Claim Missing Document
Check
Articles

Pkm Pada Koperasi Simpan Pinjam Mas Sedana Merta Sempidi, Kelurahan Sempidi Mahendrawati, Ni Luh Made; Budiartha, I Nyoman Putu; Antara, I Wayan Wesna; Mandasari, IA Cynthia Saisaria
International Journal of Community Service Learning Vol 4, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.763 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v4i4.29764

Abstract

Koperasi ini timbul dari adanya keinginan untuk mengembangkan dan membantu perekonomian para anggota bahkan masyarakat di Kabupaten Badung. Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan koperasi dan UMKM di Bali di masa pandemic covid-19 secara baik dan benar agar kedepannya dapat memenuhi pasar baik dalam negeri maupun luar negeri. Mengupayakan agar koperasi di Bali terus tumbuh sehingga dapat memberi kesejahteraan dan kebermanfaatan bagi anggotanya.   Lokasi Pengabdian adalah Koperasi Simpan Pinjam Mas Sedana Merta  Sempidi   Kelurahan Sempidi   Kecamatan  Mengwi Kabupaten Badung. isu permasalahan yang ada di koperasi tersebut  yaitu: (1) administrasi manajemen koperasi yang masih belum baik ;(2)  permasalahan kredit macet yang disebabkan adanya kondisi covid – 19 ,dan  (3) masih lemahnya perjanjian simpan pinjam serta keinginan dari pihak anggota untuk melaksanakan hak dan kewajibannya. Dari data yang diperoleh maka diperlukan suatu penataan yang baik bagi Koperasi Mas Sedana Merta Sempidi melalui pendekatan pembinaan , pendampingan, dan penyuluhan ,dengan hasil akhir berupa sistem manajemen administrasi berbasis TI dari KSP yang baru, serta adanya model perjanjian simpan pinjam dan pola penyelesaian masalah kredit  yang lebih tepat agar tidak ada lagi permasalahan kredit bermasalah.
Pkm Pada Koperasi Simpan Pinjam Mas Sedana Merta Sempidi, Kelurahan Sempidi Mahendrawati, Ni Luh Made; Budiartha, I Nyoman Putu; Antara, I Wayan Wesna; Mandasari, IA Cynthia Saisaria
International Journal of Community Service Learning Vol. 4 No. 4 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.763 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v4i4.29764

Abstract

Koperasi ini timbul dari adanya keinginan untuk mengembangkan dan membantu perekonomian para anggota bahkan masyarakat di Kabupaten Badung. Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan koperasi dan UMKM di Bali di masa pandemic covid-19 secara baik dan benar agar kedepannya dapat memenuhi pasar baik dalam negeri maupun luar negeri. Mengupayakan agar koperasi di Bali terus tumbuh sehingga dapat memberi kesejahteraan dan kebermanfaatan bagi anggotanya.   Lokasi Pengabdian adalah Koperasi Simpan Pinjam Mas Sedana Merta  Sempidi   Kelurahan Sempidi   Kecamatan  Mengwi Kabupaten Badung. isu permasalahan yang ada di koperasi tersebut  yaitu: (1) administrasi manajemen koperasi yang masih belum baik ;(2)  permasalahan kredit macet yang disebabkan adanya kondisi covid – 19 ,dan  (3) masih lemahnya perjanjian simpan pinjam serta keinginan dari pihak anggota untuk melaksanakan hak dan kewajibannya. Dari data yang diperoleh maka diperlukan suatu penataan yang baik bagi Koperasi Mas Sedana Merta Sempidi melalui pendekatan pembinaan , pendampingan, dan penyuluhan ,dengan hasil akhir berupa sistem manajemen administrasi berbasis TI dari KSP yang baru, serta adanya model perjanjian simpan pinjam dan pola penyelesaian masalah kredit  yang lebih tepat agar tidak ada lagi permasalahan kredit bermasalah.
Settings for Copies of Deeds Issued by Notaries in Agreements Between Indonesian Citizens and Foreign Citizens ANJANI, Mey; BUDIARTHA, I Nyoman Putu; RENAYA, Nengah
Journal of Political And Legal Sovereignty Vol. 2 No. 3 (2024): Journal of Political And Legal Sovereignty (July – September)
Publisher : Indonesia Strategic Sustainability

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38142/jpls.v2i3.244

Abstract

Purpose:Analyze the arrangements for copies of deeds issued by notaries in agreements between Indonesian citizens and foreign citizens, the validity of the copy of the deed and the legal consequences of copies of the deed in Indonesian and foreign languages which do not comply with the minutes of the deed.Methodology:The type of research used in this study is a type of normative legal research oriented to the absence of norms, conflicting norms and vagueness of norms. When associated with this study, this Normative research method leads to the vagueness of norms that regulate copies of deeds issued in Indonesian and foreign languages.Findings:Notaries are required to prepare minutes of the deed as a protocol and provide a copy of the deed to interested parties. In an Indonesian-foreigner agreement, a notary must ensure the legality of the copy in accordance with the law so that it still has evidentiary force. Minutes of the deed can be void by law (Nietig van Rechtswege) if they do not meet the formal requirements as an authentic deed or can be canceled (Vernietigbaar) if they do not meet the material requirements.Implication:Provide readers with an understanding of the regulation of copies of deeds issued by notaries in agreements between Indonesian citizens and foreign citizens and legal developments, especially for notaries, regarding the validity of copies of deeds and the legal consequences of copies of deeds in Indonesian and foreign languages that do not comply with the minutes of the deed.
Legal Protection against Bouwheer in a Contract for the Outsourcing of Work with a Bank Guarantee Permatasari, Made Intan; Budiartha, I Nyoman Putu; Jaya Utama, I Wayan Kartika
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 5 No. 4 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v5i4.1693

Abstract

Bank guarantee is a guarantee in a work outsourcing agreement that protects the bouwheer from the contractor's default. However, in practice, the disbursement of bank guarantees often faces obstacles, especially when the contractor goes bankrupt. Banks often refuse disbursements for administrative reasons that do not have a clear legal basis, thus creating legal uncertainty for bouwheer. This research uses normative legal methods with legislative, conceptual and case approaches. This approach is used because there are vague norms in the arrangement of bank guarantees, especially regarding legal protection for bouwheer. Although there are regulations on bank guarantees, the existing rules focus more on the responsibility of banks without explicitly regulating bouwheer's rights in the disbursement of collateral. The results of the study show that legal protection for bouwheer is divided into preventive and repressive protection. Preventive protection includes strict contractual clauses, the selection of credible banks, and supervision of the execution of guarantees. Repressive protection is carried out through non-litigation and litigation channels in the event of disbursement denial without a valid reason. Decision No. 159/Pdt.G/2023/PN Ptk emphasizes that banks are still obliged to disburse guarantees even if the contractor is bankrupt, and rejection without legal basis can be categorized as default by banks.
LEGAL REFORM ON THE CONCEPT OF RESTORATIVE JUSTICE IN THE CRIMINAL JUSTICE SYSTEM Adhi Wibisana, Anak Agung Ngurah; Wisnumurti, Anak Agung Gede Oka; Budiartha, I Nyoman Putu; Dewi, Anak Agung Sagung Laksmi
Jurnal Pembaharuan Hukum Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Pembaharuan Hukum
Publisher : UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26532/jph.v11i2.32082

Abstract

Restorative justice is an alternative to solving criminal cases, which in the resolution mechanism involves the perpetrator, victim, perpetrator’s family, victim’s family, community leaders, or stakeholders to jointly find a fair solution and emphasize returning to the situation as before. The implementation of the concept of restorative justice is needed in an effort to reform the law of the criminal justice system. This study aims to understand, explain, analyze, and make a comparison with the implementation of the concept of restorative justice as an effort to reform criminal law. The method used in this study is normative legal research. There are efforts to reform the law or legal findings in a criminal justice system regarding the resolution of criminal cases. The concept of restorative justice can be adopted and simultaneously applied. In addition to minimizing the accumulation of case files, restorative justice prioritizes the rights of perpetrators and victims and the restoration of the situation.
Legal Implications of the Implementation of the Financial Services Authority Licensing Requirement for Foreign Venture Capital Companies under the P2SK Law I Made Maswinartha; I Nyoman Putu Budiartha; Ni Komang Arini Styawati
International Journal of Sociology and Law Vol. 3 No. 1 (2026): February: International Journal of Sociology and Law
Publisher : Asosiasi Penelitian dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijsl.v3i1.871

Abstract

The growth of the digital economy in Indonesia has positioned Foreign Venture Capital Companies (FVCCs) as a fundamental pillar within the startup financing ecosystem. However, the legal landscape has undergone a significant transformation with the enactment of Law Number 4 of 2023 on the Development and Strengthening of the Financial Sector (P2SK Law). This regulation mandates that all financial services business actors, including foreign entities, obtain business licenses from the Financial Services Authority (Otoritas Jasa Keuangan/OJK). This study aims to analyze the legal implications of this licensing requirement on business certainty for foreign investors and to examine the normative inconsistencies between the Investment Law and the P2SK Law. This research employs a normative juridical method with a statutory approach and a conceptual approach. The findings reveal the existence of normative ambiguity (vagueness of norms) concerning the operational status of FVCCs utilizing offshore structures during the regulatory transition period, which is set to expire in January 2026. Such legal uncertainty has the potential to hinder the inflow of Foreign Direct Investment (FDI) if not promptly addressed through adaptive implementing regulations, such as the optimization of regulations governing Foreign Representative Offices. On the other hand, the licensing obligation enhances legal certainty by providing preventive legal protection for Business Partner Companies through contract standardization and integrated supervision. In conclusion, this study recommends cross-sectoral regulatory harmonization and the issuance of clear technical guidelines to ensure a balanced approach between prudential supervision and investment facilitation.
Akibat Hukum terhadap Kekuatan Eksekutorial Sertifikat Hak Tanggungan dalam Hal Objek Jaminan Musnah karena Bencana Alam Prastika, Kadek Septian Dharmawan; Budiartha, I Nyoman Putu; Styawati, Ni Komang Arini
As-Syar i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga  Vol. 8 No. 1 (2026): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by legal issues arising from the destruction of collateral objects under land mortgage rights, due to natural disasters, which renders the executorial power of the mortgage certificate unenforceable and creates legal uncertainty for creditors. The research problems include identifying the forms of legal protection available to creditors and determining the legal consequences for the executorial power of the mortgage certificate when the collateral object is lost. The objective of this research is to analyze both preventive and repressive legal protections for creditors and to explain the shift in the creditor’s position from a separatist creditor to a concurrent creditor pursuant to Article 1131 of the Civil Code. The research provides theoretical benefits by enriching the study of security law and practical benefits by offering guidance for banking institutions, notaries, and policymakers. The method employed is normative legal research using statutory, conceptual, and case approaches, with qualitative analysis of legal materials. The findings indicate that the destruction of the collateral object eliminates the creditor’s ability to execute the collateral through parate execution however, it does not extinguish the creditor’s claim against the debtor, which may still be pursued through general guarantees and alternative protection mechanisms such as insurance claims or substitute collateral. The conclusion of this research emphasizes the need for specific regulation regarding the risks associated with the destruction of collateral objects. The recommendations include mandating insurance coverage, improving relevant regulations, and enhancing risk-mitigation efforts by creditors.
Tanggung Jawab Notaris terhadap Kerugian Klien atas Perbuatan Melawan Hukum yang Dilakukan Karyawan Notaris Swadesi, Made Isma Amanda; Budiartha, I Nyoman Putu; Renaya, Nengah
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i4.7679

Abstract

Notaris dalam menjalankan tugas jabatannya tidak terlepas dari bantuan karyawan dalam kegiatan administratif dan teknis. Namun, keterlibatan karyawan tersebut berpotensi menimbulkan perbuatan melawan hukum yang dapat merugikan klien dan berdampak pada tanggung jawab notaris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh karyawan notaris yang mempengaruhi keautentikan akta serta mengkaji tanggung jawab notaris atas kerugian klien yang timbul akibat perbuatan tersebut. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan. Simpulan dari rumusan masalah adalah Pertanggungjawaban notaris terhadap perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh karyawan notaris dapat ditinjau dari aspek perdata, pidana, serta administratif dan kode etik. Dalam aspek perdata, notaris dapat dimintai pertanggungjawaban berdasarkan Pasal 1365 dan Pasal 1367 KUHPerdata Dalam aspek pidana, tanggung jawab notaris dapat timbul apabila terbukti mengetahui, turut serta, atau lalai sehingga memungkinkan terjadinya perbuatan melawan hukum tersebut. Selain itu, notaris juga dapat dikenai sanksi administratif dan etik apabila terbukti tidak menjalankan kewajiban pengawasan secara profesional terhadap karyawan yang bekerja di bawah tanggung jawabnya.
Perlindungan Hukum Terhadap Anak Korban Eksploitasi Ekonomi Maharani, Ni Putu Desya; Ujianti, Ni Made Puspasutari; Budiartha, I Nyoman Putu
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7118

Abstract

Anak sebagai korban eksploitasi ekonomi oleh orang tuanya merupakan fenomena sosial yang masih marak terjadi di Indonesia, seperti praktik menyuruh anak mengemis, mengamen, atau bekerja di ruang publik demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Kondisi ini bertentangan dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak serta jaminan hak konstitusional anak untuk tumbuh, berkembang, memperoleh pendidikan, dan terbebas dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan normatif mengenai anak sebagai korban eksploitasi ekonomi oleh orang tua serta mengkaji bentuk perlindungan hukum yang diberikan oleh negara. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan normatif terkait perlindungan anak korban eksploitasi ekonomi diatur dalam Pasal 58 ayat (1) dan Pasal 64 UU 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia, serta dipertegas dalam Pasal 425 dan Pasal 455 UU 1/2023 tentang KUHP. Selain itu, perlindungan hukum diberikan melalui upaya preventif dan represif. Upaya preventif dilakukan melalui sosialisasi, pemantauan, pelaporan, pengaturan ketenagakerjaan, serta penegasan kewajiban orang tua dalam pemenuhan hak anak. Sementara itu, upaya represif dilakukan melalui penjatuhan sanksi pidana berupa pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp200.000.000,00 guna memberikan efek jera dan menjamin kepastian hukum bagi korban.
Analisis Hukum Terkait Pembatasan dan Penggunaan Fitur Sticker pada Digital Chatting sebagai Bentuk Komunikasi Visual Wikrama, A.A. Gede Agung Andika; Mahaputra, I.B. Gd. Agustya; Budiartha, I Nyoman Putu
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7481

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi digital telah melahirkan berbagai bentuk ekspresi baru dalam interaksi daring, salah satunya melalui penggunaan fitur Sticker pada aplikasi digital chatting. Sticker sebagai bentuk komunikasi visual sering digunakan untuk menyampaikan emosi, sindiran, maupun pesan tertentu secara simbolik. Namun penggunaan Sticker juga berpotensi menimbulkan persoalan hukum apabila mengandung unsur penghinaan, ujaran kebencian, maupun pelanggaran terhadap hak privasi seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum mengenai pembatasan penggunaan fitur Sticker dalam komunikasi digital serta akibat hukum dan tanggung jawab pelaku yang melakukan penyalahgunaan Sticker sebagai bentuk komunikasi visual. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Penelitian memanfaatkan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Pengumpulan data melalui teknik pencatatan dalam bentuk dokumentasi. Penulis melaksanakan studi kepustakaan dalam mengkaji informasi dan penjelasan berdasarkan peraturan perundang-undangan hingga referensi selaras.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Sticker digital dapat dikategorikan sebagai bagian dari informasi elektronik sehingga tunduk pada ketentuan hukum yang mengatur komunikasi digital, khususnya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Penyebaran Sticker yang mengandung unsur penghinaan, ujaran kebencian, atau penggunaan data pribadi tanpa persetujuan dapat menimbulkan konsekuensi hukum bagi pelakunya. Oleh karena itu, penggunaan Sticker dalam komunikasi digital harus tetap memperhatikan batasan hukum dan etika komunikasi agar tidak merugikan pihak lain.
Co-Authors A.A. Ngurah Bagus Bayu Prasetia A.A. Sagung Laksmi Dewi A.A. Sagung Laksmi Dewi Adhi Wibisana, Anak Agung Ngurah Adinikum Keba Tunggu Agung Istri Altia Dwi Widaswari Agus Antara Putra Anak Agung Ayu Rai Agung Rene Dhariswari Anak Agung Bagus Yoga Pramana Anak Agung Dita Intan Pertiwi Anak Agung Gede Meditriana Putra Anak Agung Made Ayu Rai Lidya Astari ANJANI, Mey Antara, I Wayan Wesna Arini, Desak Gde Dwi Bayu Kusuma Permana Putra Cecillia Ayu Triwulandari Suhartono Darma Budi Setiawan Denisya, Ni Putu Desak Gde Dwi Arini Desak Gede Dwi Arini Desi Purnani Dewi, A.A Sagung Laksmi Dewi, A.A. Sagung Laksmi Diah Gayatri Sudibya Djelantik, IGN. Supartha Dynna Madina Karuniawan Efraim Mbomba Reda Fatikhah Kismilarsih Gede Agung Wirawan Nusantara Gede Mahesa Priyambada Kusuma Gede Oscar Geovani Hartini Sarifan Hartini Saripan I Dewa Putu Andre Wiratama I Gede Agus Putrayasa I Gede Nyoman Aditya Riana Triputra I Gede Wardana Oka Sastra Wiguna I Gusti Agung Ayu Gita Pritayanti Dinar I Gusti Bagus Suryawan I Gusti Made Ngurah Bagus Andre Wedananta I Gusti Ngurah Agung Krisna Dwipayana Pradnyan I Gusti Ngurah Muliarta I Kadek Adi Payana I Ketut Sukadana I Made Aditya Mantara Putra I Made Dwiki Yolanda I Made Maswinartha I Made Minggu Widyantara I Made Minggu Widyantara I Made Panji Ambara Putra I Made Rimawan I Made Sandi Cahyadi I Nyoman Alit Puspadma I Nyoman Bangkit Sugiarta I Nyoman Gede Sugiartha I Nyoman Gede Sugiartha I Nyoman Gede Sugiartha I Nyoman Srimurti I Nyoman Subamia I Putu Aldi Wiryatama I Putu Dicky Suryantha I Putu Gede Seputra I Putu Haris Parwita I Wayan Gde Wiryawan I Wayan Gede Purnayasa Wijaya I Wayan Gede Swecana I Wayan Kartika Jaya Utama I Wayan Suka Wirawan I Wayan Wesna Astara Ida Ayu Chandra Cintiadewi IGN. Supartha Djelantik Indah Permatasari Johannes Ibrahim Kosasih Kadek Apriliani Karma, Ni Made Sukaryati Kaze, Kadek Bramanta Rudi Luh Made Mahendrawati Luh Putu Sudini Made Danang Mahendra Gama Made Dharma Laksana Swastika Made Gama Sasmitha Made Setiasa Mahaputra, I.B. Gd. Agustya Maharani, Ni Putu Desya Mandasari, IA Cynthia Saisaria Nengah Renaya Ni Gusti Ketut Sri Astiti Ni Kadek Mirayati Ni Kadek Sofia Arianti Ni Komang Arini Styawati Ni Komang Wulan Prayatni Kana Ni Luh Kadek Dwi Fenny Febriyanti Ni Luh Made Mahendrawati Ni Luh Putu Ayu Cahyani Ni Luh Supadmi Ni Made Puspa Sutari Ujianti Ni Made Puspasutari Ujianti Ni Made Puspautari Ujianti Ni Made Sinthya Kusuma Arisanthi Ni Made Sintia Tarisa Ni Made Spasutari Ujianti Ni Made Sukariyati Karma Ni Made Yuli Ratna Dewi Ni Made Yunika Andrini Ni Nyoman Alit Meilinda Suasthi Ni Putu Dea Oktaviani Dewi Pande Gede Gita Putra Nugraha Pande Gede Mantra Artha Wicaksana Permatasari, Made Intan Philipus Dian Anjaraka Prastika, Kadek Septian Dharmawan Putu Ayu Candradiva Saraswati Putu Ayu Sriasih Wesna Putu Bagus Gandiwa Dhanandjaya Putu Berliana Prema Swari Putu Chandra Arta Dharma Putu Rahayu Purnamasari Putu Sintya Pratiwi Manikashanti Putu Suryani . R.A. Nanik Priatini Rafizah Abu Hassan Ratih Cahya Pramitasari Renaya, Nengah Ryan Soma Siti Aishah Siti Hafsyah Idris Styawati, Ni Komang Arini Sugiartha, I Nyoman Gede Swadesi, Made Isma Amanda Ujianti, Ni Made Puspasutari Ulil Azmi Zare Tanda Victoria Bellanique Solang Widiati, Ida Ayu Putu Wikrama, A.A. Gede Agung Andika Wisnumurti, Anak Agung Gede Oka