Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL AGROINDUSTRI HALAL

EVALUASI KETIDAKPASTIAN DALAM PENENTUAN KADAR KALSIUM SECARA TITRASI KELATOMETRI PADA SAMPEL SUSU SEGAR Moh Taufik; Seveline Seveline; Emilia Ratih Saputri
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.678 KB) | DOI: 10.30997/jah.v4i1.874

Abstract

Kalsium merupakan salah satu mineral penting yang terdapat pada susu segar. Kadar kalsium pada susu segar dapat dianalisa dengan menggunakan metode titrasi kelatometri. Tujuan penelitian ini adalah menentukan nilai ketidakpastian dalam analisis kadar kalsium pada susu segar secara titrasi kelatometri. Hasil identifikasi menunjukkan terdapat tujuh sumber ketidakpastian, yaitu buret yang digunakan untuk titrasi sampel, pipet mohr, recovery, ripitabilitas, linearitas, timbangan dan buret yang digunakan untuk titrasi larutan standar. Sumber ketidakpastian yang berkontribusi paling signifikan adalah recovery. Hasil perhitungan menunjukkan nilai ketidakpastian diperluas relatif kecil, yaitu 5.46 mg/100 mL, atau 3.76% dari kadar kalsium yang teranalisa.
Formulasi Cookies Berbahan Tepung Terigu dan Tepung Tempe dengan Penambahan Tepung Pegagan Moh Taufik
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.285 KB) | DOI: 10.30997/jah.v5i1.1582

Abstract

Cookies merupakan salah satu produk berbahan dasar tepung terigu yang banyak dikonsumsi. Tujuan penelitian ini adalah memformulasi cookies berbahan dasar dua jenis tepung, yaitu  tepung terigu dan tepung tempe, serta dengan penambahan tepung pegagan. Hasil uji kadar protein pada tepung tempe cukup besar, yaitu 42,22%, sedangkan kadar serat pangan tepung pegagan sebesar 46,76%. Hasil uji hedonik menunjukkan cookies F1 (tepung terigu 85% dan tepung tempe 15% serta penambahan tepung pegagan sebesar 2,5%) mempunyai penilaian kesukaan yang menyerupai cookies kontrol (tepung terigu 100% dan tanpa penambahan tepung pegagan). Hasil uji proksimat menunjukkan  kadar protein, lemak dan abu dari cookies F1 lebih tinggi dari cookies kontrol, sedangkan kadar karbohidrat dan air dari cookies F1 lebih rendah dari cookies kontrol. Hasil uji juga menunjukkan kadar serat pangan cookies F1 lebih rendah dari cookies kontrol.Kata kunci: cookies, formulasi, tepung terigu, tepung tempe, tepung pegagan
Formulasi Kukis Berbahan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata Duch) dan Tepung Terigu Dengan Penambahan Pisang Ambon (Musa paradisiaca) Marintan Paskalia Manurung; Seveline Seveline; Moh Taufik
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Agroindustri Halal 7(2)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.902 KB)

Abstract

Cookies is one type of biscuit which is processed from soft dough, has high levels of fat and sugar, relatively crunchy and when broken, the cross section is less dense textured. One alternative ingredient that can be used in making cookies is pumpkin flour. This research aims to formulate cookies made from pumpkin flour and wheat flour with addition of ambon banana. The use of ambon banana in making cookies is to replace eggs for people who have vegetarian lifestyle. The results showed that the yield in making pumpkin flour was 10.59% and pumpkin flour had a moisture content of 5.65%, ash content of 1.42%, protein content of 6.50%, fat content of 0.50%, carbohydrate content of 86.21%. The organoleptic test indicated that F1 cookies (15% pumpkin flour substitution and 20% banana ambon addition) and F2 cookies (15% pumpkin flour substitution and 30% banana ambon addition) have the same level of preference as control cookies.