Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PERENCANAAN RASS KAWASAN PENDIDIKAN RUAS JALAN RAYA KAMPUNG UTAN – SETU CIBUNTU, CIBITUNG -BEKASI Hidayat, Budiharso; Widorisnomo, Widorisnomo; Subarto, Subarto; Sudriyanto, Eko; Sastrodiyoto, Abadi; Priyambodo, F.X Bowo; Praja, Sumantri W.
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 8 No 1 (2017): June 2017
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan perjalanan untuk menuju sekolah dan pulang sekolah khususnya bagi siswa Sekolah Dasar sangat dominan. Hasil dari pengamatan awal menunjukkan bahwa siswa yang diantar dan/atau dijemput sebagian besar menggunakan sepeda motor, setelah itu menggunakan angkutan umum serta berjalan kaki.. Salah satu permasalahan transportasi kota-kota besar di Indonesia antara lain adalah keselamatan dalam berlalulintas. Keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama dalam manajemen dan rekayasa lalu lintas. Pengguna jalan ini salah satu diantaranya adalah siswa dengan maksud perjalanan khusus untuk belajar. Siswa sebagai generasi penerus bangsa diharapkan keberlangsungan agar terhindar atau menjadi korban kecelakaan
PENGARUH PRILAKU TERHADAP KESELAMATAN PENGEMUDI SEPEDA MOTOR Sastrodiyoto, Abadi; `Purwatiningsih, Purwatiningsih; Salim, Santausa Purnama; Subarto, Subarto
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 9 No 1 (2018): June 2018
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejatinya sepeda motor dari segi teknis dan keselamatan, hanya diperuntukan untuk angkutan jarak pendek atau tepatnya di jalan lingkungan yang tidak padat arus lalu lintasnya. Namun di Indonesia saat ini, hal tersebut tidak diperhatikan dansepeda motor sering dipergunakan melebihi kapasitas muatan dan jaraknya, bahkan untuk menempuh jarak yang ratusan kilo meter pada masa angkutan Lebaran. Di samping itu, kepatuhan dan kesantunan pengguna sepeda motor, khususnya di kota-kota besar sangat memprihatinkan, sehingga terjadi kemacetan dan kesemrawutan yang luar biasa. Hal tersebut, berakibat pada jumlah kecelakaan yang terjadi di jalanan. Penyebab kecelakaan lalu lintas dari faktor manusia terutama untuk sepeda motor tersebut, berdasarkan hasil survei yang dilakukan, diperoleh data bahwa pengetahuan/kepatuhan pengemudi sepeda motor mengenai alat pengendali isyarat lalu lintas (APILL) atau pengatur lalu lintas (traffic light)baru mencapai 78% dari responden sebanyak 175 orang
KONEKTIVITAS ANGKUTAN KERETA API DENGAN ANGKUTAN JALAN ( STUDI KASUS : STASIUN CIBITUNG, BEKASI ) Subarto, Subarto; C, Gloria Novita; Subastian, Jamal; Sastrodiyoto, Abadi
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 9 No 2 (2018): December 2018
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angkutan kereta Api sebagai bagian penting dari sistim angkutan umum di Indonesia dan merupakan salah satu elemen dari sistem transportasi perkotaan yang memegang peran yang sangat penting bagi suatu daerah atau wilayah. Salah satu indikator dari wilayah yang dapat ditandai, antara lain dengan melihat kondisi sistem transportasi khususnya angkutan umumnya. Di samping itu, rute angkutan umum yang baik harus dapat dapat menjangkau seluruh wilayah dan memenuhi kepentingan beberapa pihak terkait seperti penumpang (user), pengelola (operator) dan pemerintah (regulator), namun agar lebih optimal angkutan KA harus didukung oleh peyanan angkutan angkutan umum berbasis jalan sehingga tercipta konektivitas antara berbagai jenis pelayanan.
KONEKTIVITAS ANGKUTAN KERETA API DENGAN ANGKUTAN JALAN ( STUDI KASUS : STASIUN TAMBUN, BEKASI ) Subarto, Subarto; Subastian, Djamal; C, Gloria Novita; Andika, Sahar
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 10 No 1 (2019): June 2019
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55511/jpsttd.v10i1.70

Abstract

Wilayah Kabupaten Bekasi yang luas dan sebagian besar penduduknya yang bekerja di wilayah Jabotabek ini menyebabkan adanya kebutuhan terhadap angkutan umum yang memiliki karakteristik perjalanan yang cukup panjang, melihat kondisi lalu lintas dan kondisi jaringan jalan yang kurang baik. Sehingga adanya pelayanan angkutan kereta api (KA) menjadi sangat penting. Sejak dibukanya layanan kereta api dari Cikarang-Jakarta yang juga melayani Stasiun Tambun, jumlah penumpang yang naik/ turun di Stasiun Tambun terus meningkat. Karakteristik penumpang kereta api di Stasiun Tambun, sekitar 60% menggunakan sepeda motor dan ojek dan hanya 23 % yang menggunakan angkutan umum. Penumpang kereta api di Stasiun Tambun 70% dominan menyatakan bahwa layanan angkutan umum baik, namun hanya 30% dari non-pengguna angkutan umum yang bersedia pindah moda ke angkutan umum jika disediakan layanan angkutan. Saat ini terdapat 9 trayek angkutan umum dengan jumlah kendaraan 156 unit yang dapat melayani penumpang menuju/ meninggalkan Stasiun Tambun, Bekasi; namun dengan kinerja yang kurang baik dan cenderung buruk. Peningkatan layanan angkutan umum dapat diutamakan khususnya pada headway, penjadwalan (menghilangkan ngetem) dan memperpanjang jam operasional, dan semuanya masih dapat diakomodir oleh jumlah kendaraan yang beroperasi saat ini (tidak perlu penambahan armada).
PENIADAAN SENIORITAS (SDM) PENGARUHNYA TERHADAP PELAYANAN JASA PERKERETAAPIAN Guntur, M.; Widorisnomo, Widorisnomo; Subarto, Subarto
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 6 No 1 (2015): June 2015
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan vokasi merupakan pendidikan yang mengarahkan mahasiswa untuk mengembangkan keahlian terapan, beradaptasi pada bidang pekerjaan tertentu dan dapat menciptakan peluang kerja. Kepmendiknas no 232/U/2000 dan Kepmendiknas no 045/U/2002, menyatakan bahwa: Beban studi 144 - 160 sks ditempuh 8 - 14 semester dan Perbandingan kompetensi utama (kurikulum inti) dan kompetensi pendukung serta lainnya (kurikulum institusional) dalam kurikulum berkisar 40 - 80 %: 20-40%: 0-30%.Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui porsi praktek dan teori pada matakuliah penciri, dan mengetahui parameter – parameter yang mempengaruhi prestasi Taruna/i di Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Pada matakuliah penciri pada Prodi D III LLAJ memiliki porsi 27 %, Prodi D III Perkeretaapian memiliki porsi 29 %, Prodi D IV Transportasi Darat memiliki porsi 44 % dan Prodi D IV Transportasi Darat (ekstensi) memiliki porsi 50 %.Indikator – indikator praktek yang dijadikan variabel yang mempengaruhi prestasi taruna adalah IPK (Y), Waktu Praktek (X1), Waktu Penyusunan Laporan (X2), Ketersediaan Alat 36 Praktek (X3), Waktu Belajar Mandiri (X4) dan Lama seminar/presentasi (X5). Koefisien determinasi merupakan nilai prosentase untuk indikator praktek. Sehingga prosentase Praktek dari hasil analisa adalah sebesar 47,4 % (52,6 % teori) menggambarkan kondisi pada pencapaian nilai prestasi Taruna/i (IPK) cenderung 3,17 (median), karena terdistribusi normal.
KARAKTERISTIK PEMILIHAN MODA ANGKUTAN PERKOTAAN Subastian, Djamal; Novita Christin, Gloriani; Subarto, Subarto
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 12 No 2 (2021): December 2021
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55511/jpsttd.v12i2.589

Abstract

Di sebagian besar kawasan perkotaan di Indonesia, pangsa angkutan umum cenderung terus menurun, kemungkinan sebagai dampak meningkatnya taraf pendapatan masyarakat yang ditandai dengan meningkatnya kepemilikan kendaraan pribadi (roda dua dan roda empat), juga kemungkinan dipengaruhi oleh maraknya angkutan berbasis aplikasi daring. Di kawasan perkotaan lainnya, sebagian besar sudah sulit untuk menemukan angkutan umum dalam trayek, jika ada yang beroperasi itupun dalam kondisi yang memprihatinkan, terutama karena kurangnya jumlah penumpang yang menggunakannya. Di sisi lain, meningkatkan penggunaan angkutan umum merupakan salah satu upaya utama agar penggunaan jaringan jalan lebih efisien dan transportasi lebih berkelanjutan, dan untuk itu dilakukan penelitian untuk menggali faktor utama yang mempengaruhi pemilihan angkutan umum perkotaan. Hasilnya, faktor utama pada pemilihan moda angkutan perkotaan adalah ketersediaan jadwal angkutan umum dan waktu tunggu angkutan umum, dan bagi pekerja ditambah dengan faktor ketersediaan pengatur udara (AC). Untuk kota kecil, faktor usia kendaraan merupakan faktor tambahan yang cukup signifkan. Dengan memperhatikan pemenuhan faktor-faktor tersebut dalam perbaikan layanan angkutan umum, diharapkan terjadi peningkatan pangsa penggunaan angkutan umum.