Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Program Kemitraan Masyarakat Dalam Eksplorasi Sumber Zat Warna Organik Di Meruyung Desa Limo Kota Depok Zulaihah, Lilik; Rahayu, Fajar; Nasution, Siti Rohana; Dewi Munggaran, Nantia Rena
Jurnal Pengabdian Masyarakat Charitas Vol. 3 No. 02 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Charitas Desember 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/charitas.v3i02.4786

Abstract

Color in a product, both in the form of food products and products other than food, is one thing that makes consumers interested and as a consideration for use or choice. In serving food color as if it will be a must for producers. The dapart staining process is carried out synthetically using chemicals or using natural materials. The use of synthetic dyes has an influence on health and the environment. This makes it an excuse for manufacturers to return to nature by using natural dyes. In the surrounding environment derived from plants, there are many sources of natural dyes both carotenoids, anthocyanin, betalain and chlorophyll. By using the process of exploring plants to produce natural dyes. This natural dye can be applied to food products, and has the ability to maintain health, prevent and minimize the occurrence of several diseases such as diabetes mellitus, hypercholesterolemia, cancer and so on. Therefore, the concept of returning to natural dyes derived from plants so as to maintain health as well as environmental pollution.
Peran Mahasiswa dalam Implementasi Penggunaan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) Pada UMKM Bubur Ayam Cirebon Gunadi, Nurindah Rizki Dian; Fitriani, Dalila Desi; Sya'Diah, Halimatus; Zulaihah, Lilik
Accounting Student Research Journal Vol 3 No 1 (2024): ASRJ - Maret 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62108/asrj.v3i1.7618

Abstract

Karya ilmiah ini membahas mengenai peran dan tantangan yang dihadapi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam penerapan metode pembayaran digital Quick Response Indonesian Standars (QRIS). Transformasi digital, terutama melalui metode pembayaran cashless, menjadi fenomena baru dalam dunia usaha. Meskipun UMKM memiliki potensi, berbagai keterbatasan seperti minimnya akses perbankan, rendahnya pengetahuan SDM, dan keterbatasan teknologi menjadi hambatan dalam pengembangan digitalisasi. Karya ilmiah ini dilakukan pada UMKM Bubur Ayam Cirebon yang bertempat di Kota Tangerang. Metode pelaksanaan karya ilmiah ini dilakukan melalui wawancara. Adapun tujuan dari karya ilmiah untuk memberi pemahaman mengenai implementasi penggunaan QRIS. Hasil dari kegiatan melalui wawancara ini yaitu masih terdapat hambatan pada implementasi sistem pembayaran QRIS yang disebabkan oleh beberapa faktor baik faktor dari lingkungan internal dan eksternal.
Penurunan Defect Produk Cacah Plastik dengan Implementasi Quality Control Circle Nasution, Siti Rohana; Dharmawan2, Daffa Raihan; Alamsyah, Nanang; Zulaihah, Lilik; Armansyah, Armansyah
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2023: SNTIKI 15
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quality control circle adalah suatu sistem yang efisien untuk mengokordinasikan kegiatan-kegiatan dalam pengembangan dan pemeliharaan suatu perusahaan terhadap mutu suatu produk guna menghasilkan barang yang bermutu tinggi. Pengendalian kualitas merupakan salah satu hal krusial yang patut diperhatikan guna menjaga kualitas produk sehingga dapat memenuhi kepuasan pelanggannya. Tujuan dilakukan implementasi Perbaikan proses dengan pendekatan QCC ini yaitu melakukan identifikasi mengenai peningkatan kualitas pada produk cacah plastik, serta cara menghasilkan usulan peningkatan kualitas untuk mengurangi reject penjualan pada produk cacah plastik. Metode Quality Control Circle dilakukan dengan pendekatan PDCA (plan, do, check, action) serta untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab dengan Fault Tree Analysis. Faktor penyebab rejec produk adalah terkontaminasi hasil cacah plastic dengan lemak-lemak atau kotoran lainnya. Eksperimen untuk penurunan reject dengan menambahkan bahan tambahan soda api 75 gr, 100 gr dan 125 gr produksi/perhari pada saat proses di bak pencucian Dari improvement tersebut hasil terbaik didapatkan dengan penambahan 125 gr/perproduksi perhari.
PROGRAM COOPERATIVE LEARNING PEMBUATAN KAIN TIE-DYE SHIBORI PADA KELOMPOK PKK KELURAHAN RANGKAPAN JAYA BARU Nasution, Siti Rohana; Zulaihah, Lilik; Rahayu, Fajar; Mahfud, Halim; M, Nantia Rena Dewi
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i4.28316

Abstract

ABSTRACT Cooperative Learning The motive of the shibori tie-dye technique in the PKK Group of Parung Confused Village, Rangkapan Jaya Baru Village, Pancoran Mas District, Depok with this learning model which aims to be able to grow the hardness of the community so that it is able to carry out small business activities for the community, especially PKK mothers and youth groups of coral cadets so that it becomes a group of people who have not been productive into productive communities. The Partnership Program was carried out with 20 PKK members and 10 young women members of Karang Taruna Kampung Parung Confused. The training given starts from folding techniques to get designs and motifs, harmonious coloring techniques so that there are various variations. Natural coloring techniques by exploring plants to get color. The form of learning with the concept of students learning and working by forming small groups or groups consisting of 4 to 6 participants collaboratively and heterogeneously. With the coorperative learning system, it is expected to foster moivation and organize dynamic group work so that the partnership program can meet its goals. ABSTRAK Cooperative Learning Motif teknik tie-dye shibori pada Kelompok PKK Kampung Parung Bingung Kelurahan Rangkapan Jaya Baru Kecamatan Pancoran Mas Depok dengan model pembelajaran ini yang bertujuan untuk dapat menumbuhkan daya kerasi masyrakat sehingga mampu untuk melakukan kegiatan usaha kecil bagi masyrakat terutama ibu-ibu PKK dan kelompok remaja karang taruna sehingga menjadi kelompok masyarkat yang belum produktif menjadi masyarkat yang produktif. Program Kemitraan dilaksanakan dengan jumlah peserta sebanyak 20 anggota PKK dan 10 orang remaja putri anggota Karang Taruna Kampung Parung Bingung. Pelathan yang diberikan mulai dari Teknik pelipatan untuk mendaptakan desain dan motif, Teknik pewarnaan yang harmonis sehingga didaptakan variasi beragam. Teknik pewarnaan alami dengan mengekplorasi tumbuh-tumbuhan untuk mendpatkan warna. Bentuk pembelajaran dengan konsep peserta didik belajar dan bekerja dengan membentuk kelompok kecil atau group terdiri dari 4 sampai 6 peserta secara kolaboratif dan bersifat heterogen. Dengan system pembelajaran coorperative learning diharapkan dapat menumbuhkan moivasi dan berorganisasi kerja kelompok yang dinamis sehingga program kemitraan dapat memenuhi tujuannya.
PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS RUMAH TANGGA DI RW 17 SRENGSENG SAWAH JAGAKARSA JAKARTA SELATAN Nasution, Siti Rohana; Lilik Zulaihah
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i4.33575

Abstract

Srengsengsawah is an area of Jagakarsa District, South Jakarta, which is expected to be a buffer area for all forms of activities in the economic, housing, and population sectors in the DKI Jakarta area. The waste problem that often occurs is the occurrence of waste collisions that cannot be transported due to limited means of transportation for garbage trucks. The volume of waste generated has exceeded the capacity of available means of transportation and the limited facilities of temporary waste disposal sites (TPS). For this reason, it is necessary to carry out an activity to reduce the amount of waste. It is important to realize that the earth and environmental preservation must always be taken care of is our responsibility as human beings who inhabit the earth. There needs to be awareness of every human being to be aware and care about the waste they produce. Reducing the amount of waste can be done if waste can be sorted according to its type, namely grouped into organic and inorganic waste where it is necessary to apply the 4 R system, namely reducing (re-duce) by reducing or minimizing the baraf used, Reusing items that can still be used (re-use) also avoiding the use of disposable items, re-cycling, and replacing items that can only be used once Use DNA use environmentally friendly items that can be reprocessed. With the waste bank system implemented, waste can be used as a blessing and useful. ABSTRAK Srengseng Sawah merupakan wilayah Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan, yang diharapkan dapat menjadi daerah penyangga semua bentuk aktivitas baik sektor perekonomian, perumahan, dan kependudukan di wilayah DKI Jakarta. Permasalahan persampahan yang sering terjadi adalah timbulnya tumbukan sampah yang tidak dapat terangkut karena terbatasnya sarana transportasi truk sampah. Volume timbulan sampah yang dihasilkan telah melebihi kapasitas alat angkut yang tersedia dan terbatasnya sarana tempat pembuangan sampah sementara (TPS) . Untuk itu perlu dilakukan suatu aktivitas guna penurunan jumlah sampah. Hal penting yang hasus disadari bahwa bumi dan pelestarian lingkungan harus selalu dijaga merupakan tanggung jawab kita senagai insan yang mendiami bumi. Perlu ada kesadaran setiap insan manusia untuk sadar dan peduli terhadap sampah yang mereka hasilkan . Penurunan jumlah sampah dapat dilakukan apabila sampah dapat di pilah sesuai dengan jenisnya yaitu dikelompokkan menjadi sampah organic dan anorganik dimana perlu diterapkan sistem 4 R yaitu mengurangi (re-duce) dengan cara mengurangi atau meminimalkan baraf yang digunakan, Memakai Kembali barang yang masih dapat digunakan (re-use) juga menghindari penggunaan barang sekali buang, melakukan daur ulang (re-cycle), dan melakukan penggantian kepada barang-barang yang hanya dapat di gunakan sekali pakai dna gunakan barang yang ramah lingkungan yang dapat di proses kembali. Dengan adanya sistem bank sampah yang dilaksanakan dapat memanfaatkan sampah menjadi berkah dan bermanfaat.
Strategi Pengendalian Antrean Tidak Teratur dalam Sistem Layanan Kantin Kampus Tarigan, Amenda Septiala; Putera, Hilmana Radhia; Elanda, Redian Wahyu; Zulaihah, Lilik
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i6.12472

Abstract

Campus canteens are essential facilities supporting academic activities. However, during peak hours, issues such as disorganized queues and delayed order deliveries frequently occur. These conditions lead to a decrease in customer satisfaction and service efficiency. This community service activity aims to develop a queue management strategy to improve service quality in campus canteens. The methods used include direct observation, socialization, and training for canteen staff, as well as the implementation of a simple order identification system. The socialization of the “numbered tags” queue system to the vendors has been carried out as part of the efforts to enhance service efficiency and organization. Preliminary evaluations indicate that this system has the potential to reduce customer waiting times and improve service efficiency. The finding suggests that a simple technology approach based on a numbered system can be an effective solution for addressing disorganized queues and improving the quality of canteen services in the future. This finding provides a foundation for canteen managers in other educational institutions to implement similar systems.