Claim Missing Document
Check
Articles

Harga Diri dan Kepercayaan Diri Laki-laki Dewasa Pengguna Tinder Tasya, Thimy Kania; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.15718

Abstract

This research comes from the background of technology advancements in multiple aspects that is currently growing at a rapid pace, including an aspect of communication that initially required a direct, face-to-face communication became much simpler due to the presence of social media. Social media in itself has many functions, with the focus in this research being a tool of romance, with the example being Tinder, the dating application with the majority of it’s demographics being men. This research aims to quantify the self esteem and confidence of men using Tinder. This research uses the method of phenomenology with a qualitative approach of the self esteem and confidence of men using Tinder. The theory used is intrapersonal communication, the reason behind the usage is that the theory itself has become the benchmark in determining the core explanation of the concept of self esteem and confidence. To support this research, another theory was used which was the theory of social media and the definition,computer mediated communication and the motives behind Tinder. The results show that adult men that uses Tinder have a certain level of security regarding their self esteem, with many seems to think that it stems from already determining their own identity acquired by reaching maturity. By having a sufficient or higher self esteem, the participants correlated having the self confidence to being secure. Penelitian ini dilatar belakangi kemajuan teknologi yang saat ini semakin pesat di segala aspek termasuk aspek komunikasi yang dulunya mengharuskan komunikasi tatap muka menjadi lebih mudah karena adanya media sosial. Fungsi media sosial begitu banyak termasuk mencari relasi atau pasangan melalui applikasi kencan yang salah satunya adalah Tinder, applikasi kencan yang menggunakan fitur swipe yang saat ini paling mendominasi di Indonesia ataupun di dunia. Pengguna Tinder didominasi oleh laki - laki dewasa. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah  untuk mengetahui harga diri dan kepercayaan diri laki - laki dewasa pengguna Tinder. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualititatif dengan metode fenomenologi pada harga diri dan kepercayaan diri laki - laki dewasa pengguna Tinder. Teori yang gunakan didalam penelitian ini adalah komunikasi interpersonal dikarenakan menggunakan Tinder ada komunikasi dua arah satu sama lain dan juga komunikasi intrapersonal dimana yang menjadi patokan di penelitian ini karena hal yang diteliti letaknya ada dikomunikasi intrapersonal dengan penjelasan lengkap konsep dan mendalam di harga diri dan kepercayaan diri. Untuk memperkuat hasil penelitian ini Adapun teori lain yang digunakan yaitu media sosial beserta fungsinya dan penjelasan tentang Tinder itu sendiri dimulai dari definisi, dan motif menggunakan Tinder dan juga Computer Mediated Communication. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukan bahwa laki - laki dewasa yang menggunakan Tinder memiliki harga diri yang baik dikarenakan sudah matang secara mental dan partisipan merasa telah memiliki semua aspek yang mendukung harga diri yang baik yang diperoleh seiring pendewasaan usia mereka. Harga diri partisipan yang baik selaras dengan kepercayaan dirinya.
Fenomena Padel dan Pembentukan Identitas Sosial Gen Z di Indonesia Ratulie, Jevelin Virgin; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Kiwari Vol. 5 No. 1 (2026): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v5i1.36986

Abstract

This study examines the phenomenon of padel, sporting activity, as an emerging lifestyle practice among Generation Z in Indonesia and its role in shaping social identity. Using a qualitative phenomenological approach, the research explores the lived experiences of seven Gen Z padel players in urban settings. The findings reveal that padel is perceived not merely as a recreational sport but as a marker of modern identity, social belonging, and digital self-presentation. Social media plays a central role in introducing padel, reinforcing its symbolic value, and enabling the performance of identity through visual representation. Padel also functions as a social arena that facilitates interpersonal connection, community formation, and network expansion. Additionally, the activity serves as a means of emotional regulation, supporting Gen Z's efforts to manage stress and maintain psychological well-being. The study highlights how global cultural flows, digital communication, and lifestyle aspirations converge to position padel as a symbolic and socially meaningful practice within the everyday lives of Indonesian Gen Z. Penelitian ini menganalisis fenomena olahraga padel sebagai praktik gaya hidup yang berkembang di kalangan Generasi Z di Indonesia serta perannya dalam pembentukan identitas sosial. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, penelitian ini menggali pengalaman hidup tujuh pemain padel Gen Z di kawasan urban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padel dipahami bukan semata sebagai olahraga rekreasi, tetapi sebagai penanda identitas modern, keanggotaan sosial, dan representasi diri di ruang digital. Media sosial berperan penting dalam memperkenalkan padel, memperkuat nilai simboliknya, serta memfasilitasi performativitas identitas melalui representasi visual. Padel juga menjadi ruang sosial untuk membangun kedekatan, membentuk komunitas, dan memperluas jejaring. Selain itu, aktivitas ini berfungsi sebagai mekanisme regulasi emosi yang membantu Gen Z mengelola tekanan hidup dan menjaga kesejahteraan psikologis. Temuan penelitian memperlihatkan bagaimana arus budaya global, komunikasi digital, dan aspirasi gaya hidup berinteraksi dalam menjadikan padel sebagai praktik simbolik yang bermakna dalam kehidupan Gen Z di Indonesia.