Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : paradigma agribisnis

ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENANGKARAN DALAM MENUNJANG KEBERLANJUTAN BUDIDAYA DAN KEMANDIRIAN BENIH PADI DI DESA DUKUH TENGAH KECAMATAN MALEBER KABUPATEN KUNINGAN Wachdijono Wachdijono
Paradigma Agribisnis Vol 2, No 2 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i2.3158

Abstract

Dalam aspek teknis, menjadi penangkar benih padi memerlukan curahan tenaga dan fikiran yang cukup besar sehingga tidak bisa dilakukan secara sambilan. Untuk itu menjadi penangkar dapat mendudukkan sebagai bidang usaha baru bagi petani. Layaknya sebagai bidang usaha maka upaya analisis kelayakan usaha penangkaran perlu dilakukan agar dapat menjadi standar rasa keadilan bagi petani. Penelitian bertujuan menganalisis kelayakan usaha penangkaran dalam menunjang keberlanjutan budidaya dan kemandirian benih padi di desa Dukuh Tengah Kecamatan Maleber Kabupaten Kuningan. Desain penelitian kuantitatif, teknik penelitian survey, populasinya penangkar di desa Dukuh Tengah dan pengambilan sampel sensus. Pengolahan data berdasarkan perhitungan biaya, penerimaan dan R/C rasio kelayakan usaha dimana R/C rasio > 1 layak dan R/C rasio ≤ 1 tidak layak. Hasil penelitian, biaya Rp 24.220.200,-/ha, penerimaan Rp. 45.000.000,-/ha dan R/C rasio 1,85 sehingga usaha penangkaran layak dijalankan. Untuk meningkatan R/C rasio ≥ 2 disarankan pemerintah menetapkan harga standar benih padi minimal Rp. 10.000,-/kg sehingga penangkar lebih bersemangat dalam menunjang keberlanjutan budidaya dan kemandirian benih di daerahnya. Kata Kunci : Kelayakan,Usaha, Benih 
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENANGKARAN DALAM MENUNJANG KEBERLANJUTAN BUDIDAYA DAN KEMANDIRIAN BENIH PADI DI DESA DUKUH TENGAH KECAMATAN MALEBER KABUPATEN KUNINGAN Wachdijono, Wachdijono
Paradigma Agribisnis Vol 2 No 2 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i2.3158

Abstract

Dalam aspek teknis, menjadi penangkar benih padi memerlukan curahan tenaga dan fikiran yang cukup besar sehingga tidak bisa dilakukan secara sambilan. Untuk itu menjadi penangkar dapat mendudukkan sebagai bidang usaha baru bagi petani. Layaknya sebagai bidang usaha maka upaya analisis kelayakan usaha penangkaran perlu dilakukan agar dapat menjadi standar rasa keadilan bagi petani. Penelitian bertujuan menganalisis kelayakan usaha penangkaran dalam menunjang keberlanjutan budidaya dan kemandirian benih padi di desa Dukuh Tengah Kecamatan Maleber Kabupaten Kuningan. Desain penelitian kuantitatif, teknik penelitian survey, populasinya penangkar di desa Dukuh Tengah dan pengambilan sampel sensus. Pengolahan data berdasarkan perhitungan biaya, penerimaan dan R/C rasio kelayakan usaha dimana R/C rasio > 1 layak dan R/C rasio ≤ 1 tidak layak. Hasil penelitian, biaya Rp 24.220.200,-/ha, penerimaan Rp. 45.000.000,-/ha dan R/C rasio 1,85 sehingga usaha penangkaran layak dijalankan. Untuk meningkatan R/C rasio ≥ 2 disarankan pemerintah menetapkan harga standar benih padi minimal Rp. 10.000,-/kg sehingga penangkar lebih bersemangat dalam menunjang keberlanjutan budidaya dan kemandirian benih di daerahnya. Kata Kunci : Kelayakan,Usaha, Benih 
PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP KEBERADAAN COFFEE SHOP DAN BARISTA PADA ERA PEMASARAN KOPI KE TIGA Wachdijono, Wachdijono; Yahya, Assyifa Chairina
Paradigma Agribisnis Vol 4 No 1 (2021): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v4i2.5886

Abstract

Dewasa ini, pemasaran kopi dunia memasuki era ke tiga yang ditandai banyak munculnya kedai kopi modern (coffee shop). Selain itu muncul  keinginan konsumen untuk lebih mengenal kopi dari origin hingga sampai kepada tahap akhir, mengkonsumsi minuman kopi yang nikmat sehingga melahirkan profesi barista. Oleh karenanya konsumen yang berada pada masa transisi akan dihadapkan pada masalah persepsi terhadap fenomena tersebut dalam kaitannya  dengan keberlanjutan usaha.  Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui  persepsi konsumen terhadap keberadaan coffee shop dan keberadaan barista pada era pemasaran kopi ke tiga di Kota Cirebon. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja yaitu di dua coffee shop yaitu Coffee shop Paten Coffee dan Coffee shop Katro. Penelitian  dilaksanakan pada bulan April-Juni 2020 dengan  menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan teknik pendekatan survey.  Populasi penelitian adalah konsumen minuman kopi di kedua kedai tersebut dan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling sejumlah 45 responden.  Adapun analisis data menggunakan kaidah perhitungan skala likert dan uji hipotesis menggunakan uji t. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa persepsi konsumen terhadap keberadaan  coffee shop adalah optimis (68,23 %) dan terhadap keberadaan barista juga  optimis (68,11%) dalam pengembangan usaha minuman kopi. Hasil penilitian ini diharapkan bermanfaat bagi para investor yang hendak berinvestasi dalam pengembangan minuman kopi pada era ke tiga ini. Kata kunci: barista, coffee shop, era pemasaran ketiga,  optimis