Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penkes Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Siswa di SD Negeri 010 Sungai Kunjang Samarinda Ruminem, Ruminem; Rita Puspa Sari; Ida Ayu Kade Sri Widiastuti; Saprianti; Najla Dalillah; Resti Maya Sari; Olit Mili P. S.; Sabrina Nurhalizah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah memberikan manfaat untuk meningkatkan pembelajaran siswa dan guru serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, yang pada gilirannya akan mendorong terciptanya komunitas sekolah yang sehat. Karena kurangnya pengetahuan dan  kesadaran tentang PHBS di  sekolah, anak-anak sekolah biasanya tidak menerapkannya. Tujuan  pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuann siswa akan pentingnya penerapan PHBS di sekolah. SD Negeri 010 Sungai Kunjang Samarinda. Didapatkan sebelum program kesehatan, sebagian besar siswa memiliki pengetahuan kategori kurang baik  (54%) dan cukup (46%); setelah diberikan penkes sebagian besar siswa memiliki pengetahuan tentang PHBS sekolah kategori baik (73%) dan Cukup memadai (27%), dan siswa mampu  mempraktikkan enam langkah mencuci tangan yang benar. Terjadinya peningkatan pengetahuan siswa  tentang penerapan PHBS sekolah setelah diberikan penkes. Disarankan agar siswa secara aktif dapat menerapkan  indikator PHBS di sekolah sehingga terwujud sekolah yang sehat.
Edukasi Pada Ibu Tentang Pencegahan dan Pertolongan Pertama Mengatasi Penyakit Diare dan Ispa Pada Anak di Wilayah Puskesmas Remaja Samarinda Rita Puspa Sari; Maharani, Deswinta; Ruminem, Ruminem; Ida Ayu Kade Sri Widiastuti; Syahrun, Syahrun; Ahmad Abdul Ghofar Abdulloh
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah meningkatkan Pengetahuan Ibu dalam mencegah dan memberikan Pertolongan Pertama pada anak yang mengalami ISPA dan diare di rumah. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dalam bentuk edukasi kepada Ibu yang mempunyai anak usia balita dan usia sekolah berupa Penyuluhan yang dilaksanakan di rumah salah satu warga dasa wisma di wilayah Puskesmas Remaja Samarinda. Hasil yang diperoleh dari kegiatan Pengabdian masyarat yaitu terjadi peningkatan pengetahuan ibu-ibu partisipan setelah diberikan edukasi berupa Penyuluhan tentang Pencegahan dan Pertolongan pertama yang dapat dilakukan ibu di rumah pada anak yang mengalami ISPA dan diare. Penting memberikan edukasi cara merawat anak, khususnya pengetahuan tentang pencegahan dan pertolongan pertama di rumah yang dapat dilakukan ibu ketika anaknya mengalami ISPA dan atau diare. Peningkatan hidup bersih dan sehat melalui edukasi berbasis informasi PHBS harus selalu diberikan kepada anak sekolah dan ibu sebagai pengasuh anak di rumah, yang dapat memberikan informasi dan menjadi role model bagi anak ketika melakukan hidup bersih dan sehat.
EDUKASI KESEHATAN PEMILIHAN JAJANAN SEHAT PADA SISWA DI SD NEGERI 024 BENGKURING SAMARINDA UTARA Ruminem, Ruminem
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 7 No 1 (2025): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v7i1.766

Abstract

Pendahuluan : Hampir semua anak usia sekolah suka jajan (95%-96, selain nilai gizi makanan jajanan yang relatif rendah, keamanan pangan makanan jajanan juga menjadi masalah. Kebiasaan anak sekolah mengonsumsi jajanan yang tidak jelas nilai gizi dan kebersihannya dapat berdampak negatif pada kesehatan mereka dan menyebabkan masalah kesehatan. Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pemilihan Jajanan sehat dan dampak kosumsi jajanan yang tidak sehat bagi kesehatan di SD Negeri 024 Bengkuring Sempaja Timur Samarinda Utara. Metode : kegiatan edukasi berupa penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah dan demonstrasi mengenai pemilihan jajanan yang sehat pada siswa kelas IV, guru kelas dan penjaja kantin di SDN 024 Bengkuring. Hasil : Hasil pengukuran pengetahuan didapatkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai pemilihan jajanan yang sehat, dengan nilai mean pengetahuan sebelum berikan penyuluhan sebesar 51 dan setelah diberikan penyuluhan nilai mean meningkat menjadi 84. Kesimpulan : edukasi kesehatan mampu meningkatan pengetahuan siswa mengenai pemilihan jajanan sehat. Diharapkan siswa mampu menerapkan perilaku jajanan yang sehat di sekolah
Mental and Emotional Problems among Preschool-Aged Children Experiencing Sibling Rivalry: Case Study Ruminem, Ruminem; Saputra, M. Aldi; Puspa Sari, Rita; Widiastuti, Ida Ayu Kade
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 8, No 2 (2025): JKPBK Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v8i2.24928

Abstract

AbstractIntroduction: Sibling rivalry in preschool-aged children may lead to various consequences, including negative impacts on the children themselves, such as aggression, tantrums, emotional instability, excessive reactions, low self-confidence, and feelings of resentment toward siblings. It may also affect sibling relationships, manifested by aggressive behavior, unwillingness to share, competitive attitudes, lack of cooperation, frequent tattling, dominance over siblings, and modeling of negative behaviors. Objective: This study aimed to describe the mental–emotional problems of preschool-aged children experiencing sibling rivalry.. Methods: This study employed a descriptive research design with a case study approach. The subjects were preschool-aged children attending Tunas Rimba 1 Kindergarten who experienced sibling rivalry, along with their parents, involving a total of six participants. The research instruments included a Sibling Rivalry Questionnaire and the Mental–Emotional Problems Questionnaire (KMME). Data were analyzed using descriptive explanatory analysis.Results: The findings revealed that all participants (six children) experienced high levels of sibling rivalry, characterized by aggressive behavior, competition, and feelings of jealousy toward siblings. Based on the KMME assessment, five participants were categorized as having a possible risk of mental–emotional problems, indicated by behaviors such as unexplained anger, excessive fear, and confused behavior, while one participant was categorized as normal. Conclusion: Children experiencing sibling rivalry may be at risk of developing mental–emotional problems, with the majority classified as having a possible risk. It is recommended that parents actively seek information regarding the impact of sibling rivalry on children and engage in counseling to prevent further mental–emotional problems