Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Sosialisasi Pengolahan Air Tanah dengan Prototipe IPA Modifikasi di Sumberaji Kecamatan Sukodadi Sulistiono, Eko; M. Hanif; Lathifah, Nur; Wilda A, Gading; Savira A, Marsha; Rahadian W, Rizky; Zahra Z
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i4.9913

Abstract

Sumberaji merupakan sebuah desa yang penduduknya terletak di Lamongan mempunyai sumber air permukaan yang besar yang berdekatan dengan sawah dan tidak terkontaminasi. Sehingga hasil laboratorium menunjukkan hasil DO, TDS, COD, BOD, Total Coliform dan E. Coli memenuhi standar. Serta adanya keinginan masyarakat Desa Sumberaji, Kecamatan Sukodadi untuk memproduksi air tanah menjadi air minum dalam kemasan (AMDK). Sehingga Fikes Unisla melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ingin meningkatkan kualitas sumber air Desa Sumberaji agar menjadi air minum yang siap dikonsumsi. Dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), tim menggunakan metode pengolahan air tanah dengan prototipe IPAM yang dimodifikasi. Berdasarkan hasil karakteristik air tanah yang diperoleh, perancangan peralatan unit pengolahan air minum di Desa Sumberji memerlukan media filter pada tabung filter yaitu karbon aktif, pasir silika dan zeolit ​​mangan yang digunakan untuk menghilangkan partikel terlarut diatas 50 µ yang dapat mengurangi konsentrasi zat besi dan bahan organik yang dikandungnya. Kegiatan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan di Desa Sumberaji telah menghasilkan perencanaan program pengolahan air minum untuk meningkatkan kebutuhan air minum bagi warga Desa Sumberaji dan sekitarnya.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERNIKAHAN USIA DINI DI WILAYAH PUSKESMAS TUMBANG JUTUH Karolina, Yunike; Friscila, Ika; Hidayah, Nur; Lathifah, Nur
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 13 No 1 (2024): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v13i1.2538

Abstract

Fenomena pernikahan usia dini menjadi salah satu masalah yang cukup pelik yang berkembang di negara maju maupun negara berkembang, khususnya Indonesia. Pendidikan, pengetahuan dan lingkungan sosial budaya masyarakat menjadi faktor dominan untuk melakukan pernikahan usia dini. Melakukan analisis tentang faktor yang berhubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Tumbang Jutuh. Penelitian ini adalah data deskriptif koleratif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel adalah 55 remaja putri dengan rentang usia 15 -20 tahun di wilayah kerja Puskesmas Tumbang Jutuh. Instrumen menggunakan kuesioner yang dianalisis menggunakan chi square. Hasil penelitian adalah Variabel pernikahan usia dini adalah kategori yang menikah di usia dini sebanyak 31 orang atau 56,4%, analisis statistik faktor pendidikan (p value 0,000 ), pengetahuan (p value 0,001), lingkungan sosial (p value 0,000) yang bermakna ketiga faktor ini memiliki hubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja putri. Faktor pendidikan, pengetahuan dan lingkungan sosial berhubungan terhadap kejadian pernikahan usia dini pada remaja putri. Kata kunci: Lingkungan Sosial, Pendidikan, Pengetahuan, Pernikahan Usia Dini, Remaja Putri
Faktor Ibu Yang Berkaitan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Cempaka Tahun 2022 Sari, Aprilyani Puspita; Yuliana, Fitri; Lestari, Yayuk Puji; Lathifah, Nur
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 7 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v7i1.147

Abstract

Stunting merupakan salah satu bentuk gizi kurang ditandai dengan indikator tinggi badan menurut umur. Faktor ibu yang berkaitan dengan kejadian stunting adalah tinggi badan ibu karena faktor genetik keluarga yang tubuhnya tinggi maupun pendek. KEK dan usia ibu saat hamil kurang dari 20 dan lebih dari 35 tahun berisiko melahirkan bayi BBLR yang jika tidak ditangani berlanjut stunting. Menganalisis Faktor Ibu Yang Berkaitan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Cempaka. Metode yang digunakan yakni Analitik Observasional dengan pendekatan Case control dan teknik sampel yang digunakan adalah non random sampling dengan teknik accidental sampling. Data yang digunakan adalah jenis data kuantitatif yang bersumber dari data sekunder. Instrumen pengambilan data menggunakan ceklis. Data dianalisa menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian dari 316 balita terdapat 50 persen balita mengalami stunting dan 50 persen balita tidak mengalami stunting. Ibu tinggi badan pendek sebanyak 38,9 persen dan ibu dengan tinggi badan normal sebanyak 61,1 persen. Ibu dengan Riwayat KEK saat hamil sebanyak 42,1persen dan ibu tidak KEK sebanyak 57,9 persen. Ibu dengan usia berisiko saat hamil sebayak 65,5 persen dan ibu dengan usia yang tidak berisiko sebanyak 34,5 persen. Hasil uji Chi-Squere, didapatkan hubungan antara faktor ibu dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskemas Rawat Inap Cempaka tahun 2022.
Improving the knowledge women of reproductive age about contraception through use of Klik KB Aryvia, Nabilla Salsa; Hestiyana, Nita; Mahdiyah, Dede; Lathifah, Nur
Health Sciences International Journal Vol. 3 No. 2: August 2025
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v3i2.62

Abstract

Background: Family planning is a vital public health initiative aimed at enhancing reproductive health and ensuring sustainable population growth. Despite advancements, knowledge gaps persist, particularly in underserved areas, leading to misconceptions about contraceptive methods. Klik KB, a mobile application by BKKBN, has shown potential in improving contraceptive knowledge, yet its utilization remains limited. Objective:   This study evaluates the effectiveness of the Klik KB application in improving contraceptive knowledge among women of reproductive age. Method:   A pre-experimental one-group pretest-posttest design was employed, involving 30 women aged 15–49 years. Participants completed a structured questionnaire before and after guided use of the Klik KB application. Statistical analysis was performed using the Wilcoxon signed-rank test. Results:  The mean knowledge score significantly increased from 80.32 (SD = 11.82) pretest to 88.17 (SD = 8.74) posttest (p = 0.013). The proportion of participants with good knowledge rose from 70% to 93.3%, while no respondents remained in the poor knowledge category after the intervention. Conclusion:  The Klik KB application effectively improves contraceptive knowledge among women of reproductive age, highlighting its potential as a digital tool for enhancing reproductive health education and outcomes.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN KONTRASEPSI SUNTIK SEBAGAI KB PASCA SALIN DI PUSKESMAS TERMINAL BANJARMASIN Pratama Putri, Nanda; Lathifah, Nur; Noor Anisa, Fadhiyah
Midwifery And Complementary Care Vol 3 No 2 (2024): Midwifery and Complementary Care
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/mcc.v3i2.464

Abstract

Background: In Indonesia in 2021 it was 57.4%. Based on provincial distribution, the highest prevalence rate of family planning use is south Kalimantan, which is 67.9%. Various factors influence postpartum mothers in choosing the right contraceptive according to their needs. Objective:. Analyze and identify what factors are related to the selection of Injectable Contraceptives as Postpartum Family Planning at the Banjarmasin Terminal Health Center. Methods: The method used in this study is the Cross Sectional method. By using a simple random sampling technique in sampling, the number of samples was obtained from 224 postpartum mothers. Data analysis using chi square test. Result: The results of the study that chose Injectable Birth Control were much more, namely 198 people (88.39%) compared to those who chose Non-Injectable Birth Control which was 26 people (11.61 %). The results of the chi square test on age were obtained that there were 25% cells with an expected value of < 5 so, the fisher exact test used with a p-value of 0.279. The results of the chi square test on education obtained a p-value with a value of 0.615. And the results of the chi square test against parity obtained a p-value with a value of 0.005. Conclusion: There is a relationship between parity and the selection of injectable contraceptives as postpartum birth control, while other factors such as age and education are not related to the selection of injectable contraceptives as postpartum birth control at the Banjarmasin Terminal Health Center.
Pelaksanaan Skrining Pre Eklampsia Berdasarkan Faktor Resiko Sedang Dan Tinggi Di Puskesmas Tapin Utara Puteri, Dewi Ineke; Dona, Sismeri; Lathifah, Nur
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): November : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v3i3.2152

Abstract

Pre-eclampsia screening in early pregnancy is effective in preventing pre-eclampsia. Screening has been implemented and the program has been running but the incidence of pre-eclampsia as a cause of maternal death in Indonesia. The purpose of the study was to determine the implementation of pre-eclampsia screening based on medium and high risk factors at the North Tapin Health Center. Quantitative descriptive research with retrospective approach. The data used is secondary data. Purposive sampling technique totaled 181 people. The implementation of pre-eclampsia screening based on moderate risk factors at the North Tapin Health Center according to univariate analysis in this study was completely filled as many as 47. 5% and 52.5% are filled quite completely. Moderate risk factors that are still filled quite completely from the lowest are risk factors for obesity before pregnancy (66.3), risk factor calculation MAP value > 90 (84.5%), Multiparous risk factors with pregnancy by new partners (95.0%) and proteinuria > +1 (97.2%) The implementation of pre-eclampsia screening based on high risk factors at the North Tapin Health Center is 100% complete
Faktor Yang Berhubungan Dengan Rendahnya Minat Wanita Usia Subur Dalam Penggunaan KB Intrauterine Device Putri, Yuwari Natalia; Lathifah, Nur; Hidayah, Nur
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): November : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v3i3.2179

Abstract

Family planning is a government program to limit the birth rate. One of them is the use of effective contraceptives Intra Uterine Device (IUD), but in general in Central Kalimantan the demand for contraceptives is very low, especially in the working area of the Timpah Health Center. The purpose of the study was to analyze factors associated with the low interest of women of childbearing age in the use of Intra Uterine Device contraceptives at UPT Puskesmas Timpah. The method used is quantitative research with a cross sectional design. The data collection instrument uses questionnaires taken with Total Sampling techniques. The respondents were women of childbearing age. The results of the study of women of childbearing age on IUD birth control were obtained by 11 respondents having moderate interest (55%), knowledge level less than 23 respondents (57.5%), low parity < 2 children as many as 30 people (75%), elementary / junior high school graduate education 24 people (60%), husbands did not support 28 people (70%). The results of the chi-square test on Fisher Exact p-value obtained knowledge with interest p = 0.432, parity with interest p = 1,000, education with interest p = 0.407, husband support with interest p = 1,000.
HUBUNGAN KEPATUHAN MEMINUM SUPLEMEN ASUPAN KALSIUM DENGAN TINGKAT DISMENOREA PADA KARYAWATI RSIA PARADISE Djariah, Ainun; Lathifah, Nur; Yuliantie, Putri
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 12 (2023): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Desember 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v1i12.1073

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi dismenorea primer di Indonesia cukup tinggi yaitu 60-75% pada perempuan muda. Di Indonesia 64,25% yang terdiri dari 54,89% dismenorea primer dan 9,36% dismenore sekunder. Dismenorea merupakan gangguan berupa nyeri atau kram otot rahim. salah satu yang berperan dalam relaksasi otot termasuk otot organ reproduksi diakibatkan oleh pembuluh darah. Relaksasi terjadi dengan mengeluarkan ion kalsium secara aktif menembus membrane plasma dan kembali ke dalam retikulum sarkoplasma. Ketika ion kalsium dibersihkan, miosin mengalami defosforilasi dan tidak lagi dapat berinteraksi dengan aktin sehingga kontraksi myometrium akan menurun, vasokonstriksi akan menurun, dan nyeri dismenorea akan menurun adalah konsumsi kalsium (Nurwana, Sabilu & Fachlevy, 2017). Hasil: Penelitian ini menunjukan responden dengan usia Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan meminum suplemen asupan kalsium dengan tingkat dismenorea pada karyawati RSIA Paradise. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan yang digunakan adalah cross sectional populasi target dalam penelitian ini adalah karyawati, dalam pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling berupa total sampling yaitu pengambilan sampel keseluruhan dari populasi. Penelitian ini menggunakan data primer dengan analisis chi-square program SPSS dalam pengolahan data dengan tingkat signifikan 0,05 dengan convidence interval 95%. Hasil: Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara kepatuhan meminum suplemen asupan kalsium terhadap kejadian dismenorea pada karyawati di RSIA Paradise didapatkan nilai ρ = <0,001 (< α 0,050). Berdasarkan hasil uji statistic chi Square didapatkan nilai ρ = <0,001 < α 0,050 maka hipotesis penelitian diterima.Simpulan: ada hubungan antara kepatuhan meminum suplemen asupan kalsium terhadap kejadian dismenorea pada karyawati di RSIA Paradise, disarankan kepada karyawati untuk terus mengkonsumsi kalsium untuk mengurangi nyeri saat haid.
Seismic Performance Analysis of Buildings Strengthened with X-Bracing Systems under Dynamic Earthquake Loads Lathifah, Nur; Idroes, Imransyah; Hady, Munirul; Bunyamin, Bunyamin; Pramanda, Heru
Disaster in Civil Engineering and Architecture Vol. 2 No. 2: October 2025
Publisher : Popular Scientist

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70028/dcea.v2i2.64

Abstract

Indonesia, as an archipelagic country located within the Pacific Ring of Fire, has a high level of vulnerability to earthquakes. However, many buildings in earthquake-prone regions have not yet been optimally reinforced against dynamic seismic loads, thereby posing risks to both safety and structural performance. This study analyzes the structural performance of the Cempaka Lima General Hospital building in Banda Aceh, Aceh, Indonesia, using Simeulue earthquake data as the dynamic load. Simeulue Island experienced several major earthquakes, including the significant events in 2004 and 2012, which highlight the region’s high seismic vulnerability. The objective is to evaluate improvements in stiffness, stability, and seismic performance of the building after the application of X-bracing, and to compare these with its condition prior to reinforcement. The novelty of this research lies in the implementation of an X-bracing system in a hospital building located in a high seismic hazard zone, utilizing local earthquake data to yield more realistic results. The findings indicate that the axial force in the unbraced structure reached 20,714.6 kN, whereas after the addition of bracing it decreased to 20,616.33 kN. The largest base shear with bracing occurred on the first floor, at 6512.97 kN (X-direction) and 6497.5 kN (Y-direction). The maximum displacement without bracing was recorded on the fourth floor at 0.564 mm (X-direction), while in the braced structure the displacement was significantly reduced. The story drift values were also below the limit specified by the Indonesian National Standard, which is 2% of the story height, thus fulfilling seismic performance requirements. These results demonstrate that the use of X-bracing can significantly enhance structural stability and maintain the service performance of hospital buildings in earthquake-prone areas.