Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI TINGKAT KEBISINGAN LALU LINTAS JALAN PADA AREA SEMPADAN BANGUNAN (Studi Kasus : Jalan Poros Maros - Makassar, Km. 5 Maccopa) Imran, Mohammad
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2013): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1764.217 KB) | DOI: 10.37971/radial.v1i2.37

Abstract

ABSTRAK Kebisingan lalu lintas merupakan faktor yang sangat penting untuk dicarikan solusinya bagi kenyamanan manusia. Studi ini difokuskan pada pembahasan rancangan area sempadan yang berfungsi untuk mereduksi kebisingan lalu lintas sepanjang jalan raya di Kabupaten Maros. Terdapat dua masalah dalam penelitian ini yaitu, pertama, mengungkapkan berapa besar kuat bunyi lalu lintas di jalan raya tersebut. Kedua, bagaimana merumuskan kriteria rancangan area sempadan berbasis reduksi kebisingan khusus di lokasi sepanjang Jalan Raya di Kabupaten Maros. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi kuat bunyi lalu lintas jalan raya ditinjau berdasarkan pada area sempadan dan mengembangkan formula untuk memenuhi kriteria rancangan area sempadan berbasis reduksi kebisingan sepanjang jalan raya. Kabupaten Maros merupakan bagian dari area kawasan pengembangan Mamminasata untuk Provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu, karena juga sebagai bagian dari kawasan penting/strategis di Provinsi Sulawesi Selatan, namun permasalahan yang terdapat di Kabupaten Maros salah satunya ialah kebisingan akibat lalu lintas jalan dan akibat rutinitas masyarakat sekitar menjadi hal yang sepatutnya menjadi dasar bagi rancangan kriteria terhadap area sempadan. Penelitian meliputi identifikasi kuat bunyi lalu lintas jalan dan pola distribusinya berdasarkan letak dan jarak bangunan dari sumber bising sesuai dengan kondisi topografi, sifat material permukaan tanah dan keberadaan barrier yang ada di halaman bangunan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa kuat bunyi pada area sempadan berkisar 102,5 dB(A), sementara dalam bangunan yang terdekat dengan dinding terluar berkisar 72, 3 dB(A).Standar baku mutu kebisingan dalam bangunan hunian yakni 50 – 60 dB(A), oleh karena itu diperlukan suatu kriteria rancangan sempadan bangunan yang mampu mereduksi kebisingan yang ada. Kata Kunci : Kebisingan lalu-lintas jalan, Reduksi kebisingan dan Area sempadan
TEKNOLOGI TEPAT GUNA, ALTERNATIF MATERIAL KONSTRUKSI HIJAU Imran, Mohammad
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2014): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.998 KB) | DOI: 10.37971/radial.v2i2.50

Abstract

ABSTRAK Bahan bangunan yang ramah lingkungan saat ini sangat dibutuhkan untuk menjaga generasi masa depan yang menjadi tujuan mengurangi konsumsi energi, emisi maupun sampah atau limbah agar terciptanya bumi yang sehat dan nyaman. Kemajuan teknologi akibat dari kemajuan cara berpikir manusia terus berkembang sehingga menghasilkan pemikiran yang mampu menjadikan suatu konsep yang menguntungkan bagi manusia maupun lingkungan. Aplikasi dari bangunan ramah lingkungan biasanya disebut juga dengan konstruksi hijau (green construction), yakni pada tahap perencanaan terlihat pada beberapa desain konstruksi yang memperoleh award sebagai desain bangunan yang hemat energi, emisi dan minimalisasi limbah. Teknologi tepat guna adalah teknologi yang cocok dengan kebutuhan masyarakat sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal. Biasanya teknologi tepat guna dipakai sebagai istilah untuk teknologi yang tidak terlalu mahal, tidak perlu perawatan yang rumit, dan penggunaannya ditujukan bagi masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi. Keywords : Bahan Bangunan, Ramah Lingkungan, Konstruksi Hijau, Teknologi Tepat Guna
STUDI KENYAMANAN AKUSTIK RUANG KARAOKE DIVA MANADO Imran, Mohammad
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2015): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1098.504 KB) | DOI: 10.37971/radial.v3i2.74

Abstract

ABSTRAK Proses perencanaan dan perancangan arsitektural bangunan, disyaratkan memperhatikan kondisi akustik ruang setempat yang dapat berpengaruh terhadap kenyamanan dan ketahanan suatu bangunan. Kenyamanan yang dimaksud adalah memberikan kenyamanan baik psikis maupun fisik kepada pengguna dalam kaitannya dengan bunyi. Pada saat ini, masih terdapat beberapa bangunan hiburan (tempat karaoke) yang memiliki masalah dalam hal penangan bunyi atau suara yang bisa memicu kebisingan, diantaranya ialah Diva Manado yang akan dijadikan sebagai objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh suara kebisingan terhadap ruang karaoke yang berdampingan juga untuk mengukur tingkat kenyamanan yang dirasakan pengguna akibat kebisingan yang ditimbulkan oleh aktivitas dari ruang bersebelahan Dengan akustik yang efektif, maka bunyi maupun suara akan dapat diterima oleh telinga sesuai dengan batas ambang kebisingan yang telah direkomendasikan (NC) dalam suatu ruang sehingga segala aktifitas dalam ruangan akan berjalan dengan lancar. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, Pengambilan data dilakukan dengan mengukur tingkat intensitas bunyi, volume ruangan dan jenis material permukaan ruang. Pengukuran dilakukan pada dua ruang yang bersebelahan dengan kondisi lagu saja; lagu dan bernyanyi. Hasil yang diukur pada kondisi paling bising di ruang 1 yakni NR = 21,544 dB, PWL = 112,286 dB, TI gabungan = 109, 03 dB sedangkan di ruang 2 yakni NR = 21,544 dB, PWL = 116,886 dB, TI gabungan = 113,01 dB. Kata Kunci : Kebisingan, Ruang karaoke dan kustik
SISTEM BANGUNAN Imran, Mohammad
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2017): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.215 KB) | DOI: 10.37971/radial.v5i2.151

Abstract

ABSTRAK unsur-unsur dari metode konstruksi tradisional dan industry Yakni berkisar dari penggunaan dalam teknik pabrik tersebut, seperti mekanisme tertutup dan menuangkan beton bertulang ke perakitan komponen situs pra-fabrikasi, seperti kayu, baja atau beton frame, dan cladding. Perlu dicatat bahwa sistem bangunan sebagian besar proses konstruksi berlangsung di lokasi bangunan (meskipun beberapa bagian konstruksi berlangsung di tempat lain, misalnya bagian dari kayu tersebut dari bangunan kayu berbingkai yang bercorak dan bersendi dalam dan dibawa ke produksi material untuk proses berikutnya). Namun, paruh pertama abad XX, proses industri mulai pertama kali diperkenalkan ke industri konstruksi di Inggris Kayu-frame rumah yang dibangun pada, 1970 1960 dan 1980-an menjadi subyek sejumlah besar publisitas negatif dari media. Dalam retrospeksi jumlah rumah yang terkena mungkin kurang dari yang tersirat oleh banyak retorika waktu. Namun demikian, ketika berhadapan dengan kayu-frame perumahan salah satu harus menyadari potensi masalah dijelaskan dalam teks ini. Karena risiko membusuk dan api, kebutuhan untuk praktek situs yang baik dan pengawasan menyeluruh situs tidak bisa lebih ditekankan.
PENELITIAN TERHADAP RUANG KELAS SMA AQUINO MANADO DENGAN MENGGUNAKAN VELUX DAYLIGHTING VISUALIZER 2 Imran, Mohammad
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2017): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.177 KB) | DOI: 10.37971/radial.v5i2.152

Abstract

ABSTRAK Dalam proses perencanaan dan perancangan arsitektural suatu bangunan, disyaratkan memperhatikan kondisi iklim setempat yang dapat berpengaruh terhadap kenyamanan, keselamatan dan ketahanan suatu bangunan. Kenyamanan yang dimaksud adalah memberikan kenyamanan baik psikis maupun fisik kepada pengguna dalam melakukan berbagai aktivitasnya. Melihat begitu pentingnya cahaya bagi manusia untuk beraktivitas, maka tidaklah mengherankan jika penerapan cahaya pada bangunan juga memegang peranan penting bagi keberhasilan fungsi dari bangunan tersebut. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa ruang kelas tidak memenuhi standar pencahayaan yang baik untuk ruang kelas (200 – 300 lux). Hal itu terlihat dari suasana ruang kelas yang masih gelap. Oleh karena itu perlu dilakukan sebuah rekomendasi dan revisi penerangan alami siang hari menjadi pencahayaan alami di SMA Aquino Manado untuk mengatasi masalah yang ada. Hasil analisa pengukuran di lapangan sangat berpengaruh terhadap faktor-faktor lingkungan (intensitas terang langit, kondisi awan, posisi bangunan, material dan warna cat permukaan, posisi titik ukur, dimensi dan letak bukaan). Sedangkan, untuk penggunaan simulasi software juga berpengaruh terhadap faktor di atas dengan catatan, untuk mendapatkan nilai yang optimal dan efektif maka dilakukan desain “rekayasa” pada variabel –variabel yang ada pada software tersebut. Kata Kunci : SMA Aquino Manado, VELUX, Kuat Cahaya
EVALUASI KUAT PENERANGAN BUATAN DALAM RUANG KULIAH Imran, Mohammad
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2017): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1338.147 KB) | DOI: 10.37971/radial.v5i2.154

Abstract

ABSTRAK Penerangan pada malam hari bisa dihasilkan oleh pencahayaan buatan dengan menggunakan lampu. Pemanfaatan jenis dan penempatan lampu memberikan pengaruh terhadap kuat penerangan yang dihasilkan. Selain dari sumber penerangan, tata letak meja dan kursi dalam ruangan tersebut juga memberikan efek terhadap kuat penerangan yang diterima. Letak meja yang tepat berada di bawah lampu lebih maksimal menerima penerangan dibandingkan dengan meja yang letaknya lebih jauh. Penempatan layout yang salah bisa memberikan efek negatif untuk kelangsungan proses perkuliahan. Universitas Teknologi Sulawesi Utara (UTSU) merupakan salah satu penyelenggara pendidikan yang memiliki program perkuliahan malam di Manado. Pihak kampus berusaha memaksimalkan penggunaan ruangan dalam bangunan yang di alihfungsikan dari ruko menjadi kampus. Sehingga sistem pencahayaan yang digunakan hanya mengikuti sistem yang sudah tersedia dalam bangunan ruko tersebut. Dengan adanya penelitian ini, kita bisa melihat kembali efisiensi sistem pencahayaan ruko yang digunakan untuk ruang kuliah dan memberikan masukan kalau ternyata harus ada perubahan dalam desain dan sistem yang sudah ada. Hal ini dimaksudkan agar tujuan dari pelaksanaan proses perkuliahan bisa terwujud dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas. kebutuhan ruangan. Nilai kuat penerangan yang direkomendasikan untuk ruang perkuliahan yaitu 250 lux. Dengan adanya patokan ini diharapkan bahwa setiap perencanaan sistem penerangan untuk ruang kelas bisa dilakukan dengan baik sebelum digunakan sepenuhnya, mengingat kenyamanan visual masing-masing orang berbeda. Jadi diharapkan dengan perencanaan yang memenuhi standar bisa memenuhi kriteria kenyamanan manusia pada umumnya. Kata Kunci : Penerangan, Pencahayaan Buatan, Ruang Kuliah
ANALISA TINGKAT KEBISINGAN LALU LINTAS JALAN RAYA (STUDI KASUS JALAN JAKSA AGUNG SOEPRAPTO DEPAN SMP NEGERI 6 GORONTALO) Azzahra, Afifah; Imran, Mohammad
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2018): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.982 KB) | DOI: 10.37971/radial.v6i1.160

Abstract

Abstract Transportation is a movement / displacement of both people and goods from place of origin to a destination. In Gorontalo, people prefer riding bentor than private vehicles. The noise generated by the vehicle can interfere with human comfort. The research was conducted on Saturday and Sunday, 15 to 16 December 2015 the highway ahead SMP Negeri 6 Gorontalo. The tool used is a Sound Level Meter to measure the magnitude of a strong sound in decibels. The study was conducted at two points, namely shoulder of the road and the yard of the building. Time spent on research is 09.00; 13:00; 14:30; 20:00; 23:00; 24.00; and 06:00. Tmax on the shoulder of the road occurred 20:00 pm with the sound intensity level of 76.80 dBA and Tmin occurred at 06.00 pm with the intensity level was 66.10 dBA, while Tmax occurred in the courtyard of the building at 13:00 pm with the sound intensity level of 67.58 dBA and Tmin occurred at 06.00 pm with the sound intensity level of 58.74 dBA. Keywords: Noise, Strong Beep, Beep Intensity. Abstrak Transportasi merupakan suatu pergerakan/perpindahan baik orang maupun barang dari suatu tempat asal ke suatu tujuan. Di Gorontalo, masyarakatnya lebih menyukai naik bentor dibandingkan kendaraan pribadi. Kebisingan yang ditimbulkan oleh kendaraan dapat mengganggu kenyamanan manusia. Penelitian ini dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, tanggal 15 – 16 Desember 2015 di jalan raya depan SMP Negeri 6 Gorontalo. Alat yang digunakan adalah Sound Level Meter untuk mengukur besarnya kuat bunyi dalam desibel. Penelitian dilakukan di dua titik yaitu bahu jalan dan pekarangan bangunan. Waktu yang digunakan pada penelitian yaitu jam 09.00; 13.00; 14.30; 20.00; 23.00; 24.00; dan 06.00. Tmax di bahu jalan terjadi pukul 20.00 Wita dengan tingkat intensitas bunyi 76,80 dBA dan Tmin terjadi pada pukul 06.00 Wita dengan tingkat intensitas adalah 66,10 dBA, sedangkan Tmax di pekarangan bangunan terjadi pada pukul 13.00 Wita dengan tingkat intensitas bunyi 67,58 dBA dan Tmin terjadi pukul 06.00 Wita dengan tingkat intensitas bunyi 58,74 dBA. Kata Kunci: Kebisingan, Kuat Bunyi, Intensitas Bunyi.
ANALISA KENYAMANAN AKUSTIK PADA RUANG KARAOKE DI KOTA MANADO Studi Kasus : Happy Puppy Karaoke dan Diva Karaoke Imran, Mohammad; Demak, Nini A. Kiay
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2018): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1068.221 KB) | DOI: 10.37971/radial.v6i1.166

Abstract

ABSTRAK Proses perencanaan dan perancangan arsitektural bangunan, disyaratkan memperhatikan kondisi akustik ruang setempat yang dapat berpengaruh terhadap kenyamanan dan ketahanan suatu bangunan. Kenyamanan yang dimaksud adalah memberikan kenyamanan baik psikis maupun fisik kepada pengguna dalam kaitannya dengan bunyi. Pada saat ini, masih terdapat beberapa bangunan hiburan (tempat karaoke) yang memiliki masalah dalam hal penangan bunyi atau suara yang bisa memicu kebisingan, diantaranya ialah Happy Puppy dan Diva Manado yang akan dijadikan sebagai objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh suara kebisingan terhadap ruang karaoke yang berdampingan juga untuk mengukur tingkat kenyamanan yang dirasakan pengguna. Dengan akustik yang efektif, maka bunyi maupun suara akan dapat diterima oleh telinga sesuai dengan batas ambang kebisingan yang telah direkomendasikan (NC) dalam suatu ruang sehingga segala aktifitas dalam ruangan akan berjalan dengan lancar. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, Pengambilan data dilakukan dengan mengukur tingkat intensitas bunyi, volume ruangan dan jenis material permukaan ruang. Pengukuran dilakukan pada dua ruang yang bersebelahan. Hasil ukur Happy Puppy Karaoke pada kondisi paling bising di ruang 1 yakni NR = 41,892 dB, PWL = 116,135 dB dan TI gabungan = 116 dB sedangkan di ruang 2 yakni NR = 41,892 dB, PWL = 105,335 dB dan TIgabungan = 104,77 dB. Hasil ukur Diva Karaoke pada kondisi paling bising di ruang 1 yakni NR = 21,544 dB, PWL = 112,286 dB, TI gabungan = 109, 03 dB sedangkan di ruang 2 yakni NR = 21,544 dB, PWL = 116,886 dB, TI gabungan = 113,01 dB. Kata Kunci : Kebisingan, Ruang karaoke dan akustik
KEKHASAN LOKAL KURIKULUM INTI PENDIDIKAN ARSITEKTUR BERBASIS KOMPETENSI Imran, Mohammad; Tiagas, Doly H.
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2018): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.659 KB) | DOI: 10.37971/radial.v6i2.171

Abstract

ABSTRAK Sistem pendidikan tinggi merupaka nsuatu proses yang memiliki empat tahapan pokok yaitu :masukan, proses, luaran, dan hasilikutan (outcomes). Kurikulum pendidikan bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang profesional dan berkualitas serta memiliki ciri utama sebagai implementasi terhadap aspek kekhasan lokal.Pendidikan arsitektur yang diselenggarakan pada perguruan tinggi dapat meliputi jenis dan jenjang penyelenggaraan pendidikan yang bersifat mendasar. Namun pada jenjang pendidikan kearsitekturan, keragaman kurikulum sangat penting untuk diangkat sebagai benang merah pendidikan arsitektur yang berbasis kompetensi sebagai tuntutan global.Di sampingitu, perubahankurikulum terjadi akibat adanya otonomi perguruan tinggi yang di jamin sesuai Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, yang member kelonggaran terhadap perguruan tinggi untu kmenentukan dan mengembangkan kurikulumnya.Hal ini juga penting untuk diungkapkan karena menyangkut ciri dan kekhasan lokal serta keunikan wilayah yang dapat diangkat menjadi bagian atau jiwa dari kurikulum inti pada penyelenggaraan pendidikan tinggiberada. Kata Kunci : kekhasan lokal, pendidikan arsitektur, kompetensi, kurikulum inti.
MATERIAL KONSTRUKSI RAMAH LINGKUNGAN DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Imran, Mohammad
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2018): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.011 KB) | DOI: 10.37971/radial.v6i2.173

Abstract

ABSTRAK Secara tradisional, sebagian besar proses konstruksi bangunan berlangsung di lokasi bangunan tersebut (meskipun beberapa bagian konstruksi tersebut berlangsung di tempat lain, misalnya bagian dari kayu tersebut yang berbentuk bingkai yang bercorak dan dibawa ke produksi material untuk proses berikutnya). Namun, pada proses bangunan tradisional ini melibatkan penggunaan komponen pabrik yang dihasilkan misalnya atap gulungan. Aplikasi dari bangunan ramah lingkungan biasanya disebut juga dengan konstruksi hijau (green construction), yakni pada tahap perencanaan terlihat pada beberapa desain konstruksi yang memperoleh award sebagai desain bangunan yang hemat energi, yaitu sistem bangunan yang didesain agar mengurangi pemakaian listrik untuk pencahayaan dan tata udara. KATA KUNCI : Kontriksi Tradisional, Industri