Claim Missing Document
Check
Articles

Sistem Pemantauan Tanaman Dalam Pot Indoor Dengan Internet of Things Muhammad Iqbal Setiawan; Bachtiar Efendi; Abdul Karim Syahputra
Bulletin of Information Technology (BIT) Vol 6 No 3: September 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/bit.v6i3.2204

Abstract

This study discusses the design and implementation of an Internet of Things (IoT)-based indoor potted plant monitoring system, which aims to help users care for plants in a more effective and efficient manner. The system uses an ESP32 microcontroller connected to a DHT22 sensor to measure air temperature and humidity, soil moisture, an LDR to measure light intensity, and a TDS sensor to monitor nutrient levels in the water. Data collected from the sensors is transmitted directly via a WiFi connection to an MQTT broker, displayed on a Node-RED dashboard, and stored in Firebase for historical documentation purposes. This system has two operational modes, manual and automatic, allowing users to control the water pump and grow light directly or let the system operate based on pre-set parameters. Test results show that all sensors function accurately and respond to changes in environmental conditions, thereby improving efficiency in watering and lighting. The advantage of this system lies in the integration of four monitoring parameters into a single platform that is easy to use, flexible, and widely accessible. This research is expected to provide practical solutions for urban agriculture and the development of smart farming at the household level, although further testing on various plant types and environmental conditions is still needed for further refinement
Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Berbasis Rekayasa Perangkat Lunak Membantu Penentuan Prioritas Penanganan Perkara Hukum Irianto; Abdul Karim Syahputra; Sumantri
Management of Information System Journal Vol 4 No 3: Juli 2026
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/mis.v4i3.3050

Abstract

The increasing number of legal cases requiring resolution has created significant challenges for law enforcement agencies in determining case handling priorities in an objective, timely, and consistent manner. This study aims to design a Software Engineering-based Decision Support System (DSS) to assist in determining the priority of legal case handling based on predefined evaluation criteria. The Simple Additive Weighting (SAW) method is employed to perform the weighting and ranking of case alternatives, while the software development process follows the Waterfall model, consisting of requirements analysis, system design, implementation, testing, and maintenance. The evaluation criteria include case urgency, social impact, number of victims, case complexity, and case resolution deadlines. System evaluation is conducted through functional testing using Black Box Testing, software quality assessment based on the ISO/IEC 25010 quality characteristics (functional suitability, usability, and performance efficiency), and recommendation accuracy measurement by comparing the system-generated rankings with expert judgments using the Spearman Rank Correlation coefficient. The expected system performance targets include 100% functional success, a minimum usability score of 85% (excellent category), a system response time of less than 3 seconds, and a ranking correlation coefficient of ≥0.90, indicating a very high level of agreement between the system recommendations and expert decisions. The expected outcome of this research is a Decision Support System capable of improving objectivity, consistency, and efficiency in prioritizing legal case handling while reducing subjectivity in the decision-making process.
PEMANFAATAN APLIKASI MOKA POS DALAM PENGELOLAAN PENJUALAN DI POKDAKAN IKAN LELE TANI MAKMUR Febby Madonna Yuma; Abdul Karim Syahputra; Asri Vivi Yanti Sinurat; Tika Christy
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5796

Abstract

Abstract: The use of digital technology in business management is an important need for fisheries business groups, including the Tani Makmur catfish fish farming group (POKDAKAN). The problem often faced by POKDAKAN Tani Makmur is that sales recording is still done manually, so it is less efficient, prone to errors, and difficult in preparing reports. One solution that can be implemented is the use of the Moka Pos application to improve the efficiency of managing sales of POKDAKAN Tani Makmur catfish. The method used in this activity is a qualitative descriptive method with data collection techniques through observation, interviews and documentation of the sales process before and after the use of the Moka Pos application. The results of this activity show that the use of Moka Pos is able to increase the efficiency of sales management characterized by faster transaction processes, more accurate recording, and ease in obtaining sales reports in real time. The use of the Moka Pos application has a positive impact in improving the efficiency of managing sales of POKDAKAN catfish and supporting more structured business management.            Keywords: Moka Pos application; utilization; sales; catfish POKDAKAN  Abstrak: Pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan usaha menjadi kebutuhan penting bagi kelompok usaha perikanan, termasuk kelompok pembudidaya ikan (POKDAKAN) ikan lele Tani Makmur. Permasalahan yang sering dihadapi POKDAKAN Tani Makmur ini adalah pencatatan penjualan masih dilakuan secara manual, sehingga kurang efisien, rawan kesalahan, dan menyulitkan dalam penyusunan laporan. Salah satu solusi yang dapat diterapkan yaitu penggunaan aplikasi Moka Pos dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan penjualan POKDAKAN ikan lele Tani Makmur.  Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap proses penjualan sebelum dan sesudah penggunaan aplikasi Moka Pos. Hasil dari kegiatan ini menunjukan bahwa penggunaan Moka Pos mampu memingkatkan efisiensi pengelolaan penjualan ditandai dengan proses transaksi yang lebih cepat, pencatatan lebih akurat, serta kemudahan dalam memperoleh laporan penjualan secara real time. Adapu pemanfaatan aplikasi Moka Pos memberikan dampak positif dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan penjualan POKDAKAN ikan lele dan mendukung pengelolaan usaha yang lebih terstruktur. Kata kunci: aplikasi Moka Pos; pemanfaatan; penjualan; POKDAKAN ikan lele 
Workshop : Menguasai Penggunaan Google Slides untuk Pembuatan Materi Pembelajaran bagi Guru SD Islam Imam Syafi'i Kisaran Abdul Karim Syahputra; Adi Mas Afandi; Putri Widya Sari; Septy Nur Intan
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Vol. 2 No. 1 (2024): JISS - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jiss.v2i1.212

Abstract

Dalam era di mana teknologi semakin meresapi kehidupan sehari-hari, guru dihadapkan pada tantangan untuk mengintegrasikan inovasi digital ke dalam metode pengajaran. Guru diharapkan mampu berkreativitas dengan menggunakan tekonologi dalam merancang materi pembelajaran yang relevan dan menarik bagi siswa di era digital. Untuk menjawab tantangan tersebut maka dilaksanakan kegiatan pelatihan yang membahas peran kunci teknologi digital, khususnya Google Slides, dalam mengubah lanskap pembelajaran. Google Slides adalah salah satu layanan produktivitas yang disediakan oleh Google sebagai bagian dari paket Google Workspace (sebelumnya dikenal sebagai G Suite). Google Slides merupakan aplikasi penyunting presentasi yang memungkinkan pengguna membuat, mengedit, dan berbagi presentasi secara kolaboratif secara online. Kegiatan ini menyoroti kebutuhan akan pelatihan yang mendalam agar guru di SD Islam Imam Syafi’i Kisaran dapat memahami secara menyeluruh bagaimana memanfaatkan Google Slides sebagai alat pembelajaran yang inovatif, kreatif dan efektif serta mendukung pembuatan presentasi yang menarik dan interaktif. Kegiatan ini juga bertujuan untuk membekali para pendidik dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan agar mereka dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam membimbing siswa menuju kesuksesan di era digital ini.
Penggunaan Visual Dalam Percakapan Bahasa Inggris Di LKP Royal Skill Training Center Akmal Akmal; Abdul Karim Syahputra; Rian Barialdi; Eben Ezer Sinaga
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v1i1.611

Abstract

Abstract: This training is a means or facility for students who are studying at LKP Royal Skill Training center in Tanjung Balai City to understand how they develop speaking skills in English using visual media. The visual media used is YouTube which is related to basic material in speaking skills. The students were asked to watch and understand what the actors and actresses were talking about on YouTube. The students were asked to provide comments on the topics they talked about then they made up the conversations they had watched. Keywords: Visual; Speaking ability; Youtube.  Abstrak: Pelatihan ini merupakan sarana bagi para peserta didik atau siswa yang sedang belajar di LKP Royal Skill Training Center di Kota Tanjung Balai untuk memahami bagaimana mereka mengembangkan kemampuan berbicara dalam Bahasa Inggris dengan menggunakan media visual. Media visual yang digunakan adalah youtube yang berkaitan dengan materi dasar dalam kemampuan berbicara. Para peserta didik diminta untuk menonton dan memahami apa yang dibicarakan para aktor dan aktris dalam youtube tersebut. Para peserta didik diminta untuk memberikan komentar tentang topik yang mereka bicarakan kemudian mereka membuat percakapan yang telah mereka tonton. Kata Kunci: Visual; Kemampuan berbicara; Youtube.  
Penerapan Monolitic Arsitecture Pada Aplikasi Ujian Online BERBASIS Berbasis Web Muhammad Iqbal; Abdul Karim Syahputra; Wiwin Handoko
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v2i2.1107

Abstract

Abstract: Monolithic architecture is still widely used in application development, especially in small applications or applications with less complex features and functions. In designing an online exam website using a monolithic architecture. An online exam application is an application that allows students or examinees to take the exam online, without the need to come to a predetermined exam place.  This online exam application is very helpful for students who live far from the test site, or for students who are sick and unable to physically attend the exam venue. This online exam application aims to make it easier for exam invigilators to manage students' grades. Based on the results of the application of the monolithic architecture, development is carried out easily because there is only one module that must be managed, it is easier to do testing because all application components are integrated in one module, it is easy to manage dependencies between components because they are all integrated in one module. However, for larger and complex applications, monolithic architectures are less appropriate and it is better to use separate architectures or physically separate architectures (such as microservicesarchitectures). Keywords: Architectures; Applications; Monolithic; Microservices; Online Exams  Abstrak: Arsitektur monolitik masih banyak digunakan dalam pengembangan aplikasi, terutama pada aplikasi kecil atau aplikasi dengan fitur dan fungsi yang tidak terlalu kompleks. Pada perancangan website ujian online menggunakan arsitektur monolitik. Aplikasi ujian online merupakan aplikasi yang memungkinkan siswa atau peserta ujian untuk mengerjakan ujian secara online, tanpa perlu datang ke tempat ujian yang telah ditentukan. Aplikasi ujian online ini sangat membantu bagi siswa yang tinggal jauh dari tempat ujian, atau bagi siswa yang sedang sakit dan tidak dapat hadir di tempat ujian secara fisik. Aplikasi ujian online ini bertujuan untuk memudahkan pengawas ujian dalam mengelola nilai siswa. Berdasarkan hasil penerapan arsitektur monolitik tersebut pengembangan dilakukan dengan mudah karena hanya ada satu modul yang harus dikelola. lebih mudah untuk melakukan testing karena semua komponen aplikasi terintegrasi dalam satu modul, mudah untuk mengelola dependensi antar komponen karena semuanya terintegrasi dalam satu modul. Namun, untuk aplikasi yang lebih besar dan kompleks, arsitektur monolitik kurang sesuai dan lebih baik menggunakan arsitektur terpisah atau arsitektur yang terpisah secara fisik (seperti arsitektur microservices). Kata kunci: Arsitektur; Aplikasi; Monolitik; Microservices; Ujian Online  
Pelatihan Pembelajaran Teknologi Informasi Dan Komunikasi Mengembangkan Profesi Guru Di Smp Negeri 7 Kisaran Abdul Karim Syahputra; Adi Mas Afandi; Ruri Ashari Dalimunthe; Taufiq Widyanto
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v2i2.1116

Abstract

Abstract: SMP Negeri 7 Kisaran is one of the schools that organizes the School Mobilization Program, has teachers who were on average born in the 1960s and 1970s, this shows that the teachers in SMP Negeri 7 Kisaran are generation X. School Mobilization Program focuses on developing student learning outcomes holistically which includes competence (literacy and numeracy) and character, starting from superior human resources (principals and teachers). With this program, teachers are required to continue to improve their abilities, both academic abilities and skills in supporting the teaching and learning process. The Covid-19 pandemic has forced the teaching and learning process to be carried out online by utilizing existing technology. Teachers are used to teaching face-to-face in class. So that when the Covid-19 Pandemic hit, it made it difficult for teachers to implement the use of online-based applications in carrying out the teaching and learning process. The solution we provide is to provide training to teachers at SMP Negeri 7 Kisaran in using the Google Classroom application to manage classes online with an implementation method, namely providing materials and collecting data. The target of this activity is that 90% of teachers are able to apply the Google Classrom application in the teaching and learning process. Keyword: google classroom; learning; teacher. Abstrak: SMP Negeri 7 Kisaran merupakan salah satu sekolah yang menyelenggarakan Program Sekolah Penggerak, memiliki guru yang rata-rata lahir pada tahun 1960-an dan 1970-an, hal ini menunjukkan bahwa guru-guru di SMP Negeri 7 Kisaran adalah generasi X. Program Mobilisasi Sekolah berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang meliputi kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, dimulai dari sumber daya manusia yang unggul (kepala sekolah dan guru). Dengan program ini, guru dituntut untuk terus meningkatkan kemampuannya, baik kemampuan akademik maupun keterampilan dalam menunjang proses belajar mengajar. Pandemi Covid-19 memaksa proses belajar mengajar dilakukan secara online dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Guru terbiasa mengajar tatap muka di kelas. Sehingga saat Pandemi Covid-19 melanda, membuat para guru kesulitan untuk mengimplementasikan penggunaan aplikasi berbasis online dalam menjalankan proses belajar mengajar. Solusi yang kami berikan adalah memberikan pelatihan kepada guru-guru di SMP Negeri 7 Kisaran dalam menggunakan aplikasi Google Classroom untuk mengelola kelas secara online dengan metode implementasi yaitu memberikan materi dan mengumpulkan data. Target dari kegiatan ini adalah 90% guru mampu menerapkan aplikasi Google Classrom dalam proses belajar mengajar. Kata kunci: aplikasi; desktop; futsal; papan skor.
PENERAPAN METODE SAW DALAM MENENTUKAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DESA TERHADAP SUMBER DAYA MANUSIA Dinda Novri Farenza; William Ramdhan; Abdul Karim Syahputra
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i2.5830

Abstract

Penilaian skor untuk rencana pembangunan baik itu untuk pembangunan fisik dan non-fisik desa (program dan kegiatan) dinilai berdasarkan pengkajian terhadap kriteria yang terdapat dalam skorsing prioritas RKPDes oleh Tim Penyusun RPJMDes/RKPDes, dimana alternatif yang mendapat skor paling tinggi akan akan dimasukkan dalam Rancangan RKPDes tahun berjalan. Penelitian ini bertujuan agar nilai terhadap pengkajian tidak hanya dilakukan untuk penilaian alternatif dan kriteria saja, tapi juga bisa berlaku antar kriteria satu sama lain. Nilai antar kriteria bisa dijadikan sebagai pembanding terhadap skorsing prioritas alternatif terhadap kriteria, adapun metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah metode  Simple Additive Weighting  (SAW), dimana metode inu yang berdasarkan normalisasi matrix keputusan (x) ke suatu skala yang dapat dibandingkan dengan semua rating alternatif yang adamelakukan analisis konsistensi terhadap kriteria. Hasil dari penelitian ini ialah adanya sistem yang bisa memberikan nilai antara kriteria dan kriteria yang akan menjadi patokan penilaian antar alternatif dan kriteria, sehingga pembuatan keputusan terhadap penentuan prioritas rencana pembangunan desa ataupun kegiatan bisa dikaji secara menyeluruh
A Multi-Criteria Fuzzy AHP Approach to Determine PKH Recipients in Sumber Harapan Village Ade Amanda Yunita; William Ramdhan; Abdul Karim Syahputra
International Journal of Management Science and Information Technology Vol. 6 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijmsit.v6i2.8030

Abstract

The development of information technology encourages the use of decision support systems to increase objectivity and efficiency in various fields, including the determination of social assistance recipients. In addition, through the main discussion carried out in this study aims to be able to analyze the process of determining the recipients of the Family Hope Program (PKH) in Sumber Harapan Village based on predetermined social and economic criteria and applying the Fuzzy Analytical Hierarchy Process (Fuzzy AHP) method to determine the importance weight of each criterion so that the assessment process becomes more objective, systematic, and transparent. And in addition, for the Research Method section used in this study is a qualitative approach through direct observation, interviews with village officials and related parties, and documentation studies of prospective PKH recipient data. The results of the study indicate that the Fuzzy AHP method is effective in determining the priority of aid recipients based on seven assessment criteria. Of the 15 alternatives analyzed, Lina Marlina (Alternative 8) obtained the highest priority value of 0.0920, followed by Siti Aminah (Alternative 2) with a value of 0.0895 and Nabila Sari (Alternative 12) of 0.0876, while Dedi Kurniawan (Alternative 5) obtained the lowest value of 0.0349. The developed web-based decision support system is able to automate the data management process, Fuzzy AHP calculations and present selection results quickly and accurately, thus helping village governments produce more targeted, transparent and accountable decisions in the distribution of PKH social assistance.
RUMAH AMAN ANAK ASAHAN (RAAA) DALAM MENDUKUNG PEMERINTAH DAERAH DAN APARAT PENEGAK HUKUM UNTUK MELINDUNGI ANAK DARI KEKERASAN SEKSUAL Asri Vivi Yanti Sinurat; Febby Madonna Yuma; Abdul Karim Syahputra; Kiki Adha Sirait
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.3978

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to examine how the Asahan Children's Safe House (RAAA) assists the local government and law enforcement in protecting children in Asahan Regency from sexual violence. In-depth interviews with RAAA administrators, social services officials, police officers from the Women and Children Protection Unit (UPA), psychosocial support officers, and direct observation of RAAA services were used to collect data using qualitative and descriptive approaches. The study findings indicate that RAAA is an important integrated service center and has successfully enhanced inter-agency collaboration while offering temporary protection, legal assistance, and psychological recovery for victims. Operational budget constraints, public stigma, lengthy legal procedures, and a lack of skilled human resources are some of the challenges faced by RAAA. Other challenges include an unintegrated data management system and a lack of supporting infrastructure. In conclusion, RAAA has had a substantial positive impact, but requires better coordination with the local government and community to overcome these challenges and ensure optimal and sustainable fulfillment of the rights of child victims of sexual violence. Keyword: Asahan Children's Safe House; Sexual Violence Against Children; Local Government; Law Enforcement Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana Rumah Aman Anak Asahan (RAAA) membantu pemerintah daerah dan penegak hukum dalam melindungi anak-anak di Kabupaten Asahan dari kekerasan seksual. Wawancara mendalam dengan pengurus RAAA, dinas sosial, petugas kepolisian dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPA), petugas pendukung psikososial, dan observasi langsung terhadap layanan RAAA digunakan untuk mengumpulkan data menggunakan pendekatan kualitatif dan deskriptif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa RAAA merupakan pusat layanan terpadu yang penting dan telah berhasil meningkatkan kolaborasi antarlembaga sekaligus menawarkan perlindungan sementara, bantuan hukum, dan pemulihan psikologis bagi korban. Anggaran operasional, stigma publik, prosedur hukum yang panjang, dan kurangnya sumber daya manusia yang ahli merupakan beberapa kesulitan yang dihadapi RAAA. Tantangan lainnya meliputi sistem manajemen data yang belum terintegrasi dan kurangnya infrastruktur pendukung. Kesimpulannya, RAAA telah memberikan dampak positif yang substansial, tetapi membutuhkan koordinasi yang lebih baik dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ini dan memastikan pemenuhan hak-hak anak korban kekerasan seksual yang optimal dan berkelanjutan. Kata kunci: Rumah Aman Anak Asahan; Kekerasan Seksual Terhadap Anak; Pemerintah Daerah; Penegak Hukum