Claim Missing Document
Check
Articles

Pola Spasial Daya Dukung Sumber Daya Air Di Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik Suning, Suning; Alholis, Haris Din
Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil Vol 4 No 1: March 2021
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jprs.v4i1.3608

Abstract

The Regional Disaster Management Agency (BPBD) of Gresik Regency in 2019 stated that some villages in the Driyorejo District, Gresik Regency experienced drought, this condition is in contrast to the availability of water in 2012. The purpose of this study is to determine the spatial pattern of the carrying capacity of water resources. and direction of control policies for the carrying capacity of water resources. The research method used quantitative and qualitative descriptive analysis with the analysis technique of Water Bearing Capacity (DDA), Analytical Hierarchy Process (AHP) and spatial analysis using Arcgis 10.1 Software. Data collection techniques in the form of observation, documentation, questionnaires and agency surveys. The results showed that the water carrying capacity in Driyorejo District was 99.7% surplus and 0.3% deficit. The status of deficit water carrying capacity is in Petiken and Mojosarirejo Villages, especially in the industrial and service trade sectors. The main priority for the direction of the water carrying capacity control policy based on AHP is to improve land rehabilitation, development of infrastructure and improve the quality and quantity of water sources with scores of 161.4, 98 and 40.6, respectively.
Pola Spasial Daya Dukung Sumber Daya Air Di Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik Suning, Suning; Alholis, Haris Din
Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil Vol. 4 No. 1: March 2021
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jprs.v4i1.3608

Abstract

The Regional Disaster Management Agency (BPBD) of Gresik Regency in 2019 stated that some villages in the Driyorejo District, Gresik Regency experienced drought, this condition is in contrast to the availability of water in 2012. The purpose of this study is to determine the spatial pattern of the carrying capacity of water resources. and direction of control policies for the carrying capacity of water resources. The research method used quantitative and qualitative descriptive analysis with the analysis technique of Water Bearing Capacity (DDA), Analytical Hierarchy Process (AHP) and spatial analysis using Arcgis 10.1 Software. Data collection techniques in the form of observation, documentation, questionnaires and agency surveys. The results showed that the water carrying capacity in Driyorejo District was 99.7% surplus and 0.3% deficit. The status of deficit water carrying capacity is in Petiken and Mojosarirejo Villages, especially in the industrial and service trade sectors. The main priority for the direction of the water carrying capacity control policy based on AHP is to improve land rehabilitation, development of infrastructure and improve the quality and quantity of water sources with scores of 161.4, 98 and 40.6, respectively.
PENINGKATAN STRATEGI PEMASARAN ONLINE DAN PENGEMASAN PRODUK PADA HOMEINDUSTRY KERIPIK KEDELAI islam, ishad choirul; Suning, Suning
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 2 No 1 (2018): Juli
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan bisnis dunia yang semakin ketat sekarang, para pengusaha diharuskan untuk menggunakan strategi pemasaran terpadu yang bertujuan untuk meningkatkan keputusanpembelian konsumen. Untuk bertahan hidup, berkembang dan bersaing, perusahaan harus mampu mempertahankan tingkat kepuasan pelanggan. Berbagai cara untuk menjaga kepuasan pelanggan, salah satunya adalah dengan selalu meningkatkan kualitas produk yang dijual bersamaan dengan pengemasan produk yang benar dan menarik. Mensosialisasikan, berpartisipasi, dan membentuk komunitas Desa dalam pemasaran dan pengemasan, untuk memperluas jangkauan pemasaran dan dapat meningkatkan harga jual produk dengan kemasan yang unik. Dalam pelaksanaan peningkatan Strategi pemasaran online dan pengemasan produk pada industri keripik kedelai rumah dilakukan dengan menggunakan wawancara langsung kepada masyarakat kemudian sosialisasi kepada warga yang memiliki usaha kecil dan menengah. Hasil dari implementasi program ini dapat disimpulkan bahwa pemasaran dan pengemasan online yang unik sangat membantu dalam pemasaran dan pengemasan produk keripik kedelai. Selain itu pemasaran onlinedapat membantu memperkenalkan produk dan potensi UKM (Industri Rumah Tangga) terhadap akses pemasaran ke konsumen.
Sosialisasi Pemanfaatan Industri Kreatif Guna Peningkatan Perekonomian Masyarakat Di Kelurahan Dukuh Menanggal Kota Surabaya Rukmana, Siti Nuurlaily; Moch.Shofwan; Suning; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Linda Dwi Rohmadiani; Annisa Budhiyani T
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 5 No 02 (2022): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol5.no02.a3923

Abstract

Kelurahan Dukuh Menanggal memiliki penggunaan lahan yang variatif seperti sarana pendidikan, perkantoran, perdagangan dan jasa. Lahan yang variative seperti ini memicu masyarakat masyarakat membuka usaha salah satunya di sektor industri kreatif seperti kuliner, feshen, dan lainnya. Namun masyarakat lokal tidak mengetahui bahwa usaha yang ditekuni termasuk pada sektor industri kreatif. Selain itu permasalahan yang terjadi yaitu terjadinya penurunan penjualan yang disebabkan pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) . Sehingga berdasarkan isu ini, maka dibutuhkan sosialisasi industri kreatif guna mengenalkan ke masyarakat di luar Kelurahan Dukuh Menanggal. Metode pelaksanaan yang digunakan yaitu cara sosialisasi terhadap masyarakat yang kemudian disebarkan kuesioner pasca sosialisasi. Hasil yang diperoleh yaitu sebelum sosialisasi 90% tidak mengetahui tentang industri kreatif dengan sebanyak 70% masyarakat yang tidak mengenal macam-macam jenis kegiatan industri kreatif. Namun, pasca adanya pelatihan pengetahuan masyarakat tentang industri kreatif meningkat sebesar 90% dengan pengetahuan jenis kegiatannya adalah 70%. Setelah mengetahui macam-macam jenis industri kreatif, masyarakat diminta untuk menggambarkan lokasi industri kreatif di wilayah studi yang kemudian dilanjutkan oleh pelaksana program untuk membuatkan peta pemanfaatan industri kreatif di Kelurahan Dukuh Menanggal.
PENERAPAN UTILITAS SOLAR CELL SEBAGAI PENDUKUNG KONSEP SMART CITY DI KELURAHAN DUKUH MENANGGAL KOTA SURABAYA Shofwan, Moch; Tribhuwaneswari, Annisa Budhiyani; Suning, Suning; Widyastuty, A.A. Sagung Alit; Rohmadiani, Linda Dwi; Rukmana, Siti Nuurlaily
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 5 No 02 (2022): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol5.no02.a4184

Abstract

Kelurahan Dukuh Menanggal merupakan sebuah wilayah yang memiliki posisi perbatasan antara Kota Surabya dengan Sidoarjo ini menjadi destinasi favorit para masyarakat desa yang ingin memperbaiki kehidupannya dari segi ekonomi, pendidikan maupun sosial. Berbagai fasilitas pendukung tentunya juga disiapkan untuk menunjang kondisi perkembangan kawasan perkotaan tersebut. Sehingga berdasarkan isu ini, maka dibutuhkan penerapan utilitas solar cell sebagai pendukung konsep smart city di Kelurahan Dukuh Menanggal Kota Surabaya. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan program PKM ini adalah melakukan sosialisasi terkait penerapan utilitas solar cell sebagai pendukung konsep smart city di Kelurahan Dukuh Menanggal Kota Surabaya. Hasil dari kegiatan PKM ini yaitu ada pengetahuan yang meningkat bagi masyarakat terhadap pengetahuannya mengenai utilitas solar cell khususnya terkait pertanyaan pengenalan solar cell, fungsi solar cell, dan manfaat solar cell yaitu meningkat sebesar 50 %, namun pada pertanyaan kebijakan pemerintah dan sosialisasi dari instansi lain hasilnya stagnan tidak ada perubahan atau peningkatan persentase jawaban dari responden.
PENGEMBANGAN EKONOMI KAWASAN PESISIR SEDATI BERBASIS MINAPOLITAN: Action Plan; Kawasan Pesisir; Minapolitan; Pengembangan Ekonomi; loqation-quotien Suning, Suning
WAHANA Vol 62 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v62i1.1335

Abstract

Kecamatan Sedati merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Sidoarjo yang dalam perencanaanya dijadikan sebagai kawasan strategis. Kawasan strategis merupakan kawasan yang di dalamnya berlangsung kegiatan dan mempunyai pengaruh besar terhadap tata ruang di wilayah sekitarnya, kegiatan lain di bidang yang sejenis dan kegiatan di bidang lainnya, dan atau peningkatan kesejahteraan masyarakat. Secara umum mayoritas penduduk bekerja sebagai petani, swasta dan nelayan. Potensi ekonomi yang ada adalah basil pertanian, perikanan dan pertambakan, sehingga diperlukan konsep dan strategi untuk mengembangkannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekonomi, mengoptimalkan dan meningkatkan peran sektor perikanan tangkap maupun budidaya dalamrangka mendukung pengembangan konsep minapolitan di Kecamatan Sedati. Metode penelitian yang digmaJam adalah survey data sekunder dan survey data primer. Alat analisis yang digmakan adalah analisa deskriptif kualitatif dan analisis potensi ekonomi unggulan dengan metode loqation-quotien (LQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan konsep regionalisasi kawasan dan hasil analisa potensi ekonomi dengan metode loqation-quotien (LQ) diperoleh Kecamatan Sedati merupakan Kecamatan pusat pertumbuhan (growth pole) dengan konsep pengembangan minapolitan dan kawasan pariwisata baik untuk wilayahnya sendiri maupun sebagai hinterland kawasan lainnya. Berdasarkan potensi unggulan dan potensi strategis lokasi, Kecamatan Sedati memiliki nilai LQ sebesar 1,69 sehingga besarnya nilai LQ tersebut harus dikembangkan potensinya. Sedangkan konsep pengembangan kawasan pesisir berbasis minapolitan dapat dilakukan secara bertahap berdasarkan indikasi program yang telah direncanakan.
PENGARUH COVID-19 TERHADAP TINGKAT KUNJUNGAN WISATAWAN DAN PENDAPATAN DAERAH SEKTOR PARIWISATA DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT Suning, Suning; Ayu Ashari Halim, Martha; Jusmartinah, Raja
WAKTU Vol 20 No 01 (2022): Jurnal WAKTU
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v20i01.5119

Abstract

Kabupaten Manggarai Barat merupakan wilayah yang memiliki potensi wisata berupa wisata alam, wisata budaya dan wisata geologi. Jumlah kunjungan wisata dalam tiga tahun terakhir (2017-2019) rata-rata mengalami peningkatan 7% pertahun. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kondisi eksisting wisata, pengaruh covid-19 terhadap kunjungan wisatawan dan pendapatan daerah sektor pariwisata, serta menentukan arahan kebijakan pengaruh covid-19 terhadap kunjungan wisatawan dan pendapatan daerah sektor pariwisata. Metode Penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik analisis foto mapping, analisis uji paired t- test dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, kuesioner, dokumentasi dan survei instansi terkait. Hasil dari penelitian menunjukan Kabupaten Manggarai Barat memiliki potensi objek wisata wisata alam, budaya dan geologi yang tersebar di 9 Kecamatan. Jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Manggarai Barat rata- rata pada tahun 2017-2020 sebesar (-) 17% dimana penurunan terbesar (-) 86% pada tahun 2019-2020. Pendapatan daerah sektor pariwisata tahun 2017-2020 rata-rata sebesar 35 %, tahun 2019 meningkat 150% karena meningkatnya kunjungan dan aktifitas sektor pariwisata namun pada tahun 2020 menurun 76% karena terjadinya covid-19. Hasil analisis uji t covid-19 berpengaruh signifikan kurang dari 0,05 terhadap kunjungan wisatawan dan pendapatan daerah sektor pariwisata. Arahan kebijakan prioritas yang digunakan adalah prioritas 1 berupa pembukaan kembali kunjungan wisatawan mancegara dengan mengikuti pertokol kesehatan dengan presentase 164%, prioritas 2 berupa perbaikan sistem pengelolaan dan pengawasan pajak hotel dengan presentase 126%, dan prioritas 3 berupa peningkatan fasilitas penunjang wisata alam dengan presentase 110%.
Sosialisasi Pemanfaatan Industri Kreatif Guna Peningkatan Perekonomian Masyarakat Di Kelurahan Dukuh Menanggal Kota Surabaya Siti Nuurlaily Rukmana; Moch.Shofwan; Suning; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Linda Dwi Rohmadiani; Annisa Budhiyani T
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 5 No 02 (2022): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol5.no02.a3923

Abstract

Kelurahan Dukuh Menanggal memiliki penggunaan lahan yang variatif seperti sarana pendidikan, perkantoran, perdagangan dan jasa. Lahan yang variative seperti ini memicu masyarakat masyarakat membuka usaha salah satunya di sektor industri kreatif seperti kuliner, feshen, dan lainnya. Namun masyarakat lokal tidak mengetahui bahwa usaha yang ditekuni termasuk pada sektor industri kreatif. Selain itu permasalahan yang terjadi yaitu terjadinya penurunan penjualan yang disebabkan pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) . Sehingga berdasarkan isu ini, maka dibutuhkan sosialisasi industri kreatif guna mengenalkan ke masyarakat di luar Kelurahan Dukuh Menanggal. Metode pelaksanaan yang digunakan yaitu cara sosialisasi terhadap masyarakat yang kemudian disebarkan kuesioner pasca sosialisasi. Hasil yang diperoleh yaitu sebelum sosialisasi 90% tidak mengetahui tentang industri kreatif dengan sebanyak 70% masyarakat yang tidak mengenal macam-macam jenis kegiatan industri kreatif. Namun, pasca adanya pelatihan pengetahuan masyarakat tentang industri kreatif meningkat sebesar 90% dengan pengetahuan jenis kegiatannya adalah 70%. Setelah mengetahui macam-macam jenis industri kreatif, masyarakat diminta untuk menggambarkan lokasi industri kreatif di wilayah studi yang kemudian dilanjutkan oleh pelaksana program untuk membuatkan peta pemanfaatan industri kreatif di Kelurahan Dukuh Menanggal.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENDIRIAN BANK SAMPAH Suning Suning; Linda Dwi Rohmadiani; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Siti Nuurlaily Rukmana; Annisa Budhiyani T; Moch. Shofwan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.646 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.2982

Abstract

ABSTRAKDesa Candiwatu merupakan salah satu Desa yang ada di Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto, yang memiliki sejumlah permasalahan lingkungan yaitu belum tersedianya lembaga bank sampah. Desa Candiwatu belum memiliki TPST (Tempat Pembuangan Sampah Sementara), dan sampah masih dibuang di belakang rumah masing-masing dengan cara dibakar. Pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan tentang pendirian bank sampah. Metode pelaksanaan dalam pengabdian ini yaitu dengan cara memberikan materi melalui sosialisasi dan memberikan pertanyaan-pertanyaan melalui pre-test dan post—test, sedangkan kelompok sasaran yang dituju adalah ibu-ibu PKK, kelompok karang taruna dan aparatur Desa.  Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan pengabdian tentang sosialisasi dan penyuluhan mengenai pendirian bank sampah, alur kegiatan bank sampah dan partisipasi masyarakat tentang bank sampah rata-rata 33% menyatakan belum mengerti dan belum memahami tentang bank sampah. Setelah dilakukan pengabdian melalui sosialisasi dan penyuluhan mengenai pendirian bank sampah, alur bank sampah dan partisipasi masyarakat terhadap pendirian bank sampah, rata-rata 75% masyarakat sudah mengerti dan memahami pentingnya pendirian bank sampah. Hasil pengabdian dapat disimpulkan bahwa warga Desa Candiwatu antusias untuk mendirikan bank sampah dan masyarakat bersedia memilah sampah karena sampah yang telah dipilah dapat menghasilkan nilai ekonomi ketika dijual di bank sampah. Kata kunci :  bank sampah; lembaga mitra; nilai ekonomi sampah; persampahan. ABSTRACTCandiwatu Village is one of the villages in Pacet District, Mojokerto Regency, which has a number of environmental problems, namely the unavailability of a waste bank institution. Candiwatu Village does not yet have a TPST (Temporary Waste Disposal Site), and garbage is still dumped behind each house by burning it. This service is carried out with the aim of providing socialization and training on the establishment of a waste bank. The method of implementation in this service is by providing material through socialization and giving questions through pre-test and post-test, while the target groups targeted are PKK mothers, youth groups and village officials. The results of this dedication show that before the socialization and counseling on the establishment of a waste bank, the flow of waste bank activities and community participation on waste banks, an average of 33% stated that they did not understand and did not understand about waste banks. After community service has been carried out through socialization and counseling regarding the establishment of a waste bank, the flow of a waste bank and community participation in the establishment of a waste bank, an average of 75% of the community understands and understands the importance of establishing a waste bank. The results of this dedication can be concluded that the people of Candiwatu Village are enthusiastic about establishing a waste bank and the community is willing to sort waste because the sorted waste can generate economic value when sold at the waste bank. Keywords: waste bank; partner institution; waste economic value; solid waste.
Pengembangan Pariwisata Kenjeran Berbasis Potensi Maritim Suning Suning Suning
Jurnal Planoearth Vol 5, No 2: Agustus 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpe.v5i2.2585

Abstract

Industri pariwisata berbasis maritim saat ini menjadi kebutuhan daerah dan kota untuk pengembangan kawasan pariwisata, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai edukasi mengenalkan maritim kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi karakteristik pariwisata, potensi maritim, dan menentukan arahan pengembangan pariwisata. Metode penelitian yang di gunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik analisis hierarki proses (AHP). Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pariwisata yang ada di Pantai Kenjeran dilihat dari fasilitas sarana prasarana lingkungan sudah tersedia, namun perlu di tambahkan beberapa sarana prasarana seperti toilet, mushola, dan bak sampah di beberapa titik yang saat ini sudah mengalamim kerusakan. Potensi maritim yang ada berupa jenis biota laut, hasil produksi tangkapan laut, dan teknologi alat tangkap ikan. Arahan pengembangan kegiatan pariwisata berbasis maritim dengan skala prioritas 1 sebesar 58,2% jenis biota laut, 39,8% hasil produksi tangkapan ikan, dan 54,1% teknologi alat tangkap ikan. Skala prioritas 2 sebesar 41,8% jenis biota laut, 60,2% hasil produksi tangkapan ikan, dan 45,9% teknologi alat tangkap ikan. Dengan demikian arahan kebijakan yang direkomendasikan adalah penyediaan laboratorium biota laut dan kegiatan peningkatan alat teknologi tangkap ikan bagi para nelayan.