Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI PENATAAN SARANA PRASARANA TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) JUANDA BERBASIS CLUSTER Dhini Nadia; Suning Suning
WAKTU Vol 12 No 2 (2014): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v12i2.863

Abstract

Coastal and marine areas is one of the natural resources that have the nature of a complex, dynamic, and unique because of the influence of the two ecosystems, the oceans andterrestrial ecosystems. Sidoarjo has great potential in the development of the fisheries sector, onein the District Sedati, Gisik Cemandi village. Cemandi Gisik village has the potential local-scalefish auction place. The purpose of the study is to identify the Fish Auction Infrastructures Juanda,and create a concept of structuring infrastructure cluster-based TPI. The method used isdescriptive qualitative method and arrangement of the design concept. Analytical techniques usedwere interviews and observation techniques in the study area. The analysis showed that thearrangement of the TPI-based cluster, can be carried out if the following Regulation of MaritimeFisheries and Affairs 10 / MEN / 2004, relating to facilities and infrastructure. Existing facilities andinfrastructure in the corresponding Regulation of the Minister of Marine Fisheries and Affairs ofIndonesia No. 10 / MEN / 2004 include boat docks, fishing boats, places of worship and toilet,while the infrastructure is not in accordance with the regulation of the Minister of Marine Affairsand Fisheries 10 / MEN / 2004 include building TPI, TPI management office, and fishing gear.Thus, TPI infrastructure that is in conformity with the Regulation of the Minister of Marine Fisheriesand Affairs of Indonesia No. 10 / MEN / 2004 keep being maintained and adjusted in accordancewith the design concept of the arrangement of this research.
DAMPAK LUMPUR LAPINDO TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN PESISIR SIDOARJO DALAM RANGKA MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Suning Suning
WAKTU Vol 10 No 2 (2012): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v10i2.865

Abstract

Kabupaten Sidoarjo memiliki pantai di wilayah timur sepanjang sekitar 27 km yang melintasi Kecamatan Sedati, Buduran, Sidoarjo, Porong dan Jabon. Bencana lumpur Sidoarjo yang terjadi pada tahun 2006 telah berdampak luas bagi kehidupan masyarakat di pantai wilayah timur tersebut, baik dari segi sosial ekonomi masyarakat, kondisi lingkungan pesisir, kegiata n usaha maupun kegiatan transportasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisa bagaimana kondisi kualitas lingkungan yang ada di pesisir Sidoarjo akibat adanya lumpur lapindo. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan surve data sekunder dan data primer kepada masyarakat pesisir yang menjadi responden terpilih. Analisis yang digunakan adalah analisa deskriptif dan analisa uji kualitas air dan tanah yang berdampak pada potensi hasil perikanan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap kondisi sosial secara psikologis dan kondisi ekonomi secara umum. Secara sosial dan ekonomi, saat ini pemerintah dan pihak perusahaan sudah memberikan solusi dalam hal ini adalah ganti rugi. Namun kebijakan tersebut masih bersifat sepihak artinya antar korban masih terjadi ketimpangan atas biaya ganti rugi yang diberikan oleh pemerintah dan pihak perusahaan, sehingga masih sering terjadi demonstrasi diantara korban atas ketimpangan tersebut. Sedangkan ha sil analisa kualitas lingkungan dengan uji laboratorium kualitas air dan tanah menunjukkan bahwa adanya bencana lumpur lapindo tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kegiatan perikanan tambak, hal ini ditunjukkan dengan hasil produksi perikanan tambak dari tahun 2006 sampai 2010 mengalami kenaikan.
IDENTIFIKASI SEKTOR EKONOMI BASIS (UNGGULAN) DAN HIERARKI PUSAT PELAYANAN BERDASARKAN TINGKAT KEMAMPUAN FASILITAS DALAM RANGKA PENGEMBANGAN WILAYAH (STUDI KECAMATAN KASIMAN DAN KECAMATAN PADANGAN KABUPATEN BOJONEGORO) Suning Suning
WAKTU Vol 9 No 2 (2011): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v9i2.923

Abstract

Sesuai dengan kebijaksanaan pembangunan tingkat nasional dalam UU No. 24 tahun 1992 tentang Penataan Ruang bahwa kawasan perbatasan merupakan kawasan strategis dan diprioritaskan pembangunannya secara nasional. Kebijaksanaan pembangunan daerah Kabupaten Bojonegoro ditetapkan untuk mengarahkan pembangunan daerah untuk tercapainya keseimbangan dalam hal tingkat kemakmuran antar SWP. Dalam rangka mencapai keseimbangan pembangunan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor ekonomi basis (unggulan) dan hierarki pusat pelayanan berdasarkan tingkat kemampuan fasilitas kecamatan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat analisis (LQ) Location Quotient, (SSPS) Shift-Share Proportionality Shift, kombinasi LQ dengan SSPS. Kedua alat analisis ini diperoleh gambaran komoditi unggulan dengan klasifikasi tipe 1, 2, 3, dan 4 di masing-masing kecamatan pada wilayah studi. Sedangkan untuk mengetahui kemampuan kecamatan dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat digunakan alat analisis Scalogram. Hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa Kecamatan yang memiliki klasifikasi tipe 1 adalah Kecamatan Padangan, artinya bahwa Kecamatan ini memiliki komoditi unggulan yang mampu memenuhi kebutuhan daerahnya dan daerah lain, karena komoditi ini memiliki pertumbuhan yang cepat di tingkat kecamatan. Sedangkan klasifikasi tipe 2 adalah Kecamatan Kasiman, artinya bahwa Kecamatan ini memiliki komoditi unggulan yang mampu memenuhi kebutuhan daerahnya dan daerah lain, tetapi komoditi ini memiliki pertumbuhan yang relatif lambat di tingkat kecamatan. Sedangkan berdasarkan hasil perhitungan analisis scalogram dapat diketahui bahwa kecamatan yang mempunyai fasilitas terlengkap adalah kecamatan yang memiliki peringkat 1 dari keseluruhan fasilitas kecamatan adalah Kecamatan Kasiman, yang mana kecamatan ini memiliki fasilitas kesehatan dan fasilitas ekonomi terlengkap dibanding dengan kecamatan lain. Kemudian Kecamatan Padangan memiliki peringkat 2 dari keseluruhan unit fasilitas kecamatan yaitu fasilitas kesehatan dan fasilitas pendidikan paling lengkap dibanding dengan kecamatan lainnya.
Pengaruh Tanaman Bintang Air (Cyperus Papyrus) Dan Bambu Air (Equisetum Hyemale) Dalam Mengolah Limbah Domestik Muhammad Al Kholif; Syahrul Hidayat; Joko Sutrisno; Suning Suning
Jurnal Serambi Engineering Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v5i1.1596

Abstract

One of the technologies that will be used to overcome the problem of environmental pollution due to the generation of greywater is by applying Constructed Wetlands using aquatic plants. Aquatic plants that will be used in this study are using Bintang Air (Cyperus papyrus) and Bambu Air (Equisetum hyemale) plants. The purpose of this study was to determine the effectiveness of decreasing BOD5 and COD parameters and comparing the ability of each plant to absorb pollutants in greywater. The results showed that the Bintang Air (Cyperus papyrus) plant was able to set aside BOD5 levels of 97.14% while the efficiency of COD levels was 95.43%. At Bambu Air (Equisetum hyemale) it is able to set aside BOD5 levels by 90.34% while efficiency for COD is 89.67%. When viewed from the ability of the two types of plants to absorb pollutants in domestic wastewater, the Bintang Air (Cyperus papyrus) plant is superior in absorbing pollutants than the Bambu Air (Equisetum hyemale) plant.
Evaluasi Kesesuaian Jalur Trayek BRT Trans Sidoarjo Terhadap Pengembangan Antar CBD Suning Suning; Pungut Pungut
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2016: SNTIKI 8
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.962 KB)

Abstract

Sidoarjo Regency is one of the main economic growth in the East Java which has CentralBussiness District (CBD) spreading over the region includes the Buduran District, Candi District andSidoarjo City District. As the main hub of Sidoarjo regional growth, Sidoarjo City has implemented theconcept of environment-friendly transportation of Bus Rapid Transit (BRT) to connect the economic spots.BRT has operating since 2015 on a certain bus routes through 14 stops with 15 Buses. Previous studyshows the road level of service that connects between urban economic spot in Sidoarjo have an averagevalue of the degree of saturation (DS) > 1, causing traffic jams, low speed and volume exceeds capacity.The level of transportation services has affect the accessibility of the traffic lane between the CBD withBRT passing through Jl. Raya Candi, Jl. Sunandar, Jl. Pahlawan, bypassing the CBD in the Buduran area.Therefore, it is important to investigate the suitability of the route of BRT lane towards the development ofeach CBD and its connectivity. This study aims to identify the problems of operational performance ofBRT, which has been implemented based on the bus routes by the city government. This empirical studyused both qualitative and quantitative method with data collection through surveys on bus and interviewswith bus passenger. This study used the comparative analysis of the empirical data with the standard ofDirjen. of Land and Transportation No. 687 Yr 2002. The research finding shows that the public interest inusing BRT is low, which load factor only 43%, compared to a load factor based on the standard of Dirjen ofLand Transportation by 70%. Moreover, only 58% of BRT facility is in compliance with the minimumstandards of the Ministerial Regulation No. 27 Yr. 2015 on the BRT. Therefore, it needs to determine anew policy with regard to the route of BRT lane Trans Sidoarjo in accordance with the development ofinter-CBD in the Sidoarjo City.Keywords: Bus Rapid Transit (BRT), bus route, CBD, Sidoarjo city, transportation
Penerapan Bus Rapid Transit (BRT) Menuju Sidoarjo Smart City Suning suning; Pungut pungut
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2015: SNTIKI 7
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.292 KB)

Abstract

Sidoarjo high population growth will affect the increase in private vehicle ownership. The impact is, traffic congestion is high and the accessibility of the city into decline. Empirical data shows the growth rate of light vehicle (LV) of 6% per year, heavy vehicles (HV) 3% per year, and motorcycles (MC) 11% per year. Sidoarjo city of a sub-district of Sidoarjo, Candi and Buduran. The three districts are SSWP II development region with the main function of settlements, governance and trade and services. As the city, center of activity with a fairly rapid development, implementable policy is needed to increase the accessibility of the city from the aspect of transportation. Transport policy to reduce the use of private vehicles is sustainable transportation. This study aims to identify and analyze the conditions of the transporttation, so that sustainable transportation to Sidoarjo city can be implemented. The method used is the method of primary and secondary survey, by using descriptive analysis of qualitative and quantitative research. The results showed Sidoarjo transportation conditions have an average value of the degree of saturation (DS) of> 1, meaning that the level of service in category F is the jammed flow, low speed, volume above capacity and long queues. The contribution of carbon emissions from transportation activities in Jl.Raya Buduran amounted to 34 960 grams of CO2 / day for motor cyckle and 20,240 grams of CO2 / day for cars. The carbon emissions in Jl.Pahlawan is 59,800 grams of CO2 / day for car and 14 720 grams of CO2 / day for motor cyckle. The carbon emissions in Jl.Raya Candi is 31 264 grams of CO2 / day for motor cyckle and 26,680 grams of CO2 / day for car. The amount of carbon emissions exceeded the quality standards allowed. Thus, sustainable transport policy that is appropriate for Sidoarjo is by implementing the bus rapid transit (BRT), so that the carbon emissions due to the number of private vehicles could be reduced and people are still carrying out their activities using public transport.Key words: Bus Rapid Transit (BRT), carbom emission, Sidoarjo city, Smart City, Transportation
Pengembangan Infrastruktur Pendukung Untuk Kawasan Minapolitan Mayangan Kota Probolinggo Suning Suning; Lafiyana Eka Cahyaningtias
SNHRP Vol. 4 (2022): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 4 Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mayangan merupakan Kawasan Minapolitan perikanan tangkap Kota Probolinggo yang didukung Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) kelas C yang melayani kawasan regional Jawa Timur serta memiliki kapal angkut perikanan minimal 10 GT. Infrastruktur pendukung Kawasan Minapolitan meliputi Sub-Sistem Minabisnis Hulu, Sub-Sistem Usaha Produksi, Sub-Sistem Hilir Pengolahan, Sub-Sistem Hilir Pemasaran dan Sub-Sistem Penunjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketersediaan infrastruktur dan arahan kebijakan infrastruktur Kawasan Minapolitan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik komparasi dan foto mapping (zona) dan analisis Analytichal Hierarchi Prosses (AHP). Metode pengumpulan data dilakukan dengan sebar kuesioner, dokumentasi dan survey instansi. Hasil penelitian menunjukkan ketersediaan infrastruktur pendukung berdasarkan PERMEN Kelautan dan Perikanan No.18 Tahun 2012 adalah Sub-Sistem Minabisnis Hulu di PPP Mayangan sebesar 87 persen, Sub-Sistem Usaha Produksi sebesar 100 persen, Sub-Sistem Hilir Pengolahan Hasil sebesar 100 persen, Sub-Sistem Hilir Pemasaran sebesar 67 persen dan Sub-Sistem Penunjang sebesar 100 persen. Berdasarkan penentuan prioritas Arahan Kebijakan Infrastruktur Kawasan Minapolitan Mayangan dengan menggunakan Analisis Hierarki Proses (AHP) menunjukkan Sub-Sistem Minabisnis Hulu sebesar 1,988 merupakan prioritas utama, Sub-Sistem Hilir Pemasaran sebesar 1,578 prioritas kedua, Sub-Sistem Hilir Pengolahan Hasil sebesar 1,019, prioritas ketiga, Sub-Sistem Usaha Produksi Perikanan sebesar 0,905 sebagai prioritas keempat dan Sub-Sistem Penunjang sebesar 0,510 merupakan prioritas kelima.
Penguatan Kapasitas Desa Melalui Penyusunan Masterplan Desa Bligo Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Suning Suning; Linda Dwi Rohmadiani; Siti Nuurlaily Rukmana; Moch. Shofwan; Annisa B Tribhuwaneswari
SNHRP Vol. 4 (2022): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 4 Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyusunan Masterplan Desa Bligo sebagai pedoman dalam penyusunan pembangunan desa yang mencakup seluruh kebutuhan pembangunan dan penataan ruang desa mengacu pada orientasi masa depan desa. Produk Masterplan desa yang diharapkan berupa Profil Desa peta dan data spasial, Desain tata desa, Program desa, Branding dan Festival, Peraturan Desa, Gambar kerja desa dan juga E – desa. Penyusunan masterplan desa melalui pendekatan penentuan tujuan yang akan dicapai dan menetapkan tahapan yang akan dilakukan sehingga dengan begitu dapat memilih arah terbaik dan langkah terbaik dalam memajukan desa. Proses penyusunan masterplan desa di mulai dengan survey dan verifikasi kondisi kewilayahan desa dengan berbagai pengambilan data, Penyusunan rencana strategis pembangunan desa, koridor desa, potensi desa dan visi misi dari masterplan serta rembug desa melalui musyawarah dengan masyarakat desa
DAYA DUKUNG EKONOMI TERHADAP POLA PERSEBARAN POTENSI UNGGULAN EKONOMI Suning Suning; Nungky Galuh Ketawang
SNHRP Vol. 3 (2021): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 3 Tahun 2021
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.012 KB)

Abstract

Kabupaten Sidoarjo berbatasan langsung dengan Kota Surabaya, pertumbuhan ekonomi yang tergolong relatif lebih cepat, disisi lain pembangunan tiap-tiap daerah Gerbangkertasusila tidak sama sehingga terjadi ketimpangan pendapatan. Salah satu sektor basis di Kabupaten Sidoarjo adalah sektor industri pengolahan dan sektor angkutan dan komunikasi, namun cenderung mengalami penurunan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya dukung ekonomi terhadap pola persebaran potensi unggulan di Kabupaten Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik analisis Daya Dukung Ekonomi (DDE), Location Quotient (LQ), Model Rasio Pertumbuhan (MRP), dan analisis tipologi klasen. Hasil penelitian memunjukkan bahwa daya dukung ekonomi di Kabupaten Sidoarjo bernilai devisit dengan nilai 0,0000012277 yang artinya ekonomi wilayah di Kabupaten Sidoarjo sudah tidak mampu mendukung sumber daya manusia yang ada. Sedangkan pola persebarannya industri pengolahan tersebar di seluruh kecamatan, namun kebanyakan industri berada di kecamatan yang berdekatan dengan Kota Surabaya, seperti di Kecamatan Waru dan Kecamatan Taman. Selain itu pengembangan industri pengolahan cenderung berada di dekat jalan arteri primer yang dapat memudahkan aksesibilitas.
PENERAPAN BUDIKDAMBER DALAM UPAYA KETAHANAN PANGAN KELUARGA DI ERA PANDEMI COVID –19 Anak Agung Sagung Alit Widyastuti; suning suning; linda Dwi Rohmadiani; Siti Nuurlaily Rukmana; Moch. Shofwan; Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 6 No 01 (2022): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v6.i01.a5348

Abstract

Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengurangi penularan virus Covid – 19 mempengaruhi kegiatan perekonomian masyarakat. Penetapan kebijakan berupa pengurangan kegiatan masyarakat menimbulkan beberapa kekhawatiran, yaitu kelangkaan bahan pangan dan harga pangan yang tinggi. Kelurahan Dukuh Menanggal, salah satu kelurahan di kota Surabaya yang berdampak dengan adanya PSBB. Sebagian besar jenis mata pencaharian masyarakat kelurahan adalah dibidang jasa yaitu membuka rumah kost – kostan (untuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dan warung makanan serta minuman. Program Work from Home (WFH) dan Study From Home (SFH) menyebabkan banyak mahasiswa yang tidak lagi kost sehingga pendapatan masyarakat turun secara signifikan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah dengan penerapan Budikdamber (Budidaya Ikan Dalam Ember) dalam upaya ketahanan pangan keluarga di era Pandemi Covid – 19. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan sempitnya lahan pekarang setiap rumah yang ada di kelurahan Dukuh Menangga. Terdapat beberapa permasalahan dihadapi terkait penerapan Budikdamber, yaitu sebagian besar masyarakat belum mengerti tentang pembuatan budikdamber dan proses penerapan Budikdamber. Metode pelaksanaan pengabdian ini berupa sosialisasi, pelatihan dan pendampingan terhadap perwakilan masyarakat sebagai pilot project pengabdian. Hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian Kepada Masyarakat adalah masyarakat di Kelurahan Dukuh Menanggal bisa mandiri dalam pemenuhan kebutuhan akan pangan sehingga terbentuk ketahanan pangan di masa Pandemi Covid 19