Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Kader Posyandu dalam Pemantauan Pertumbuhan Balita untuk Pencegahan Stunting di Depok Rokhaidah, Rokhaidah; Jansen, Susiana; Herlina, Santi; Florensia, Lima
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20389

Abstract

ABSTRAK Prevalensi stunting di Kota Depok pada tahun 2023 mencapai 25,4%, menunjukkan perlunya intervensi berkelanjutan untuk menurunkan angka tersebut. Salah satu upaya penting adalah penguatan peran kader Posyandu dalam pencegahan stunting. Kader Posyandu, sebagai motivator dan edukator, memiliki peran strategis dalam meningkatkan status gizi balita melalui pelatihan yang memadai, motivasi, dan dukungan dari berbagai pihak. Posyandu Markisa di Kelurahan Pangkalan Jati menghadapi kendala berupa kurangnya pendidikan dan pelatihan kader serta keterbatasan sumber daya edukasi. Namun, kader di Posyandu Markisa memiliki potensi besar dalam penerapan pengetahuan lokal, penyuluhan kesehatan, serta pencegahan dan deteksi dini masalah kesehatan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi kader melalui pelatihan dan pendampingan yang meliputi pendidikan kesehatan, pelatihan pemantauan pertumbuhan balita. Sasaran kegiatan ini adalah 12 kader Posyandu Markisa. Metode pelaksanaan pelatihan berupa ceramah dan demontrasi. Kader diberikan materi mengenai pencegahan stunting serta demontrasi dan redemontrasi pertolongan pengukuran pertumbuhan anak. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader sangat baik dan mampu melakukan pengukuran pertumbuhan anak dengan benar. Kesimpulan: Pelatihan kader posyandu mampu meningkatkan pengetahuan kader dalam pencegahan stunting dan menambah ketrampilan kader dalam pengukuran pertumbuhan anak. Kata Kunci: Anak, Kader Posyandu, Pelatihan, Stunting  ABSTRACT The prevalence of stunting in Depok City in 2023 reached 25.4%, indicating the need for sustainable interventions to reduce the rate. One important effort is to strengthen the role of Posyandu cadres in stunting prevention. Posyandu cadres, as motivators and educators, have a strategic role in improving the nutritional status of children under five through adequate training, motivation, and support from various parties. Posyandu Markisa in Pangkalan Jati Village faces constraints such as a lack of cadre education and training and limited educational resources. However, cadres at Posyandu Markisa have great potential in the application of local knowledge, health counseling, and prevention and early detection of health problems. This Community Service Activity (CSA) aims to maximize the potential of cadres through training and mentoring which includes health education, toddler growth monitoring training. The targets of this activity were 12 cadres of Posyandu Markisa. The method of implementing training is in the form of lectures and demonstrations. Cadres were given material on stunting prevention as well as demonstrations and redemonstrations of child growth measurement assistance. The results of the training showed a very good increase in cadre knowledge and were able to measure children's growth correctly. Conclusion: Posyandu cadre training can increase cadre knowledge in stunting prevention and increase cadre skills in measuring child growth. Keywords: Children, Posyandu cadres, training, stunting
Training Of Trainer (TOT) Kader Posyandu untuk Generasi Bebas Stunting di Kelurahan Pasir Putih Sawangan-Depok Rokhaidah, Rokhaidah; Marcelina, Lina Ayu; Florensia, Lima
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.12773

Abstract

ABSTRAK Pemerintah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan target penurunan yang signifikan dari kondisi 24,4% pada 2021 menjadi 14% pada 2024. Provinsi Jawa barat merupakan salah satu provinsi yang menjadi 12 provinsi prioritas stunting. Stunting merupakan masalah keluarga, maka intervensinya difokuskan pada keluarga khususnya keluarga 1000 HPK yang dilaksanakan di posyandu. Penurunan angka stunting dengan Intervensi sensitive untuk menangani penyebab tidak langsung dengan optimalisasi peran kader Kesehatan. Permasalahan mitra adalah belum dilakukannya Training of Trainer (ToT) kader Kesehatan untuk generasi bebas stunting. Solusi bagi masalah yang dihadapi mitra di kelurahan Pasir Putih kecamatan Sawangan-Depok adalah dengan Program Kemitraan Masyarakat Dasar (PKM-D)  melalui kegiatan Training of Trainer (ToT) kader Posyandu untuk generasi bebas stunting yang dilaksanakan pada tangga 1-30 Juni 2023 dan diikuti oleh 13 orang kader Posyandu di Kelurahan Pasir Putih Sawangan Depok. Tujuan dari Program Kemitraan Masyarakat Dasar (PKM-D) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku serta keterampilan praktis kader posyandu dalam berperan mencegah stunting. Metode pelaksanaan pelatihan berupa ceramah dan demontrasi. Kader posyandu diberikan materi mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak serta demontrasi dan redemontrasi cara pemeriksaan penyimpangan tumbuh kembang anak. Selanjutnya kader melakukan praktik pengukuran tumbuh kembang anak di posyandu masing-masing. Terdapat peningkatan pengetahuan kader dari rerata nilai pretest 70 meningkat pada saat post test dengan rerata nilai 89,5. Serta nilai rata-rata kader dalam keterampilan pemeriksaan tumbuh kembang anak adalah 71. Kesimpulan: Kegiatan ToT kader posyandu dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Kata Kunci: Kader, Posyandu, Stunting, Training Of Trainer   ABSTRACT The government has set stunting as a national priority issue in the 2020-2024 National Medium-Term Development Plan (RPJMN) with a target of a significant reduction from 24.4% in 2021 to 14% in 2024. West Java Province is one of the 12 priority provinces stunting. Stunting is a family problem, so the intervention is focused on the family, especially the 1000 HPK families implemented at the Posyandu. Reducing stunting rates with sensitive interventions to deal with indirect causes by optimizing the role of health cadres. The partner's problem is that health cadre training of trainers (ToT) has not been carried out for a stunting-free generation. The solution to the problems faced by partners in the Pasir Putih sub-district, Sawangan-Depok sub-district is the Basic Community Partnership Program (PKM-D) through the Posyandu cadre Training of Trainer (ToT) activities for stunting-free generations which are held on June 1-30 2023 and are followed by by 13 Posyandu cadres in Pasir Putih Sub-District, Sawangan Depok. The aim of the Basic Community Partnership Program (PKM-D) is to increase knowledge, attitudes, behavior and practical skills of posyandu cadres in their role in preventing stunting. The training implementation method is in the form of lectures and demonstrations. Posyandu cadres were given material on child growth and development as well as demonstrations and demonstrations on how to check for irregularities in child growth and development. Furthermore, the cadres practice measuring the growth and development of children in their respective posyandu. There is an increase in the knowledge of cadres from an average pretest score of 70 to an increase in the post test with an average score of 89.5. As well as the average score of cadres in the skill of examining child growth and development is 71. Conclusion: ToT activities for psoyandu cadres can increase cadres' knowledge and skills in monitoring children's growth and development. Keywords: Cadres, Posyandu, Stunting, Training of Trainer