Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Video Simulasi Proses Anestesi Guna Mengedukasi Ibu Hamil untuk Mengurangi Tingkat Kecemasan Pra Sectio Caesarea Wismoyo, Novantyadi Gayuh; Wibowo, Tophan Heri; Jerau, Emiliani Elsi; Suandika, Made
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4488

Abstract

Operasi sectio caesarea melibatkan histerotomia, yang melibatkan pembuatan sayatan di dinding rahim melalui bagian depan perut atau vagina, untuk mengeluarkan janin dari rahim. Ketidak tahunan adalah salah satu penyebab timbulnya kecemasan, seperti seberapa banyak seseorang mengetahui tentang masalah yang dialaminya. Tujuan kegiatan PkM ini untuk menambah pengetahuan ibu hamil serta mengurangi tingkat kecemasan ibu hamil pra section caesarea. Metode PkM ini dilakukan dengan ceramah dan memberikan edukasi menggunakan video simulasi proses anestesi untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil. Lokasi PkM ini berada di Posyandu Desa Kecitran dengan jumlah peserta ibu hamil sebanyak 30 peserta. Hasil PkM yang dilaksanakan rata-rata tingkat kecemasan peserta sebelum dilakukan implementasi 21.03, dan setelah diberikan implementasi mengalami penurunan 15.56. Rata-rata penurunan tingkat kecemasan hingga 5.47. Outcome yang akan didapatkan pada kegiatan PkM ini yaitu HKI video simulasi proses anestesi serta jurnal publikasi.
Hubungan Mobilisasi Dini Dengan Penyembuhan Luka Post Operasi Apendiktomi Di Rumah Sakit Islam Purwokerto Darmawan, Wisnu Dwi; Wibowo, Tophan Heri; Susanto, Amin
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v15i2.370

Abstract

Background: One of the factors that influences the wound healing process due to appendectomy is early mobilization. Early mobilization has the effect of improving and facilitating blood circulation so that the supply of nutrients to the wound tissue can be adequate and the healing process will be faster. Objective: This study aims to determine the relationship between early mobilization and post-appendectomy wound healing at Purwokerto Islamic Hospital. Method: This research uses a non-experimental quantitative method with a descriptive correlation design. The approach used is cross sectional with non-probability sampling techniques. The data analysis test used in this research is the Spearman rank rho correlation test. Results: The results of this study indicate that early mobilization and wound healing in post-appendectomy patients at the RSU at Purwokerto Islamic Hospital, most of the early mobilization was adequate, 10 respondents (50%) with post-appendectomy patients' wound healing good, 12 respondents (60%). The results of the Spearman Rank test show that the p-value (0.000) < α 0.05, which means that H0 is rejected and Ha is accepted. The correlation coefficient test value = 0.845, so it was found that there was a relationship between early mobilization and post-appendectomy wound healing at the Purwokerto Islamic Hospital. Conclusion: There is a relationship between early mobilization and post-appendectomy wound healing at Purwokerto Islamic Hospital with a p-value of 0.000 and correlation coefficient = 0.845.
Gambaran Perubahan Hemodinamik Post Anestesi Spinal Dan General Anestesi Soamole, Muhammad Zulhaq Nurul Aqsha; Wibowo, Tophan Heri; Khasanah, Suci
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 2 (2025): March
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Anesthesia has an emphasis and potentiation effect related to its relative strength and quality. For surgery in Indonesia, it has been recorded with a percentage of 12.8% (Firdaus, 2022). In connection with surgical procedures, one of the most necessary actions is anesthesia. Anesthesia techniques are broadly divided into two types, namely general anesthesia and regional anesthesia (spinal anesthesia). The act of anesthesia also has its own advantages and disadvantages, one of which is the change in hemodynamics that occurs in patients who have been given anesthesia. The factors that can affect hemodynamics such as comorbidities, the status of the American Society of Anesthesiologists (ASA) and the length of surgery. Method : This research is in the category of quantitative research with a type of research that uses descriptive observation techniques. The approach used during the study is cross sectional, which is a research by learning a simple dynamic technique with an observation approach that is carried out only once. Results : Based on the study, it was found that patients who had been given anesthesia often experienced significant hemodynamic changes
Overview of Changes in Blood Pressure and PulsOverview of Changes in Blood Pressure and Pulse in Spinal Anesthesia Sectio Caesarea Patients at Banjarnegara Islamic Hospitale in Spinal Anesthesia Sectio Caesarea Patients at Banjarnegara Islamic Hospital Rahmannisa, Putri Haifa; Sebayang, Septian Mixrova; Wibowo, Tophan Heri; Suandika, Made
Java Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (2023): July - October 2023
Publisher : Global Indonesia Health Care (GOICARE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61716/jnj.v1i2.19

Abstract

Background: Hypotension is one of the complications that often occurs after induction of spinal anesthesia. This study aims to determine changes in blood pressure and pulse spinal anesthesia in sectio caesarea patients at Banjarnegara Islamic Hospital. Methods: This study used descriptive quantitative method with cross-sectional approach. This research was conducted in June 2023. The research sample was 44 respondents. The sampling technique was purposive sampling. This research instrument is by observing and recording the results of observations to the research observation sheet and matching observation data with medical records. Results: The results of this analysis showed a change in blood pressure and pulse, namely a decrease in blood pressure in the 15th minute on Systolic Blood Pressure as many as 17 people (38.6%) and Diastolic Blood Pressure as many as 15 people (34.1%). The pulse frequency before induction was predominantly normal as many as 36 respondents (81.8%) and when giving spinal anesthesia induction increased at minute 0 as many as 27 people (61.4%). Conclusion: blood pressure and pulse have changes when given spinal induction of anesthesia.
Hubungan Lama Puasa dengan Kejadian Mual Muntah pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea dengan Tindakan Spinal Anestesi Jasmiati, Jasmiati; Wibowo, Tophan Heri; Murniati, Murniati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 3 (2025): Juni 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i3.6736

Abstract

PONV merupakan komplikasi umum yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan signifikan dan mengganggu proses pemulihan pasien. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara lama waktu berpuasa sebelum anestesi dan kejadian mual muntah pasca tindakan operasi (PONV) pada pasien yang menjalani tindakan operasi caesarea menggunakan anestesi spinal di RSUD dr. Soedirman Kebumen. Memakai desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, 80 responden dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara mengenai lama puasa dan observasi mual muntah setelah operasi, kemudian dianalisis dengan uji Spearman Rank. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden berpuasa selama 6-8 jam (55%), dengan 57,5% dari mereka mengalami mual muntah pasca operasi. Meskipun ada indikasi bahwa lama puasa dapat berkontribusi pada ketidaknyamanan, analisis statistik menunjukkan Tidak terjalin hubungan yang signifikan antara lama puasa dan kejadian mual muntah (p-value=0,466; p-value>0.05). Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor lain juga berperan penting dalam kejadian PONV. Kesimpulannya, penelitian ini menyatakan tidak terjalin korelasi yang kuat antara lama puasa dengan kejadian mual dan muntah pada pasien post operasi sectio caesarea.
Gambaran Kejadian Hipotensi Intra Anestesi Spinal Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soeselo Kabupaten Tegal Haya, Alyka Fadiyah; Wibowo, Tophan Heri; Suryani, Roro Lintang
Jurnal Inovasi Global Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v3i6.364

Abstract

Spinal anestesi atau Sub Arachoid Block (SAB) adalah teknik menyuntikkan obat penghilang rasa sakit ke dalam ruang subarachnoid di bagian belakang tulang belakang antara tulang belakang lumbal 2–3, lumbal 3–4, atau lumbal 4–5. Tekanan darah rendah adalah komplikasi yang paling umum terjadi saat anestesi spinal dengan tingkat kejadiannya mencapai lebih dari 80%. Penyebab hipotensi pada anestesi spinal disebabkan oleh beberapa faktor termasuk jenis anestesi lokal, tingkat blok sensorik, usia, jenis kelamin, berat badan, kondisi fisik pasien, posisi pasien, tindakan bedah dan durasi operasi. Tujuan penelitian ini mengetahui gambaran kejadian hipotensi intra anestesi spinal pada pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soeselo Kabupaaten Tegal. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 52 pasien. Pengambilan data dilakukan pada Oktober 2024. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi dan Sphygmomanometer. Hasil penelitian didapatkan pasien intra anestesi spinal di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soeselo adalah pra lanjut usia (45-59 tahun) sebanyak 23 pasien (44.2%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 35 pasien (67.3%) dan sebagian besar pasien intra anestesi spinal dari waktu setelah induksi yang terjadi pada pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soeselo tidak mengalami hipotensi sebanyak 33 pasien (63.5%).
Pengaruh Relaksasi Autogenik Terhadap Tingkat Nyeri Pasien Pascaoperasi Urolithiasis Dengan Spinal Anestesi El Halawah, Futuh; Wibowo, Tophan Heri; Sebayang, Septian Mixrova
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 2 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1870

Abstract

Postoperative pain is a common problem in urolithiasis patients undergoing spinal anesthesia and may hinder recovery. Autogenic relaxation is a non-pharmacological method that can help reduce pain. This study aimed to examine the effect of autogenic relaxation on postoperative pain levels in urolithiasis patients with spinal anesthesia. A quasi-experimental design with a pretest–posttest control group was applied. A total of 50 respondents were selected using accidental sampling and divided into an intervention group receiving autogenic relaxation and a control group receiving only education. Pain levels were measured using the Numeric Rating Scale (NRS). Results showed a significant reduction in pain in the intervention group (p=0.001), while no significant change was observed in the control group (p=1.000). Between-group analysis after the intervention revealed a significant difference (p=0.001). In conclusion, autogenic relaxation is effective in reducing postoperative pain among urolithiasis patients with spinal anesthesia and may serve as a complementary therapy in postoperative pain management.
Gambaran Nyeri Tenggorokan Pasca Operasi Pada Pasien Anestesi Umum Dengan Intubasi Endotrakeal Di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara Anggi Sofyan, Reza; Sebayang, Septian Mixrova; Wibowo, Tophan Heri
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 2 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1879

Abstract

Nyeri tenggorokan pasca operasi (Post Operative Sore Throat atau POST) merupakan salah satu komplikasi yang paling umum terjadi setelah tindakan intubasi endotrakeal. POST akan menimbulkan odinofagia, rasa tidak nyaman atau gatal di tenggorokan, disfonia, serta disfagia.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran nyeri tenggorokan pada pasien anestesi umum dengan intubasi endotrakeal di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2025 dengan Teknik pegambilan sampel total sampling sebanyak 51 responden. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini mendeskripsikan masalah yang terjadi dengan pengumpulan data dilakukan bersamaan secara serentak dalam satu waktu antara faktor risiko dengan efeknya. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden yang mengalami nyeri sedang pada jenis kelamin perempuan 25 responden (49%), usia dewasa (>19-59 tahun) 33 responden (64,7%), ASA II 29 responden (56,9%), ukuran ETT 7.0 sejumlah 18 responden (35,3%), tekanan balon ETT >30cmH20 25 responden (49%), lama terintubasi >60 menit 26 responden (51%). Kesimpulan: secara keseluruhan jenis kelamin, usia, ASA, ukuran ETT, tekanan balon ETT, lama terintubasi mempengaruhi tingkat nyeri tenggorokan pasca operasi dengan intubasi endotrakeal tube.
Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik pada Post Operasi Open Reduction Internal Fixation Ramadhanti, Rindu Insyra; Wibowo, Tophan Heri; Burhan, Asmat
Journal of Management Nursing Vol. 2 No. 4 (2023): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v2i4.116

Abstract

Latar Belakang: Fraktur adalah penyebab kematian ketiga di Indonesia setelah penyakit jantung koroner dan tuberculosis. Fraktur disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik, kecelakaan, baik kecelakaan kerja maupun kecelakaan lalu lintas. Tujuan: Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada post operasi open reduction internal fixation dengan masalah gangguan mobilitas fisik di Ruang Dahlia RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Metode: Desain penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Hasil: penulis merumuskan diagnosa keperawatan yang muncul yaitu gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan musculoskeletal. Intervensi keperawatan yang dilakukan pada Ny. R sesuai dengan diagnosa yang ditegakkan dan disesuaikan dengan teori yang ada. Intervensi keperawatan yang dilakukan yaitu latihan rentang gerak (I.05177) disusun sesuai dengan masalah yang ditemukan berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan secara mandiri maupun berkolaborasi. Penulis melakukan implementasi keperawatan sesuai dengan intervensi yang telah ditetapkan sebelumnya dengan menggunakan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang sudah ditetapkan sebelumnya. Kesimpulan: Evaluasi keperawatan yang dilakukan pada tanggal 11-13 Januari 2022 dilakukan dengan SOAP antara lain yaitu subjektif pasien mengatakan pergerakannya mulai tidak sulit dan nyeri mulai hilang. Objektif TD 160/85 mmHg, N: 85x/menit, S: 36,3 C, dan RR: 20x/menit, pasien sudah bisa mengikuti gerakan ROM aktif walaupun sangat terbatas, pasien dan keluarga memahami tentang materi yang disampaikan saat penkes. Analisis masalah teratasi sebagian dan lanjutkan intervensi.
Implementasi Edukasi Dukungan Keluarga pada Pasien Tindakan Pembedahan di RSUD Soedirman Koban, Leonardo Ekarynansya Ola Belatan; Suryani, Roro Lintang; Wibowo, Tophan Heri; Susanto, Amin
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/1mzte421

Abstract

Pasien yang akan menjalani pembedahan sering mengalami kecemasan, yang dapat menurunkan kenyamanan dan kesiapan mereka menghadapi prosedur. Kurangnya dukungan keluarga yang efektif menjadi salah satu penyebab meningkatnya kecemasan pasien, sehingga pemahaman keluarga mengenai bentuk dukungan yang tepat sangat penting. Kegiatan ini menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan keluarga. Pengetahuan awal keluarga diukur menggunakan kuesioner pre-test, kemudian edukasi diberikan melalui leaflet, dan peningkatan pengetahuan dievaluasi menggunakan kuesioner post-test. Edukasi dilakukan di bangsal Teratai dengan 30 peserta yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga, di mana sebelum edukasi 21 responden (70%) berada pada kategori “cukup” dan setelah edukasi 21 responden (70%) berada pada kategori “baik”. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi dukungan keluarga efektif dalam meningkatkan kesiapan pasien sebelum pembedahan. Oleh karena itu, edukasi dukungan keluarga sebaiknya dilakukan secara rutin dengan media yang sesuai untuk memastikan keluarga mampu memberikan dukungan yang tepat dan mengurangi kecemasan pasien