Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kajian Etnomedisin Masyarakat Kelurahan Tampang Tumbang Anjir Kabupaten Gunung Mas Romika, Romika; Hakim, Ali Rakhman; Komaliya, Risyda; Saputri, Rina
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1091

Abstract

Latar Belakang: Pemanfaatan tanaman obat sebagai pengobatan tradisional masih banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia dan menjadi bagian dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, perkembangan modernisasi menyebabkan pengetahuan mengenai tanaman obat berpotensi berkurang apabila tidak didokumentasikan dengan baik. Oleh karena itu, penelitian etnomedisin diperlukan untuk menggali dan mendokumentasikan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif pengobatan tradisional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman obat yang dimanfaatkan masyarakat, bagian tanaman yang digunakan, manfaat, serta cara pengolahan tanaman obat di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir Kabupaten Gunung Mas. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnomedisin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling dan purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi jenis tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan 29 jenis tanaman obat untuk mengatasi berbagai penyakit, seperti hipertensi, diare, batu ginjal, maag, batuk, malaria, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Bagian tanaman yang paling banyak digunakan adalah daun. Cara pengolahan yang paling sering dilakukan adalah direbus, selain ditumbuk, diseduh, dimakan langsung, dan diperas. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki pengetahuan yang baik mengenai pemanfaatan tanaman obat sebagai pengobatan tradisional yang perlu dilestarikan.
Megachurch dan Kualitas Relasi Jemaat dalam Ibadah Raya: Tinjauan Teologis terhadap Praktik Koinonia Yobel, Christian; Selviawati, Selviawati; Romika, Romika
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 2 (2026): Philoxenia: Jurnal Pendidikan Kristiani dan Teologi - Mei 2026 (Still in Progre
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philoxenia.v4i2.39

Abstract

The phenomenon of megachurches in urban contexts demonstrates rapid growth in congregation size and worship quality, yet raises critical questions regarding the depth of interpersonal relationships within large-scale worship services. This study aims to examine whether megachurch worship services foster authentic relational engagement or merely produce broad but superficial participation. The research employs a qualitative approach using a literature-based method with thematic analysis of theological and empirical studies on megachurches, ecclesiology, and koinonia. The analytical framework is grounded in Timothy Keller’s understanding of the church as a relational community. The findings indicate that while large worship services effectively generate mass participation and collective identity, they do not inherently cultivate deep interpersonal relationships. Complex organizational structures and centralized worship patterns tend to limit relational interaction, with meaningful connections more likely to develop within smaller communities outside the main service. This reveals a tension between numerical growth and relational depth. This study contributes a theological evaluation of megachurch practices by proposing an integrative model that connects corporate worship with relational communities as the basis for authentic and sustainable koinonia.   Abstrak Fenomena megachurch di wilayah urban menunjukkan pertumbuhan pesat dalam jumlah jemaat dan kualitas penyelenggaraan ibadah, namun sekaligus memunculkan pertanyaan tentang kedalaman relasi antarjemaat dalam ibadah raya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah ibadah raya dalam megachurch membentuk relasi yang bermakna atau hanya menghasilkan keterlibatan yang luas tanpa kedalaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui analisis tematik terhadap literatur teologi dan penelitian empiris terkait megachurch, eklesiologi, dan konsep koinonia. Kerangka analisis didasarkan pada pemikiran Timothy Keller mengenai gereja sebagai komunitas relasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibadah raya efektif membangun partisipasi massal dan identitas kolektif, tetapi tidak secara inheren menghasilkan relasi yang mendalam. Struktur gereja yang kompleks dan pola ibadah yang terpusat membatasi interaksi personal, sehingga relasi lebih berkembang dalam komunitas kecil di luar ibadah raya. Kondisi ini menunjukkan adanya ketegangan antara pertumbuhan numerik dan kualitas relasi jemaat. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara ibadah raya dan komunitas relasional menjadi kunci dalam membangun koinonia yang otentik dan berkelanjutan, sekaligus menawarkan kerangka evaluatif teologis bagi pengembangan praksis gereja kontemporer.