Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH PENGETAHUAN, ASUPAN MAKAN DAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STATUS GIZI KURANG PADA BADUTA USIA 6 – 24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MA’RANG Syamsu, Rezky Rahmadhani; Yusuf, Kurnia; MB, Andi Rahmaniar; St. Masithah, St. Masithah; Selvia, Selvia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37206

Abstract

Penyakit terkait gizi dimana terus jadi permasahan di Indonesia merupakan kekurangan gizi. Jika tidak diobati, kekurangan gizi pada anak dapat mengakibatkan hilangnya generasi karena dapat mempengaruhi kualitas SDM. Malnutrisi bisa membuat perkembangan serta pertumbuhan terhambat, serta peningkatan risiko penyakit serta kematian, utamanya anak di bawah 5 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, asupan makanan dan ASI Eksklusif dengan status gizi kurang pada baduta usia 6 – 24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ma’rang Kabupaten Pangkep. Jenis penelitian yang digunakan adalah Desain penelitian cross sectional study untuk mengetahui pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah accidental sampling dengan menggunakan Rumus Slovin sebanyak 34 responden. Hasil penelitian menujukkan bahwa pengetahuan gizi ibu dengan nilai P-Value 0,400 yang berarti bahwa tidak ada pengaruh antara pengetahuan gizi ibu. Selain itu terdapat pengaruh yang signifikan antara asupan makan dengan nilai P Value asupan energi (p-0.001), asupan protein (p-0.000), asupan lemak (P-0.003), dan asupan karbohidrat (P-0.000) terhadap status gizi baduta dari hasil penelitian menggunakan uji statistik Chi-square. Selanjutnya tidak ada pengaruh ASI Eksklusif terhadap status gizi kurang dikarenakan niai p-value sig(a)-0,161 lebih besar dari sig(a)- <0,05. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara pengetahuan gizi ibu dengan status gizi kurang baduta usia 6-24 bulan. Namun, asupan makan memiliki pengaruh signifikan terhadap status gizi, sementara ASI eksklusif tidak berpengaruh secara signifikan. Asupan makan dinilai sebagai variabel yang paling berpengaruh terhadap status gizi kurang pada baduta tersebut.
PENGARUH PEMBERIAN TELUR AYAM RAS REBUS TERHADAP BERAT BADAN PADA IBU HAMIL KURANG ENERGI KRONIS (KEK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BONTOA TAHUN 2021 Rini, Rini Wulandari; Nurcahyani, Icha Dian; Masithah, St.; Yusuf, Kurnia; Syafruddin, Syafruddin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37773

Abstract

Kurang energi kronis (KEK) merupakan salah satu masalah yang terjadi pada masa kehamilan dimana tidak seimbangnya antara asupan dengan kebutuhan gizi. Upaya untuk mengurangi angka kejadian kurang energi kronis (KEK) pada ibu hamil dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi protein salah satunya adalah telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pemberian telur ayam ras rebus terhadap berat badan ibu hamil kurangan energi kronis (KEK) di wilayah kerja Puskesmas Bontoa Kabupaten Maros Tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimental, menggunakan model rancangan pretest-posttest control group design. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil KEK di wilayah kerja puskesmas Bontoa tahun 2021. Total sampel adalah 40 orang. Berdasarkan hasil uji statistik independent sampel test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata peningkatan berat badan pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol yang artinya ada pengaruh pemberian  telur ayam ras rebus terhadap peningkatan berat badan pada ibu hamil kurang energi kronis (KEK). Berdasarkan hasil penelitan  ada pengaruh pemberian telur yam ras rebus terhadap berat badan pada ibu hamil kurang energi kronis (KEK)  di wilayah kerja Puskesmas Bontoa tahun 2021 dengan nila p value = 0.046. Terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata peningkatan berat badan pada kelompok eksperimen dengan nilai p value = 0.00 dan Terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata peningkatan berat badan pada kelompok kontrol dengan nilai p value = 0.00.
Hubungan Hubungan Kecukupan Energi Dengan Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa: Pola Makan dengan Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Yasin, Alif Muhammad; MB, Andi Rahmaniar; Nurintang, Sitti; Yusuf, Kurnia
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.327

Abstract

Kebugaran fisik merupakan indikator penting untuk menentukan kesehatan fisik dan kemampuan individu dalam melakukan aktivitas sehari-hari secara optimal. Pola makan seimbang dan asupan energi yang cukup berperan penting dalam menjaga kebugaran fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan tingkat kebugaran fisik siswa SMA Negeri 8 Mandai Maros. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang melibatkan 80 siswa yang dipilih melalui cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengingat diet 2×24 jam, kuesioner frekuensi makanan (FFQ), dan Multi-Stage Fitness Test (MFT) untuk mengukur tingkat kebugaran fisik. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi peringkat Spearman. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan energi dan kebugaran fisik (p=0,000; r=0,407), sedangkan frekuensi makan (p=0,845; r=0,022) dan variasi makanan (p=0,863; r=0,020) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Kesimpulan: Tingkat kecukupan energi berhubungan secara signifikan dengan kebugaran fisik siswa, sedangkan frekuensi makan dan variasi makanan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Intervensi gizi berbasis sekolah harus fokus pada peningkatan asupan energi yang seimbang dan memberikan pendidikan gizi bagi remaja.