Claim Missing Document
Check
Articles

SISTEM BANGUNAN Imran, Mohammad
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2017): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v5i2.151

Abstract

ABSTRAK unsur-unsur dari metode konstruksi tradisional dan industry Yakni berkisar dari penggunaan dalam teknik pabrik tersebut, seperti mekanisme tertutup dan menuangkan beton bertulang ke perakitan komponen situs pra-fabrikasi, seperti kayu, baja atau beton frame, dan cladding. Perlu dicatat bahwa sistem bangunan sebagian besar proses konstruksi berlangsung di lokasi bangunan (meskipun beberapa bagian konstruksi berlangsung di tempat lain, misalnya bagian dari kayu tersebut dari bangunan kayu berbingkai yang bercorak dan bersendi dalam dan dibawa ke produksi material untuk proses berikutnya). Namun, paruh pertama abad XX, proses industri mulai pertama kali diperkenalkan ke industri konstruksi di Inggris Kayu-frame rumah yang dibangun pada, 1970 1960 dan 1980-an menjadi subyek sejumlah besar publisitas negatif dari media. Dalam retrospeksi jumlah rumah yang terkena mungkin kurang dari yang tersirat oleh banyak retorika waktu. Namun demikian, ketika berhadapan dengan kayu-frame perumahan salah satu harus menyadari potensi masalah dijelaskan dalam teks ini. Karena risiko membusuk dan api, kebutuhan untuk praktek situs yang baik dan pengawasan menyeluruh situs tidak bisa lebih ditekankan.
PENELITIAN TERHADAP RUANG KELAS SMA AQUINO MANADO DENGAN MENGGUNAKAN VELUX DAYLIGHTING VISUALIZER 2 Imran, Mohammad
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2017): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v5i2.152

Abstract

ABSTRAK Dalam proses perencanaan dan perancangan arsitektural suatu bangunan, disyaratkan memperhatikan kondisi iklim setempat yang dapat berpengaruh terhadap kenyamanan, keselamatan dan ketahanan suatu bangunan. Kenyamanan yang dimaksud adalah memberikan kenyamanan baik psikis maupun fisik kepada pengguna dalam melakukan berbagai aktivitasnya. Melihat begitu pentingnya cahaya bagi manusia untuk beraktivitas, maka tidaklah mengherankan jika penerapan cahaya pada bangunan juga memegang peranan penting bagi keberhasilan fungsi dari bangunan tersebut. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa ruang kelas tidak memenuhi standar pencahayaan yang baik untuk ruang kelas (200 – 300 lux). Hal itu terlihat dari suasana ruang kelas yang masih gelap. Oleh karena itu perlu dilakukan sebuah rekomendasi dan revisi penerangan alami siang hari menjadi pencahayaan alami di SMA Aquino Manado untuk mengatasi masalah yang ada. Hasil analisa pengukuran di lapangan sangat berpengaruh terhadap faktor-faktor lingkungan (intensitas terang langit, kondisi awan, posisi bangunan, material dan warna cat permukaan, posisi titik ukur, dimensi dan letak bukaan). Sedangkan, untuk penggunaan simulasi software juga berpengaruh terhadap faktor di atas dengan catatan, untuk mendapatkan nilai yang optimal dan efektif maka dilakukan desain “rekayasa” pada variabel –variabel yang ada pada software tersebut. Kata Kunci : SMA Aquino Manado, VELUX, Kuat Cahaya
EVALUASI KUAT PENERANGAN BUATAN DALAM RUANG KULIAH Imran, Mohammad
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2017): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v5i2.154

Abstract

ABSTRAK Penerangan pada malam hari bisa dihasilkan oleh pencahayaan buatan dengan menggunakan lampu. Pemanfaatan jenis dan penempatan lampu memberikan pengaruh terhadap kuat penerangan yang dihasilkan. Selain dari sumber penerangan, tata letak meja dan kursi dalam ruangan tersebut juga memberikan efek terhadap kuat penerangan yang diterima. Letak meja yang tepat berada di bawah lampu lebih maksimal menerima penerangan dibandingkan dengan meja yang letaknya lebih jauh. Penempatan layout yang salah bisa memberikan efek negatif untuk kelangsungan proses perkuliahan. Universitas Teknologi Sulawesi Utara (UTSU) merupakan salah satu penyelenggara pendidikan yang memiliki program perkuliahan malam di Manado. Pihak kampus berusaha memaksimalkan penggunaan ruangan dalam bangunan yang di alihfungsikan dari ruko menjadi kampus. Sehingga sistem pencahayaan yang digunakan hanya mengikuti sistem yang sudah tersedia dalam bangunan ruko tersebut. Dengan adanya penelitian ini, kita bisa melihat kembali efisiensi sistem pencahayaan ruko yang digunakan untuk ruang kuliah dan memberikan masukan kalau ternyata harus ada perubahan dalam desain dan sistem yang sudah ada. Hal ini dimaksudkan agar tujuan dari pelaksanaan proses perkuliahan bisa terwujud dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas. kebutuhan ruangan. Nilai kuat penerangan yang direkomendasikan untuk ruang perkuliahan yaitu 250 lux. Dengan adanya patokan ini diharapkan bahwa setiap perencanaan sistem penerangan untuk ruang kelas bisa dilakukan dengan baik sebelum digunakan sepenuhnya, mengingat kenyamanan visual masing-masing orang berbeda. Jadi diharapkan dengan perencanaan yang memenuhi standar bisa memenuhi kriteria kenyamanan manusia pada umumnya. Kata Kunci : Penerangan, Pencahayaan Buatan, Ruang Kuliah
ANALISA TINGKAT KEBISINGAN LALU LINTAS JALAN RAYA (STUDI KASUS JALAN JAKSA AGUNG SOEPRAPTO DEPAN SMP NEGERI 6 GORONTALO) Azzahra, Afifah; Imran, Mohammad
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2018): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v6i1.160

Abstract

Abstract Transportation is a movement / displacement of both people and goods from place of origin to a destination. In Gorontalo, people prefer riding bentor than private vehicles. The noise generated by the vehicle can interfere with human comfort. The research was conducted on Saturday and Sunday, 15 to 16 December 2015 the highway ahead SMP Negeri 6 Gorontalo. The tool used is a Sound Level Meter to measure the magnitude of a strong sound in decibels. The study was conducted at two points, namely shoulder of the road and the yard of the building. Time spent on research is 09.00; 13:00; 14:30; 20:00; 23:00; 24.00; and 06:00. Tmax on the shoulder of the road occurred 20:00 pm with the sound intensity level of 76.80 dBA and Tmin occurred at 06.00 pm with the intensity level was 66.10 dBA, while Tmax occurred in the courtyard of the building at 13:00 pm with the sound intensity level of 67.58 dBA and Tmin occurred at 06.00 pm with the sound intensity level of 58.74 dBA. Keywords: Noise, Strong Beep, Beep Intensity. Abstrak Transportasi merupakan suatu pergerakan/perpindahan baik orang maupun barang dari suatu tempat asal ke suatu tujuan. Di Gorontalo, masyarakatnya lebih menyukai naik bentor dibandingkan kendaraan pribadi. Kebisingan yang ditimbulkan oleh kendaraan dapat mengganggu kenyamanan manusia. Penelitian ini dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, tanggal 15 – 16 Desember 2015 di jalan raya depan SMP Negeri 6 Gorontalo. Alat yang digunakan adalah Sound Level Meter untuk mengukur besarnya kuat bunyi dalam desibel. Penelitian dilakukan di dua titik yaitu bahu jalan dan pekarangan bangunan. Waktu yang digunakan pada penelitian yaitu jam 09.00; 13.00; 14.30; 20.00; 23.00; 24.00; dan 06.00. Tmax di bahu jalan terjadi pukul 20.00 Wita dengan tingkat intensitas bunyi 76,80 dBA dan Tmin terjadi pada pukul 06.00 Wita dengan tingkat intensitas adalah 66,10 dBA, sedangkan Tmax di pekarangan bangunan terjadi pada pukul 13.00 Wita dengan tingkat intensitas bunyi 67,58 dBA dan Tmin terjadi pukul 06.00 Wita dengan tingkat intensitas bunyi 58,74 dBA. Kata Kunci: Kebisingan, Kuat Bunyi, Intensitas Bunyi.
ANALISA KENYAMANAN AKUSTIK PADA RUANG KARAOKE DI KOTA MANADO Studi Kasus : Happy Puppy Karaoke dan Diva Karaoke Imran, Mohammad; Demak, Nini A. Kiay
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2018): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v6i1.166

Abstract

ABSTRAK Proses perencanaan dan perancangan arsitektural bangunan, disyaratkan memperhatikan kondisi akustik ruang setempat yang dapat berpengaruh terhadap kenyamanan dan ketahanan suatu bangunan. Kenyamanan yang dimaksud adalah memberikan kenyamanan baik psikis maupun fisik kepada pengguna dalam kaitannya dengan bunyi. Pada saat ini, masih terdapat beberapa bangunan hiburan (tempat karaoke) yang memiliki masalah dalam hal penangan bunyi atau suara yang bisa memicu kebisingan, diantaranya ialah Happy Puppy dan Diva Manado yang akan dijadikan sebagai objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh suara kebisingan terhadap ruang karaoke yang berdampingan juga untuk mengukur tingkat kenyamanan yang dirasakan pengguna. Dengan akustik yang efektif, maka bunyi maupun suara akan dapat diterima oleh telinga sesuai dengan batas ambang kebisingan yang telah direkomendasikan (NC) dalam suatu ruang sehingga segala aktifitas dalam ruangan akan berjalan dengan lancar. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, Pengambilan data dilakukan dengan mengukur tingkat intensitas bunyi, volume ruangan dan jenis material permukaan ruang. Pengukuran dilakukan pada dua ruang yang bersebelahan. Hasil ukur Happy Puppy Karaoke pada kondisi paling bising di ruang 1 yakni NR = 41,892 dB, PWL = 116,135 dB dan TI gabungan = 116 dB sedangkan di ruang 2 yakni NR = 41,892 dB, PWL = 105,335 dB dan TIgabungan = 104,77 dB. Hasil ukur Diva Karaoke pada kondisi paling bising di ruang 1 yakni NR = 21,544 dB, PWL = 112,286 dB, TI gabungan = 109, 03 dB sedangkan di ruang 2 yakni NR = 21,544 dB, PWL = 116,886 dB, TI gabungan = 113,01 dB. Kata Kunci : Kebisingan, Ruang karaoke dan akustik
KEKHASAN LOKAL KURIKULUM INTI PENDIDIKAN ARSITEKTUR BERBASIS KOMPETENSI Imran, Mohammad; Tiagas, Doly H.
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2018): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v6i2.171

Abstract

ABSTRAK Sistem pendidikan tinggi merupaka nsuatu proses yang memiliki empat tahapan pokok yaitu :masukan, proses, luaran, dan hasilikutan (outcomes). Kurikulum pendidikan bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang profesional dan berkualitas serta memiliki ciri utama sebagai implementasi terhadap aspek kekhasan lokal.Pendidikan arsitektur yang diselenggarakan pada perguruan tinggi dapat meliputi jenis dan jenjang penyelenggaraan pendidikan yang bersifat mendasar. Namun pada jenjang pendidikan kearsitekturan, keragaman kurikulum sangat penting untuk diangkat sebagai benang merah pendidikan arsitektur yang berbasis kompetensi sebagai tuntutan global.Di sampingitu, perubahankurikulum terjadi akibat adanya otonomi perguruan tinggi yang di jamin sesuai Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, yang member kelonggaran terhadap perguruan tinggi untu kmenentukan dan mengembangkan kurikulumnya.Hal ini juga penting untuk diungkapkan karena menyangkut ciri dan kekhasan lokal serta keunikan wilayah yang dapat diangkat menjadi bagian atau jiwa dari kurikulum inti pada penyelenggaraan pendidikan tinggiberada. Kata Kunci : kekhasan lokal, pendidikan arsitektur, kompetensi, kurikulum inti.
MATERIAL KONSTRUKSI RAMAH LINGKUNGAN DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Imran, Mohammad
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2018): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v6i2.173

Abstract

ABSTRAK Secara tradisional, sebagian besar proses konstruksi bangunan berlangsung di lokasi bangunan tersebut (meskipun beberapa bagian konstruksi tersebut berlangsung di tempat lain, misalnya bagian dari kayu tersebut yang berbentuk bingkai yang bercorak dan dibawa ke produksi material untuk proses berikutnya). Namun, pada proses bangunan tradisional ini melibatkan penggunaan komponen pabrik yang dihasilkan misalnya atap gulungan. Aplikasi dari bangunan ramah lingkungan biasanya disebut juga dengan konstruksi hijau (green construction), yakni pada tahap perencanaan terlihat pada beberapa desain konstruksi yang memperoleh award sebagai desain bangunan yang hemat energi, yaitu sistem bangunan yang didesain agar mengurangi pemakaian listrik untuk pencahayaan dan tata udara. KATA KUNCI : Kontriksi Tradisional, Industri
Perancangan Perpustakaan Umum Kabupaten Bone Bolango dengan Pendekatan Metafora Sintaks Hasiru, Ferdiyanto; Imran, Mohammad; Bagulu, Achmad; T. Zees, Dewi Sartika
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 8 No. 1 (2020): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v8i1.195

Abstract

ABSTRAK Perpustakaan Umum sebagai sarana untuk menunjang minat baca masyarakat umum khususnya masyarakat yang ada di Kabupaten Bone Bolango. Oleh karena itu, untuk dapat menarik perhatian masyarakat berbagai cara yang dilakukan, seperti menyediakan taman pintar dan cafe pintar. Bentuk dasar dari bangunan perpustakaan ini mengadopsi falsafah buku yang terbuka dalam artian buku sebagai gudang ilmu pengetahuan. Desain Perpustakaan Umum Bone Bolango dapat memberikan kesan menarik dan nyaman dengan menggunakan pendekatan Metafora Sintaks. Bentuk bangunan mengadopsi falsafah dua buku yang terbuka yang melambangkan ilmu pengetahuan yang senantiasa berkembang dan buku sebagai gudang ilmu pengetahuan. Bentuk 23 tiang dan 4 buku yang berdiri tegak melambangkan 23 April yaitu Hari Membaca Sedunia. Perpustakaan Umum Kabupaten Bone Bolango dengan pendekatan Metafora Sintaks berlokasi di Desa Toto Selatan, Kec. Kabila, Kab. Bone Bolango yang direncanakan seluas 7.747,62 m2 yang terdiri dari 5 lantai. Kata Kunci :Perpustakaan Umum, Metafora Sintaks, Kabupaten Bone Bolango ABSTRACT Public Library as a means to support the reading interest of the general public, especially the community in Bone Bolango District. Therefore, to be able to attract the attention of the various ways people do, such as providing smart parks and smart cafe. The basic form of this library building adopts an open book philosophy in the sense of a book as a storehouse of knowledge. The design of the Bone Bolango Public Library can provide an interesting and comfortable impression by using the Syntax Metaphor approach. The shape of the building adopts the philosophy of two open books that symbolize the ever-expanding science and books as a storehouse of knowledge. The shape of the 23 pillars and 4 books that stands upright represents April 23, namely World Reading Day. Bone Bolango District Public Library with Syntax Metaphor approach is located in South Toto Village, Kec. Kabila, Kab. The planned Bone Bolango covers an area of ​​7,747.62 m2 consisting of 5 floors.Keywords: Library General, Metaphor Syntax, Bone Bolango District
PERANCANGAN ISLAMIC CENTER DI KABUPATEN BONE BOLANGO DENGAN PENDEKATAN ULIL ALBAB Lamusu, Rusliyanto; Imran, Mohammad; Demak, Nini A.K.; Ayuba, Sri Rahayu
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 8 No. 1 (2020): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v8i1.200

Abstract

Perancangan Islamic centre di Kabupaten Bone Bolango dengan pendekatan Ulil Albab adalah perancangan suatu wadah pusat kegiatan Islam yang mampu menampung kegiatan yang bernuansa Islam di Kabupaten Bone Bolango dengan pendekatan UlilAlbab sebagai manifesto akal pikiran dengan keimanan dan ketaqwaan seorang hamba kepada sang pencipta (Allah SWT). Perancangan Islamic Centre di Kabupaten Bone Bolango dengan pendekatan Ulil Albab berlokasi di jalan Prof. Ing. B. J. Habibie, Desa Ulantha , Kecamatan Suwawa, dengan luas lahan 19845 m2 yang terdiri dari 3 Massa bangunannya yaitu : 1) Masjid, 2) Perpustakan dan pengeloladan 3) Auditorium.Bentuk bangunan Islamic Centre di kabupaten Bone Bolango yakni, mengharmoniskan antara unsur desain pada bangunan dengan aspek religius agar dapat mengantarkan pemikiran manusia khususnya pengguna Islamic Centre kepada mengingat pencipta dan alam semesta yang diciptakannya
PERANCANGAN UNIVERSITAS GORONTALO UTARA DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR METAMORFOSIS Yusuf, Nurjanah H.; Imran, Mohammad; Demak, Nini A.K.
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 8 No. 1 (2020): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v8i1.203

Abstract

Era reformasi telah membawa perubahan besar pada sistem pemerintahan negara, salah satunya ditujukan dengan pemekaran daerah-daerah yang meliputi pemekaran Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Kecamatan bahkan Desa. Provinsi Gorontalo merupakah hasil pemekaran dari Provinsi Sulawesi Utara. Provinsi Gorontalo memiliki 5 Kabupaten dan 1 Kota yang salah satu Kabupatennya yakni Kabupaten Gorontalo Utara. Universitas Gorontalo Utara dengan Konsep Arsitektur Metamorfosis berlokasi di Jalan Poros Gorontalo Utara-Manado atau tepatnya site pada kampus Bina Taruna Gorontalo Utara yang direncanakan di atas lahan seluas ± 1 Ha. Universitas Gorontalo Utara dengan Konsep Arsitektur Metamorfosis ini merupakan kampus dengan massa tunggal sebanyak 4 lantai, fakultas-fakultas yang terdiri dari fakultas Teknik, fakultas Hukum, fakultas Ekonomi, fakultas ilmu Sosial dan Politik, fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Penampilan bangunan secara umum menggunakan tema Arsitektur Metamorfosis. Hal ini tampak pada penempatan bangunan pada siteplan dan permainan ruang yang mengambil filosofi kupu-kupu. Selain itu kesan modern terlihat dari bentuk bangunan yang tegas dan simple sehingga memberi kesan elegan.