Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN DEMAM TYPHOID Rangki, La; Fitriani
Jurnal Kesehatan Al-Irsyad Vol. 12 No. 2 (2019): Vol. 12, No. 2, September 2019
Publisher : UPT PPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jka.v12i2.2

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonellathypi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sikap dan kebiasaan makan diluar rumah merupakan factor risiko kejadian demam typhoid di RSUD Kab.Muna. Responden padapenelitian ini berjumlah 39 orang kelompok kasus dan 39 orang kelompok kontrol. Metode pengambilan data dilakukan dengan observasi dan kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 95%. Data diolah secara univariat, bivariat, dan nilai odds ratio. Dari hasil penelitian menunjukan sikap dengan nilai OR=10,286, lower limit= 3,551,dan upper limit= 29,795. Kebiasaan makan di luar rumah dengan nilai OR= 2,970, lower limit= 1,161, dan upper limit= 7,599. Sehingga dapat disimpulkan bahwa factor sikap dan kebiasaan makan diluar rumah merupakan factor risiko terjadinya demam tiphiod. Kata kunci : Sikap, Kebiasaan makan di luar rumah, Demam Typhoid
Analisis Determinan Perilaku Perawat dalam Penerapan Praktek Menyuntik yang Aman Di RSUD Kota Kendari Fariki, La ode Ali; Rangki, La; Wati, Rahma
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2018): December
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1478.568 KB) | DOI: 10.30604/jika.v3i2.137

Abstract

Infections that occur in the hospital, one of which is a nosokomial infection. Injection is one of the most commonly used medical methods for drugs or prevention. The high numbers of people who take unsafe injections are a factor that causes nosokomial infections. The purpose of this study was to analyze the behavior of nurses in hospitals in Kendari City Hospital.This study used observational analytics with a cross sectional approach with a sample of 55 people conducted proportionally random sampling using the chi square test. The results showed that there was a relationship between nurse knowledge (X-hit = 6.979), nurse motivation (X-hit = 9,133), infrastructure (X-hit = 7,487), IPCLN supervision (X-hit = 7,117) with nurse behavior in Kendari City Hospital. This study is an independent variable (knowledge of nurses, advocates, facilities and infrastructure, and IPCLN supervision) relations with nurses in the practice of injecting. Gelatin can be given by the Hospital to provide information about safe injections to nurses and conduct continuous supervision of IPCLN.
Resistance Status of Dengue Virus Serotype in Aedes Aegypti on The Exposure of Insecticide Temefos and Cypermethrin Arimaswati, Arimaswati; Alifariki, La Ode; Siagian, Heriviyatno Julika; Tukatman, Tukatman; Rangki, La
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2: December 2020
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.344 KB) | DOI: 10.30604/jika.v5i2.374

Abstract

The success of vector control is influenced by the resistance of Ae. aegypti against insecticides. The continued use of insecticides will leave a resistant population. The study aims to determine the resistance status of dengue virus serotype in Aedes Aegypti on the exposure of Insecticide Temefos and cypermethrin. Mosquitoes are taken directly from the tub and the home environment using the GAMA DOTIK. To determine the status of resistance to organophosphate insecticides in larvae and synthetic pyrethroids in adult mosquitoes, a biological test was carried out using the WHO 1992 method at a diagnostic dose (temefos 0.02 ppm and 0.05% cypermethrin), while the serotype of the dengue virus was determined by the Reverse Transcriptase method. -Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) using Lanciotti-specific primers. Endemic areas (Gadingan, Wonosidi Lor and Dipan) are all still susceptible to temefos with 100% larval mortality. Sporadic areas such as Driyan were in a vulnerable status with Mortality Rate (AK) = 100%, Durungan and Kriyanan were in a tolerant status (AK = 88% and 97%). Potential areas such as Kauman and Janten were vulnerable (AK = 100% and 98%), Panjatan was intolerant status (AK = 84%). Endemic, sporadic and potential areas were all resistant with AK = less than 80% to the insecticide cypermethrin. Dengue virus serotypes in endemic areas are dengue 2 and dengue 3. In potential areas, dengue serotype 3 is found, while in sporadic areas there are no virus serotypes. Conclusion: The resistance status of Aedes aegypti in endemic, sporadic and potential areas to organophosphate insecticides (temefos) is in the susceptible to the tolerant range, while all areas status to synthetic pyrethroids (cypermethrin) are resistant. Abstrak: Keberhasilan pengendalian vektor dipengaruhi oleh hambatan Ae. aegypti melawan insektisida. Penggunaan insektisida secara terus menerus akan meninggalkan populasi yang resisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status resistensi serotipe virus dengue Aedes Aegypti terhadap paparan Insektisida Temefos dan cypermethrin. Nyamuk diambil langsung dari bak mandi dan lingkungan rumah menggunakan GAMA DOTIK. Untuk mengetahui status resistensi insektisida organofosfat pada larva dan piretroid sintetik pada nyamuk dewasa, dilakukan uji biologis dengan metode WHO 1992 dengan dosis diagnostik (temefos 0,02 ppm dan 0,05% cypermethrin), sedangkan serotipe virus dengue ditentukan dengan metode Reverse Transcriptase. -Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) menggunakan primer khusus Lanciotti. Daerah endemik (Gadingan, Wonosidi Lor dan Dipan) semuanya masih rentan terhadap temefos dengan kematian larva 100%. Daerah sporadis seperti Driyan berada dalam status rawan dengan Angka Kematian (AK) = 100%, Durungan dan Kriyanan dalam status toleran (AK = 88% dan 97%). Wilayah potensial seperti Kauman dan Janten termasuk kategori rawan (AK = 100% dan 98%), Panjatan dalam status toleran (AK = 84%). Daerah endemik, sporadis dan potensial semuanya resisten dengan AK = kurang dari 80% terhadap insektisida cypermethrin. Serotipe virus Dengue di daerah endemis adalah Dengue 2 dan Dengue 3. Di daerah potensial ditemukan Dengue Serotipe 3, sedangkan di daerah sporadis tidak terdapat serotipe virus. Status resistensi nyamuk Aedes aegypti di daerah endemik, sporadis dan potensial terhadap insektisida organofosfat (temefos) berada pada rentang toleran, sedangkan semua status daerah terhadap piretroid sintetis (cypermethrin) resisten.
Penyuluhan Kesehatan Mengenai Pengenalan Gangguan Kesehatan Pencernaan: Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Dan Penanganannya Indriastuti, Diah; Rangki, La; Purnamasari, Yenti; Tahiruddin, Tahiruddin
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 5 No 2 (2024): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v5i2.1379

Abstract

lama. Penyakit ini terkait dengan gaya hidup dan mudah kambuh saat penderitanya stres. Karena keduanya menyebabkan perih dan tekanan di dada, nyeri dada akibat GERD mirip dengan serangan jantung. Meskipun demikian, ada beberapa hal yang membedakan keduanya. Gerd terjadi ketika asam lambung naik kembali ke esofagus atau kerongkongan. Akibatnya, kerongkongan mengalami iritasi. Padatnya aktivitas masyarakat seringkali menyebabkan terganggunya pola makan, sehingga membutuhkan keteraturan dalam penentuan jam makan. Selain itu menu makan juga harus yang memenuhi kriteria sehat dan tidak mudah menyebabkan iritasi pencernaan. Masyarakat cenderung mengkonsumsi makanan yang berbumbu tajam dan pedas sesuai tren yang sedang berkembang. Peserta penyuluhan menyebutkan bahwa seringkali melewatkan jam makan pagi atau sarapan dan pada saat makan siang mengkonsumsi makanan pedas dan berbumbu tajam. Hal ini dapat menjadi pemicu kejadian infeksi pencernaan dan gangguan pada lambung, terutama maag yang dapat memicu kejadian GERD. Sehingga penyuluhan kesehatan mengenai makanan sehat untuk penceraan juga penting untuk diberikan kepada masyarakat. Pemberian leaflet berguna untuk pengingat klien apabila ingin mengulangi informasi yang didapatkan saat penyuluhan. Selain itu dapat bermanfaat bagi keluarga klien yang dapat ikut membaca isi dari leaflet. Sehingga lebih banyak orang mengetahui mengenai penyakit GERD dan penanganannya. Abstract. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) is a chronic disease of the digestive system. This disease is closely related to lifestyle and easily recurs when the sufferer is stressed. Chest pain due to GERD is similar to a heart attack, because both cause a burning sensation and pressure in the chest. However, there are several things that make the two different. Gerd occurs when stomach acid rises back into the esophagus. As a result, the esophagus becomes irritated. The density of community activities often disrupts eating patterns, so that regularity is needed in determining meal times. In addition, the menu must also meet healthy criteria and not easily cause digestive irritation. People tend to consume foods that are spicy and hot according to current trends. Counseling participants said that they often skip breakfast and eat spicy and hot foods at lunch. This can trigger digestive infections and stomach disorders, especially ulcers that can trigger GERD. So health education about healthy food for digestion is also important to be given to the community. The provision of leaflets is useful as a reminder for clients if they want to repeat the information obtained during the education. In addition, it can be useful for the client's family who can also read the contents of the leaflet. So that more people know about GERD and its treatment.
Edukasi Kesehatan Reproduksi pada Remaja di SMPN 1 Kendari Saida, Saida; Purnamasari, Nur Indah; Rahmawati, Rahmawati; Sukurni, Sukurni; Afrini, Ida Mardhiah; Hajri, Waode Syahrani; Rangki, La
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 6 (2024): November
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v3i6.464

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi yang ditandai dengan perubahan fisiologis, psikologis dan perubahan sosial yang sangat signifikan sehingga menyebabkan remaja harus menghadapi perubahan permasalahan kesehatan termasuk kesehatan reproduksi. Remaja memiliki proporsi sebesar 17% dari total populasi Indonesia. Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, berada di rentan usia 10-18 tahun. Akses informasi yang cukup dapat membantu remaja untuk terhindar dari ancaman remaja masa kini. Salah satu upaya peningkatan informasi dan pengetahuan berupa penyuluhan/edukasi. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja Oleh karena itu, mempersiapkan remaja wanita dengan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yang cukup sangatlah penting untuk optimalisasi kualitas hidup remaja pada masa mendatang. Kegiatan edukasi dihadiri sebanyak 52 orang siswa/I kelas VIII SMPN 1 Kendari meliputi 33 orang laki-laki, 19 orang perempuan. Hasil kegiatan ini menunjukkan terdapat peningkatan sebesar 20% pengetahuan remaja setelah mengikuti kegiatan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja. 
Skrining Risiko Tuberkulosis Paru pada Masyarakat Desa Bajo Indah Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Sukurni, Sukurni; Sudayasa, I Putu; Rangki, La; Kolewora, Yusuf Musafir
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 6 (2024): November
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v3i6.462

Abstract

Kabupaten Konawe menduduki peringkat ketiga setelah Kota Kendari dan Kabupaten Muna dengan jumlah kasus tuberkulosis tertinggi di Sultra, yaitu sebanyak 1.479 kasus pada tahun 2020. Keadaan ini disebabkan oleh rendahnya kepatuhan pasien dalam meminum obat anti tuberkulosis yang diresepkan oleh penyedia layanan kesehatan. Kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh PMO (Pemerhati Obat Pasien) terhadap pasien yang meminum obatnya, serta rendahnya kesadaran masyarakat untuk berobat ke fasilitas kesehatan ketika jatuh sakit. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining pada penderita TBC paru. masyarakat Bajo Indah di Kecamatan Soropia. Pengabdian dilakukan dengan memeriksa 30 orang di Desa Bajo Indah, Kabupaten Konawe. Prevalensi kasus TBC paru di Desa Bajo Indah, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe masih tergolong tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini perlu dilakukan secara bertahap kepada seluruh masyarakat, khususnya kelompok risiko tuberkulosis, untuk menurunkan angka kematian dan mencegah penyebaran penyakit tersebut kepada individu yang sehat.
HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN KEPUASAN KLIEN DI RUANG RAWATINAP BEDAH DAN PENYAKIT DALAMRSUD KOTA KENDARI Rangki, La
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 1 No. 1 (2021): NCHAT January - April period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v1i1.8

Abstract

Ukuran keberhasilan suatu pelayanan adalah kepuasan pasien. Kepuasan pasien akan tercapai bila pasien mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan. Kualitas pelayanan keperawatan tercermin dari pelaksanaan asuhan keperawatan yang profesional. Salah satu cara untuk melaksanakan asuhan keperawatan yang profesional untuk mendapatkan kepuasan pasien adalah dengan cara melakukan perilaku caring perawat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara perilaku caring perawat terhadap kepuasan pasien di ruang rawat inap bedah dan penyakit dalam RSUD Kota Kendari.Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan rancangan cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 70 responden. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik chi-square (x²).Hasil pengukuran perilaku caring perawat dengan kepuasan pasien didapatkan hasil bahwa perilaku caring perawat dalam kategori baik sebanyak 55 responden dengan persentase (78,6%) yaitu 50 responden menyatakan puas dengan persentase (71,4%) dan yang menyatakan tidak puas sebanyak 5 responden dengan persentase (7,1%). Perilaku caring perawat dalam kategori kurang sebanyakan 15 responden dengan persentase (21,4%) yaitu yang menyatakan puas 10 responden dengan persentase (14,3%), dan yang menyatkan tidak puas sebanyak 5 responden dengan persentase (7,1%). Berdasarkan hasil uji statistik, terdapat hubungan yang sangat signifikan antara perilaku Caring perawat dengan kepuasan pasien dengan nilai p-value sebesar 0,031.Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan kepuasan pasien di ruang rawat inap bedah dan penyakit dalam RSUD Kota Kendari
PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA KELURAHAN ANDUONOHU TAHAP I : PENYULUHAN KESEHATAN DAN PELATIHAN MENYULUH Indriastuti, Diah; Rangki, La; Prasetya, Fikki; Ajurid, Muhammad Akbar Fala Iqra; Hadzal, Muh. Ghozi; Tahiruddin, Tahiruddin
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.57798

Abstract

Stunting is a major problem currently being faced by the health world, including Indonesia. Pregnant women receive health education related to stunting prevention, but stunting cases are still increasing, so treatment using various techniques is needed. Partnership and empowerment of cadres are not enough if advocacy and atmosphere building are still ignored. This community partnership empowerment (PKM) activity aims to improve the ability of posyandu (Integrated Health Service Post) cadres as health educators and companions for pregnant women in the community in terms of reducing the risk of stunting from the fetal stage. Its implementation is in two stages, namely: Stage 1, providing health education to improve cadres' knowledge about stunting and counseling training; and Stage 2, supervising cadres' counseling abilities. The results of the implementation of PKM Stage 1 showed an increase in cadres' knowledge about stunting material and how to provide counseling. This community service activity was welcomed by cadres and stakeholders. The outcomes of this activity included increased cadre knowledge, dissemination of health promotion media, and a memorandum of understanding between Anduonohu Village and the Faculty of Medicine, Halu Oleo University regarding efforts to improve public health.Stunting menjadi masalah utama yang sedang dihadapi oleh dunia kesehatan termasuk Indonesia. Ibu hamil menerima penyuluhan kesehatan terkait pencegahan stunting, namun kasus stunting masih meningkat sehingga diperlukan penanganan dengan teknik yang beragam. Kemitraan dan pemberdayaan kader belum cukup jika advokasi dan bina suasana masih diabaikan. Kegiatan pemberdayaan kemitraan masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kemampuan kader posyandu sebagai penyuluh kesehatan dan pendamping ibu hamil di masyarakat dalam hal menurunkan risiko stunting sejak dari janin. Pelaksanaannya dalam 2 tahapan, yaitu tahap 1 pemberian penyuluhan kesehatan guna meningkatkan pengetahuan kader mengenai stunting dan pelatihan menyuluh serta, tahap 2 supervisi kemampuan menyuluh kader. Hasil pelaksanaan kegiatan PKM tahap 1 menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan kader mengenai materi stunting dan cara memberikan penyuluhan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini disambut baik oleh kader dan stakeholder, hasil kegiatan ini berupa pengingkatan pengetahuan kader, penyebaran media promosi kesehatan dan nota kesepahaman antara Kelurahan Anduonohu dan Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo dalam hal upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Evaluasi Kinerja Kader Posyandu Kesehatan Ibu dan Anak Sebagai Penyuluh Stunting di Anduonohu Indriastuti, Diah; Rangki, La; Prasetya, Fikki; Tahiruddin, Tahiruddin; Ajurid, Akbar Fala Iqra; Hadzal, Muh. Ghozi
Jurnal of Community Health Development Vol 6 No 2 (2025): Journal Of Community Health Development Terbitan Bulan Juli 2025
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2025.6.2.16732

Abstract

Stunting masih menjadi masalah serius. Stunting mulai terjadi sejak janin masih dalam kandungan. Rendahnya pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak yang normal menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting. Pembelajaran sejak dini bagi ibu hamil sangat penting salah satunya diperoleh dari kader Posyandu. Kader belum memahami dan menyadari bahwa stunting dapat berisiko sejak dalam kandungan. Kader merasa kurang percaya diri dalam memberikan penyuluhan, sehingga diperlukan peningkatan keterampilan penyuluhan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengevaluasi kinerja kader Posyandu Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai penyuluh tentang pencegahan stunting. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan melakukan supervisi terhadap keterampilan penyuluhan kader. Responden pengabdian masyarakat ini sebanyak 30 kader. Supervisi dan monitoring terhadap keberlangsungan kegiatan dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat. Analisis data menggunakan uji Paired T-test. Hasil evaluasi pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menyuluh dan kemampuan organisasi peran kader Posyandu KIA. Evaluasi kinerja kader sangat penting dilakukan guna menilai kemampuan pengetahuan dan keterampilan sehingga kader mampu menerapkan promosi tentang upaya pencegahan stunting di masyarakat.
Skrining Risiko Tuberkulosis Paru pada Masyarakat Desa Bajo Indah Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Sukurni, Sukurni; Sudayasa, I Putu; Rangki, La; Kolewora, Yusuf Musafir
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 6 (2024): November
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v3i6.462

Abstract

Kabupaten Konawe menduduki peringkat ketiga setelah Kota Kendari dan Kabupaten Muna dengan jumlah kasus tuberkulosis tertinggi di Sultra, yaitu sebanyak 1.479 kasus pada tahun 2020. Keadaan ini disebabkan oleh rendahnya kepatuhan pasien dalam meminum obat anti tuberkulosis yang diresepkan oleh penyedia layanan kesehatan. Kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh PMO (Pemerhati Obat Pasien) terhadap pasien yang meminum obatnya, serta rendahnya kesadaran masyarakat untuk berobat ke fasilitas kesehatan ketika jatuh sakit. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining pada penderita TBC paru. masyarakat Bajo Indah di Kecamatan Soropia. Pengabdian dilakukan dengan memeriksa 30 orang di Desa Bajo Indah, Kabupaten Konawe. Prevalensi kasus TBC paru di Desa Bajo Indah, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe masih tergolong tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini perlu dilakukan secara bertahap kepada seluruh masyarakat, khususnya kelompok risiko tuberkulosis, untuk menurunkan angka kematian dan mencegah penyebaran penyakit tersebut kepada individu yang sehat.