Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

The Relationship Between Patient Safety Culture and Patient Safety Goals in the Internal Medicine Inpatient Ward at Wira Bhakti Army Hospital, Mataram Tampubolon, Sahat Ericson; Kridawati, Atik; Nugroho, Dedy; Yanuar, Ignatius Erik Sapta
Journal of Ageing And Family Vol 4, No 2 (2024): Journal of Ageing And Family
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/joaf.v4i2.7235

Abstract

Patient safety has been a universal reference in modern hospital practices. In Indonesia, efforts to prevent Patient Safety Incidents—such as Near Misses, Incidents, Adverse Events, and Unsafe Conditions—have been a priority in hospital safety systems. In Nusa Tenggara Barat (NTB), the incidence rate of Patient Safety Incidents is 4.8%. Army Hospital Wira Bhakti Mataram, a military hospital in NTB, plays a significant role in providing healthcare services. The hospital conducts patient safety surveys every six months to monitor and improve safety standards. This study aims to analyze the relationship between patient safety culture and patient safety incidents in the Internal Medicine Unit of Army Hospital Wira Bhakti Mataram. A quantitative analysis method with a cross-sectional approach was used. The study involved a total sample of 82 nurses, collected through in-depth interviews. The results indicate a significant relationship between patient safety culture and patient safety incidents, with a p-value of 0.003. These findings highlight the importance of fostering a strong patient safety culture to reduce incidents and improve overall healthcare quality.
The Effect of Lean Six Sigma Implementation, Information Technology Utilization, and Bed Capacity on Length of Inpatient Stay at Karya Medika Hospital, Bantar Gebang, Bekasi, in 2025 Gunardi, Astri; Kridawati, Atik; Herawati, Herawati; Marliana, Thika
Journal of Ageing And Family Vol 4, No 2 (2024): Journal of Ageing And Family
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/joaf.v4i2.7229

Abstract

The Length of stay is a crucial indicator in hospital service systems. This study aims to analyze the influence of Lean Six Sigma implementation, the use of information technology, and bed capacity on the length of stay at RS Karya Medika Bantar Gebang. The research method used is a quantitative approach with a descriptive analytical design. Data were collected through questionnaires and analyzed using univariate, bivariate, and multivariate tests. The univariate analysis results show that the majority of respondents are aged 20-35 years (59.00%), female (64.10%), and work as nurses (56.40%). Bivariate analysis using Pearson correlation test shows that Lean Six Sigma implementation has a strong relationship with length of stay (r = 0.855, p = 0.000), the use of information technology has a very strong relationship (r = 0.906, p = 0.000), and bed capacity also has a strong relationship (r = 0.838, p = 0.000). Multivariate analysis results using multiple linear regression indicate that Lean Six Sigma implementation (β = 1.583, p = 0.000) and the use of information technology (β = 0.954, p = 0.043) significantly affect the length of stay, while bed capacity (β = 0.505, p = 0.243) does not have a significant effect. The regression model used has an R value of 0.944 and an R Square value of 0.892, indicating that 89.2% of variations in length of stay can be explained by the three independent variables. The conclusion of this study is that Lean Six Sigma implementation and the use of information technology significantly contribute to reducing the length of stay, while bed capacity does not have a direct impact. Therefore, hospitals are advised to further optimize the implementation of Lean Six Sigma and information technology to improve service efficiency.
Pengaruh Kompetensi dan Konflik Pekerjaan-Keluarga terhadap Kinerja Perawat di Unit Rawat Inap RS Mitra Husada Tangerang Renalita, Thasya Ratu; Kridawati, Atik; Sangadji, Ismail
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Mei 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i2.1541

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan konflik pekerjaan–keluarga terhadap kinerja perawat di unit rawat inap Rumah Sakit Mitra Husada Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh dengan jumlah responden sebanyak 40 orang perawat rawat inap di RS Mitra Husada Tangerang. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda. Hasil uji Kolmogorov Smirnov (sig = 0,795), Uji T dengan variable kompetensi (5,397) sig = 0,000), konflik pekerjaan-keluarga (-1,678) (sig = 0,102), Uji F dengan hasil (16,763), signifikansi (0,000). Hasil regresi logistik multivariat menunjukkan bahwa kedua variabel memiliki nilai signifikan secara statistik, variable kompetensi (0.589 ) dan konflik pekerjaan-keluarga (-0.148), nilai koefisien korelasi dan Determinasi (R) sebesar 0,689 dengan nilai R Square (0.475). Hasil analisa koefisien korelasi tiap variabel kompetensi (0.660), dan variabel konflik pekerjaan-keluarga (0,250). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perawat, sedangkan konflik pekerjaan–keluarga berpengaruh negatif terhadap kinerja perawat.
Pengaruh Kompetensi dan Konflik Pekerjaan-Keluarga terhadap Kinerja Perawat di Unit Rawat Inap RS Mitra Husada Tangerang Renalita, Thasya Ratu; Kridawati, Atik; Sangadji, Ismail
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Mei 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i2.1541

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan konflik pekerjaan–keluarga terhadap kinerja perawat di unit rawat inap Rumah Sakit Mitra Husada Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh dengan jumlah responden sebanyak 40 orang perawat rawat inap di RS Mitra Husada Tangerang. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda. Hasil uji Kolmogorov Smirnov (sig = 0,795), Uji T dengan variable kompetensi (5,397) sig = 0,000), konflik pekerjaan-keluarga (-1,678) (sig = 0,102), Uji F dengan hasil (16,763), signifikansi (0,000). Hasil regresi logistik multivariat menunjukkan bahwa kedua variabel memiliki nilai signifikan secara statistik, variable kompetensi (0.589 ) dan konflik pekerjaan-keluarga (-0.148), nilai koefisien korelasi dan Determinasi (R) sebesar 0,689 dengan nilai R Square (0.475). Hasil analisa koefisien korelasi tiap variabel kompetensi (0.660), dan variabel konflik pekerjaan-keluarga (0,250). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perawat, sedangkan konflik pekerjaan–keluarga berpengaruh negatif terhadap kinerja perawat.
Evaluasi Implementasi Sistem Informasi Manajemen Gizi (Sim Gizi) Di Rumah Sakit Restu Kasih: Tantangan Dan Strategi Optimalisasi Chandra, Chandra; Kridawati, Atik; Rumengan, Grace
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8474

Abstract

AbstrakPelayanan gizi merupakan bagian integral dari mutu pelayanan rumah sakit karena berperan langsung dalam proses penyembuhan dan keselamatan pasien. Penerapan Sistem Informasi Manajemen Gizi (SIM Gizi) sebagai bagian dari SIMRS diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, dan koordinasi layanan gizi. Namun, pemanfaatan SIM Gizi tidak selalu berjalan optimal, terutama pada rumah sakit swasta dengan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi SIM Gizi di Rumah Sakit Restu Kasih menggunakan model Human–Organization–Technology Fit (HOT-Fit) serta mengidentifikasi tantangan dan strategi optimalisasi pemanfaatannya. Penelitian ini menggunakan desain evaluatif–eksplanatif dengan pendekatan mixed-methods tipe sequential explanatory. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner kepada pengguna SIM Gizi dan dianalisis menggunakan kerangka HOT-Fit, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dan FGD untuk memperdalam pemahaman terhadap temuan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan SIM Gizi berada pada kategori “cukup”. Sistem dinilai stabil dan terintegrasi dengan rekam medis elektronik, namun masih menghadapi kendala pada responsivitas dan pemanfaatan fitur. Faktor organisasi muncul sebagai determinan kunci keberhasilan implementasi. Keselarasan antara dimensi manusia, organisasi, dan teknologi berada pada tingkat moderat dan menghasilkan manfaat bersih yang nyata, tetapi belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi SIM Gizi di RS Restu Kasih telah berjalan secara fungsional, namun memerlukan penguatan terpadu pada aspek teknologi, sumber daya manusia, dan tata kelola organisasi. Disarankan agar rumah sakit meningkatkan tata kelola SIMRS, pengembangan kompetensi pengguna, serta optimalisasi sistem secara berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pelayanan gizi dan efisiensi kerja. Kata kunci: Evaluasi implementasi, Sistem Informasi Manajemen Gizi (SIM Gizi), Rumah sakit, HOT-FitAbstractNutrition services are an integral component of hospital service quality, as they directly contribute to patient recovery, safety, and clinical outcomes. The implementation of a Nutrition Management Information System (SIM Gizi) as part of the Hospital Management Information System (HMIS) is expected to improve efficiency, accuracy, and coordination of nutrition services. However, the utilization of SIM Gizi has not always been optimal, particularly in private hospitals with limited resources. This study aims to evaluate the implementation of SIM Gizi at Restu Kasih Hospital using the Human–Organization–Technology Fit (HOT-Fit) model and to identify the challenges and optimization strategies for its utilization.This study employed an evaluative–explanatory design with a mixed-methods approach using a sequential explanatory strategy. Quantitative data were collected through questionnaires administered to SIM Gizi users and analyzed based on the HOT-Fit framework, while qualitative data were obtained through in-depth interviews and focus group discussions to further explain the quantitative findings.The results indicate that system quality, information quality, and service quality of SIM Gizi are at a “moderate” level. The system is perceived as stable and integrated with electronic medical records; however, challenges remain in system responsiveness and feature utilization. Organizational factors emerged as a key determinant of implementation success. The alignment among human, organizational, and technological dimensions was found to be moderate, resulting in tangible net benefits that have not yet been fully optimized.This study concludes that the implementation of SIM Gizi at Restu Kasih Hospital is functionally adequate but requires integrated improvements in technology, human resources, and organizational governance. It is recommended that hospitals strengthen HMIS governance, enhance user competencies, and continuously optimize the system to improve nutrition service quality and work efficiency. Keywords: Implementation evaluation, Nutrition Management Information System (SIM Gizi), Hospital, HOT-Fit