Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kedudukan Guru Sebagai Pendidik jabri, Umiyati; Naro, Wahyuddin; Yuspiani, Yuspiani
EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling Vol 5 No 1 (2023): EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edupsycouns.v5i1.5805

Abstract

Abstract: This study aims to provide information about teachers as educators using library research research methods. In this study examines the position of teachers as educators. Teachers play a pivotal role in education and shaping the future of the younger generation. They are not just conveyors of knowledge, but also leaders, inspirers, and guides in students' learning journeys. In this abstract, we explore the significant role of teachers as educators and the impact they have on students. Through quality teaching, teachers become agents of change in transforming students' knowledge and skills. They also serve as facilitators of learning, creating an environment conducive to the development of critical thinking, creativity, and problem-solving skills. Teachers act as mentors, helping students understand ethics, morals, and social values. They also serve as evaluators of students' progress, providing constructive feedback for further development. Moreover, teachers serve as role models in attitudes and behaviors expected from students. They act as liaisons between schools, students, and communities, collaborating with stakeholders to create a conducive learning environment. In shaping the future, teachers have an irreplaceable role in guiding students towards success and a better quality of life. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang guru sebagai pendidik dengan menggunakan metode penelitian library research. Pada penelitian ini mengkaji posisi guru sebagai pendidik. Guru memiliki peran sentral dalam pendidikan dan membentuk masa depan generasi muda. Mereka tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga berperan sebagai pemimpin, inspirator, dan pemandu dalam perjalanan belajar siswa. Dalam abstrak ini, kami menyelidiki peran penting guru sebagai pendidik dan dampak yang mereka berikan pada siswa. Melalui pengajaran yang berkualitas, guru menjadi agen perubahan dalam mentransformasi pengetahuan dan keterampilan siswa. Mereka juga berperan sebagai fasilitator pembelajaran, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah. Guru juga berfungsi sebagai pembimbing, membantu siswa memahami etika, moral, dan nilai-nilai sosial. Mereka juga menjadi penilai kemajuan siswa, memberikan umpan balik yang konstruktif untuk pengembangan lebih lanjut. Selain itu, guru menjadi model peran dalam sikap dan perilaku yang diharapkan. Mereka juga berperan sebagai penghubung antara sekolah, siswa, dan komunitas, bekerja sama dengan pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang baik. Dalam rangka membentuk masa depan, guru memiliki peran yang tak tergantikan dalam membimbing siswa menuju kesuksesan dan kualitas hidup yang lebih baik.
Implementation of the Trilingual Handbook and Anti-Bullying Action for Teacher Working Group in Enrekang City Jabri, Umiyati; Samad , Ita Sarmita; Endarwaty, Asrina
eScience Humanity Journal Vol 5 No 1 (2024): eScience Humanity Journal Volume 5 Number 1 November 2024
Publisher : Asosiasi Ide Bahasa Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/esci.v5i1.185

Abstract

This study aimed to implement the Trilingual Handbook for English language teaching and the Anti-Bullying Action strategies across 8 elementary schools in Cluster 1, Enrekang Regency. The program was designed to improve English teaching through the integration of local wisdom-based materials and to foster safer school environments through structured anti-bullying campaigns. The Trilingual Handbook was successfully adopted by 4 out of 8 schools, demonstrating its potential to enhance language learning when effectively applied. However, challenges such as time constraints and unfamiliarity with the new methods hindered full adoption in the remaining schools. The Anti-Bullying Action strategies were implemented in 7 out of 8 schools, leading to a significant reduction in bullying incidents and improved student awareness. These results indicate that the program had a positive impact, although ongoing mentoring and support are essential to ensure full and sustained implementation across all schools.
Challenges in Grammar Learning Among EFL Students: A Case Study of an Indonesian University Mustakim, Mustakim; Jaya, Nur Musfirah; Jabri, Umiyati
Seltics Journal: Scope of English Language Teaching Literature and Linguistics Vol. 8 No. 1 (2025): Seltics Journal: Scope of English Language Teaching, Literature and Linguistics
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/seltics.v8i1.2598

Abstract

This study investigates the grammar learning difficulties faced by first-semester English Education students at Muhammadiyah University of Enrekang. A qualitative research approach was employed, involving semi-structured interviews and document analysis of 14 students' academic records. The data were analyzed using thematic analysis, focusing on identifying recurring patterns in the students' experiences and challenges. The findings reveal three main categories of difficulties: cognitive challenges, instructional shortcomings, and environmental constraints. Cognitive challenges include struggles with understanding fundamental grammar concepts, such as tenses and subject-verb agreement, compounded by difficulties in retaining rules and applying them in practical contexts. Instructional shortcomings emphasize monotonous teaching methods, lack of contextualized practice, and insufficient feedback, which hinder students' progress. Environmental constraints, including limited exposure to English and inadequate social support, exacerbate these challenges. The study highlights the importance of adopting interactive, student-centered teaching methods and integrating grammar instruction into broader language skills. Practical recommendations include the use of innovative strategies such as project-based learning, grammar-focused digital tools, and the creation of English-speaking environments. These findings provide valuable insights for educators and policymakers to enhance the effectiveness of grammar instruction in EFL contexts and improve student outcomes.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Melalui Metode Demonstrasi dan Make a Match Siswa Kelas V UPT SDN 289 Pinrang Hasnawiyah, Hasnawiyah; Assidig, Ilham; Jabri, Umiyati
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 2 (2025): April - Juni 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.2.2025.5668

Abstract

Urgensi penelitian ini didasari oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang ditunjukkan oleh capaian nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), serta terbatasnya penggunaan metode pembelajaran inovatif yang mampu memfasilitasi pemahaman konsep sosial secara efektif dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai hasil belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada siswa kelas V UPT SDN 289 Pinrang melalui penerapan metode demonstrasi dan Make A match. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V UPT SDN 289 Pinrang tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 28 orang, terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2023/2024, tepatnya dari bulan Januari hingga Maret 2024. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dokumentasi, catatan lapangan, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk melihat peningkatan nilai hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada prasiklus, rata-rata nilai hasil belajar siswa adalah 30%. Setelah penerapan metode demonstrasi dan Make A match pada siklus I, rata-rata nilai hasil belajar meningkat menjadi 60%. Hasil pelaksanaan siklus II, terjadi peningkatan rata-rata nilai hasil belajar menjadi 80%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan metode demonstrasi dan Make A match efektif dalam meningkatkan nilai hasil belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial siswa kelas V UPT SDN 289 Pinrang
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran IPA di UPT SDN 8 Pinrang Hidayatullah, A. M. Syarif; Masnur, Masnur; Jabri, Umiyati
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.1.2025.588

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar dalam pembelajaran IPA, yang tercermin dari dominasi pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru dan kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, sehingga diperlukan inovasi pendekatan seperti pembelajaran berbasis proyek yang dapat merangsang partisipasi, pemecahan masalah, dan refleksi mendalam terhadap materi yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran pembelajaran berbasis proyek terhadap peningkatan kemampuan critical thinking siswa kelas 4 pada pembelajaran IPA di UPT SDN 8 Pinrang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-eksperimental dan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari 60 siswa kelas 4 yang terbagi menjadi kelompok eksperimen (30 siswa) dan kelompok kontrol (30 siswa). Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan berpikir kritis, lembar observasi, angket respons siswa, dan rubrik penilaian proyek. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kemampuan berpikir kritis siswa kelompok eksperimen yang belajar dengan Model Pembelajaran berbasis proyek dan siswa kelompok kontrol yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Rata-rata skor post-test kelompok eksperimen (78,67) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (62,53), dengan peningkatan (N-Gain) pada kelompok eksperimen (0,47) dalam kategori sedang, sedangkan kelompok kontrol (0,11) dalam kategori rendah. Penerapan Model Pembelajaran berbasis proyek efektif dalam mengembangkan aspek berpikir kritis terutama pada indikator evaluasi, inferensi, dan regulasi diri. Integrasi dengan kearifan lokal Pinrang, memperkaya pengalaman belajar siswa. Keterbatasan penelitian terletak pada durasi relatif singkat dan fokus yang terbatas pada tema "Energi dan Perubahannya". Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperpanjang durasi penelitian, memperluas cakupan tema pembelajaran, dan mengeksplorasi integrasi dengan pendekatan pembelajaran lain.
Empowering Regional Tourism Stakeholders through Cooperative Learning: A Case Study Approach MUSTAKIM; EMIRATI; MUTMAINNAH; JABRI, Umiyati; ARIANI, Nina
Research and Innovation in Applied Linguistics Vol. 3 No. 2 (2025): [August]
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31963/rial.v3i2.5396

Abstract

Tourism holds great potential for regional development, particularly in culturally rich but underdeveloped areas like Enrekang Regency, South Sulawesi, Indonesia. However, limited human capital and fragmented stakeholder collaboration often hinder growth. This study explores the integration of the Cooperative Learning (CL) model into tourism education to enhance student competencies and support community-based tourism (CBT) development. Using a qualitative case study approach, data were collected through classroom observations, focus group discussions, and interviews with educators, students, tourism practitioners, and government officials. The findings reveal that CL significantly increased student engagement, strengthened English communication, leadership, and teamwork skills, and empowered students to lead real-world projects. These included the creation of 12 local tour packages, 7 digital promotional videos used by tourism offices, and the coordination of 5 village tourism events, contributing to increased local tourism visibility. Institutional support and cross-sector collaboration emerged as key success factors. The study concludes that embedding CL in tourism education not only enhances academic outcomes but also creates meaningful contributions to local tourism development. The model presented offers a replicable framework for aligning education with regional development goals, particularly in rural areas where tourism potential remains untapped
Analisis Hasil Belajar dalam Pembelajaran Matematika dengan Metode Jarimatika pada Siswa Kelas III di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Buntu Barana Annisa, Nur; Jabri, Umiyati; Rahmat, Rahmat
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 1 (2025): Januari - Maret 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.1.2025.5308

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya prestasi belajar matematika pada siswa kelas III di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Buntu Barana, yang memerlukan pendekatan pembelajaran yang lebih aktif dan menarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pendekatan jarimatika dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan dua siklus, yang terdiri dari empat komponen utama: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 18 siswa kelas III Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Buntu Barana. Data dikumpulkan melalui tes awal dan tes akhir pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode jarimatika dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, yang tercermin dari peningkatan jumlah siswa yang tuntas belajar. Pada siklus I, hanya 44,44% siswa yang tuntas, sedangkan pada siklus II, persentase siswa yang tuntas meningkat menjadi 83,33%. Penerapan metode jarimatika terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan metode pembelajaran yang lebih efektif di sekolah-sekolah dasar.
Perkembangan Kewirausahaan dalam Meningkatkan Taraf Hidup di Kelurahan Lewaja Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang Le’Lan, Lusiana; Busa, Yunus; Jabri, Umiyati
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan kewirausahaan dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat di Kelurahan Lewaja Kabupaten Enrekang dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat perkembangan kewirausahaan dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat di Kelurahan Lewaja Kabupaten Enrekang. Jenis data dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Lewaja Kecamatan Enrekang. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan minat berwirausaha dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat Kelurahan Lewaja adalah pengusaha memiliki sikap percaya diri artinya pengusaha mampu mengendalikan diri dengan baik dalam hal kepercayaan diri, inovatif artinya menciptakan hal-hal yang baru yang serupa dengan usaha yang telah dikelola, sikap keterbukaan artinya selalu terbuka dengan informasi-informasi mengenai kewirausahaan agar memiliki usaha yang tidak kuno atau tertinggal, keberanian dalam mengambil resiko artinya pengusaha dapat mengambil resiko yang memang sesuai dengan kemampuan dan perencana artinya pengusaha mampu merencanakan sesuatu dengan selalu berpikir kreatif. Sedangkan Faktor penghambatnya adalah gagal merencanakan sesuatu, tidak mampu melakukan peralihan, melakukan persaingan yang tidak sehat, tidak dapat mengelola atau mengendalikan sistem keuangan dengan baik. Sedangkan faktor pendoronya adalah selalu memiliki pikiran yang positif, kreatif, inisiatif, inovasi dan disiplin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perkembangan kewirausahaan dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat di Kelurahan Lewaja sudah mulai mengalami peningkatan.
Application of the Webtoon Media to Increase Student’s Reading Comprehension Rosmiana, Sri; Jabri, Umiyati; Musdalifah, Musdalifah; Iqra, Iqra
Sublim: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 1 (2023): The 3rd International Conference on Innovation in Science, Engineering, and Educa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/sublim.v2i1.5916

Abstract

This research was found out whether the application of the webtoon media increases students' reading comprehension. A quasi experimental design was used in this research with the experimental class and the control class. The populations were students of SMK PGRI Enrekang for the academic year 2021/2022. The samples of this study were students of class X OTKP (15 students) as the experimental group and students of class X AKL (15 students) as the control group. This sample was taken by cluster sampling technique. This research applied the webtoon application media to the experimental group and the folktales to the control group. The instrument of this research was reading test. It used to determine students' reading comprehension in learning English. The researcher found that the use of webtoon media could improve the student’s reading comprehension of class X OTKP of SMK PGRI Enrekang because the average score after being given post-test treatment which was 85.00 higher than the control was post-test grade is 75.00. This proves that the experimental group is in to the good category. Based on the data, the researcher concludes that the webtoon media can improve students' reading comprehension.
Building Village through MBKM Learning Model with KUKIS: Students Perceptions on the Learning Outcomes and MBKM Goals Samad, Ita Sarmita; Jabri, Umiyati; Akbar, Imam
Sublim: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 1 (2023): The 3rd International Conference on Innovation in Science, Engineering, and Educa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/sublim.v2i1.5984

Abstract

This research aims to analyse the impact of the MBKM-based KUKIS learning model, the village building scheme, which has been applied to students of English Education study program. The KUKIS learning model is adapted from the Project-Based Learning model. Descriptive research method with a quantitative approach is used in this research. Questionnaires and interviews are used as instruments to collect data from the selected research sample using purposive sampling technique. The results of data analysis show that the application of KUKIS is able to contribute positively to students' ability to fulfil learning outcomes which include attitudes, general skills, special skills, and mastery of knowledge. Likewise for the aspect of MBKM objectives, students assessed that the application of the KUKIS learning model is able to contribute positively to the achievement of MBKM goals, both soft skills and hard skills of students.