang baik, akan mampu mengontrol kadar gula darah. Klien DM tipe 2 diharapkan mampu beradaptasi dengan diabetesnya sehingga tidak mengalami ansietas sehingga mampu melakukan perawatan diri yang baik dan kadar gula darah yang terkontrol.