Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengaruh Usia Terhadap Kualitas Hidup Pasien Myocardial Infarction Wibowo, Tophan Heri
Viva Medika Vol 12 No 02 (2019)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v11i02.458

Abstract

ABSTRACT Patients with previous myocardial infarction and stroke are the highest risk group for further coronary and cerebral events. myocardial infarction alters physical, psychosocial, spiritual well-being and adversely affects overall quality of life This study aimed to determine the effect of age and the quality of life among myocardial infarction patients. This study utilized descriptive correlational research with cross sectional approach. The study utilized set of instruments, an adapted instrument of MacNew Quality of Life After Myocardial Infarction (MacNew QLMI) questionnaire to measure the quality of life myocardial infarction. The results of this study were obtained middle age group were 66,7 %. Quality of life for physical domain has an average weighted mean of 4.51. the results of the data analysis using the Mann Whitney test were obtained emotional domain p=0,995 (p<0,05), physical domain p=0,624 (p<0,05), social domain p=0,191 (p<0,05). It means that the age does not influence the quality of life of patients with Myocardial Infarction. Keywords: Age, Quality of Life, Myocardial infarction
Kebutuhan Spiritual Pada Pasien Kanker Dalam Menjalani Kemoterapi di RSU Dadi Keluarga Siwi, Adiratna Sekar; Utami, Ririn Wahyu; Wibowo, Tophan Heri
Viva Medika Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i2.853

Abstract

Background : Cancer is a disease in which the growth and spread of cells is not normal which causes death if not treated properly. One of the therapies performed on cancer patients is chemotherapy. Cancer can affect the physical, psychological, social, economic, and spiritual. Spiritual needs can be met from the family or the environment which can increase the enthusiasm of the respondents in undergoing chemotherapy. Purpose : This study aims to determine the spiritual needs of cancer patients undergoing chemotherapy at Dadi Keluarga Hospital. Method : This type of research is quantitative using a descriptive research design with a cross sectional approach. The sampling technique of non-probability accidental sampling using the slovin formula obtained results of 239 respondents. This study used the Daily Spiritual Experience Scale (DSES) questionnaire. Results : data are mostly aged 46-65 years as many as 117 respondents (49%), female sex 181 respondents (75.7%), duration of chemotherapy 1-6 months 193 respondents (80.8%), the most type of cancer is breast cancer 148 respondents (62%), education last graduated from elementary/junior high school, 110 respondents (46%), employment status is not working 173 respondents (72.4%), do not have a family history of cancer 190 respondents (79.5%). The results of this study showed that most of the high spiritual needs were 178 respondents (74.5%).
Hubungan Usia Dengan Hipotermi pada Pasien Lanjut Usia Post General Anestesi di Ruang Pemulihan Rumah Sakit Jatiwinangun Purwokerto Wulandari, Ratri; Wibowo, Tophan Heri; Yudono, Danang Tri
Viva Medika Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v15i2.855

Abstract

Kasus yang sering terjadi pada saat post anestesi diruang pemulihan salah satunya hipotermi, hipotermi dapat terjadi 5-65% pada pasien post general anestesi. Pada pasien lansia cenderung lebih besar mengalami hipotermi dibandingkan dengan pasien yang lebih muda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dengan hipotermi pada pasien lanjut usia post general anestesi diruang pemulihan rumah sakit Jatiwinangun Purwokerto. Metode jenis penelitian menggunakan kuantitatif, design analitik korelatif dan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden. Analisa menggunakan uji univariat dan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan usia dengan hipotermi pada pasien lanjut usia dengan hasil Pvalue 0,001 (Pvalue <0,05). Hasil koefisien korelasi -0,560 yang berarti bahwa kekuatan hubungan nya adalah moderat dengan arah negatif.
Pengaruh Anestesi Spinal Terhadap Hemodinamik Pada Pasien Sectio Caesarea di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara Nazar, Saiful; Wibowo, Tophan Heri; Wirakhmi, Ikit Netra
Viva Medika Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i2.913

Abstract

Hemodynamic changes are a risk that can occur in the use of spinal anesthesia in sectio caesarea operations. The aim of this study was to determine the effect of spinal anesthesia on hemodynamics in sectio caesarea patients at Cut Meutia Hospital, North Aceh. This research method uses observational analytic with cross sectional with pretest & posttest only group. The sampling technique was carried out by means of a total sampling of 70 respondents. The research instrument that will be used in this study is the patient observation sheet. Data analysis was performed univariately and bivariately using the Wilcoxon test. The results showed that there were differences in hemodynamics (blood pressure) before and after spinal anesthesia in sectio caesarea patients with a p-value of 0.000 (p<0.05). There were differences in hemodynamics (pulse) before and after spinal anesthesia in sectio caesarea patients with a p-value of 0.000 (p <0.05). This study concluded that there was an effect of spinal anesthesia on hemodynamics in sectio caesarea patients at Cut Meutia Hospital, North Aceh
Hubungan Usia dan Durasi Operasi Dengan Waktu Pulih Sadar Pada Pasien Pasca General Anestesi Di Recovery Room Meilani, Krisma Nia; Setyawati, Martyarini Budi; Sebayang, Septian Mixrova; Wibowo, Tophan Heri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i4.19162

Abstract

Pulih sadar dari anestesi umum adalah ketika pemberian obat dihentikan setelah pembedahan dan tubuh mengalami pemulihan dengan hantaran neuromuskular, refleks protektif jalan napas serta kesadaran telah kembali. Menurut studi prospektif terhadap 18.000 pasien di ruang pemulihan, 24% mengalami masalah anestesi dan yang paling sering terjadi adalah pulih sadar terlambat. Mengetahui korelasi antara usia dan waktu pulih sadar serta durasi operasi dan waktu pulih sadar pada pasien yang menjalani aestesi umuma dalah tujuan dari penelitian ini. Sedangkan metode pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian korelasional menggunakan cross sectional. Hasil korelasi menggunakan uji spearman rank untuk variabel usia dan waktu pulih sadar menunjukkan terdapatnya hubungan dengan p value (0,002) dengan koefisien korelasi (0,386) dan hasil korelasi untuk variabel durasi operasi dengan waktu pulih sadar juga menunjukkan terdapatnya hubungan dengan p value (0,004) dengan koefisien korelasi (0,357).
Gambaran Tingkat Kemandirian Lansia dengan Rheumatoid Arthritis dalam Pemenuhan Activity Daily Living (ADL) Savitri, Nurmalita Ayu; Sukmaningtyas, Wilis; Wibowo, Tophan Heri
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 7 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i7.426

Abstract

Elderly is someone who has entered the age of more than 60 years and over. Arthritis (arthritis) or rheumatism is the number two disease that attacks the elderly in Indonesia. Pain in rheumatoid arthritis patients appears and will cause discomfort and will also be hampered in carrying out various activities. The purpose of this study was to describe the level of independence of the elderly with rheumatoid arthritis in fulfilling daily living (ADL) activities. This research uses descriptive research method. The descriptive method in this study uses a literature review design (Library Study). The search strategy method to find journals used the keywords “Independence OR Independence AND Elderly OR Elderly AND Rheumatoid arthritis OR Rheumatic Disease AND Daily Activity OR Daily Activity OR Activity of Daily Living”. The results of the literature review are known from 7 journals, it can be concluded that 42,8% show that most of the elderly have a level of independence, in the category of moderate dependence, 7 journals show that most of the elderly are >60 years old, 71,4% of journals show that most of the gender of the elderly are women.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Pada Pasien Sectio Caesarea (SC) Pra Spinal Anestesi Di Rumah Sakit Umum Daerah Kebumen Dealova, Apriyani; Wibowo, Tophan Heri; Handayani, Rahmayana Nova
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 7 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11059026

Abstract

Persalinan buatan yang disebut sectio caesarea (SC) memerlukan insisi pada dinding depan perut dan rahin untuk melahirkan janin. Janin harus masih utuh dan beratnya lebih dari 500 gram. Menurut data Riskesdas 2018, survei nasional tahun 2018 menemukan bahwa 13.856 dari 78.736 persalinan, atau sekitar 17,6% dari seluruh persalinan, dilakukan di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa metode sectio caesarea (SC) menghasilkan jumlah persalinan yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode lain. Kecemasan mungkin terjadi setelah operasi sectio caesrea. Perasaan takut dan khawatir yang berlebihan adalah tanda-tanda gangguan kecemasan. Usia, pendidikan, dukungan keluarga, dan pengalaman operasi adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan kecemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan variabel yang memengaruhi tingkat kecemasan pasien yang menjalani sectio caesarea pra spinal anestesi. Penelitian ini dilakukan di RSUD Kebumen. Metode penelitian ini adalah desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel yang dilakukan dengan teknik consecutive sampling sebanyak 33 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden dengan usia 20-35 tahun sebagian besar mengalami kecemasan sedang sebanyak 14 responden (42,4%), pada responden yang memiliki tingkat pendidikan rendah mengalami kecemasan sedang sebanyak 11 responden (33,3%). Semua responden memiliki dukungan keluarga baik dengan sebagian besar mengalami kecemasan sedang yaitu 17 responden (51,5%). Sebagian besar responden tidak mempunyai pengalaman SC sebelumnya dengan tingkat kecemasan sedang sebanyak 10 responden (30,3%), di RSUD Kebumen.
Pengaruh Blanket Warmer Terhadap Hipotermi Pada Pasien Pasca General Anestesi di Rumah Sakit Jatiwinangun Purwokerto Jarod, Muhammad; Wibowo, Tophan Heri; Handayani, Rahmaya Nova
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 8 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11112343

Abstract

Hipotermi merupakan konsekuensi yang signifikan dengan angka kematian mendekati 50%, sering terjadi pada pasien setelah operasi yang dilakukan dengan anestesi umum. Mitigasi hipotermi pada tubuh manusia dapat dilakukan dengan intervensi nonfarmakologis yang menggunakan teknik penghangatan, seperti penggunaan alat blanket warmer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai dampak pemberian blanker warmer terhadap terjadinya hipotermi pada individu setelah pemberian anestesi umum. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental termasuk desain one-group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode nonprobability sampling, khususnya pendekatan konsekutif sampling. Penelitian ini menggunakan jumlah sampel sebanyak 38 partisipan. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk memastikan adanya hipotermi baik sebelum maupun sesudah pemberian blanket warmer, serta untuk mengevaluasi dampak penggunaan blanket warmer terhadap terjadinya hipotermi. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p sebesar 0,000, lebih kecil dari tingkat signifikansi yang telah ditentukan yaitu 0,05. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya dampak penting penggunaan blanket warmer terhadap terjadinya hipotermi pada pasien yang menjalani anestesi umum di Instalasi Bedah Sentral RS Jatiwinangun Purwokerto.
GAMBARAN SUHU TUBUH PASIEN POST ANESTESI BERDASARKAN JENIS ANESTESI PASIEN DI RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA Ramadani, Putri Ayu; Sebayang, Septian Mixrova; Wibowo, Tophan Heri; Suryani, Roro Lintang
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 9 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11180865

Abstract

Kasus yang sering terjadi setelah post anestesi di ruang recovery room salah satunya adalah penurunan suhu tubuh atau hipotermi. Salah satu penyebab terjadinya penurunan suhu tubuh post anestesi adalah jenis anestesi yang digunakan. Oleh karena itu faktor agen anestesi menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan agar dapat dikendalikan dalam penggunaannya sehingga dapat meminimalisir efek samping yang ditimbulkan terhadap pasien. Tujuan Mengetahui gambaran suhu tubuh pasien post anestesi berdasarkan jenis anestesi pasien di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif retrospektif. Sampel pada penelitian ini meliputi 64 responden post anestesi. Hasil Penelitian ini menemukan sebagian besar mayoritas responden mengalami penurunan suhu tubuh atau hipotermi sebanyak 45 responden (70,3%), adapun karakteristik pasien meliputi usia sebanyak 33 responden (51,6%) usia dewasa awal, jenis kelamin laki-laki sebanyak 38 responden (59,4%), ASA I sebanyak 42 responden (65,7%), dan anestesi regional sebanyak 34 responden (53,1%). Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan gambaran suhu tubuh post anestesi sebagian besar mengalami penurunan suhu tubuh atau hipotermi sebanyak (70.3%) responden. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan penelitian lebih kompleks membahas tentang aspek aspek gambaran yang terjadi pada pasien post anestesi.
Edukasi Kesehatan Tentang Penanganan Pertama Kegawatdaruratan Kejang Demam Pada Anak bagi Orang Tua di Balai Desa Randegan Wangon Riyani, Khoirina Putri Dwi; Wibowo, Tophan Heri; Murniati
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v7i3.1094

Abstract

Kejang demam merupakan kondisi gawat darurat yang paling sering terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun dan dapat menimbulkan kecemasan pada orang tua serta berisiko menyebabkan komplikasi serius bila tidak ditangani dengan tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai penanganan pertama kejang demam pada anak. Edukasi kesehatan dilaksanakan di Balai Desa Randegan Wangon dengan melibatkan 30 orang tua balita. Metode kegiatan meliputi pretest, pemberian materi melalui ceramah dan media audiovisual, serta posttest. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan, dari kondisi mayoritas kategori kurang (46,7%) menjadi baik (76,7%) setelah intervensi. Temuan ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan berkontribusi dalam meningkatkan kesiapan orang tua melakukan pertolongan pertama pada kejang demam anak. Kegiatan ini berkontribusi pada pengurangan kecemasan, peningkatan keterampilan penanganan awal, serta dapat dijadikan dasar pengembangan program edukasi serupa di masyarakat.