Claim Missing Document
Check
Articles

Pembuatan Peta Administrasi Sebagai Pendukung Pembangunan Daerah Desa Bligo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo Linda Dwi Rohmadiani; Moch Shofwan; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari; Siti Nuurlaily Rukmana; Suning Suning
Jurnal Pengabdian Masyarakat (abdira) Vol 2, No 2 (2022): Abdira, April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v2i2.113

Abstract

Bligo Village is a village-city in the Candi District area, because administratively it is a village but the livelihood of the majority of the population is as factory workers, so a complete village administrative boundary information map is needed in accordance with applicable standards. The purpose of community service is mapping of village administrative boundaries according to the Regulation of the Head of BIG No. 3 of 2016 as a village development guideline. The methods used include preparation, survey, preparation of administrative maps, verification of maps, printing and handing over of maps to villages. The main task of the implementing team is to facilitate and guide village officials. Community service activities produce village administration maps which include information in the form of village administrative boundaries, RW administrative boundaries, RT administrative boundaries, road networks, and waters.
PENGUATAN PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DESA WISATA BERBASIS PENGURANGAN RESIKO BENCANA DI DESA PUJON KIDUL KABUPATEN MALANG Linda Dwi Rohmadiani; Mochamad Shofwan; Suning
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 4 No 1 (2020): Juli
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v4.i1.a2294

Abstract

Wilayah Desa Pujonkidul merupakan dataran tinggi dengan kemiringan 25 – 40% dan termasukwilayah DAS Konto, sehingga rawan terjadi bencana longsor karena jenis tanahnya berupa aluvial. Berdasarkan data BPBD Tahun 2018, Kecamatan Pujon (termasuk Desa Pujonkidul)termasuk dalam daerah rawan bencana longsor. Tahapan kegiatan pengabdian kepadamasyarakat dimulai dengan survei awal, analisis situasi, mendesain kegiatan dan sasarannya,pelaksanaan sosialisasi, evaluasi dan terakhir pelaporan. Kegiatan penguatan kapasitasmasyarakat dalam pengurangan risiko bencana diikuti oleh 20 masyarakat desa yang mewakili 3dusun di Desa Pujonkidul pada Bulan November 2019. Sosialisasi selenggarakan mulai jam 10.00sampai jam 12.00 WIB membahas mengenai naskah draft peraturan desa tentang penyelenggaraanpenanggulan bencana di desa. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat adanya perubahanpengetahuan masyarakat dan aparatur desa dalam mengurangi risiko bencana di Desa Pujonkidul.
PENERAPAN UTILITAS SOLAR CELL SEBAGAI PENDUKUNG KONSEP SMART CITY DI KELURAHAN DUKUH MENANGGAL KOTA SURABAYA Moch Shofwan; Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari; Suning Suning; A.A. Sagung Alit Widyastuty; Linda Dwi Rohmadiani; Siti Nuurlaily Rukmana
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 5 No 02 (2022): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol5.no02.a4184

Abstract

Kelurahan Dukuh Menanggal merupakan sebuah wilayah yang memiliki posisi perbatasan antara Kota Surabya dengan Sidoarjo ini menjadi destinasi favorit para masyarakat desa yang ingin memperbaiki kehidupannya dari segi ekonomi, pendidikan maupun sosial. Berbagai fasilitas pendukung tentunya juga disiapkan untuk menunjang kondisi perkembangan kawasan perkotaan tersebut. Sehingga berdasarkan isu ini, maka dibutuhkan penerapan utilitas solar cell sebagai pendukung konsep smart city di Kelurahan Dukuh Menanggal Kota Surabaya. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan program PKM ini adalah melakukan sosialisasi terkait penerapan utilitas solar cell sebagai pendukung konsep smart city di Kelurahan Dukuh Menanggal Kota Surabaya. Hasil dari kegiatan PKM ini yaitu ada pengetahuan yang meningkat bagi masyarakat terhadap pengetahuannya mengenai utilitas solar cell khususnya terkait pertanyaan pengenalan solar cell, fungsi solar cell, dan manfaat solar cell yaitu meningkat sebesar 50 %, namun pada pertanyaan kebijakan pemerintah dan sosialisasi dari instansi lain hasilnya stagnan tidak ada perubahan atau peningkatan persentase jawaban dari responden.
KAJIAN KONDISI EMPIRIS DRAINASE KAWASAN PESISIR MENUJU SANITASI BERKELANJUTAN Suning Suning; Ela Rolita Arifianti
WAHANA Vol 67 No 2 (2016)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.573 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v67i2.502

Abstract

pembangunan fisik dilakukan. Drainase merupakan komponen penting dalam perencanaan infrastruktur lingkungan bidang sanitasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi empiris fisik drainase di kawasan pesisir khususnya di Kecamatan Sedati, dilihat dari segi kebersihan lingkungan dan mengevaluasi apakah drainase eksisting sudah sesuai dengan SNI 03-3424-1994 tentang Perencanaan drainase permukaan jalan. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan sebar kuesioner dan wawancara, dengan teknik analisis evaluatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% terdapat ketidaksesuaian type bahan, bentuk dan jenis saluran serta adanya penampang drainase saluran sekunder yang rusak. Selain itu 35% responden menyatakan sampah berserakan di drainase dan sekitarnya. Arahan drainase yang sesuai dengan SNI No. 03-3424-1994 di Kawasan Pesisir Sedati menuju sanitasi berkelanjutan adalah dilakukannya pengendalian bentuk dan tipe bahan saluran sekunder, rehabilitasi saluran secara berkala agar dapat memenuhi fungsi drainase untuk mengalirkan air, dan kegiatan normalisasi drainase secara kontinue. Kata Kunci : Drainase Saluran Sekunder, Kawasan Pesisir Sedati, Normalisasi, Rehabilitasi, Sanitasi Berkelanjutan
PENGEMBANGAN EKONOMI KAWASAN PESISIR SEDATI BERBASIS MINAPOLITAN: Action Plan; Kawasan Pesisir; Minapolitan; Pengembangan Ekonomi; loqation-quotien Suning Suning
WAHANA Vol 62 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.748 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v62i1.1335

Abstract

Kecamatan Sedati merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Sidoarjo yang dalam perencanaanya dijadikan sebagai kawasan strategis. Kawasan strategis merupakan kawasan yang di dalamnya berlangsung kegiatan dan mempunyai pengaruh besar terhadap tata ruang di wilayah sekitarnya, kegiatan lain di bidang yang sejenis dan kegiatan di bidang lainnya, dan atau peningkatan kesejahteraan masyarakat. Secara umum mayoritas penduduk bekerja sebagai petani, swasta dan nelayan. Potensi ekonomi yang ada adalah basil pertanian, perikanan dan pertambakan, sehingga diperlukan konsep dan strategi untuk mengembangkannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekonomi, mengoptimalkan dan meningkatkan peran sektor perikanan tangkap maupun budidaya dalamrangka mendukung pengembangan konsep minapolitan di Kecamatan Sedati. Metode penelitian yang digmaJam adalah survey data sekunder dan survey data primer. Alat analisis yang digmakan adalah analisa deskriptif kualitatif dan analisis potensi ekonomi unggulan dengan metode loqation-quotien (LQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan konsep regionalisasi kawasan dan hasil analisa potensi ekonomi dengan metode loqation-quotien (LQ) diperoleh Kecamatan Sedati merupakan Kecamatan pusat pertumbuhan (growth pole) dengan konsep pengembangan minapolitan dan kawasan pariwisata baik untuk wilayahnya sendiri maupun sebagai hinterland kawasan lainnya. Berdasarkan potensi unggulan dan potensi strategis lokasi, Kecamatan Sedati memiliki nilai LQ sebesar 1,69 sehingga besarnya nilai LQ tersebut harus dikembangkan potensinya. Sedangkan konsep pengembangan kawasan pesisir berbasis minapolitan dapat dilakukan secara bertahap berdasarkan indikasi program yang telah direncanakan.
KESANGGUPAN KINERJA MENGGUNAKAN HARVARD STEP TEST Gempur Santoso; Suning
WAHANA Vol 72 No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v72i1.2371

Abstract

Kinerja sesuatu yang penting dalam kesanggupan melaksanakan tugas. Mahasiswa yang termasuk jenis pekerja ringan, perlu juga memiliki indeks kesanggupan yang baik maupun sedang. Penelitan ini menggunakan metode percobaan terhadap 23 orang mahasiswa. Semua responden berjenis kelamin laki-laki. Percobaan dilakukan di Laboraturium Ergonomi Teknik Industri Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Hasil: kinerja ada yang memiliki kesanggupan kurang dengan jumlah 11 orang mahasiswa (47,83%), memiliki kesanggupan sedang 8 orang (34,78% ), dan memiliki kesanggupan baik ada 4 0rang (34,78%). Saran: agar kinerja bagus maka harus pemanasan sebelum tes, makan yang cukup, tidak lelah, jantung beerja baik atau VO2max terpernuhi
PENGEMBANGAN POTENSI EKONOMI KAWASAN PESISIR SEDATI BERBASIS MASYARAKAT Yudo Darmanto; Suning Suning
WAKTU Vol 13 No 2 (2015): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v13i2.56

Abstract

Kecamatan Sedati merupakan salah satu Kecamatan berpotensi di Kabupaten Sidoarjo. Potensi yang terdapat di Kecamatan Sedati ialah perikanan tangkap dan perikanan tambak. Potensi perikanan memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi di Kabupaten Sidoarjo secara umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengembangan potensi ekonomi kawasan pesisir Sedati berbasis partisipasi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah Analisis Skalogram dengan tujuan untuk mengetahui potensi ekonomi, Analisis Partisipasi Masyarakat untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dan Analisis SWOT-STEEP untuk menentukan strategi pengembangan potensi ekonomi. Hasil penelitian berdasarkan Analisis Skalogram menunjukkan bahwa Desa Kalanganyar adalah desa yang paling berpotensi dibandingkan desa pesisir lainnya di Kecamatan Sedati untuk potensi perikanan tambak. Hasil analisis partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat kawasan pesisir Kecamatan Sedati berada pada level 2 Theraphy, yaitu inisiatif datang dari Pemerintah dan hanya satu arah. Hasil dari kombinasi matriks SWOT-STEEP menunjukkan prioritas utama yang harus ditingkatkan yaitu aspek sosial, dengan cara meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusia masyarakat yang ada di kawasan pesisir Sedati. Kata Kunci : Partisipasi masyarakat, Pesisir, Potensi ekonomi, Skalogram, STEEP-SWOT.
KEBIJAKAN KEBERLANJUTAN PENGOLAHAN PERSAMPAHAN KABUPATEN SIDOARJO BERBASIS TPST Suning Suning; Dwi Muryanto
WAKTU Vol 14 No 1 (2016): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v14i1.107

Abstract

Pola pembuangan sampah yang dilakukan dengan sistem Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sudah tidak relevan dengan lahan kota yang sempit dan pesatnya pertumbuhan penduduk. Pengelolaan sampah yang ideal adalah membuang sampah sekaligus memanfaatkannya sehingga selain membersihkan lingkungan dan menghasilkan kegunaan yang baru, secara ekonomi akan mengurangi biaya penanganannya. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah penyelenggaraan kegiatan pengelolaan sampah di TPST. TPST atau Material Recovery Facility merupakan tempat berlangsungnya kegiatan pemisahan dan pengolahan sampah secara terpusat. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sinergisitas dan memperkuat peran bersama antara pemerintah Kabupaten Sidoarjo dengan Desa/Kelurahan, sehingga terjadi efektifitas penanganan persampahan secara tuntas dan menyeluruh. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik analisis Focus Groups Discussion. Hasil penelitian menunjukkan kebijakan pengolahan persampahan di Kabupaten Sidoarjo akan lebih efektif dan berkelanjutan dengan menerapkan kegiatan pengolahan sampah berbasis TPST. TPST yang sudah terbangun belum difungsikan secara optimal, prasarana & sarana masih belum lengkap, bangunan TPST belum memenuhi standart SNI, belum bersinergi antar dinas, swasta dan masyarakat sehingga kegiatan TPST di masing-masing desa belum menunjukkan keberlanjutannya. Masyarakat menganggap seluruh proses pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab dan pekerjaan DKP, sehingga tingkat partisipasi masyarakat untuk pemilahan sampah dari sumbernya masih rendah dan tergantung pada pemerintah.
IDENTIFIKASI KEGIATAN PEMBENTUKAN RUANG LUAR RUKO PADA KORIDOR JALAN DI KAWASAN PERUMAHAN SAWOJAJAR KOTA MALANG Elong Pribadi; Suning Suning
WAKTU Vol 12 No 1 (2014): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v12i1.834

Abstract

Salah satu kebutuhan masyarakat perkotaan adalah tersedianya areal ruang publik(public space) yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan dalam setiap waktu. Kota Malang adalah merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur yang diarahkan sebagai kotapendidikan, pariwisata dan industri, yang sedang mengalami perkembangan yang cukup pesat.Mengamati pertumbuhan ruko di koridor jalan utama di kawasan perumahan Sawojajarbelakangan ini memberikan gambaran yang menarik untuk dilakukan penelitian terkait interaksikegiatan pada ruang luar ruko. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah bangunan ruko, tipe ruang luar rukodan kegiatan pembentuk ruang luar ruko. Analisa dilakukan dengan metode diskriptif kualitatif danmetode analisa pemetaan perilaku (Behavioral Mapping) terhadap kegiatan pembentukan ruangluar ruko hasil analisis menunjukkan bahwa ada keterkaitan antar aktivitas dalam memanfaatkanruang luar ruko berdasarkan waktu dan bentuk ruang luar ruko, sehingga diketahui bahwa ruangluar ruko di Kawasan Sawojajar didominasi oleh kegiatan pedagang kaki lima, baik tipe bangunanyang bersifat komunal maupun kompleks pertokoan yang mampu mengakomodir kegiatan ruangluar ruko, serta tipe ruang luar ruko semi privat dan publik.
STUDI PENGEMBANGAN POTENSI OBJEK WISATA ANYAR MANGROVE (WAM) DI KELURAHAN GUNUNG ANYAR TAMBAK SURABAYA Sardi Umasugi; Suning Suning
WAKTU Vol 11 No 1 (2013): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v11i1.843

Abstract

Kelurahan Gunung Anyar Tambak merupakan salah satu Kelurahan di KecamatanGunung Anyar Kota Surabaya yang terdapat objek wisata yang di beri nama Wisata AnyarMangrove (WAM). Metode penelitian yang digunakan dalam studi pengembangan potensi objekwisata anyar mangrove (WAM) adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dan metode analisishirarki proses (AHP), dengan melakukan pengamatan secara langsung, penyebaran kuisioner danwawancara. Dalam penelitian ini analisis AHP digunakan sebagai penentuan konseppengembangan objek wisata WAM di Kelurahan Gunung Anyar Tambak Surabaya. Penelitian inimenghasilkan arahan kebijakan mengenai konsep pengembangan potensi objek wisata WAMagar dapat dikembangkan. Objek wisata WAM memiliki potensi alam berupa pemandangan yangindah dan alami, berbagai jenis fauna dan flora seperti burung-burung dan hutan mangrove.Arahan kebijakan yang dirumuskan menunjukan bahwa konsep pengembangan potensi wisataWAM agar meningkatkan daya tarik wisata, sehingga dapat meningkatkan penghasilanmasyarakat setempat, meningkatkan kualitas hutan mangrove sehingga tetap terjaga, selainberwisata, bisa menjadi tempat pendidikan/penelitian. Dengan dukungan dari pemerintah danperan serta masyarakat setempat. Karakter Objek Wisata Anyar Mangrove (WAM) termasukdalam jenis wisata lokal yang memiliki potensi alam yang indah dan alami, pemandangan yangindah, dan terdapat berbagai jenis fauna dan flora. Pemanfaatan lahan pada kawasan objekwisata WAM merupakan kawasan konservasi managrove, tambak ikan, dan perumahan. Jumlahwisatawan yang berkunjung ke objek wisata WAM merupakan wisatawan lokal dengan tujuanrekreasi atau bersantai, tetapi masih dalam jumlah yang sedikit. Sarana dan prasarana wisataserta akses jalan masih dalam kondisi kurang baik. Objek wisata WAM memiliki banyak potensiyang perlu di kembangkan, selain itu melakukan promosi tentang potensi wisaata yang ada untukmenarik daya tarik wisatawan.