Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Trimester III Sativa, Rizki Rozha; Kurniati, Mala; Nurul, Aryastuti; Nuryani, Dina Dwi; Ekasari, Fitri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.16785

Abstract

ABSTRACT Anemia is a health problem that plays a role in causing high maternal and infant mortality rates. Anemia that occurs in pregnant women due to lack of iron intake during pregnancy. The number of pregnant women with anemia in Lampung Province in 2021 is 21.2% and the Mulyojati Health Center the number of pregnant women with anemia is 11.54% while the marketing of FE tablets is 9.7% because pregnant women do not comply with control during ANC. This study aims to determine the factors that associated with the incidence of anemia in third trimester pregnant women at the Mulyojati Health Center Metro City.This type of quantitative research with a cross sectional approach. The population of the study was pregnant women at the Mulyoajati Health Center using a total sampling technique. The research sample is 110 respondents. The research instrument is a questionnaire. Data analysis used for univariate analysis of frequency distribution, bivariate analysis using chi square test and multivariate analysis using multiple logistic regression. The results showed that respondents with age were not at risk (71.8%), not working (51.8%), parity was not at risk (52.7%), family support was supportive (57.3%), health worker support was less supportive (51.8%), ANC examination according to the standard (6 times) (53.6%), Fe tablet compliance was compliant (60.9%), the incidence of anemia (30.9%) pvalue variable age (p=0, 379 OR 1.636), occupation (p=0.437 OR 1.506), parity (p=0.067 OR 2.345), family support (p=0.038 OR 2.593), health worker support (p=0.044 OR 2.583), ANC examination (p=0.018 OR 2.971), Fe tablet adherence (p=0.002 OR 3.965) the most dominant factor associated is the Fe table adherence variable exp (B) value 3.416. This research is expected that health workers communicate continuously in the form of providing information on anemia in pregnant women, for visitors it is expected to build a smart attitude to prevent anemia during pregnancy and further researchers are expected to examine the intervention method of strategic communication approach on the purpose of changing the attitude of preventing anemia in pregnant women. Keywords: Anemia, Pregnant Women, 3rd Trimester   ABSTRAK Anemia merupakan masalah kesehatan yang berperan dalam penyebab tingginya angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Anemia yang terjadi pada ibu hamil dikarenakan kurangnya asupan zat besi selama kehamilan. Provinsi Lampung ibu hamil dengan anemia pada tahun 2021 sebesar 21,2% dan Puskesmas Mulyojati jumlah ibu hamil dengan anemia sebesar 11,54% sedangkan pencapaian pemberian tablet FE sebesar 9,7 % dikarenakan ibu hamil tidak patuh kontrol saat ANC. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui faktor yang  berhubungan  dengan  kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Mulyojati Kota Metro. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ibu hamil Puskesmas Mulyoajati dengan teknik total sampling. Sampel penelitian 110 responden. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan untuk analisa univariat distribusi frekuensi, analisa bivariat menggunakan uji Chi Square dan analisa multivariat menggunakan regressi logistic ganda. Hasil penelitian didapatkan responden dengan usia tidak beresiko (71,8%), tidak bekerja (51,8%), paritas tidak beresiko (52,7%), dukungan keluarga mendukung (57,3%), dukungan tenaga kesehatan kurang mendukung (51,8%), pemeriksaan ANC sesuai standar (6 kali) (53,6%), kepatuhan tablet Fe patuh (60,9%), kejadian anemia (30,9%) pvalue variabel usia (p=0,379 OR 1,636), pekerjaan (p=0,437 OR 1,506), paritas (p=0,067 OR 2,345), dukungan keluarga (p=0,038 OR 2,593), dukungan tenaga kesehatan (p=0,044 OR 2,583), pemeriksaan ANC (p=0,018 OR 2,971), kepatuhan tablet Fe(p=0,002 OR3,965) faktor yang paling dominan berhubungan adalah variabel kepatuhan tablet Fe nilai exp (B) 3,416.Penelitian ini diharapkan tenaga kesehatan berkomunikasi yang berkelanjutan berupa pemberian informasi anemia ibu hamil, bagi pengunjung diharapkan membangun sikap cerdas mencegah anemia saat kehamilan dan peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti dengan metode intervensi pendekatan komunikasi strategis pada tujuan perubahan sikap pencegahan anemia ibu hamil. Kata Kunci: Anemia, Ibu Hamil, Kepatuhan Tablet Fe, Trimester 3
Pengaruh Dukungan Sosial dengan Kualitas Hidup pada Penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) Istiqomah, Anisa Cahyanti; Kurniati, Mala; Yanti, Dhiny Easter; Febriani, Christin Angelina; Samino, Samino
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i5.16816

Abstract

ABSTRACT It is crucial for people living with HIV/AIDS to pay attention to aspects of their quality of life because HIV/AIDS is a chronic and progressive condition, impacting all facets of life—physical, psychological, social, and spiritual. One significant factor influencing a person's quality of life is family support. This study aims to determine the influence of social support on the quality of life of people living with HIV in Mataram Baru Regency, Lampung Timur. This quantitative study employs a cross-sectional approach. The population for this study comprises all cases in Mataram Baru Regency, Lampung Timur in October 2022, totaling 89 people using a total sampling technique, namely the entire total population. Data were collected using a questionnaire. Data analysis was performed using univariate analysis, bivariate analysis (Chi-Square Test), and multivariate analysis (multiple logistic regression). The results showed that 60,7% of participants reported a good quality of life, 68,5% received emotional support, 58,4% received informational support, and 52,8% did not receive material support. There was a significant relationship between emotional support (p-value = 0,001, OR = 7,9) and material support (p-value = 0,029, OR = 1,9) with quality of life. However, there was no significant relationship between informational support and quality of life (P-value = 0,194). Emotional support emerged as the dominant factor in this study, with the highest odds ratio (OR = 12,981). It is recommended that families provide support to family member living with HIV, such as by participating in activities held by the community of people living with HIV, to foster emotional closeness. Keywords: Quality of Life, Social Support, People Living with HIV ABSTRAK Orang dengan HIV/AIDS sangat penting untuk memperhatikan aspek kualitas hidupnya karena HIV/AIDS bersifat kronis dan progresif, sehingga berdampak luas pada segala aspek kehidupan baik fisik, psikologis, sosial, maupun spiritual. Salah satu faktor yang mendukung dimensi pada kualitas hidup seseorang adalah dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dengan kualitas hidup pada penderita HIV di Kecamatan Mataram Baru Lampung Timur. Jenis penelitian kuantitatif pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kasus di Kecamatan Mataram Baru Lampung Timur bulan Oktober 2022 sebanyak 89 orang dengan teknik sampling total sampling yaitu seluruh total populasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner analisis data dengan univariat, bivariat (Uji Chi Square), multivariat regresi logistik ganda. Hasil didapatkan kualitas hidup baik sebanyak 60,7%, dukungan emosional mendukung sebanyak 68,5%, informasi mendukung sebanyak 58,4%, dan dukungan materi tidak mendukung sebanyak 52,8%. Ada hubungan dukungan emosional (p-value = 0,001 OR 7,9) dan dukungan materi (p-value = 0,029 OR 1,9) dengan kualitas hidup pada penderita HIV dan tidak ada hubungan dukungan informasi dengan kualitas hidup pada penderita HIVdengan nilai (p-value = 0,194) serta faktor yang dominan dalam penelitian dalam penelitian ini adalah dukungan emosional, dimana memiliki nilai OR tertinggi yaitu sebesar 12.98. Saran bagi keluarga diharapkan keluarga dapat memberikan dukungan kepada penderita HIV seperti ikut serta dalam kegiatan yang diadakan oleh komunitas penderita HIV sehingga terjalin kedekatan emosional yang semakin erat. Kata Kunci: Kualitas Hidup, Dukungan Sosial, Penderita HIV
Potensiasi Madu Trigona Sebagai Antibakteri Terhadap Pertumbuhan Bakteri (Staphylococcus aureus) Penyebab Furunkel Dan Karbunkel Pratiwi, Shifa Meilan; Anggunan, Anggunan; Silvia, Eka; Kurniati, Mala
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i6.20381

Abstract

Furunkel dan karbunkel adalah infeksi kulit yang terjadi pada folikel rambut, dan diakibatkan bakteri Staphylococcus aureus. Pemakaian antibiotik yang berlebih telah menyebabkan meningkatnya resistensi bakteri, termasuk Staphylococcus aureus. Oleh karena itu, diperlukan alternatif antibakteri alami untuk mengurangi efek samping penggunaan antibiotik jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keefektivan madu Trigona sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus yang menyebabkan furunkel dan karbunkel. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang membagi madu dalam tiga konsentrasi (20%, 50%, dan 80%) untuk menguji zona hambat terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol positif (mupirocin krim 2%) memiliki rata-rata zona hambat terbesar (19,15 mm), sementara kontrol negatif (Aquadest) tidak menunjukkan adanya zona hambat. Konsentrasi madu 20% memiliki zona hambat terkecil (2,47 mm), sedangkan konsentrasi madu 50% dan 80% menunjukkan zona hambat yang lebih besar, masing-masing 7,6 mm dan 9,17 mm. Hasil uji statistik Kruskal-Wallis diperoleh p 0,01 (p < 0,05), yang menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara variabel independen (konsentrasi madu) dan variabel dependen (zona hambat). Penelitian ini menyimpulkan bahwa madu Trigona mempunyai kemampuan sebagai zat antibakteri yang menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, dengan kemanjuran yang semakin tinggi seiring bertambahnya konsentrasi madu.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MENCUCI TANGAN DENGAN HAND SANITIZER BERBASIS GEL DAN SPRAY Ladiyani, Festy; Ahsan, Dany; Triwahyuni, Tusy; Kurniati, Mala
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i3.11832

Abstract

Abstrak: Perbandingan Efektivitas Mencuci Tangan Dengan Hand Sanitizer Berbasi Gel Dan Spray. Cuci tangan sudah lama digunakan sebagai usaha preventif yang efektif dalam mencegah berbagai  macam penyakit infeksi. Cuci tangan bertujuan untuk menghilangkan kotoran dan mengurangi jumlah bakteri. Sayangnya, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir mempunyai hambatan. Tidak semua lapisan masyarakat mempunyai akses terhadap fasilitas cuci tangan dengan sabun dan air bersih. Seiring perkembangan zaman, mencuci tangan sudah lebih praktis yaitu dengan memakai suatu cairan antiseptik yang bisa digunakan dimana saja dan kapan saja tanpa harus dibilas dengan air. Cairan antiseptik ini disebut hand sanitizer. Berdasarkan tipe hand sanitizer dibagi menjadi 2, yaitu gel dan spray. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan efektivitas mencuci tangan menggunakan hand sanitizer gel dengan hand sanitizer spray pada tangan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Desain rancangan penelitian menggunakan post-test control group design. Penelitian ini  terdapat 30 sampel yang dibagi dalam 3 kelompok. Uji statistik menggunakan one way ANOVA test. Hasil penelitian diperoleh P-Value (0,001<0,05) artinya terdapat perbedaan yang signifikan. Hasil kedua jenis hand sanitizer dibandingkan kelompok kontrol didapatkan P-Value (0,001<0,05) keduanya secara signifikan mampu menurunkan jumlah kuman. Hasil antara hand sanitizer gel dan spray diperoleh nilai P-Value (0.657>0.050) tidak ada perbedaan signifikan. Hand sanitizer gel dan spray efektif dalam menurunkan angka kuman pada telapak tangan, tetapi tidak terdapat perbedaan efektifitas dalam menurunkan jumlah angka kuman antara penggunaan hand sanitizer gel dan spray.
Perbandingan Aktivitas Antibakteri Sediaan Krim Wajah Kulit Buah Naga Daging Putih (Hylocereus undatus) Dan Merah (Hylocereus Costaricensis) Terhadap Propionibacterium acnes Yasmin, Adinda Nurina; Nofita, Nofita; Kurniati, Mala; Marcellia, Selvi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i5.19803

Abstract

Krim memiliki nilai estetika dan kenyamanan yang cukup tinggi. Krim yang mengandung bahan alami kini lebih diminati karena adanya tren back to nature, salah satu tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif antibakteri adalah kulit buah naga putih (Hylocereus undatus) dan kulit buah naga merah (Hylocereus costaricensis). Kulit buah naga mengandung tannin, saponin, fenolik, alkaloid, steroid, terpenoid, dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari krim ekstrak kulit buah naga putih dan merah terhadap bakteri Propionibacterium acne. Ekstrak kulit buah naga putih dan merah yang diperoleh dibuat dalam sediaan krim dengan ekstrak 5 gr, 7,5 gr, dan 10 gr. Kontrol positif adalah Klindamisin dan kontrol negatif yaitu basis krim. Uji antibakteri dilakukan dengan dengan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan uji aktivitas antibakteri krim ekstrak kulit buah naga putih dengan ekstrak 5 gr memiliki rata-rata diameter zona hambat 7,85 mm, 7,5 gr yaitu 9,5 mm dan 10 gr yaitu 11,3 mm. Sedangkan kulit bauh naga merah ekstrak 5 gr memiliki rata-rata diameter zona hambat 6,85 mm, 7,5 gr yaitu 7,33 mm dan 10 gr yaitu 8,22 mm. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sediaan krim dari ekstrak kulit buah naga putih mempunyai aktivitas antibakteri yang baik terhadap bakteri Propionibacterium acne dengan klasifikasi respon hambat pertumbuhan sedang–kuat. Sedangkan kulit buah naga merah mempunyai aktivitas antibakteri yang baik terhadap bakteri Propionibacterium acne dengan klasifikasi respon hambat pertumbuhan sedang. Kemudian semakin besar konsentrasi ekstrak kulit buah naga putih pada sediaan maka aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acne semakin besar.
Factors Associated with Cervical Cancer Screening in Women of Reproductive Age Using Via Method Sihotang, Lydia; Kurniati, Mala; Yanti, Dhiny Easter; Anita, Anita; Muhani, Nova
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19053

Abstract

ABSTRACT Cervical cancer is a malignant tumor that grows in the cervical area (cervix). In 2022, in South Lampung Regency, of the 11,077 women of reproductive age who underwent VIA screening, 19 (0.2%) tested positive. This study aimed to determine the factors associated with cervical cancer screening in Women of Reproductive Age (WRA) using the Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) method. Quantitative research with a cross sectional approach, the sample of this study was 210 coupled female respondents aged 30-50 years who were of reproductive age. Bivariate analysis uses the chi square test and multivariate analysis uses logistic regression. There is a relationship between knowledge (p-value = 0.001, OR = 6.238), motivation (p-value = 0.001, OR = 7,667), the role of health workers (p-value = 0.007, QR = 4,091), and husband's support (p-value = 0.001, OR = 9,625) with cervical cancer screening using the VIA method. There is no significant relationship between the affordability of access to cervical cancer screening using the VIA method (p-value = 0,446, QR = 1,562). The husband's support variable is the dominant factor, with a p-value of 0.001 and an OR of 9,625. All variables influence women of reproductive age’s behavioral tendencies in cervical cancer screening, such as knowledge, motivation, the role of health workers, and husband's support (p value <0.05), except the affordability of access has no significant relationship. The influence of husband's support is the most dominant factor. Keywords: Cervical Cancer, VIA, and Women of Reproductive Age. 
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kehadiran Ibu pada Kelas Ibu Hamil Hajinah, Ferriyal Sepriza Fauzan; Kurniati, Mala; Yanti, Dhiny Easter; Anita, Anita; Muhani, Nova
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i2.15720

Abstract

ABSTRACT One of the main agendas of the SDGs is to reduce maternal and under-five mortality rates. Quality and regular antenatal examinations during pregnancy will determine the health status of the pregnant mother and the baby born. Pregnant women's classes are included in the community health center program. This study aims to analyze factors related to the presence of mothers in pregnant women's classes at the Negara Batin Community Health Center, Tanggamus Regency in 2023. Therefore, this research focuses on analyzing factors related to the presence of mothers in the pregnant women's class at the Negara Batin Public Health Center, Tanggamus Regency in 2023. The research method used was quantitative with a cross sectional design. The sample taken was 91 respondents and were pregnant women using the total population technique. Data analysis uses univariate, bivariate analysis, namely Chi-Square and multivariate, namely Logistic Regression. The results of the study found that those related to maternal attendance in the pregnant mother class were maternal motivation (p: 0.001), husband's support (p: 0.037, OR 2.8), support from health workers (p: 0.000, OR 8), and affordability of health facilities. (p: 0.000, OR 10.3). The most dominant factor related is maternal motivation with an Exp (B) value of 32.258, which means that pregnant mothers with low motivation are 32 times more motivated than good mothers. It is hoped that these results can become a reference for community health centers to improve the quality of health services so that the attendance of mothers in pregnant women's classes increases. Keywords: Class for Pregnant Women, Motivation, Mothers.  ABSTRAK Salah satu agenda utama SDGs adalah menurunkan angka kematian ibu dan kematian Balita. Pemeriksaan antenatal yang berkualitas dan teratur selama kehamilan akan menentukan status kesehatan ibu hamil dan bayi yang dilahirkan. kelas ibu hamil termasuk dalam program puskesmas. Penelitian ini bertujuan unutukanalisis faktor yang berhubungan dengan kehadiran ibu pada kelas ibu hamil di Puskesmas Negara Batin Kabupaten Tanggamus Tahun 2023 . Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan pada analisis faktor yang berhubungan dengan kehadiran ibu pada kelas ibu hamil di Puskesmas Negara Batin Kabupaten Tanggamus tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Sampel yang diambil sebanyak 91 responden dan merupakan ibu hamil dengan teknik total populasi. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat yaitu Chi-Square dan multivariat yaitu Regresi Logistik. Hasil penelitian didapatkan yang berhubungan dengan kehadiran ibu pada kelas ibu hamil adalah motivasi ibu (p:0,001), dukungan suami (p:0,037, OR 2,8), dukungan petugas kesehatan (p:0,000, OR 8), dan keterjangkauan fasilitas kesehatan (p:0,000, OR 10,3). faktor yang paling dominan berhubungan adalah motivasi ibu dengan nilai Exp (B) sebesar 32,258 yang artinya ibu hamil dengan motivasi rendah 32 kali lebih daripada motivasi ibu baik. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi puskesmas untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan agar kehadiran ibu dikelas ibu hamil meningkat. Kata Kunci: Kelas Ibu Hamil, Motivasi, Ibu.
Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Orang Tua dalam Penerimaan Vaksinasi Covid-19 pada Remaja Usia 12 – 17 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Indah Nurfauzi, M. Rizal; Yulyani, Vera; Triwahyuni, Tusy; Kurniati, Mala
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.371 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i6.10479

Abstract

ABSTRACT Covid-19 vaccination is one of the government's programs in dealing with the Covid-19 pandemic in Indonesia. Vaccination in adolescents is influenced by parents' perceptions in decision making. Adolescent vaccination achievements in the Lampung region are still very low. this study aims to identify factors that influence parents' perceptions of receiving Covid-19 vaccinations for adolescents aged 12-17 years in the working area of the Rajabasa Indah Health Center in 2022. Quantitative study with an analytic approach using a cross-sectional and the instrument used is a questionnaire This type of research is a descriptive quantitative research with a cross-sectional design, with purposive sampling technique. The number of samples studied was 395 parents who had children aged 12-17 years. Data analysis was performed by Chi-square test. It is known that there is a relationship between parents' perceptions and perceived vulnerability (p=0.044), parents' perceptions and perceived benefits (p=0.043), and parents' perceptions with perceived barriers (p=0.05) towards receiving the Covid-19 vaccination in adolescents aged 12-17 years. Of the 5 parents' perceptions regarding the factors that influence acceptance of the Covid-19 vaccine for adolescents aged 12-17 years. There are only 3 acceptable factors, namely the vulnerability of Covid-19 vaccination, the benefits of Covid-19 vaccination, and the inhibition of Covid-19 vaccination on the accessibility of Covid-19 vaccination in adolescents aged 12-17 years. Therefore, it is necessary to make efforts to increase information and education about the Covid-19 vaccine to parents and the general public so that they can increase acceptance of Covid-19 vaccination in adolescents. Keyword: Covid-19 Vaccination, Parents, Adolescents.  ABSTRAK Vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu program pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 di Indonesia. Vaksinasi pada remaja dipengaruhi oleh persepsi orang tua dalam pengambilan keputusan. Capaian vaksinasi remaja di wilayah Lampung masih sangat rendah. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi orangtua dalam menerima vaksinasi Covid-19 untuk remaja usia 12-17 tahun di wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Indah pada tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan rancangan cross sectional, dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 395 orang tua yang memiliki anak usia 12- 17 tahun. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square. Diketahui terdapat hubungan persepsi orang tua dengan kerentanan yang dirasakan (p=0.044), persepsi orang tua dengan manfaat yang dirasakan  (p=0.043), dan persepsi orang tua dengan hambatan yang dirasakan (p=0.05) terhadap penerimaan vaksinasi Covid-19 pada remaja usia 12-17 tahun. Dari 5 Persepsi orang tua mengenai faktor yang mempengaruhi penerimaan vaksinasi Covid-19 terhadap remaja usia 12-17 tahun. Hanya terdapat 3 faktor yang dapat diterima yaitu kerentanan vaksinasi Covid-19, manfaat vaksinasi Covid-19, dan hambatan vaksinasi Covid-19 terhadap penerimaan vaksinasi Covid-19 pada remaja usia 12-17 tahun. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan informasi dan edukasi tentang vaksinasi Covid-19 kepada orang tua dan masyarakat secara umum agar dapat meningkatkan penerimaan vaksinasi Covid-19 pada remaja. Kata Kunci: Vaksinasi  Covid-19, Orang Tua, Remaja
Analisis faktor kecenderungan perilaku mengakses situs porno pada pelajar Putri, Novita; Kurniati, Mala; Aryastuti, Nurul
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 10 (2024)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i10.13280

Abstract

Background: Pornography has many negative impacts on teenagers, such as many teenagers engaging in deviant behavior. The results of the Health Research and Development survey in collaboration with UNESCO in 2018 showed that as many as 5.6% of Indonesian teenagers had engaged in free sex before marriage. A pornography addiction survey conducted in the capital city of Jakarta and Pandeglang showed that as many as 96.7% had been exposed to pornography and 3.7% had experienced pornography addiction.Purpose: To determine the factors that influence student behavior in accessing pornographic sites.Method: Quantitative research with a cross sectional approach, the population of this study was 148 students from SMA X, Bandar Lampung City, class X-XI, the total sample population. Bivariate analysis uses the chi square test and multivariate analysis uses logistic regression.Results: There is a relationship between knowledge (p = 0.004; OR=3.4), attitude (p = 0.004; OR = 4), friend influence (p = 0.000; OR= 6.8), parental influence (p = 0.000; OR 4.8), social media (p = 0.009; OR = 2.7) with student behavior in accessing pornographic sites.Conclusion: All variables influence students' behavioral tendencies in accessing pornographic sites, such as peers, parents, social media, knowledge, attitudes (p value <0.05. The influence of friends is the most dominant factor (p value 0.000).Suggestion: It is recommended that you do not access films or things related to pornography because it can have an impact on damaging your mindset and destroying your future. Keywords: Friends Of The Same Age; Porn Sites; Student Behavior. Pendahulaun: Pornografi memberikan banyak dampak negatif bagi remaja seperti banyaknya remaja yang melakukan perilaku menyimpang. Hasil survei Litbang Kesehatan bekerjasama dengan UNESCO tahun 2018, menunjukan sebanyak 5.6% remaja Indonesia sudah melakukan seks bebas pra nikah. Survei ketergantungan pornografi yang dilakukan di daerah ibu kota Jakarta dan Pandeglang menunjukan sebanyak 96.7% telah terpapar pornografi dan 3.7% mengalami adiksi pornografi.Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pelajar dalam mengakses situs porno.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dilaksanakan di SMA X Kota Bandar Lampung dengan periode penelitian Juni 2023. Rancangan survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Total sampel adalah seluruh populasi sejumlah 148 orang. Variabel bebas (independentI) yaitu pengetahuan, sikap, teman sebaya, peran orang tua, dan media massa. Variabel terikat (dependent) yaitu perilaku pelajar dalam mengakses situs porno. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik.Hasil: Adanya hubungan pengetahuan (p = 0.004; OR=3.4), sikap (p = 0.004; OR = 4), pengaruh teman (p = 0.000; OR= 6.8), pengaruh orang tua (p = 0.000; OR 4.8), media sosial (p = 0.009; OR = 2.7) dengan perilaku pelajar dalam mengakses situs porno.Simpulan: Semua variabel berpengaruh terhadap kecenderungan perilaku pelajar dalam mengakses situs porno seperti teman sebaya, orang tua, media social, pengetahuan, sikap (nilai p value <0.05. Pengaruh teman merupakan faktor yang paling dominan (nilai p value 0.000).Saran: Diharapkan agar tidak mengakses film ataupun hal-hal yang berbau pornografi karena dapat berdampak pada rusaknya pola pikir dan menghancurkan masa depan. Kata kunci: Perilaku Pelajar; Situs Porno; Teman Sebaya.
Hubungan Kelainan Hematologi Dan Jumlah Virus Terhadap Lama Penggunaan Terapi Arv Pada Pasien Human Immunodeficiency Virus Di RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK Azzahra, Anggun Hayajihan; Hidayat, Hidayat; Hasbie, Neno Fitriyani; Kurniati, Mala
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.21849

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) mengganggu sistem kekebalan tubuh dan sering dikaitkan dengan kelainan hematologis seperti anemia, neutropenia, limfopenia, dan trombositopenia. Meskipun terapi antiretroviral (ARV) penting untuk menekan replikasi virus, hubungannya dengan parameter hematologis seiring waktu tetap signifikan secara klinis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara kelainan hematologis dan viral load dengan lama penggunaan terapi ARV pada pasien HIV di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 42 pasien HIV. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan korelasi Spearman, dengan tingkat signifikansi p 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 28 pasien (66,7%) mengalami anemia, 21 pasien (50%) limfopenia, 13 pasien (31%) neutropenia, dan 1 pasien (2,4%) trombositopenia, sementara 29 pasien (69%) memiliki viral load yang tidak terdeteksi. Analisis statistik tidak menemukan korelasi yang signifikan antara kelainan hematologis dengan lama terapi ARV, maupun antara viral load dengan lama pengobatan (p 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa terapi ARV jangka pendek (6–12 bulan) mungkin belum cukup untuk memperbaiki profil hematologis atau memastikan supresi virus secara konsisten, sehingga menekankan pentingnya pemantauan rutin parameter darah dan intervensi klinis dini dalam tata laksana HIV. Studi longitudinal lebih lanjut direkomendasikan untuk mengevaluasi hasil hematologis dan virologis jangka panjang dari terapi ARV.