Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Concentration and Frequency of Neem Leaf Extract on Aphid Attacks on Chili Plants Oktavianus Lumban Tobing; Yanyan Mulyaningsih; Amida Dwi Safitri
Indonesian Journal of Applied Research (IJAR) Vol. 4 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Applied Research (IJAR)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ijar.v4i2.329

Abstract

Aphids that attack red pepper plants cause yield loss. Applying neem leaf extract in the form of concentration and frequency of yield losses can be avoided. Neem leaf extract contains secondary metabolite compounds that can function as vegetable insecticides to suppress the level of aphid attacks on chili plants. Saponins, meliantriol, and azadirachtin have been known as active ingredients that act as insecticides with different mechanisms of action against aphids, such as saponins as stomach poisons and contact poisons, meliantriol as a repellent (repellent/repellent), and azadirachtin as an inhibitor of ecdysone hormones (hormones that play a role in the process of metamorphosis or molting or exoskeleton of aphids). The study aimed to determine the effect of concentration and frequency of neem leaf extract on the incidence and severity of chili aphid attacks as well as plant development. The proposed solution to overcome aphid attacks is administering neem leaf extract to red chili plants. The method uses a randomized trial design of factorial groups with two factors. The first factor is the concentration of neem leaf extract which consists of four levels, namely: S0 = 0% (100 ml of water or without neem leaf extract), S1 = 10% (10 ml of neem leaf extract + 90 ml of water), S2 = 30% (30 ml of neem leaf extract + 70 ml of water), and S3 = 50% (50 ml of neem leaf extract + 50 ml of water). The second factor is the frequency of giving neem leaf extract, which consists of four levels: M1 = age 8 HSPT, M2 = age 16 HSPT, M3 = age 24 HSPT, and M4 = age 32 HSPT. The findings of this study are that the frequency of giving neem leaf extract three times showed a real effect on the severity of aphid attacks at the age of 44 days after transplanting, and giving a 10% extract had a real effect on height, leaf area, number of flowers, header dry bobobt, and dry weight of chili plant roots. The results of this study conclude that the administration of neem leaf extract can suppress the severity of the attack of red chili plant aphids.
APPLICATION OF AQUAPONIC TECHNOLOGY IN GAPOKTAN BINA SEJAHTERA, AN EFFORT TO IMPROVE FOOD SECURITY Nani Yulianti; Arifah Rahayu; Yuliawati Yuliawati; Nur Rochman; Setyono Setyono; Yanyan Mulyaningsih; Oktavianus LT; Muhamad Zainal Fanani; Fia Sri Mumpuni; Yudi Wahyudin; Mulyana Mulyana; Ekorini Farastuti; Dudi Lesmana
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v9i2.7299

Abstract

Aquaponics is an integration between fish and plant cultivation that benefits these two sectors. The development of aquaponics at the farm level can be an effort to increase food security. This community service activity aims to apply aquaponic leaf vegetable cultivation techniques, to optimize the facilities available at Gapoktan Bina Sejahtera (fish ponds). Activities carried out by counseling methods, training and demolots to farmers regarding the cultivation techniques of leaf vegetables and red tilapia with an aquaponic system. During the activity, monitoring was also carried out by a team of service lecturers, assistance by student teams and evaluation through pretest and posttest. This community service activity is able to provide new experiences, and increase farmers' knowledge and skills in cultivating red tilapia and leaf vegetables with an aquaponic system.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BABY WORTEL (DAUCUS CAROTA L.) PADA BERBAGAI KOMPOSISI PUPUK KOMPOS BATANG PISANG KEPOK DAN KCL: Growth and Production of Baby Carrot (Daucus carota L.) on Various Compositions of Kepok Banana Stem Compost and KCl Dona Ramdani Sidiq; Arifah Rahayu; Yanyan Mulyaningsih
JURNAL AGRONIDA Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v9i2.10859

Abstract

Sebagai tanaman umbi, wortel memerlukan unsur kalium (K) lebih banyak dibandingkan dengan unsur lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh aksesi dan komposisi pupuk kompos batang pisang kepok dan KCl terhadap pertumbuhan dan produksi baby wortel. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2022 di Kebun Percobaan Universitas Djuanda Citeko Bogor. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dua faktor, yaitu aksesi wortel (Citeko dan Brastagi), dan komposisi kompos batang pisang kepok dan pupuk KCl (tanpa pupuk K, 25% K-kompos+75% K-KCl, 50% K- ompos+50% K-KCl, 75% K-kompos+25% K-KCl, 100% K-KCl dan 100% K-kompos). Dosis rekomendasi pupuk KCl untuk tanaman wortel adalah 225 kg/ha KCl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah daun 75% K-kompos+25% K-KCl tidak berbeda nyata dengan yang diberi 100% K-KCl. Bobot segar dan diameter umbi tertinggi pada tanaman yang dipupuk 100% K-KCl. Tinggi daun, bobot segar dan diameter umbi Brastagi lebih besar dibandingkan dengan Citeko.Bobot segar berangkasan Brastagi dan panjang umbi Citeko tertinggi pada tanaman yang diberi 100% K-KCl. Pemberian pupuk K nyata meningkatkan kandungan padatan terlarut total. Warna, rasa dan tekstur umbi wortel tidak dipengaruhi oleh aksesi dan komposisi pupuk K.
IMPROVEMENT OF FARMERS SKILL AND HOUSEHOLD INCOME THROUGH APPLICATION OF CLEAN, INTEGRATED AND SUSTAINABLE PRODUCTION ON HORTICULTURE AND CASSAVA COMMODITIES Mulyaningsih, Yanyan
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2016): OCTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.316 KB) | DOI: 10.30997/qh.v2i2.522

Abstract

Sustainable plant cultivation is an effort to increase productivity by applying environmentallyfriendly technology and the efficiency of production facility utilization and product processingwith no or less waste or clean production. The objective of this activities are to improvefarmer’s skill in vegetable and cassava cultivation and processed them to half-process productinto food product which are highly nutritious, safe, and preferred by consumers. This activityinvolved Bojong and Sadar Tani Farmer Group at Bojongmurni Village, Ciawi District, BogorRegency. The method used are extension, training, assistance and establishment ofdemonstration plot. Materials provided include the manufacture of organic fertilizer andmocaf, cultivation technique of vegetables and cassava, processing mocaf to food product andsimple bookkeeping farming. Results showed that there was an improved awareness oftraining participants in the implementation of clean and sustainable production system inorder to increase their income. This was shown from their enthusiasm in applying theknowledge they got in the trainings in this community service program.
HIDROPONIK, SKERWOLL DAN FAEDAH PEKARANGAN RUMAH UNTUK PERTANIAN DENGAN MENERAPKAN KONSEP HIDROPONIK NYAMAN DI HATI DAN KANTONG (PENGABDIAN PADA IBU-IBU PENGAJIAN DI DESA CIBEREUM) Mulyaningsih, Yanyan; Mukmin, Mas Nur; Brawijaya, Andri
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.706 KB) | DOI: 10.30997/qh.v5i2.1953

Abstract

Hidroponik merupakan metode bercocok tanam dengan menggunakan media tanam selain tanah, seperti batu apung, kerikil, pasir, atau sabut  kelapa, potongan kayu atau busa. Inovasi terbaru yang saat ini telah berhasil dikembangkan sebagai media tanam hidroponik adalah skerwool. Skerwool merupakan media tanam hidroponik yang terbuat dari limbah koran dan air kelapa yang dirancang oleh Mahasiswa Universitas Djuanda. Mengingat pentingnya sektor pertanian bagi masyarakat Indonesia, sektor pertanian masih dapat diandalkan untuk menjadi sumber penghasilan bagi beberapa masyarakat, khususnya masyarakat Desa Cibereum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Hal ini disebabkan karena kawasan ini berada di dataran tinggi (Puncak) sehingga sangat mudah bagi warga setempat untuk memproduksi produk pertanian dengan kualitas yang baik. Namun saat ini, alih fungsi lahan pertanian di Desa Cibereum, menjadi hal yang perlu diperhatikan. Melihat banyaknya lahan yang digunakan sebagai bangunan Vila dan Hotel, masyarakat sekitar menjadi semakin sedikit lahannya untuk pertanian. Pengabdian ini berfokus pada optimalisasi kegiatan Muslimat Cahaya Cemerlang di Desa Cibereum dan keberlanjutan program pengabdian, karena alternatif media tanam yang murah, serta edukasi tentang pengelolaan anggaran rumah tangga, untuk membandingkan sisi cost and benefit yang diperoleh dengan melaksanakan program ini sehingga dapat terwujudnya semangat kemandirian desa. Metode kegiatan yang dilakukan untuk tercapainya tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode ceramah, diskusi dan demonstrasi praktik langsung di lapangan yang didasari oleh evaluasi awal sebagai landasan untuk menentukan posisi pengetahuan kelompok sasaran mengenai pemanfaatan lahan pekarangan melalui penerapan Hidroponik Nyaman di Hati dan Kantong.  Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran peserta pelatihan untuk menerapkan system hidroponik dan penggunaan media tanam skerwoll untuk meningkatkan pendapatan.  Hal ini terlihat dari antusias para peserta untuk mengaplikasikan hasil pelatihannya dan melanjutkan kegiatan tersebut setelah selesai programnya.
DAYA REPELLENT EKSTRAK DAUN SALIARA (Lantana camara L.) DAN DAUN KIPAHIT (Tithonia diversifolia [Hemsley] A. Gray) PADA HAMA GUDANG Callosobruchus maculatus F. YanyanMulyaningsih, MuhammadAdiNugraha
Jurnal Pertanian Vol. 7 No. 2 (2016): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.717 KB) | DOI: 10.30997/jp.v7i2.22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya repellent dari ekstrak daun saliara (Lantanacamara L.) dan daun kipahit (Tithonia diversifolia [Hemsley] A. Gray) terhadap hama gudang C.maculatus. Penelitian dilaksanakan di Lab Entomologi, SEAMEO BIOTROP, Bogor. Kegiatan inidimulai pada bulan Oktober 2015 ‐ Maret 2016. Pada penelitian ini terdapat dua percobaanyaitu dengan ekstrak daun saliara dan daun kipahit. Rancangan yang digunakan yaituRancangan Acak Lengkap dengan tiga kali ulangan untuk setiap tingkat konsentrasi bahanekstrak. Konsentrasi ekstrak daun saliara yang digunakan untuk uji pendahuluan antara lain0.5; 1.0; 1.5; 2.0; 2.5 dan 3.0% (v/v), sedangkan konsentrasi ekstrak daun kipahit antara lain1.0; 1.5; 2.0; 2.5; 3.0 dan 3.5% (w/v). Konsentrasi pada uji utama mengacu pada hasil dari ujipendahuluan. Konsentrasi ekstrak daun saliara yang digunakan untuk uji pendahuluan yaitu2.0; 2.5; 3.0; 3.5; 4.0 dan 4.5% (v/v), sedangkan konsentrasi ekstrak daun kipahit yaitu 1.5; 2.0;2.5; 3.0; 3.5 dan 4.0% (w/v). Efektivitas penolakan dapat ditentukan dengan klasifikasi baikjika repellent ≥ 80%, cukup baik jika 60% ≤ repellent < 80%, dan kurang baik jika repellent <60%. Repellent tertinggi untuk ekstrak daun saliara berada pada konsentrasi 4.5% sebesar
PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN ZPT GIBBERELLIN (GA3) TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN KANGKUNG AIR (Ipomea aquatica Forsk L.) PADA SISTEM HIDROPONIK FLOATING RAFT TECHNIQUE (FRT) Adimihardja, Sjarif Avitijadi; Sunardi, O; Mulyaningsih, Yanyan
Jurnal Pertanian Vol. 4 No. 1 (2013): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v4i1.546

Abstract

Mempercepat pertumbuhan dan waktu panen kangkung dapat dilakukan dengan pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Gibberellin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ZPT Gibberellin jenis GA3 terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman kangkung air (Ipome aquatica. Forsk L.) varietas super. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu 5 dosis pemberian Gibberellin, antara lain G0 (0 ppm GA3), G1 (5 ppm GA3), G2 (10 ppm GA3), G3 (15 ppm GA3), dan G4 (20 ppm GA3)terhadap pertumbuhan vegetatif kangkung pada sistem hidroponik rakit apung yang menggunakan larutan hara Fertimix standar sayuran daun. Gibberellin diberikan pada saat pembuatan media tanam, sehingga EC terukur 2.1. Pada penelitian ini terdapat 5 perlakuan dan setiap perlakuan diulang delapan kali sehingga terdiri dari 40 satuan percobaan. Setiap ulangan terdiri dari 6 tanaman sehingga tanaman yang digunakan sebanyak 240 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian GA3 berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 9 HST (hari setelah tanam), 15 HST, dan 18 HST. Perlakuan G3 (15 ppm GA3) berpengaruh nyata meningkatkan bobot basah brangkasan, bobot basah pucuk, bobot basah akar, bobot kering brangkasan, dan bobot kering pucuk. Bobot kering akar dan diameter batang tidak dipengaruhi pemberian GA3.
PENGARUH UMUR BIBIT DAN JUMLAH BIBIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PANEN PADI SAWAH (Oryza sativa) VARIETAS CIHERANG Marlina, Marlina; Setyono, Setyono; Mulyaningsih, Yanyan
Jurnal Pertanian Vol. 8 No. 1 (2017): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.857 KB) | DOI: 10.30997/jp.v8i1.638

Abstract

Padi adalah sumber makanan pokok bangsa Indonesia. Umur bibit dan jumlah bibit per titik tanam merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan untuk efisiensi budidaya padi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh umur bibit dan jumlah bibit per titik tanam terhadap produksi padi sawah varietas Ciherang. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan perlakuan berpola faktorial. Faktor umur bibit terdiri atas 2 taraf, yaitu umur 15 hari dan 20 hari, sedangkan faktor jumlah bibit per titik tanam terdiri atas 5 taraf, yaitu 1, 2, 3, 4, dan 5 bibit per titik tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum produksi padi tidak dipengaruhi oleh umur bibit dan banyaknya bibit per titik tanam. Oleh sebab itu untuk efisiensi disarankan menggunakan bibit berumur 15 hari dengan satu bibit per titik tanam.KATA KUNCI: padi, umur bibit, jumlah bibit, produksi padiEFFECT OF AGE OF SEEDS AND NUMBER OF SEEDS PER POINT OF PLANTING ON THE GROWTH AND PRODUCTION OF RICE (Oryza sativa) CIHERANGABSTRACTRice is the staple food of Indonesia. Age of seeds and number of seeds per point of planting is one of the factors that need to be considered for rice cultivation efficiency. This study aims to determine the effect of age of seeds and the number of seeds per point of planting against Ciherang rice production. Experiments using a randomized block design with factorial treatment. The age of seedlings consists of two levels, namely the age of 15 days and 20 days after seedling, while the number of seeds per point of planting consists of 5 levels, namely 1, 2, 3, 4, and 5 seeds per point of planting. The results showed that the overall rice production was not affected by age of seeds and number of seeds per point of planting. Therefore, for the rice cultivation efficiency, it is suggested to use age of 15 days old seedlings with one seed per point of planting.
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Kertas Menjadi Benda Seni Kerajinan Melalui Model PJBL Pada Siswa-Siswi SDN Bendungan Latif, Abdul; Sulastri, Asri; Sutomo, Mega Ani; Sudrajat, Muhammad; Maulana, Nanda Akmal; Pangestu, R Ali; Lestari, Silva Intan; Rodiah, Siti; Kholipah, Wilda; Mulyaningsih, Yanyan
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/almujtamae.v3i2.5517

Abstract

Limbah Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat memberikan dampak buruk pada lingkungan. Terdapat bermacam jenis sampah yang tidak dikelola dengan baik, salah satunya adalah sampah kertas. Sampah kertas dapat digunakan kembali menjadi sebuah kerajinan tangan sebagai langkah menangulangi sampah, dengan Cara mendaur ulang sampah menjadi karya seni yang bermanfaat. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk melatih kreatifitas siswa-siswi kelas IV, V, VI SDN Bendungan pada mata pelajaran Seni Budaya dengan memanfaatkan limbah kertas menjadi karya seni Kerajinan Tangan yang bermanfaat. Pelatihan dilakukan selama 2 hari yaitu pada tanggal 11-12 Maret 2022, dan bertempat di SDN Bendungan, Kecamatan Ciawi, Kab.Bogor Jawa Barat. Hasil pendampingan pengolahan limbah kertas menjadi karya seni kerajinan tangan pada siswa-siswi SDN Bendungan dengan respon positif dari guru serta mendapat antusias dari siswa-siswi. Hal tersebut dapat dilihat dari siswa yang aktif bertanya dan ingin terlibat langsung selama proses pelatihan.
Pengaruh urine sapi dan ekstrak tauge terhadap keberhasilan tumbuh setek batang melati (Jasminum sambac L.) Mulyaningsih, Yanyan; Tobing, Oktavianus Lumban; Sihombing, Zuena Silvani
JURNAL AGRONIDA Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v10i2.14782

Abstract

Jasmine are generally propagated through stem cuttings. However, this method encounters several challenges, particularly the low ability of cuttings to develop roots. The success and growth of jasmine stem cuttings can be enhanced by applying natural plant growth regulators, such as cow urine and mung bean sprout extract. This study aimed to evaluate the effects of cow urine and mung bean sprout extract on the success rate and growth performance of jasmine stem cuttings. The experiment was conducted using a factorial completely randomized design (CRD) with three replications. The first factor was the concentration of cow urine at four levels: 0 mL/L, 10 mL/L, 20 mL/L, and 30 mL/L. The second factor was the concentration of mung bean sprout extract at four levels: 0%, 20%, 40%, and 60%. The results indicated that the application of cow urine at a concentration of 30 mL/L produced higher shoot length (5–8 WAP), number of shoots (7–8 WAP), and root length of jasmine stem cuttings compared to those without cow urine treatment. Moreover, the application of 40% mung bean sprout extract in combination with 30 mL/L cow urine resulted in significantly higher percentages of sprouted cuttings, surviving cuttings, and rooted cuttings compared to combinations with other cow urine treatments.
Co-Authors Abdul Latif Abdul Latif Abdurohman, Saepul Ade Hilman Sholeh Nawawi Adimihardja, Sjarif Avitijadi Adimihardja, Sjarif Avitijadi Aisah Rini Susanti Amida Dwi Safitri Andri Brawijaya Apriliani, Nindi Arifah Rahayu Arti Yoesdiarti Asri Sulastri Aziz, Ferry Abdul Dona Ramdani Sidiq Dwi Pradana Aranta Ekal Kurniawan Ekorini Farastuti Fahmi, Lukman Faisal Fanani, Muhammad Zainal Fatah, Muhamad Arifin Abdul Fia Sri Mumpuni Fikri, Muhamad Abduloh Ghani Hendrika Hanifah, Ishmah Hardiansah Hardiansah Hardiansah, Hardiansah Hendi Supriatna Hendrika, Ghani Hery Widijanto Himmatul Miftah Ikhsan Qodri Pramartaa Indah Ayu Lestari Josua Crystovel Pangihutan Kholipah, Wilda Lesmana, Dudi Lestari, Bening Intan Lestari, Silva Intan Linar Humaira Lukman Fahmi Marlina Marlina Mas Nur Mukmin Maulana, Nanda Akmal Mega Ani Sutomo Meilani, Rizka Fatika Muhamad Zainal Fanani Muhammad Hifniy Aziziy Muhammad Rezky Dwiputra Pulungan Muhammad Sudrajat Mulyana Mulyana Nanda Akmal Maulana Nani Yulianti Nawawi, Ade Hilman Sholeh Nur Rochman Nur Rochman Nur Rochman Oktavianus LT Oktavianus Lumban Tobing Pangestu, R Ali Pangihutan, Josua Crystovel Permana, Rifal R Ali Pangestu Raden Danuningrat Rahayu, Arifah Revianto Revianto Revianto, Revianto Satrio, Muhammad Firas Setyono Setyono, Setyono Sihombing, Zuena Silvani Silva Intan Lestari Sinaga, Jultri Hotmando Siti Rodiah siti rodiah Sudrajat, Muhammad Sulastri, Asri Sumarni Sunardi, O Sunardi, O Supriatna, Hendi Sutomo, Mega Ani Syahidah, Izzatun Syahputra, Kamarujaman Dwi Syaima Lailatul Mubarokah Tatang Santana Ulfa Khaerunnisa Wilda Kholipah Yudi Wahyudin Yuliawati Zulkipli