Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Dekonstruksi Lakon Arjuna Wiwaha Dalam Pengajaran Semiotika Teater Bagi Pengembangan Kemampuan Berakting Mahasiswa Pramulia, Pana; Budiyono, Sunu Catur; Prawoto, Eko Cahyo; Al Firdaus, Moh. Mujib
Ed-Humanistics : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 10 No 1 (2025): Ed-Humanistics
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/ed-humanistics.v10i1.8984

Abstract

This research aims to develop students' critical thinking, creativity, and acting skills through the application of semiotics and deconstruction theory in teaching theatre based on the play Arjuna Wiwaha. With a descriptive qualitative approach and a Project-Based Learning model using peer tutor techniques, students are invited to understand semiotic elements such as signs, symbols, and hidden meanings, and apply deconstruction theory to dismantle traditional assumptions in the story. The results showed that the students were able to identify themes, characters, and symbols, and integrate this understanding into the art of acting through dialogue, gesture, intonation, staging, and costume. The resulting theatre performances not only highlighted deep emotional conflicts and authentic characters, but also conveyed cultural values, philosophy of life, and moral dilemmas relevant to contemporary issues. The study concludes that this approach is effective in improving the quality of student acting while enriching theatre learning as a medium for cultural reflection and character building.
Struktur Naratif dalam Pertunjukan Wayang Kulit Lakon Tirta Perwitasari Perspektif Maranda Rohman, Nabilur; Prawoto, Eko Cahyo
Jurnal Korpus Vol 9 No 1 (2025): April 2025
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v9i1.41011

Abstract

Wayang kulit, as a part of the oral tradition, presents dimensions of spirituality and cultural aesthetics through storytelling, dialogue, and traditional musical accompaniment. The Tirta Perwitasari play tells the story of Bratasena, whom Durna orders to search for Tirta Perwitasari, or the sacred water symbolizing life. During his quest, Bratasena encounters Dewaruci, who symbolizes his true self according to Javanese philosophical exploration. This study employs a qualitative approach with a descriptive method, collecting data from a 7-hour, 27-minute, and 45-second performance video uploaded on the KUNTADI Channel on YouTube. This study aims to describe the narrative structure of Maranda in the shadow puppet performance Tirta Perwitasari, performed by the puppeteer Ki Cahyo Kuntadi. The findings indicate that in the Tirta Perwitasari shadow puppet performance: (1) there is an interrelation of term elements within the play, consisting of 52 terms, categorized as a(3): b: c(4): d(4): e: f(3): g(5): h(2): i(1): j(1): k(4): l(6): m(4): n(1): o, and featuring 31 characters in the play; (2) there is an interrelation of functional elements in the performance, with 74 functions identified, consisting of (x36 + y32 + z6), where positive functions outweigh negative ones; and (3) the storytelling structure includes theme, characters, plot, and setting.
FUNGSI WAYANG KULIT LAKON TIRTA PERWITASARI OLEH DALANG KI CAHYO KUNTADI: PERSPEKTIF WILLIAM R. BASCOM Prameswari, Adinda Nirwasita; Prawoto, Eko Cahyo
Pena Literasi : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.8.1.16-29

Abstract

Wayang kulit merupakan salah satu bentuk seni tradisional yang memiliki nilai budaya tinggi. Lakon Tirta Perwitasari merupakan pertunjukan berisi pesan moral yang relevan dengan kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan fungsi pada pertunjukan wayang kulit lakon Tirta Perwitasari oleh dalang Ki Cahyo Kuntadi berdasarkan perspektif William R. Bascom. Pendekatan penelitian  yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa transkrip dan terjemahan video pertunjukan wayang kulit lakon Tirta Perwitasari. Sumber data penelitian ini adalah video pertunjukan wayang kulit lakon Tirta Perwitasari yang diunggah pada youtube dalam akun pribadi milik Ki Cahyo Kuntadi bernama KUNTADI Channel pada 13 Juli 2024, yang  telah ditonton kurang lebih sebanyak 75.633 kali dengan durasi 7 jam 27 menit 45 detik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak dan teknik catat. Teknik analisis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Keabsahan data dalam penelitian ini diperoleh melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lakon Tirta Perwitasari memiliki keempat fungsi tersebut. 1) sebagai hiburan, 2) sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga-lembaga kebudayaan, 3) sebagai alat pendidikan bagi anak-anak, dan 4) sebagai alat pemaksa dan pengawas agar norma-norma di dalam masyarakat dapat diterima dan diterapkan dengan baik.
STRUKTUR NARATIF PERTUNJUKAN WAYANG KULIT LAKON TIRTA PERWITASARI OLEH DALANG KI CAHYO KUNTADI: PERSPEKTIF C. LEVI STRAUSS Ramadhani, Novita Cessie; Prawoto, Eko Cahyo
Pena Literasi : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.8.1.56-70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan struktur naratif C. Levi Strauss pada pergelaran Wayang Kulit dalam lakon Tirta Perwitasari oleh dalang Ki Cahyo Kuntadi. Teori yang digunakan adalah teori struktur naratif C. Levi Strauss. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data yang digunakan adalah video pertunjukan Wayang Kulit lakon Tirta Perwitasari oleh Ki Cahyo Kuntadi yang diunggah akun youtube pribadi Ki Cahyo Kuntadi bernama KUNTADI Channel pada tanggal 13 Juli 2024 tersebut telah ditonton kurang lebih 71.023 kali dengan durasi 7 jam 27 menit 45 detik. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik simak dan metode catat. Dari hasil penelitian yang dilakukan ditemukan beberapa bentuk struktur naratif C. Levi Strauss yaitu mytheme, oposisi biner dan struktur mitos. Mytheme merupakan sebuah frasa, rangkaian kata, kalimat dan dialog yang menggambarkan hubungan-hubungan penting pada cerita Wayang Kulit lakon Tirta Perwitasari. Pada penelitian ini ditemukan bentuk dari mytheme sebanyak 45 data. Oposisi biner merupakan cara dasar manusia meorganisir pengalaman dan pengetahuan. Pada penelitian ini ditemukan bentuk dari oposisi biner yang berupa deskripsi mengenai suatu hal dan membandingkan watak tokoh kebaikan dan keburukan pada cerita Wayang Kulit lakon Tirta Perwitasari. Struktur mitos merupakan struktur yang diinterprestasikan pada elemen-elemen yang saling berhubungan untuk membentuk sebuah makna. Struktur mitos terbagi menjadi dua kategori yaitu menemukan konflik sosial dan menemukan nilai-nilai moral. Di dalam penelitian ini ditemukan ada 8 data konflik sosial dan ditemukan ada 5 data nilai-nilai moral pada cerita Wayang Kulit lakon Tirta Perwitasari. Kata kunci: Sastra Lisan; Wayang Kulit; Struktur Naratif
FUNGSI PERTUNJUKAN WAYANG KULIT LAKON TIRTA PERWITASARI: PERSPEKTIF ALAN DUNDES Fitriyah, Madah Chaulah; Prawoto, Eko Cahyo
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 6 Number 2 June 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v6i2.71421

Abstract

This study aims to analyze the functions of the Tirta Perwitasari wayang kulit performance by Ki Cahyo Kuntadi based on Alan Dundes’ theory. The research employs a qualitative descriptive method, using data sourced from a recorded performance uploaded on YouTube. The data, consisting of utterances, songs (tembang), and dialogues, were analyzed through transcription, translation, and functional classification. The analytical techniques include data identification, interpretation, and conclusion drawing. The results indicate that this performance serves five main functions: as an educational tool, a means of strengthening solidarity, a social control mechanism, a medium for criticism, and a source of entertainment and consolation. This study emphasizes that wayang kulit is not merely a form of entertainment but also plays a crucial role in conveying life values to society.
Pengembangan E-Modul Berbasis Android untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Indonesia pada Mahasiswa Poltekes Kemenkes dan Unipa Surabaya Indayani, Indayani; Ardhianti, Mimas; Prawoto, Eko Cahyo
BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2025): Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v10i2.3056

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan e-modul berbasis android untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia pada mahasiswa Poltekes Kemnkes dan Unipa Surabaya. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul bahasa Indonesia berbasis android, mendeskripsikan kelayakan e-modul, dan mendeskripsikan tingkat efektivitasnya. Rendahnya minat dan motivasi mahasiswa dalam pembelajaran mata kuliah bahasa Indonesia karena ketidakmenarikan mata kuliah Bahasa Indonesia dengan kebutuhan akademik mahasiswa. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian pengembangan research and development (R&D) model ADDIE terdapat lima tahapan dalam Model ADDIE antara lain, analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui angket; 1) angket validasi modul, 2) angket validasi ahli perancangan e-modul, 3) angket proto tipe e-modul, 4) angket dosen pengampu Mata Kuliah Bahasa Indonesia di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dan Poltekes Kemenkes Surabaya, dan 5) angket mahasiswa yang menempuh mata kuliah Bahasa Indonesia di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dan Poltekes Kemenkes Surabaya. Selanjutnya teknik penganalisisan data peneliti menggukan teknik analisis kuantitatif dengan mengacu pada pedoman penskoran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Arimbi dapat digunakan dengan baik dan dapat membantu siswa dalam belajar bahasa Indonesia sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Indonesia, terutama dalam materi kata dan pembentukan kata, kalimat yang efektif, dan paragraf.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING MATA KULIAH APRESIASI SASTRA (PROSA, PUISI, DRAMA) Prawoto, Eko Cahyo
Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 1 (2021): Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Pattimura (Indonesia Language and Literature Education Department, The Faculty of Teacher's Training and Educational Sciences, University of Pattimura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arbitrervol3no1hlm395-404

Abstract

Apresiasi Sastra (Prosa, Puisi, dan Drama) adalah matakuliah yang ditempuh oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia pada semester III. Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan secara daring memerlukan persiapan yang lebih dibandingkan dengan pembelajaran luring. Sebab dosen harus mennyusun semua materi, sumber belajar, dan media pembelajaran sebelum perkuliahan dilaksanakan, yang interaktif dan atraktif, untuk memudahkan mahasiswa dalam memahami materi pembelajaran. Oleh sebab itu, mengacu pada hal tersebut diperlukan penelitian yang mengkaji tentang efektifitas pembelajaran daring pada mata kuliah tersebut, untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pembelajaran yang dicapai. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Adapun subjek penelitian ini ialah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia yang berjumlah 83 orang. Berdasarkan pada penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa, pembelajaran daring yang dilakukan melalui LMS Virlenda dan penggunaan media pembelajaran berbasis digital dapat dikatakan efektif. Sebab, berdasarkan hasil penelitian sebanyak 90% (78 orang) mendapat nilai di atas KKM. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring pada Mata Kuliah Apresiasi Sastra (Prosa, Puisi, dan Drama).
FUNGSI KIDUNG JULA JULI LUDRUK JAWA TIMUR Prawoto, Eko Cahyo; Pramulia, Pana
Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2020): Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Pattimura (Indonesia Language and Literature Education Department, The Faculty of Teacher's Training and Educational Sciences, University of Pattimura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arbitrervol2no1hlm203-212

Abstract

Kidung Jula Juli merupakan sastra lisan yang sudah ada sejak dulu kala, dan diwariskan secara turun-temurun. Kidung Jula Juli lahir dan berkembang di Jawa Timur, kidung Jula Juli dalam wujudnya berbentuk pantun jenaka yang berisi, sindiran, kritikan, hingga nasihat, tentang kehidupan masyarakat,pendidikan, politik, dsb. Kidungan Jula Juli dalam fungsinya merupakan pranata sosial yang mengarahkan serta mengingatkan masyarakat untuk menyikapi permasalahan-permasalahan kehidupan dengan bijak, sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Oleh sebab itu, penelitian pada Kidung Jula Juli Jawa Timur dilakukan untuk mengetahui serta mendeskripsikan fungsi kidung tersebut sebagai sebuah sastra lisan. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini ialah enam video pertunjukan ludruk, dengan judul sebagai berikut, Soto Gagak, Kidung Lawakan, Kemanten Kisinan, Tumpeng Maut, Kejeglek Anak Dewe, Balai Kota. Semua data tersebut diperoleh dari youtube. Semua Kidung Jula Juli yang digunakan sebagai sumber data tersebut dibawakan oleh Cak Kartolo (CK). Sedangkan data dalam penelitian ini ialah tuturan yang dialihwanahakan dalam bentuk bait dan larik yang mengandung fungsi-fungsi tersebut di atas. Dalam memperoleh data, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui beberapa tahapan sebagaimana berikut. 1) mencari video pertunjukan ludruk/kidung jula-juli yang dibawakan oleh Kartolo di youtube, 2) mengunduh video pertunjukan ludruk yang sudah diidentifikasi sebelumnya, 3) menyimpan video pertunjukan ludruk tersebut dalam satu folder, 4) memberi identitas pada setiap video (contoh; Kidung 1, 2, dst.). Teknik analisis data dengan beberapa tahapan sebagai berikut; 1) transkripsi Kidung Jula Juli pada enam video tersebut, 2) pengodean pada setiap data yang sesuai dengan tujuan penelitian, untuk memudahkan penelitia dalam melakukan identitikasi, 3) klasifikasi data berdasarkan empat fungsi Kidung Jula Juli, 4) interpretasi data berdasarkan empat fungsi tersebut pada setiap bait Kidung Jula Juli, 5) yang terakhir ialah pengambilan kesimpulan yang berdasar pada keseluruhan analisis data. Hasil penelitian ini ialah sesuai dengan tujuan penelitian bahwa diperoleh: 1) Kidung Jula Juli merupakan hiburan dalam fragmen ludruk Jawa Timur, 2) sebagai pranata dalam kehidupan masyarakat, sebagai media pembelajaran bagi anak-anak, d) sebagai pengejawantahan norma-norma yang berlaku di masyarakat.
Pemanfaatan Canva sebagai Media Pembuatan Majalah Sekolah Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Rohmah, Nur; Prawoto, Eko Cahyo; Kurniawan, Andri
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i2.556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan Canva sebagai media pembuatan majalah sekolah mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data penelitian adalah majalah karya mahasiswa. Hasil penelitian ini adalah pemanfaatan Canva dalam pembuatan majalah sekolah dapat meningkatkan kualitas produk majalah baik segi tampilan maupun konten lebih variatif serta dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa. Pemanfaatan teknologi dapat menjadi alternatif pada mata kuliah pembinaan majalah sekolah karena dapat meningkatkan minat mahasiswa. Canva berperan sebagai pendukung dalam proses pembuatan majalah sekolah karena menyajikan template yang menarik, gambar, warna, dan huruf. Desain akhir yang dihasilkan menjadi lebih variatif dan memiliki karakter sesuai dengan yang diinginkan. Sehingga, hasil tersebut selain dapat dijadikan sebagai bahan  ajar juga merupakan salah satu cara untuk mencapai tujuan pembelajaran, yakni mahasiswa mampu membuat karya dan mampu beradaptasi dengan teknologi.
Implementasi Metode Sugestopedia dalam Pembelajaran Apresiasi Puisi pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Prawoto, Eko Cahyo; Pramulia, Pana; Rohmah, Nur; Indayani; Ardhianti, Mimas
Ed-Humanistics : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 9 No 2 (2024): Ed-Humanistics
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/ed-humanistics.v9i02.8250

Abstract

Literary appreciation learning is an effort to increase competence in the field of literature so that Indonesian Language Education Study Program students have complete provisions as prospective educators to be implemented in school. However, in the process there are learning problems that arise, including low motivation of students in getting to know literary works of poetry and lack of knowledge when students appreciate poetry. For this reason, further research is needed to overcome this problem by learning through the application of the suggestopedia method. The research method used is a qualitative descriptive method, with research subjects being students of the Indonesian Language Education Study Program. Data collection techniques were carried out using documentation techniques for analyzing poetry tasks, while data analysis techniques were carried out using quantitative descriptive techniques. Based on the research, it is known that the application of the suggestopedia method can increase students' competence in appreciating poetry. This can be proven by the average score obtained during the pre-test which the average is 2.5 (the scoring guideline 1-5), while the results during the post-test or after applying the suggestopedia method in student learning obtained an average score 4.