Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Beban Kerja terhadap Stress Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Cahyati, Peni; Kartilah, Tetet; Djamiatul, Heri; Hartono, Dudi; Adini , Syaukia
Media Informasi Vol. 20 No. 2 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v20i2.637

Abstract

Pelayanan rumah sakit dituntut meningkatkan mutu dan kualitas dalam menunjang kesehatan individu dan masyarakat, Mutu pelayanan rumah sakit sangat di pengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya yang paling dominan adalah sumber daya manusia dan salah satunya adalah tenaga perawat. Perawat dituntut untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada pasien, beban  tugas perawat yang meningkatka  dapat menyebabkan timbulnya stres. Stres kerja yang muncul dan tidak ditangani dengan baik tentu akan berdampak, baik bagi fisiologis, psikologis maupun sikap. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh beban kerja terhadap stress kerja, dengan jumlah sampel 60 orang perawat yang bekerja di ruang rawat inap. Metode penetian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan jenis penelitian asosiatif kausal dengan jenis data kuantitatif, menggunakan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Hasil penelitian ini adalah beban kerja dan stres kerja perawat dalam katagori sedang dan ada pengaruh antara beban kerja terhadap stres kerja
PENERAPAN TEKNIK BUTTERFLY HUG UNTUK MENGATASI KECEMASAN PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PURBARATU TASIKMALAYA: APPLICATION OF THE BUTTERFLY HUG TECHNIQUE TO OVERCOME ANXIETY IN HYPERTENSIVE PATIENTS AT THE PURBARATU TASIKMALAYA HEALTH CENTER Riyana, Asep; Paridah, Ishmah Nur; Hartono, Dudi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol. 25 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 25 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1465

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit serius yang dikenal sebagai silent killer karena dampak yang ditimbulkannya dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan psikologis. Di Indonesia, presentase hipertensi di tahun 2018 mencapai 34% yang dimana hipertensi ini seringkali dipicu oleh stress dan cemas yang berlebihan. Kecemasan berlebihan dapat menjadi faktor risiko meningkatnya tekanan darah pada pasien hipertensi. Untuk meminimalisir terjadinya komplikasi pada penderita hipertensi yaitu dengan mengatasi kecemasannya menggunakan teknik butterfly hug. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menggambarkan karakteristik klien, menggambarkan tingkat kecemasan klien, dan menggambarkan penerapan teknik butterfly hug dalam mengatasi kecemasan. Teori yang mendasari penelitian ini diantaranya adalah konsep hipertensi, konsep kecemasan, dan konsep teknik butterfly hug. Metode penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilakukan selama 5 hari pada dua klien, hasil penelitian menunjukkan tingkat kecemasan sebelum diberi terapi pada klien 1 dan klien 2 berada dalam tingkat kecemasan sedang. Setelah diberi terapi, tanda gejala klien 1 dan klien 2 mengalami penurunan menjadi tingkat kecemasan ringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh dari penerapan teknik butterfly hug terhadap penurunan tanda gejala kecemasan. Disarankan bagi pasien hipertensi dengan kecemasan dapat menerapkan teknik butterfly hug ini untuk membantu menurunkan tingkat kecemasannya.
Pemanfaatan Whatsapp Sebagai Media Pembelajaran di Sma Negeri 1 Panggarangan, Lebak, Banten Hartono, Dudi
Marcommers : Jurnal Marketing Communication and Advertising Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/marcommers.v13i2.33520

Abstract

Kehadiran media sosial telah mengubah pola komunikasi masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan. WhatsApp sebagai salah satu media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi para siswa di SMA Negeri 1 Panggarangan, Lebak, Banten. Metode blended learning, yaitu yaitu metode pembelajaran yang menggabungkan sistem pembelajaran berbasis kelas (face-to face) dan pembelajaran berbasis e-learning yaitu dengan memanfaatkan WhatsApp memungkinkan pengguna sumber belajar online dengan tanpa meninggalkan kegiatan tatap muka.Pemanfaatan WhatsAPp sebagai pendukung keberhasilan proses belajar mengajar.
Horor sebagai Strategi Branding: Studi Semiotika pada Iklan Burger Bros Rizkiana, Feby Rahma; Hartono, Dudi; Hidayatullah, Taufik
Marcommers : Jurnal Marketing Communication and Advertising Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/marcommers.v14i1.33970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi makna horor dalam iklan Burger Bros edisi Halloween 2021 melalui pendekatan semiotik model Charles Sanders Peirce. Iklan ini memanfaatkan elemen visual seperti sosok Mak Lampir, warna gelap, tipografi tajam, serta copywriting hiperbolik bertajuk “Enak Banget, Bikin Pengen Meninggal”, yang kemudian memicu diskursus publik di ruang digital. Dengan pendekatan kualitatif dan strategi studi kasus tunggal, data dikumpulkan melalui dokumentasi visual, observasi netnografi, dan wawancara semi-struktural dengan sepuluh informan. Analisis dilakukan dengan menelaah relasi representamen, objek, dan interpretan dari setiap elemen tanda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan ini membentuk lapisan makna horor yang bersifat ambivalen dan kontekstual, mulai dari nostalgia budaya lokal, humor gelap, hingga kritik etis. Keempat elemen iklan bekerja secara sinergis membangun atmosfer horor yang tidak hanya visual, tetapi juga simbolik. Temuan ini menegaskan bahwa iklan adalah ruang negosiasi makna yang dipengaruhi oleh pengalaman dan latar budaya audiens. Secara teoretis, studi ini memperluas aplikasi semiotika Peirce dalam komunikasi pemasaran, dan secara praktis memberikan masukan strategis bagi perancang iklan yang hendak mengeksplorasi tema-tema ekstrem secara sensitif dan kontekstual.
Empowering People with Mental Disorders through Mushroom Home Kits: A Social Entrepreneurship Approach for Economic Independence Cahyati Teguh Pancani, Peni; Hartono, Dudi; Putra Giandah, Satrio; Agustina, Sonia; Ikrami Dwi Putri, Rara
International Journal Scientific and Professional Vol. 4 No. 1 (2025): December 2024 - February 2025
Publisher : Yayasan Rumah Ilmu Professor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56988/chiprof.v4i1.77

Abstract

People with mental disorders (ODGJ) often face significant stigma and limited access to economic opportunities, hindering their journey toward independence. This community-based research introduces a novel entrepreneurial model: marketing mushroom home kits explicitly designed for ODGJ. The initiative combines therapy with practical skill development by enabling participants to cultivate oyster mushrooms at home using simple tools and guided instructions. Through participatory methods, including training, mentoring, and family involvement, the project demonstrates positive psychological impacts such as improved confidence and sense of responsibility alongside tangible economic benefits. Results indicate strong market potential for mushroom-based products and enthusiastic reception from families and local communities. Despite challenges like limited technical understanding and digital access, the program shows promise in reducing social stigma and fostering sustainable micro-businesses. This study highlights the value of inclusive, low-cost entrepreneurship models that integrate mental health rehabilitation with income-generating activities, offering a replicable framework for empowering vulnerable groups.
Enhancing Cognitive Function in People with Mental Disorders Using Snakes Ladders and Crossword Puzzles Hartono, Dudi; Pancani, Peni Cahyati Teguh; Destiana, Nasha Tri; Saputri, Aprianti Dewi; Lestari, Evi Sri
International Journal Scientific and Professional Vol. 4 No. 3 (2025): June-August 2025
Publisher : Yayasan Rumah Ilmu Professor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56988/chiprof.v4i3.102

Abstract

Mental disorders often bring significant cognitive impairments, which can hinder daily functioning and the overall quality of life. This research explores the effectiveness of using Snakes and Ladders and crossword puzzles as cognitive therapy tools for individuals with mental disorders. These games, although simple, engage various cognitive processes such as memory, attention, problem-solving, and logical thinking. The study employed a pre-and post-intervention design to assess the cognitive improvements in participants who engaged in structured game-based therapy over several weeks. Before the intervention, cognitive function was evaluated using the Montreal Cognitive Assessment (MoCA), showing signs of cognitive impairment in most participants; after the therapy sessions, which included regular play of Snakes and Ladders and crossword puzzles, a significant improvement was observed in participants' cognitive abilities, with average MoCA scores rising from 18 to 22. This improvement reflected better short-term memory, concentration, and problem-solving skills. The games also fostered increased social interaction and collaboration among participants, contributing to emotional well-being and reducing anxiety. The results highlighted decreased stress and anxiety, as participants reported feeling more relaxed and engaged after several sessions. The study concludes that cognitive therapy based on simple, accessible games like Snakes and Ladders and crossword puzzles can effectively enhance cognitive function, reduce anxiety, and improve social skills in people with mental disorders. The findings suggest that such game-based therapy could be a valuable, low-cost alternative to traditional cognitive remediation therapies in community settings.
PENERAPAN TEKNIK BUTTERFLY HUG UNTUK MENGATASI KECEMASAN PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PURBARATU TASIKMALAYA: APPLICATION OF THE BUTTERFLY HUG TECHNIQUE TO OVERCOME ANXIETY IN HYPERTENSIVE PATIENTS AT THE PURBARATU TASIKMALAYA HEALTH CENTER Riyana, Asep; Paridah, Ishmah Nur; Hartono, Dudi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1465

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit serius yang dikenal sebagai silent killer karena dampak yang ditimbulkannya dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan psikologis. Di Indonesia, presentase hipertensi di tahun 2018 mencapai 34% yang dimana hipertensi ini seringkali dipicu oleh stress dan cemas yang berlebihan. Kecemasan berlebihan dapat menjadi faktor risiko meningkatnya tekanan darah pada pasien hipertensi. Untuk meminimalisir terjadinya komplikasi pada penderita hipertensi yaitu dengan mengatasi kecemasannya menggunakan teknik butterfly hug. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menggambarkan karakteristik klien, menggambarkan tingkat kecemasan klien, dan menggambarkan penerapan teknik butterfly hug dalam mengatasi kecemasan. Teori yang mendasari penelitian ini diantaranya adalah konsep hipertensi, konsep kecemasan, dan konsep teknik butterfly hug. Metode penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilakukan selama 5 hari pada dua klien, hasil penelitian menunjukkan tingkat kecemasan sebelum diberi terapi pada klien 1 dan klien 2 berada dalam tingkat kecemasan sedang. Setelah diberi terapi, tanda gejala klien 1 dan klien 2 mengalami penurunan menjadi tingkat kecemasan ringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh dari penerapan teknik butterfly hug terhadap penurunan tanda gejala kecemasan. Disarankan bagi pasien hipertensi dengan kecemasan dapat menerapkan teknik butterfly hug ini untuk membantu menurunkan tingkat kecemasannya.
APPLICATION OF PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION THERAPY AND SPIRITUAL DZIKIR THERAPY IN PATIENTS WITH ANXIETY DUE TO HYPERTENSION Fitriani, Silvi Alviani; Riyana, Asep; Kustiawan, Ridwan; Hartono, Dudi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i2.1695

Abstract

ABSTRAKKecemasan adalah gangguan psikologis yang paling sering dirasakan oleh semua orang. Kecemasan biasanya disertai dengan perasaan takut, gelisah, dan terkadang atanpa penyebab yang jelas. Kecemasan lebih banyak terjadi pada penderita hipertensi, karna penderita hipertensi sering menghawatirkan dampak dari hipertensi. Penanganan cemas pada penderita hipertensi dapat dilakukan dengan cara non farmakologi yaitu dengan terapi progressive muscle relaxation dan terapi spiritual dzikir. Tujuan dari studi kasus ini untuk menggambarkan proses asuhan keperawatan, menggambarkan pelaksanaan tindakan terapi dan menggambarkan respon dan perubahan terhadap penurunan tanda gejala kecemasan. Metode karya tulis ilmiah ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus subjek adalah 2 penderita hipertensi yang mengalami kecemasan. Pelaksanaan dimulai tanggal 26 Maret 2024, 28-30 Maret 2024 dan pada tanggal 01 April 2024. Hasil evaluasi selama 5 hari menunjukkan bahwa kedua pasien mengalami penurunan sebanyak 9 tanda gejala pada klien 1 dan 10 penurunan tanda gejala pada klien 2. Dapat disimpulkan berdasarkan hasil penelitian terapi progressive muscle relaxation dan terapi spiritual dzikir efektif dalam menurunkan tanda gejala kecemasan dan meningkatkan kemampuan klien dalam menangani kecemasan. Saran untuk klien agar dapat melakukan terapi secara mandiri setiap klien merasa cemas.Kata Kunci : Hipertensi, kecemasan, terapi progressive muscle relaxation, terapi spiritual dzikir
PENERAPAN TEKNIK MENGHARDIK DAN TERAPI AFIRMASI POSITIF PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI PENDENGARAN Pamungkas, Tryan Bayu; Riyana, Asep; Hartono, Dudi
Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Vol 21, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jkki.v21i2.16876

Abstract

Based on data from the Sindangkasih Health Center, the number of cases of severe mental disorders, namely schizophrenia, is 43 cases from all cases of mental disorders. This case study is to determine the effectiveness of the application of rebuke therapy and positive affirmation therapy on hallucinations in patients with sensory perception disorders: Auditory Hallucinations. Schizophrenia is a neurological disease that affects the patient's perception, way of thinking, language, emotions, and social behavior. Hallucinations are a condition where an individual loses the ability to distinguish between stimuli (thoughts) and external stimuli (the outside world). The method used in this Scientific Paper is qualitative in the form of a comparative case study on two respondents. The implementation of this case study was carried out by means of a home visit to the homes of both respondents, the interventions given were in the form of rebuke techniques and positive affirmation therapy for 5 days of nursing to reduce the signs and symptoms of hallucinations. There was a decrease in signs and symptoms in both respondents after being given intervention, signs and symptoms in client 1 decreased from the initial 24 to 11, while in client 2 decreased from the initial 33 to 24. The technique of reprimanding and positive affirmation therapy is very influential in reducing signs and symptoms of hallucinations, this intervention can be done independently or assisted by family. Suggestions for the provision of reprimanding techniques and positive affirmation therapy can be further increased as an effort to control hallucinations.
Optimalisasi Peran Kader Posbindu Melalui Psikoedukasi dalam Pengendalian Penyakit Hipertensi di Kelurahan Nagarasari Wilayah Kerja Puskesmas Cigeureung Kota Tasikmalaya Cahyati, Peni; Hartono, Dudi; Arifin, Unang
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.12447

Abstract

Angka kejadian hipertensi di Indonesia dari tahun ke tahun terjadi peningkatan termasuk di Jawa Barat dan juga di Kota Tasikmalaya. Peningkatan ini harus mendapatkan perhatian yang serius karena hipertensi di Indonesia menjadi kontributor tunggal utama terjadinya penyakit jantung, gagal ginjal dan stroke. Hipertensi merupakan resiko utama terjadinya stroke secara mendadak dan dapat berakhir dengan kematian atau kecacatan yang menetap, Seseorang yang mengalami stroke produktivitas dan kualitas hidupnya akan menurun, bahkan klien akan menjadi sangat bergantung pada keluarga atau orang - orang di dekatnya. Pemberdayaan masyarakat dengan penguatan posbindu diaharapkan menjadi salah satu upaya untuk menekan kejadian hipertensi. Kader posbindu dengan dukungan petugas puskesmas dapat mengembangkan kegiatan yang bersifat promotive dan preventif. Sebanyak 25 orang kader yang mewakili 22 posbindu/ posyandu lansia di  Kelurahan Nagarasari wilayah kerja Puskesmas Cigeureung Kota Tasikmalaya menjadi peserta pelatihan pengendalian hipertensi melalui psikoedukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan dalam rangkaian program pengabdian kepada masyarakat IPTEKS bagi masyarakat (IbM) Politeknik Kesehatan Tasikmalaya. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September 2023. Hasil pelatihan menunjukkan skor pengetahuan kader tentang pengendalian hipertensi naik sebesar 3,08 poin dibandingkan sebelumnya. Hasil uji normalitas data kedua variable berdistribusi normal maka menggunakan uji parametrikPaired-T test. Hasil uji Paired-T didapatkan nilai ρ = 0,000 (ρ < 0,05), maka H0 ditolah, dan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pengetahuan sebelum dan setelah intervensi. Terjadi kenaikan rata-rata skor pengetahuan setelah dilakukan intervensi penyuluhan sebesar 3,08 poin. Diharapkan setelah diberikan pembekalan maka kader posyandu lansia akan berkontribusi dalam peningkatan pengetahuan masyarakat khususnya lansia tentang hipertensi melalui kegiatan penyuluhan, pemeriksaan tekanan darah, kunjungan rumah. Kesimpulannya adalah ada peningkatan pengetahuan kader posyandu lansia tentang pengendalian hipertensi sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan