Claim Missing Document
Check
Articles

Growth and Production of Lemon Basil (Ocimum basilicum L.) Grown in Different Compositions of Urea Fertilizer and Cattle Urine Dwi Pradana Aranta; arifah rahayu; yanyan mulyaningsih
JURNAL AGRONIDA Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.334 KB) | DOI: 10.30997/jag.v5i1.1853

Abstract

This study was aimed at assessing the effects of different rates of cattle urine and urea fertilizer and on the growth and production of three lemon basil accessions. A factorial completely randomized design with two factors was used. The first factor was the composition of cattle urine and urea fertilizer consisting of six levels, namely 100% cattle urine, 75% cattle urine + 25% urea, 50% cattle urine + 50% urea, 25% cattle urine + 75% urea, 100% urea, and 0% cattle urine + 0% urea. The second factor was lemon basil accession consisting of three levels, namely Bogor, Cianjur, and Sukabumi accessions. Results showed that Sukabumi acession had the highest number of leaves, leaf area, branch length, number of branches, branch diameter, fresh weight and dry weight. Urea and urine cattle compositions did not give significant effects on parameters measured. However, compared to no fertilizer tretament, other treatments gave significant differences in parameters measured. It was concluded that cattle urine could be used to substitute urea fertilizer.
KARAKTER AGRONOMI BERBAGAI AKSESI TANAMAN KATUK (Sauropus androgynus (L.) Merr.) PADA PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS URINE SAPI Ekal Kurniawan; Arifah Rahayu; Yanyan Mulyaningsih
JURNAL AGRONIDA Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.836 KB) | DOI: 10.30997/jag.v5i2.2315

Abstract

Katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.) is an indigenous leafy vegetable whose growth is affectedby nitrogen element. This study was aimed at assessing the agronomic performance of four katukaccessions grown with various rates of cattle urine. A factorial completely randomized design wasused. The first factor was katuk accession consisting of four levels, namely Pandeglang, Cianjur,Sukabumi, Leuwiliang, and Kemang. The second factor was cattle urine rates consisting of 5 levels,namely 0%R cattle urine (0.0 ml/plant), 50%R cattle urine (468.75 ml/plant), 100%R cattle urine(937.50 ml/plant), 150% R cattle urine (1406.25 ml/plant), and 100%R urea (8.2 g/plant). Thegrowth and productivity of katuk of Cianjur accession had the highest number of buds, total lengthof buds, number of leaves, number of leaflets, fresh weight, and dry weight. The utilization of 50%R,100%R, and 150%R of cattle urine was found to have higher fresh and dry weight than did theutilization of 0%R cattle urine and 100%R urea. The best quality katuk was Cianjur accessionwhich was found to have the highest vitamin C and chlorophyll contents. No significant effects ofall treatments were found in all vegetative variables except plant height and root fresh and dryweight. It was concluded that cattle urine could be used as a urea substitute.Key words: Sauropus androgynus, number of buds, dry weight, indegenous plant
STUDI SERANGAN ANTRAKNOSA PADA PERTUMBUHAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) SETELAH APLIKASI LARUTAN DAUN MIMBA DAN MOL BONGGOL PISANG Muhammad Hifniy Aziziy; Oktavianus Lumban Tobing; Yanyan Mulyaningsih
JURNAL AGRONIDA Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.933 KB) | DOI: 10.30997/jag.v6i1.2668

Abstract

Antraknosa merupakan salah satu penyakit utama yang menyerang tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) sehingga dapat menurunkan produktivitas. Penggunaan fungisida nabati dan mikroorganisme dapat mengurangi persentase serangan antraknosa pada cabai merah tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan yaitu untuk mengetahui potensi larutan daun mimba dan MOL bonggol pisang dengan dosis yang tepat dalam mengendalikan penyakit antraknosa serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil pada tanaman cabai merah. Model penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri atas dua faktor yaitu konsentrasi larutan daun mimba (0%, 15%, 30%, 45%) dan konsentrasi MOL bonggol pisang (0%, 15%, 30%, 45%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi larutan daun mimba tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua peubah yang diamati. Konsentrasi larutan MOL bonggol pisang 45% berpengaruh nyata dalam meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif dan bobot buah per tanaman dibandingkan dengan perlakuan kontrol, namun tidak berbeda nyata dibandingkan dengan konsentrasi 30%. Pada penelitian ini tidak terjadi serangan antraknosa terhadap semua tanaman yang diamati pada semua perlakuan, artinya persentase kejadian penyakit dan tingkat keparahan penyakit adalah 0%. Hal tersebut terjadi diduga karena faktor lingkungan yang tidak mendukung untuk perkembangan jamur Colletotrichum sp.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK GULMA Azolla pinnata DAN LAMA PERENDAMAN AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH Muhammad Rezky Dwiputra Pulungan; Oktavianus Lumban Tobing; Yanyan Mulyaningsih
JURNAL AGRONIDA Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v7i1.3330

Abstract

Tujuan penelitian untuk memahami pengaruh pemberian ekstrak Azolla pinnata dan lama perendaman benih pada air kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial. Dosis Azolla pinnata terdiri atas empat taraf: 0%, 1%, 1.5%, dan 2% masa media tanam (mmt). Lama perendaman benih dengan air kelapa terdiri atas empat taraf yaitu direndam selama 0 jam, 6 jam, 12 jam, dan 24 jam. Dosis pemberian Azolla pinnata pada media tanam dan lama perendaman benih dalam air kelapa memberikan pengaruh positif pada pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar dan kering tajuk, bobot segar akar, jumlah polong, persentase polong isi, dan jumlah bintil akar. Azolla pinnata dapat menjadi pupuk alternatif, dan air kelapa dapat berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh alami.
PENAMPILAN AGRONOMI BERBAGAI AKSESI KATUK {Sauropus androgynus (L.) Merr.} PADA DOSIS PUPUK UREA BERBEDA Ulfa Khaerunnisa; Arifah Rahayu; Yanyan Mulyaningsih
JURNAL AGRONIDA Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v6i2.3626

Abstract

Katuk {Sauropus androgynus (L.) Merr} is a leafy vegetable which requires nitrogen for itsvegetative growth.  This study was aimed at assessing the agronomic performance of various accessions of katuk vegetable grown with different rates of urea fertilizer administration.  A completely randomized design with two factors was used.  The first factor was katuk accessions consisting of Sukaraja Sukabumi, Cugenang Cianjur, and Kemang Bogor.  The second factor was urea fertilizer administration in five rates, namely 0, 33.3, 66.7, 100%, and 133.3% of recommended rate (R).  Results showed that katuk plant of Sukabumi accession gave the best plant height and leaflet area.  Katuk plant of Cianjur accession had the highest values of plant height, number of buds, yield fresh weight, yield dry weight, and root length.  Katuk plant of Bogor accession was found to have the highest fresh root weight.  Urea administration of 66.7-133.3% R resulted in katuk plant with the best values of plant height, number of buds, stem diameter.  The widest leaf area was found in 100% R urea administration and the highest root weight was found in plants treated with 66.7% R urea administration.  The increase of urea fertilizer doses starting from 33.3% R in Cianjur and Bogor katuk accession increased the total harvest wet weight and dry weight, while in Sukabumi accession the significant increase in production was at a dose of 100% R and 133.3% R urea. The increase in vitamin C content was significant in the application of 133.3% R urea fertilizer.
KARAKTERISASI MORFOLOGI DAN KUALITAS BERBAGAI AKSESI KATUK (Sauropus androgynus (L.) Merr.) Tatang Santana; Arifah Rahayu; Yanyan Mulyaningsih
JURNAL AGRONIDA Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v7i1.4102

Abstract

Katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) merupakan tanaman indigenous yang memiliki perbedaan karakter morfologi dan kualitas antar aksesi (daerah asal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakter morfologi dan kualitas berbagai aksesi tanaman katuk. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor, yaitu 10 aksesi katuk (Kadudampit1, Kadudampit2, Sukaraja, Pabuaran1, Pabuaran2, Leuwiliang, Kemang, Sentul, Pandeglang, Cianjur). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertambahan tinggi tanaman, panjang tunas, lebar anak daun, panjang anak daun dan luas anak daun terbaik adalah aksesi Pabuaran2, Kadudampit2 dan Kadudampit1. Aksesi katuk dengan pertambahan jumlah daun, jumlah anak daun, jumlah tunas dan panjang tunas tertinggi adalah Cianjur dan Kemang. Terdapat tiga kelompok tanaman katuk dengan tingkat kemiripan sebesar 76,27 %. Tingkat kemiripan tertinggi, sebesar 93,36 % terdapat pada aksesi Kadudampit1 dengan Sukaraja dan aksesi Kadudampit2 dengan Pabuaran2.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) PADA BERBAGAI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT) Indah Ayu Lestari; Arifah Rahayu; Yanyan Mulyaningsih
JURNAL AGRONIDA Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v8i1.5625

Abstract

Tanaman selada tergolong sayuran yang memiliki kandungan gizi dan nilai ekonomi tinggi, serta prospek yang baik untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nutrisi AB mix dan media tanam tehadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada pada sistem nutrient film technique (NFT). Penelitian ini menggunakan rancangan perlakuan petak terbagi (split plot design) dan rancangan lingkungan acak kelompok. Petak utama berupa konsentrasi nutrisi AB mix yang terdiri atas 2,5 ml/l, 5,0 ml/l, 7,5 ml /l. Anak petak berupa media tanam yang terdiri atas rockwool dan skerwool. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan terbaik tanaman selada diperoleh pada konsentrasi nutrisi AB mix 5ml/l di semua peubah, kecuali bobot kering pucuk dan bobot segar dan kering akar tanaman selada. Pertumbuhan dan produksi tanaman selada pada media tanam skerwool dan rockwool tidak berbeda nyata, sehingga skerwool dapat menggantikan rockwool pada budidaya selada dengan sistem hidroponik NFT.
PENERAPAN TEKNOLOGI HIDROPONIK SAYURAN INDIJENES DI KELOMPOK PKK Nani Yulianti; Arifah Rahayu; Setyono Setyono; Yanyan Mulyaningsih; Yuliawati Yuliawati
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2021): DESEMBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.168 KB) | DOI: 10.30997/qh.v12i3.3866

Abstract

Upaya perbaikan gizi, kesehatan dan tingkat ekonomi masyarakat antara lain dapat dilakukan melalui pengembangan sayuran indijenes (sayuran lokal) dengan teknik hidroponik.  Sayuran indijenes dikenal karena kandungan gizi dan zat berkhasiatnya yang tinggi, tetapi sebagian spesiesnya terancam punah. Budidaya sayuran secara hidroponik merupakan teknologi budidaya sayuran tanpa menggunakan media tanah dan dapat dilakukan di lahan sempit. Teknologi hidroponik yang digunakan pada pengabdian ini adalah sistem rakit apung, yaitu teknik hidroponik dengan akar tanaman mengapung pada bak larutan hara.Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ibu-ibu rumah tangga dalam pemanfaatan lahan pekarangan dengan menanam sayuran indijenes secara hidroponik kaitannya dengan pemenuhan gizi keluarga pada masa pandemi. Kegiatan ini diharapkan dapat memberi semangat dalam mengoptimalkan lahan pekarangan. Kegiatan ini melibatkan ibu rumahtangga yang tergabung dalam Kelompok PKK Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah ceramah, diskusi, praktek dan pendampingan, serta monitoring.
Daur Ulang Sampah Kertas Menjadi Produk Kerajinan Multiguna Abdul Latif; Asri Sulastri; Mega Ani Sutomo; Muhammad Sudrajat; Nanda Akmal Maulana; R Ali Pangestu; Silva Intan Lestari; Siti Rodiah; Wilda Kholipah; Yanyan Mulyaningsih
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/almujtamae.v2i3.5516

Abstract

Limbah sampah anorganik seperti kertas koran bekas, kertas HVS bekas, majalah dan kertas bekas sejenis lainnya merupakan sampah yang dapat dimanfaatkan. Melalui penerapan prinsip 3 R yakni Reduce, Reuse dan Recycle, pemanfaatan kembali kertas koran bekas, kertas HVS bekas, majalah dan kertas bekas sejenis lainnya menjadi kerajinan yang berkualitas, bermanfaat serta bernilai ekonomis tinggi. Selain itu juga dapat mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan. Pelatihan ditujukan kepada masyarakat Usaha Kecil Menengah Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberdayakan dan memotivasi para Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk peduli lingkungan dan menumbuhkan jiwa kemandirian berwirausaha dengan berinovasi dan memanfaatkan limbah yang ada, serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Melalui kreativitas dan inovasi daur ulang limbah kertas koran bekas, kertas HVS bekas, majalah dan kertas bekas sejenis lainnya tersebut diharapkan dapat berdaya guna serta dapat meningkatkan perekonomian keluarga.
PERTUMBUHAN SETEK TANAMAN JAMBU AIR (Syzygium samarangense (Blume) Merr.) cv. CITRA PADA BERBAGAI PERLAKUAN TANAMAN INDUK DAN KONSENTRASI IBA Sumarni; Arifah Rahayu; Yanyan Mulyaningsih
JURNAL AGRONIDA Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v8i2.7668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan setek tanaman jambu air kultivar Citra pada berbagai perlakuan tanaman induk dan konsentrasi IBA. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama berupa perlakuan fisik, yaitu kontrol (tanpa banding/naungan), banding, dan naungan, sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi IBA (0 ppm,  100 ppm, 150 ppm, 300 ppm, dan 450 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase setek hidup tertinggi terdapat pada  tanaman induk jambu air yang diberi perlakuan naungan. Jumlah tunas, jumlah daun dan panjang tunas total tertinggi terdapat pada perlakuan fisik kontrol. Pemberian IBA hingga 450 ppm  menurunkan  persentase setek hidup, jumlah tunas, jumlah daun dan panjang tunas total. Persentase setek bertunas dari tanaman induk naungan semakin menurun dengan bertambahnya konsentrasi IBA, sedangkan pada kontrol dan banding tidak berbeda antar konsentrasi IBA. Pada semua perlakuan fisik tanaman induk, bahan setek yang direndam dengan 450 ppm IBA tidak menghasilkan setek berakar dan bertunas, tetapi menghasilkan setek berkalus paling tinggi. Pertumbuhan akar (lebar perakaran, volume akar, jumlah akar dan panjang akar) optimal setek asal tanaman induk kontrol pada konsentrasi 150 ppm IBA, sedangkan pada setek dari banding pada 300 ppm, dan setek dari tanaman induk naungan pada 0 ppm IBA. Perlakuan naungan pada tanaman induk dapat mengurangi penggunaan IBA untuk menginduksi akar pada setek.
Co-Authors Abdul Latif Abdul Latif Abdurohman, Saepul Ade Hilman Sholeh Nawawi Adimihardja, Sjarif Avitijadi Adimihardja, Sjarif Avitijadi Aisah Rini Susanti Amida Dwi Safitri Andri Brawijaya Apriliani, Nindi Arifah Rahayu Arti Yoesdiarti Asri Sulastri Aziz, Ferry Abdul Dona Ramdani Sidiq Dwi Pradana Aranta Ekal Kurniawan Ekorini Farastuti Fahmi, Lukman Faisal Fanani, Muhammad Zainal Fatah, Muhamad Arifin Abdul Fia Sri Mumpuni Fikri, Muhamad Abduloh Ghani Hendrika Hanifah, Ishmah Hardiansah Hardiansah Hardiansah, Hardiansah Hendi Supriatna Hendrika, Ghani Hery Widijanto Himmatul Miftah Ikhsan Qodri Pramartaa Indah Ayu Lestari Josua Crystovel Pangihutan Kholipah, Wilda Lesmana, Dudi Lestari, Bening Intan Lestari, Silva Intan Linar Humaira Lukman Fahmi Marlina Marlina Mas Nur Mukmin Maulana, Nanda Akmal Mega Ani Sutomo Meilani, Rizka Fatika Muhamad Zainal Fanani Muhammad Hifniy Aziziy Muhammad Rezky Dwiputra Pulungan Muhammad Sudrajat Mulyana Mulyana Nanda Akmal Maulana Nani Yulianti Nawawi, Ade Hilman Sholeh Nur Rochman Nur Rochman Nur Rochman Oktavianus LT Oktavianus Lumban Tobing Pangestu, R Ali Pangihutan, Josua Crystovel Permana, Rifal R Ali Pangestu Raden Danuningrat Rahayu, Arifah Revianto Revianto Revianto, Revianto Satrio, Muhammad Firas Setyono Setyono, Setyono Sihombing, Zuena Silvani Silva Intan Lestari Sinaga, Jultri Hotmando siti rodiah Siti Rodiah Sudrajat, Muhammad Sulastri, Asri Sumarni Sunardi, O Sunardi, O Supriatna, Hendi Sutomo, Mega Ani Syahidah, Izzatun Syahputra, Kamarujaman Dwi Syaima Lailatul Mubarokah Tatang Santana Ulfa Khaerunnisa Wilda Kholipah Yudi Wahyudin Yuliawati Zulkipli