Claim Missing Document
Check
Articles

Hak Waris Anak Kandung Pada Sistem Pembagian Pewarisan Dalam Perkawinan Pada Gelahang Dalam Perspektif Hukum Adat di Bali (Studi Kasus di Desa Sibanggede, Kec. Abiansemal, Kab. Badung) Utami, Ni Putu Marsya; Dewi, Anak Agung Sagung Laksmi; Ujianti, Ni Made Puspasutari
Jurnal Analogi Hukum 368-374
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jah.7.3.2025.368-374

Abstract

Pernikahan Gelahang merupakan salah satu bentuk pernikahan alternatif di Bali yang memungkinkan setiap calon suami istri menjaga kesucian dalam keluarganya. Agar proses pewarisan dapat berlangsung dalam perkawinan Gelahang, harus dipenuhi tiga faktor, yaitu ahli waris, ahli waris, dan ahli waris. Adapun permasalahan dalam penelitian ini (1) Faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya perkawinan Gelahang ditinjau dari hukum adat Bali di Desa Sibanggede Kec. Abiansemal, Kab. Badung? dan (2) Bagaimana kendala pembagian hak waris dalam perkawinan di Gelahang dilihat dari sudut hukum adat Bali di desa Sibanggede Kec. Abiansemal, Kab. Badung? Metode penelitian yang digunakan adalah metode hukum empiris. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa faktor penyebab terjadinya perkawinan di Gelahang meliputi faktor internal dan faktor eksternal. Ada dua kendala dalam pembagian warisan dalam perkawinan Gelahang. Dalam wawancara yang penulis lakukan dengan salah satu narasumber, terdapat tanggung jawab ganda dan pembagian harta warisan orang tua tidak adil dan tidak adil. Oleh karena itu, pasangan yang ingin menikah di Gelahang mengetahui akibat menikah dan faktor-faktor yang membuat pasangan menikah di Gelahang.
Peningkatan Kompetensi Pramuwisata Untuk Menunjang Keberlanjutan Pariwisata Lokal Berbasis Budaya di Desa Tenganan Dauh Tukad, Karangasem Widyantara, I Made Minggu; Budiartha, I Nyoman Putu; Dewi, Anak Agung Sagung Laksmi; Ujianti, Ni Made Puspasutari
Postgraduated Community Service Journal 88-90
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pcsj.6.2.2025.88-90

Abstract

Tourism in Tenganan Dauh Tukad Village, Karangasem Regency, as an ancient village characterized by the Bali Aga tradition, possesses unique cultural and traditional potentials that attract both domestic and international tourists. The local Tourist Guide Group plays a crucial role as a communication bridge and provider of in-depth cultural experiences for visitors. However, most tour guides still face several limitations, including limited foreign language proficiency (English and Mandarin), minimal training in cultural interpretation, and the absence of Standard Operating Procedures (SOPs) based on the village’s awig-awig (customary regulations). This Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat [PKM]) aimed to enhance the professionalism and competence of Tourist Guide Group members through socialization and basic training activities. The methods employed included assistance in drafting SOPs, facilitating socialization sessions conducted by the local Tourism Office, and implementing basic training programs. The solutions offered to address the partners’ challenges comprised improving human resource competencies, strengthening institutional capacity, standardizing services (including SOP development), and utilizing digital technology. The outputs of this program included the development of the Tenganan Dauh Tukad Tourist Guide SOP in the form of a pocketbook, publication of an accredited community service journal article, and dissemination through mass media. Improved professionalism is expected to result in more professional and educational services, increased income for tour guides, and strengthened cultural preservation and sustainability of tourism in the traditional village.
Perlindungan Hukum Pemilik Karya Cipta Sinematografi Asing terhadap Pembajakan melalui Aplikasi Loklok Chintiary, Ni Kadek Maybelle Eka; Ujianti, Ni Made Puspasutari; Wijaya, I Ketut Kasta Arya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6882

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong transformasi distribusi karya sinematografi ke ranah digital, yang memungkinkan akses lebih luas dan cepat bagi masyarakat global. Platform digital dan layanan streaming resmi memberikan kemudahan distribusi lintas negara, namun di sisi lain juga memicu meningkatnya praktik pembajakan melalui platform ilegal seperti aplikasi Loklok. Fenomena ini menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi pencipta dan pemegang hak cipta, khususnya pemilik karya sinematografi asing yang hak ekonominya dieksploitasi tanpa izin. Kerugian tersebut tidak hanya berdampak pada aspek finansial, tetapi juga melemahkan iklim industri kreatif dan perlindungan kekayaan intelektual secara umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap karya sinematografi asing berdasarkan hukum positif Indonesia dan konvensi internasional, serta mengkaji efektivitas upaya perlindungan hukum terhadap praktik pembajakan melalui aplikasi Loklok. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia telah memiliki kerangka regulasi komprehensif melalui Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta yang menjamin hak moral dan hak ekonomi, termasuk bagi karya asing berdasarkan prinsip national treatment. Perlindungan ini diperkuat oleh berbagai konvensi internasional. Namun, tantangan penegakan hukum tetap muncul akibat karakter lintas yurisdiksi, anonimitas pelaku, dan pesatnya perkembangan teknologi digital.
Perlindungan Hukum Terhadap Anak Korban Eksploitasi Ekonomi Maharani, Ni Putu Desya; Ujianti, Ni Made Puspasutari; Budiartha, I Nyoman Putu
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7118

Abstract

Anak sebagai korban eksploitasi ekonomi oleh orang tuanya merupakan fenomena sosial yang masih marak terjadi di Indonesia, seperti praktik menyuruh anak mengemis, mengamen, atau bekerja di ruang publik demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Kondisi ini bertentangan dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak serta jaminan hak konstitusional anak untuk tumbuh, berkembang, memperoleh pendidikan, dan terbebas dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan normatif mengenai anak sebagai korban eksploitasi ekonomi oleh orang tua serta mengkaji bentuk perlindungan hukum yang diberikan oleh negara. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan normatif terkait perlindungan anak korban eksploitasi ekonomi diatur dalam Pasal 58 ayat (1) dan Pasal 64 UU 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia, serta dipertegas dalam Pasal 425 dan Pasal 455 UU 1/2023 tentang KUHP. Selain itu, perlindungan hukum diberikan melalui upaya preventif dan represif. Upaya preventif dilakukan melalui sosialisasi, pemantauan, pelaporan, pengaturan ketenagakerjaan, serta penegasan kewajiban orang tua dalam pemenuhan hak anak. Sementara itu, upaya represif dilakukan melalui penjatuhan sanksi pidana berupa pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp200.000.000,00 guna memberikan efek jera dan menjamin kepastian hukum bagi korban.
Co-Authors Anak Agung Sagung Laksmi Dewi Arini, Desak Gde Dwi Budiyana, Putu Eka Cahyani, Dwi Anggi Chintiary, Ni Kadek Maybelle Eka Darmestha, I Made Dwi Dewi, Ayu Prasetya Dewi, I Gusti Agung Dhian Maharani Swari Dewi, Ida Ayu Cintiya Kencana DEWI, Ni Luh Putu Yuni Sartika Dewi, Ni Made Tessa Aprillia Febiyanti, Gusti Ayu Mirah Aena Fitri, Ni Luh Ganandhika, Anak Agung Bagus Ryan Gunawan, I Kadek Faiza Putra I Ketut Sukadana I MADE MINGGU WIDYANTARA, I MADE MINGGU I Nyoman Putu Budiartha Indrawan, Ida Ayu Kartika Kusnadi, Ricky Kusuma, Ida Bagus Wahyu Wira Lestari, Kadek Cinthya Dwi Lestari, Ni Ketut Maya Ari Luh Made Mahendrawati Maharani, Ni Putu Desya Maharani, Ni Putu Laksmi Krisnina Mahendrawati, Ni Luh Maulana, Rahul Mella Ismelina Farma Rahayu Nawangsari, Ni Made Isadhanti Novilina, Dewa Ayu Dita Prasetia, I Gusti Ngurah Yudha Prawira, I Made Oka Pradnya Prihandani, Ni Ketut Diah Putra, I Gusti Agung Tria Masdiana Putra, I Kadek Agus Arnawa Pariwesa Putra, I Wayan Agus Grahadi Putra, I Wayan Yudi Antara Putri, Anak Agung Ayu Desy Nadhira Putri, Ni Made Dwi Gayatri Putri, Putu Angelita Putu Budiartha, I Nyoman Rohi, Glenn Merciano Eben Sandra, Ayu Metta Sari, Kadek Nadya Pramita Sari, Ni Wayan Dian Anggita Saripan, Hartini Sastri, Ida I Dewa Ayu Manik Sena, Putu Gede Prema Sudibya, Diah Gayatri Sugiartha, I Nyoman Gede Sumartika, I Wayan Trisna, I Wayan Pande Eka Utami, Ni Putu Marsya Wibisana, Anak Agung Ngurah Adhi Widiati, Ida Ayu Putu Wiguna, Kadek Hendra Yasa, I Putu Agus Tirta Yoga, I Gusti Agung Prama