Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Kepuasan Konten Edukasi Kesehatan tentang Bahaya Minuman Berpemanis Dalam Kemasan Tihasanah, Elisa Zahra Putri; Hayati, Kumala
Media Komunikasi FPIPS Vol. 23 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v23i1.79199

Abstract

Perkembangan media digital termasuk media sosial merupakan salah satu keberhasilan teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu media sosial yang sedang populer adalah Instagram, dimana terus mengalami peningkatan jumlah pengguna setiap tahunnya. Ramainya media sosial Instagram ini juga turut serta diikuti oleh Forum For Young Indonesians dengan nama akun @fyindonesians untuk membahas terkait isu sosial khususnya pangan sehat. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kepuasan followers @fyindonesians terhadap konten edukasi kesehatan bahayanya Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan paradigma postivistik dengan jenis penelitian deksriptif, analisis data untuk penelitian ini dilakukan dengan membandingkan nilai rata-rata dari gratifications sought (GS) dan gratification obtained (GO) yang didapatkan dari hasil jawaban responden yang dikumpulan melalui kuesioner online. Penelitian ini berusaha memaparkan bagaimana kepuasan yang didapatkan oleh followers dari akun @fyindonesians terhadap konten edukasi kesehatan bahayanya MBDK melalui teori uses and gratifications, juga membandingkan antara kepuasan yang diharapkan (gratifications sought) dan kepuasan yang diterima (gratifications obtained) oleh followers menggunakan indikator kepuasan expectancy value theory. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata untuk gratifications sought lebih besar dibandingkan gratifications obtained atau GS>GO. Artinya tidak terjadi kepuasan pada followers terhadap konten edukasi kesehatan bahayanya Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) akun instagram @fyindonesians.  
Identity Construction of Fans: Virtual Community Through Chat Room LINE (Case Study EXO-L Bandung Community) Kumala Hayati; Anindita Lintangdesi Afriani
Journal of Communication and Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Journal of Communication & Public Relations
Publisher : LSPR Institute of Communication & Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/105002120235

Abstract

For fans outside of South Korea, the existence of social media can open the possibility to follow all their idol activities and express their identity as fans freely because not all community can accept them. LINE is a medium of information exchange that forms a fan culture as a form of identity consumption of the fans. This research uses a qualitative method with Creswell's constructivism paradigm discussing identity construction among members of Bandung EXO - L community. LINE chat group is a discussion forum to learn how to support idols by conducting virtual fangirling activities that become the lifestyle of community members. Thus, the community environment shapes both verbal and non-verbal communication between community members. This has an impact on the emergence of loyal and active feelings possessed by community members. This loyalty is interpreted as obligations for fan identity because consuming EXO related stuffs is not only based on the work produced, but as an absolute identity.
PERTARUNGAN WACANA MARITAL RAPE TERKAIT UNDANG – UNDANG TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL (UU TPKS) DI INDONESIA MELALUI INSTAGRAM Hayati, Kumala; Fitri Aprilananda Yuliyani
Jurnal Komunikasi, Masyarakat dan Keamanan Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/tqp6tv98

Abstract

Studi ini adalah tentang bagaimana terjadinya pertarungan wacana marital rape yang terkait dalam UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) melalui media sosial Instagram. Hal tersebut memungkinkan terjadi dikarenakan internent memberikan akses kepada siapapun untuk masuk kedalam Instagram. Instagram, memfasilitasi interaksi antar individu untuk saling berdiskusi pertukaran ide atau opini baru. Dengan adanya media Instagram, media tersebut menjadi wadah untuk terjadinya diskusi mengenai marital rape, dengan opini yang disampaikan dari berbagai sumber memungkinkan untuk terjadinya pertarungan opini. Kepustakaan yang digunakan sebagai acuan untuk menjawab rumusan masalah pada penelitian ini adalah marital rape, Instagram sebagai public sphere, Analisis semiotika sosial. penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode analisis semiotika sosial. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam observasi, dokumentasi dengan screen shoot dan studi literatur. Peneliti menemukan bahwa isu marital rape menjadi perdebatan di media sosial instagram. Terdapat pro dan kontra dalam perdebatan tersebut. Hal ini berlandaskan dari kepercayaan, budaya serta keluarga dan lingkungan masyarakat. Budaya patriarki juga mengambil peran penting dalam pertarungan marital rape ini. Pelaku media massa menjadikan wacana marital rape sebagai topik yang dipilih agar tujuan masing-masing kelompot dapat tepat dengan sasarannya. Bagi kelompok yang kontra terhadap marital rape, mereka lebih merujuk pada sebuah ayat dalam agama islam, dan menyebut bahwa UU PKS dan marital rape adalah produk dari ideologi feminis radikal. Sedangkan untuk kelompok pro marital rape memiliki pandangan yang lebih luas yang mengarah ke hak asasi manusia (terlebih dalam konteks berhubungan seksual) dan mengubah pandangan bahwa seorang perempuan/istri sebagai properti suami yang dianggap layaknya benda tidak bernyawa.
The importance of family communication in mitigating parent-child verbal violence in Jakarta Fitria Ayuningtyas; Anuar Ali; Kumala Hayati; Anter Venus; Aulia Putri Zahwa; Keysha Didavieny
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v9i1.9144

Abstract

Children in homes are particularly susceptible to experiencing violence, especially verbal violence. Violence against children in Jakarta is a common occurrence and a significant concern in Jakarta's urban society. Specifically, verbal violence affects children by impairing their psychological development and obstructing their self-growth. This research examined the significance of family communication in mitigating verbal violence between parents and children in Jakarta through a qualitative methodology with a phenomenology approach. Data was gathered by observation and comprehensive interviews with five informants residing near Jakarta, subsequently transcribed and analysed utilising NVIVO 12. Additionally, the researcher performed a literature analysis by examining prior studies concerning the impact of family communication on reducing parent-child verbal violence. The research results indicate that the function of family communication is contingent upon the awareness of adults, particularly parents, who play a significant role in implementing family communication patterns. This includes providing appropriate examples of emotional expression and actively inquiring about their children's daily experiences. Verbal violence in children can be mitigated by effective family communication.
Branding Strategies for Candy Products on Instagram: A Consumer Culture Analysis of “KIS MINT” through @kisduludong Hayati, Kumala; Nidatya, Nurfarah; Nathanael, Garcia Krisnando
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 15 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/soshum.v15i1.19-28

Abstract

Kis Mint, traditionally known as a candy brand for children, aims to expand its market reach to teenagers and adults while maintaining a competitive position in the industry. With over 163 million users, Instagram serves as a strategic platform for branding and consumer engagement. This study examines Kis Mint’s branding strategy on Instagram (@kisduludong) through the lens of consumer culture. Using a qualitative case study approach, data were collected through unstructured interviews, participant observation, and digital document analysis. The findings reveal that Kis Mint employs three key branding strategies: (1) aligning its marketing with the lifestyles of teenagers and adults who carry candy as a daily necessity, (2) catering to diverse taste preferences by offering fresh and sweet flavours for teenagers and sour variations for adults mindful of sugar intake, and (3) utilizing individual packaging to maintain a mature appeal for adult consumers. Additionally, Kis Mint maximizes Instagram’s features, particularly its feed, to highlight product benefits such as breath-freshening properties while fostering social interaction through interactive content like quizzes. These strategies collectively enhance Kis Mint’s brand positioning and engagement on social media.
Gen Z dan Empat Pilar Literasi Digital Wardani, Ayu; Hayati, Kumala; Suprayitno, Dede; Hartanto, Hartanto
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media digital hadir berdasarkan perkembangan teknologi digital. Gen Z merupakan generasi yang berusia 11-26 tahun. Gen Z adalah generasi yang masih rentan dalam penggunaan media digital. Beragam resiko dapat diterima, jika Gen Z tidak bijaksana dalam menggunakan teknologi digital, seperti cyberbullying, penyebaran berita hoax, doxing, trolling, serta penyebaran hatespeech di media digital. Beberapa resiko tersebut dapat terjadi jika Gen Z tidak mampu memahami literasi digital dengan baik. Literasi digital merupakan kemampuan menggunakan peralatan digital secara bijak. Adanya konsep 4 pilar literasi digital, yakni digital skills, digital culture, digital ethics, serta digital safety yang digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) di Indonesia tentunya sangat membantu dalam pelaksanaan sosialisasi mengenai konsep literasi digital. Pemilihan lokasi pengabdian masyarakat di SMAN 34 Jakarta Selatan dikarenakan pengguna media digital terbesar di Pulau Jawa diduduki oleh DKI Jakarta setelah Banten. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini yakni agar tercapaianya kesejahteraan digital (digital wellbeing) bagi Gen Z dan agar Gen Z terhindar dari resiko-resiko yang dapat hadir atas penggunaan media digital. Kata Kunci: Gen Z 4 Pilar Literasi Digital Teknologi Digital Media Digital Kesejahteraan Digital
Konstruksi Pendengar Radio pada Masyarakat Indonesia (Studi Kasus pada Aplikasi Noice) Hayati, Kumala; Ariestanty, Camelia
Global Komunika : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6 No 1 (2023): Global Komunika Vol. 6 No. 1 2023
Publisher : FISIP UPNVJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/gk.v6i1.5756

Abstract

Kehadiran teknologi telah mengubah kehidupan manusia. Teknologi membuat hidup manusia menjadi semakin mudah. Teknologi telah membuat cara pendengar menikmati radio juga turut berubah. Lahirnya aplikasi Noice membuat radio bertransformasi menjadi bentuk digital. Tulisan ini akan menjelaskan bagaimana radio mengonstruksi pendengarnya dengan bentuk teknologi yang baru. Metode penelitian dalam tulisan ini adalah observasi dan wawancara mendalam pada beberapa informan. Hasil dari tulisan ini adalah pendengar mempunyai pilihan cara untuk mendengarkan radio yaitu melalui perangkat yang telah terpasang di mobil dan melalui gadget masing – masing (streaming). Pilihan konten juga penting bagi pendengar karena menyesuaikan dengan tujuan dari aktivitas mendengarkan radio itu sendiri. Hadirnya teknologi radio dalam bentuk aplikasi berbasis internet dapat memengaruhi perilaku, membentuk persepsi dan mengelola tindakan khalayak.
EDUKASI TENTANG PEMBENTUKAN PERSONAL BRANDING MELALUI PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL BAGI GEN Z Hayati, Kumala; Wardani, Ayu; Suprayitno, Dede; Hartanto, Hartanto
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 7 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i7.2426-2434

Abstract

Perkembangan internet dan media sosial telah membawa generasi Z atau biasa disebut gen Z ke babak baru dalam berkomunikasi. Kedekatan gen Z dengan media sosial mempermudah mereka berkomunikasi dengan sesamanya karena mereka memang tumbuh di era teknologi. Kondisi tersebut disayangkan karena media sosial dapat memberikan manfaat lebih besar seperti membentuk personal branding.Membentuk personal branding sendiri berguna bagi siswa/i untuk mengembangkan diri sesuai bidang yang ingin digeluti terutama ketika sudah lulus. Lebih jauh, hal tersebut dapat menjadi portofolio yang membantu mereka dalam bidangnya. Sehingga, edukasi ini diperlukan siswa/i agar meningkatkan pengetahuan tentang personal branding. Lokasi pelakasanaan kegiatan berada di SMAN 34 Jakarta. Metode penyelenggaraan kegiatan adalah ceramah yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Hasil dan pembahasan adalah terjadinya komunikasi digital sebagai bentuk baru dalam berkomunikasi pada Gen Z. Hal ini turut memberi corak dalam membentuk personal branding melalui pemanfaatan media sosial. Terdapat tiga poin yang dapat diterapkan ketika membentuk personal branding: (1) menentukan niche; (2) sikap konsisten; (3) optimalisasi fitur yang ada di media sosial seperti feeds dan hashtag. Saran untuk kegiatan selanjutnya adalah adanya keberlanjutan dari pengetahuan yang sudah disampaikan dengan melakukan praktik membentuk personal branding dalam media sosial.
Interaksi Sosial Mahasiswa Generasi Z Di Instagram : Analisis Dramaturgi Sabrina, Uray Nada; Hayati, Kumala
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN Vol 13, No 2 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jmp.v13i2.12882

Abstract

SOCIAL INTERACTION OF GENERATION Z STUDENTS ON INSTAGRAM: A DRAMATURGY ANALYSISInstagram, with 84.6% of users in Indonesia, is one of the primary social media platforms for social interaction. The phenomenon of multiple account ownership is common among Generation Z (born 1997-2012), where each account has a different function, purpose, and form of interaction, creating a role-playing environment for each "stage" or account. This study aims to analyze dramaturgical practices in the social interactions of Generation Z students' Instagram accounts using Goffman's dramaturgical theory. This qualitative research uses a phenomenological approach to understand the phenomenon in depth. The results indicate the presence of dramaturgical practices in the social interactions of Generation Z students' Instagram accounts. The first account functions as a "front stage" where users showcase their best selves, maintain a positive image, and build their personal branding. Meanwhile, the second account acts as a "back stage," providing a more private and personal space for expression without social pressure. Generation Z students consciously separate public and private spaces on social media and practice dramaturgy to adapt roles based on the context and audience of each account.
Strengthening the Brand Positioning of Agroedutourism Situ Bolang in Storytelling-Based Sustainable Tourism Development in the Digital Era Putri, Sindy Yulia; Cahyani, Intan Putri; Hayati, Kumala; Chandra, Bastian; Syadewa, Ian
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 8 No 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jep.v8i3.10747

Abstract

Based on previous research, Situ Bolang is well-suited for the application of the agroedutourism concept. This article explores how the internet can enhance Situ Bolang tourism's public recognition through digital storytelling, which necessitates a compelling narrative to showcase its advantages and attract the interest of potential visitors to visit Situ Bolang. Moreover, the internet has developed digital platforms that can be utilised to enhance the brand positioning of the Situ Bolang agroedutourism area through storytelling. Therefore, the research problem raised is strengthening the brand positioning of Situ Bolang agroedutourism in developing sustainable tourism based on storytelling using digital platforms. In terms of research methodology, this study employed both experimental and participant observation methods. Each approach utilises a SWOT analysis to describe the storytelling strategy. First, a data-driven storytelling strategy describes the strengths and advantages of using the Agroedutourism concept. Second, the philanthropic storytelling strategy explains the development of the idea into a tourist destination that the whole family can visit. Third, a customer-led storytelling strategy addresses the existing threat related to damaged road access. The implementation of all three strategies, as showcased in a YouTube video featuring a character named Bastian, highlights the uniqueness, facilities, and attractions to enjoy at Situ Bolang, as well as conducting interviews to gather testimonials from visitors. This condition certainly strengthens Situ Bolang's brand positioning as a suitable destination for families, thanks to the numerous activities available.