Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PANDANGAN ANTROPOLOGI TERHADAP PRAKTIK AKAD MUSYARAKAH DAN PROBLEMATIKANYA DI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH HAMZAH, MOH.; SARI, EKA PERMATA
Jurnal Justisia Ekonomika: Magister Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/justeko.v7i2.19957

Abstract

This research will comprehensively answer, describe, and explain in detail the context of problems that occur in musyarakah contracts. Therefore, this research will reveal the veil of understanding by focusing on the anthropological view of the implementation of musyarakah contracts, both in terms of the application of the contract and sharia principles, as well as the problems that often occur in musyarakah contracts in the operations of sharia financial institutions. This research is a type of normative-empirical research, which is an anthropological approach. The data used are primary and secondary data which are then analyzed using argumentative analysis techniques. The results and conclusions of this research are that musyarakah exists as a method for practicing and implementing Islamic religious values, where this also includes the concept of hifdz mall (maintenance of assets) which is essentially part of the objectives of sharia itself. Although problems often occur in the musyarakah contracts carried out intentionally by the parties or unpredictable force majeure, these musyarakah contracts can be maximized again by using good and correct solutions by Sharia financial institutions. With the concept of the musyarakah contract, Sharia financial institutions have a mission to fight ignorance, poverty, tyranny, evil, and injustice in economic activities to achieve al-falah (prosperity in this world and the hereafter).
TAFSIR KOMPREHENSIF TERHADAP AYAT-AYAT ZAKAT: KAJIAN TERHADAP ASPEK SOSIAL DAN EKONOMI DALAM AL-QUR'AN Nury, Mumammad Yuchbibun; Hamzah, Moh.
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 24 No 1 (2024): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v24i1.7747

Abstract

Meskipun zakat telah menjadi bagian integral dari praktik keagamaan Muslim, implementasi dan pemahamannya masih sering mengalami tantangan, terutama dalam konteks kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan tafsir komprehensif terhadap ayat-ayat zakat dalam Al-Qur'an, dengan fokus pada aspek sosial dan ekonomi yang terkandung di dalamnya. Selain itu, penelitian ini akan mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip zakat dapat diterapkan dalam konteks modern, serta tantangan dan peluang yang ada dalam implementasi zakat sebagai instrumen kebijakan sosial dan ekonomi. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dengan fokus pada analisis teks dan tafsir untuk mengkaji aspek sosial dan ekonomi zakat dalam Al-Qur'an. Adapun hasil penelitian ini, bahwa zakat dalam Al-Qur'an memiliki dimensi luas mencakup aspek teologis, sosial, dan ekonomi. Sebagai rukun Islam, zakat berfungsi sebagai instrumen keadilan sosial dan kesejahteraan ekonomi. Al-Qur'an menekankan zakat sebagai sarana membangun karakter dan spiritualitas melalui redistribusi kekayaan yang adil. Dalam konteks sosial, zakat berperan mengurangi kesenjangan dan memberdayakan kelompok kurang beruntung. Al-Qur'an menekankan niat tulus dalam menunaikan zakat untuk mencari ridha Allah dan memberi manfaat pada sesama. Paradigma holistik zakat dalam Al-Qur'an menyatukan dimensi spiritual dan sosial-ekonomi, relevan dalam konteks kontemporer untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.
TRANSFORMASI PONDOK PESANTREN MUADALAH:ANTARA FAKTA HISTORIS DAN TANTANGAN MASA DEPAN Hamzah, Moh.
Reflektika Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/reflektika.v13i1.171

Abstract

Sebagai indigenous culture (budaya asli), pesantren memiliki andil besar dalam  proses penyebaran Islam di Indonesia. Pada masa kerajaan-kerajaan Islam Nusantara, pesantren berdiri di pusat-pusat kekuasaan dan ekonomi rakyat serta menjadi satu-satunya sistem pendidikan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat waktu itu. Sayang, pada masa kolonialisme Belanda hingga masa Orde Lama dan Orde Baru, pondok pesantren “disingkirkan” dari dinamika sistem pendidikan nasional Indonesia. Pesantren hanya dianggap sebagai lembaga pendidikan keagamaan non formal yang sejajar dengan pengajian atau majlis taklim. Tidak itu saja, pesantren hanya dijadikan sebagai wadah dari sebuah “sistem pendidikan formal” yang “dipaksakan” untuk dilaksanakan di pesantren tanpa diberi ruang dan payung hukum untuk menjalankan sistemnya sendiri yang asli itu. Baru pada masa Orde Reformasi pemerintah Indonesia memberikan rekognisi dan legalitas hukum kepada pesantren sebagai sebuah sistem dan satuan pendidikan yang mandiri. Terbitnya Peraturan Menteri Agama No 18 Tahun 2014 tentang Satuan Pendidikan Mu‘a>dalah Pada Pondok Pesantren menjadi bukti konkret rekognisi konstitusional pemerintah tersebut. PMA Nomor 18 ini akan semakin memantapkan posisi pesantren sebagai sub sistem pendidikan nasional selain akan semakin meningkatkan taraf kepercayaan masyarakat sebagai user layanan pendidikan yang dikembangkan di dalamnya.