Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Eksplorasi Debat Bahasa Indonesia untuk Memperkuat Literasi Lisan di Sangatta Sinambela, Sesi Marselina; Musdolifah, Ari; Sari, Besse Intan Permata; Istianingrum, Rika; Retnowaty, Retnowaty; Prasetya, Kiftian Hady; Indriawati, Prita; Casmudi, Casmudi; Nuraini, Nuraini
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 3 (2025): MEI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v3i4.5510

Abstract

Literasi lisan merupakan keterampilan fundamental yang mencakup kemampuan berbicara dan menyimak dalam konteks pembelajaran abad ke-21, namun siswa SMA sederajat di wilayah Sangatta masih menghadapi kendala dalam mengembangkan keterampilan berbicara, khususnya dalam hal kepercayaan diri dan kemampuan berpikir kritis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi lisan siswa melalui penyelenggaraan lomba debat bahasa Indonesia sebagai sarana penguatan keterampilan berbicara dan kemampuan berpikir kritis. PKM dilaksanakan dalam empat tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan penyusunan laporan dengan menggunakan sistem parlemen Asia dalam format eliminasi yang melibatkan 12 sekolah dari Kabupaten Kutai Timur dan Kota Bontang, dimana peserta dinilai berdasarkan tiga kriteria yaitu isi, penyampaian, dan strategi sesuai pedoman Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan berbicara peserta dalam tiga aspek penilaian debat, dimana peserta menunjukkan kemajuan dalam penguasaan materi argumentasi, teknik penyampaian yang meliputi kontrol sikap tubuh dan volume suara, serta strategi pengelolaan waktu debat, sementara kemampuan berpikir kritis peserta juga berkembang melalui proses penyusunan logika argumentasi dan analisis data konkret. Lomba debat bahasa Indonesia terbukti efektif sebagai sarana penguatan literasi lisan di era digital yang berhasil meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbicara di depan umum dan mengembangkan kemampuan argumentasi yang terstruktur, dengan rekomendasi untuk kegiatan serupa meliputi perpanjangan alokasi waktu, pelatihan pra-lomba yang intensif, dan integrasi teknologi digital.
Memaknai Nilai Kelokalan Masyarakat Paser dalam Tradisi Belian Puli Desa Tanjung Pinang Kalimantan Timur Istianingrum, Rika; Maulida, Nurliani; Nurlia, Nurlia; Wardaya, Nova Sri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.1224

Abstract

Masyarakat Paser Desa Tanjung Pinang Kalimantan Timur sarat dengan nilai kolakalan yang arif dan bijaksana dalam pandangan hidup mereka. Penelitian ini berawal dari fenomena unsur-unsur budaya lokal pada masyarakat Paser dalam tradisi Belian Puli, sebuah ritual pengobatan masyarakat Paser. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi dengan jenis penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah masyarakat Paser Desa Tanjung Pinang Kalimantan Timur yang sedang ikut melaksanakan acara adat ritual tradisi Belian Puli. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah memaknai nilai kearifan lokal masyarkat Paser dalam kehidupan sehari-hari yang tercermin dalam tradisi Belian Puli. Teknik pengumpulan data pada penlitian ini berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan teknik analisis data menggunakan teknik deskripstif dengan tahapan reduksi data, sajian data, verifikasi data. Adapun dalam penelitian ini, peneliti mengamati mengenai kearifan lokal dalam tradisi belian sebagai representasi masyarakat di Desa Tanjung Pinang. Nilai kearifan local yang tampak pada masyarakatar dalam acara ritual belian puli tersebuta adalah nilai kerukunan, nilai Syukur, nilai kesopansantunan, nilai disiplin, dan nilai gotong royong. Nilai kelokalan masyarakat Paser dalam tradisi ritual Belian Puli ini menjadi pandangan hidup mereka dan sebagai bentuk pelestarian sosial budaya masyarakat.
Degradasi Bahasa Dayak Kenyah Istianingrum, Rika
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 8 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v8i2.107

Abstract

Bahasa selalu berubah bersamaan dengan perkembangan manusia itu sendiri. Sebuah bahasa dapat mengalami perubahan dan pergeseran jumlah penutur dikarenakan adanya kontak dengan budaya dari luar. Hal ini sebagaimana yang terjadi pada bahasa Dayak Kenyah di masyarakat multikultural Kalimantan Timur. Bahasa Dayak adalah salah satu bahasa ibu yang terdapat di provinsi Kalimantan Timur. Dayak Kenyah adalah salah satu klan suku dayak yang paling tua berada di provinsi Kalimantan Timur. Jumlah penutur bahasa Dayak Kenyah sangat sedikit jumlahnya di Kalimantan Timur khususnya di kota-kota besar yang multikultural yaitu Kota Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, Sangata, dan Bontang. Bahasa Dayak Kenyah pada masa sekarang telah mengalami pergeseran bahasa. Bahasa dikatakan mengalami pergeseran ketika suatu masyarakat mulai meninggalkan bahasa daerahnya. Faktor penentu bahasa sangat mempengaruhi keberadaan suatu bahasa. Hal ini berpengaruh langsung terhadap gaya hidup masyarakat yang multikultural. Penelitian ini berjenis kualitatif dan menggunakan metode deskriptif, serta pendekatan sosiolinguistik dengan menerapkan langkah-langkah analisis data, yaitu pereduksian data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Melalui penelitian ini dapat diketahui sejauhmana masyarakat Dayak Kenyah dalam mempertahankan keberadaan bahasanya di masyarakat multikultural Kalimantan Timur. Penelitian ini diarahkan pada pengetahuan mengenai faktor terjadinya pergeseran bahasa Dayak Kenyah dan usaha yang dilakukan oleh masyarakat Dayak Kenyah dalam mempertahankan bahasanya di masyarakat multikultural Kalimantan Timur.
Pengenalan World Schools Style of Debating di Tingkat SMK Se-Kabupaten Kutai Timur dan Kota Bontang Retnowaty, Retnowaty; Indriawati, Prita; Yuniarti, Suci; Musdolifah, Ari; Casmudi, Casmudi; Istianingrum, Rika; Intan Permatasari, Besse
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v2i1.492

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh tim dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Balikpapan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan debat siswa SMK dengan memperkenalkan format World Schools Style of Debating (WSDC) di Kabupaten Kutai Timur dan Kota Bontang. Dalam kegiatan yang berlangsung pada 18-19 September 2024, para siswa mendapatkan pelatihan intensif mengenai struktur debat, teknik argumentasi, refutasi, dan keterampilan berbicara di depan umum dalam Bahasa Inggris. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa tidak hanya untuk kompetisi lokal, tetapi juga kompetisi debat tingkat internasional. Melalui workshop dan simulasi debat, siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kemampuan analitis, dan kepercayaan diri dalam berbahasa Inggris. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak positif dengan meningkatkan pemahaman siswa tentang format debat internasional. Meskipun pelatihan berlangsung dalam waktu singkat, program ini sukses memperkenalkan dan memperkuat keterampilan penting yang diperlukan untuk kompetisi debat dan komunikasi global. Keterbatasan durasi pelatihan dan variasi kemampuan Bahasa Inggris di antara siswa menjadi masukan untuk pengembangan program lebih lanjut, seperti memperpanjang waktu pelatihan atau menambah sesi pendampingan. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya berpikir kritis dan keterampilan komunikasi yang berkelanjutan di kalangan siswa SMK.
Sosialisasi Membangun Generasi yang Peduli Pajak sebagai Hak dan Kewajiban Warga Negara Usman, Elya Rozana; Istianingrum, Rika; Sheren, Jane Monica Devi Alifia; Pangestu, Ari Pujangga; Putri, Dian Amelia; Munawaroh, Mahmudatul; Asmaningsih, Afni; Novfiyanto, Hosea; Wardhani, Anisa Wisnu; Arbianto, Duwy Rahmat
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatkan kesadaran wajib pajak adalah salah satu hal yang penting dalam menjaga kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak. Dengan meningkatkan kesadaran wajib pajak, diharapkan dapat mengurangi jumlah tunggakan pajak yang ada di Indonesia. Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak, salah satunya dengan melakukan kampanye sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya membayar pajak. Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif bagi wajib pajak yang patuh dalam membayar pajak. Namun demikian, masih banyak tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan kesadaran wajib pajak, seperti minimnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya membayar pajak dan masih banyaknya praktik penghindaran pajak yang dilakukan oleh sebagian wajib pajak. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk membangun kesadaran wajib pajak yang lebih baik dan meningkatkan kepatuhan dalam membayar pajak.
Formula Teks Tradisi lisan Cacap-cacapan dalam Persepektif Agama Islam Juita, Hartati Ratna; Istianingrum, Rika
Aksara Vol 36, No 2 (2024): AKSARA, EDISI DESEMBER 2024
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v36i2.4246.215-224

Abstract

Masyarakat Melayu Sumatera Selatan memiliki tradisi lisan adat perkawinan cacap-cacapan. Studi ini melakukan penyelidikan di Lubuklinggau, sebuah kota di Sumatra Selatan yang mempertahankan budaya dan kebiasaan Melayu. Problem antara agama dan budaya muncul dari cara masyarakat melihat tradisi lisan yang dianggap bertentangan dengan ajaran agama Islam. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan penjelasan tentang teks pantun yang digunakan sebagai ucapan dalam acara adat perkawinan cacap-cacapan, yang dievaluasi melalui analisis kebahasan, Al-Quran, dan Hadist. Metode kualitiatif deskriptif digunakan, dengan teknik pengambilan sampel yang diperlukan untuk penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks pantun acara adat merupakan media untuk menyampaikan nasehat yang sesuai dengan ajaran agama dan dianalisis berdasarkan analisis kebahasan, Al-Quran, dan Hadist sehingga tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam. Penyampaian nasehat di acara adat cacap-cacapan lebih mudah diterima karena irama pantun.
Kegiatan Sosialisasi Mengenai Regulasi dan Keselamatan Berkendara di SMPN 019 Penajam Paser Utara serta Pemasangan Convex Mirror Anugerah Lumbaa, Efras; Istianingrum, Rika; Ramadiansya, Wisnu; Febrian, Ibnu; Nur Alif, Muhammad; Wulandari, Wulandari
DEDIKASI PKM Vol. 5 No. 2 (2024): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dkp.v5i2.38880

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian bagi masyarakat maupun pengabdian ke sekolah untuk melaksanakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode desktiptif kualitatif. Tujuan pengabdian kepada sekolah ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas 7,8, dan 9 tentang penting nya memahami aturan serta keselamatan saat berkendara kemudian kami mendapatkan informasi bahwa terdapat tikungan yang menjadi keresahan masyarakat selama ini karna sering terjadi kecelakaan lalu lintas di daerah tikungan tersebut dan saya langsung berinisiatif untuk memasang convex mirror atau biasa kita kenal cermin cembung guna untuk meminimalisir kecelakaan yang terjadi di tikungan tersebut. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di awali dengan persiapan pemberian materi tentang pengertian regulasi serta memaparkan beberapa dasar serta aspek penting yang harus di ketahui saat berkendara. Aspek yang dimaksud adalah aturan dasar saat berkendara, uu tentang rambu lalu lintas dan pengenalan terhadap rambu lalu lintas yang terkadang jarang di temui tetapi wajib di taati seperti batas kecepatan / speed limit dan blind spot . Diketahui secara umum bahwa pelajar di daerah pantai lango sekitar 90% siswa SMPN 19 Penajam Paser Utara ini kurang mentaati aturan rambu lalu lintas seperti tidak menggunakan helm saat berkendara serta selalu melebihi kecepatan maximal yang di tetapkan oleh pemerintah di jalan raya.
Analisis Semiotika Roland Barthes pada Iklan “Good Day Duet” Dua Rasa Jadi Satu Lebih Seru Felixia, Yohanista Yunita; Cahyarani, Sarah Gita; Anjani; Istianingrum, Rika
TEKNOBIS : Jurnal Teknologi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): TEKNOBIS : Jurnal Teknologi, Bisnis dan Pendidikan
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, kajian ini mengulas penerapan analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup tiga aspek utama: denotasi, konotasi, dan mitos. Tujuannya adalah untuk mengungkap makna di balik ketiga dimensi tersebut dalam iklan Good Day Coffee. Temuan penelitian terhadap iklan "Good Day Duet: Dua Rasa Jadi Satu Lebih Seru" menunjukkan bahwa iklan tersebut dinilai efektif, menarik, kreatif, disukai konsumen, mampu memperkuat karakter merek, mudah diingat, serta berhasil menyampaikan pesan merek secara keseluruhan. Sebagai produk minuman, Good Day Coffee dapat dikatakan sukses dalam strategi pemasarannya. Keberadaan iklannya juga cukup dominan di berbagai platform, seperti Instagram, YouTube, Facebook, dan televisi—terutama pada slot waktu acara-acara yang memiliki rating tinggi. Salah satu contohnya adalah iklan versi Rizky Febian dan Mahalini, yang maknanya dapat ditelaah melalui teori Roland Barthes.