Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengembangan E-Modul Pembelajaran Pewarnaan Rambut Single Application Menggunakan Model ADDIE bagi Mahasiswa Tata Rias dan Kecantikan Universitas Negeri Padang Renaldi, Bunga Cita; Rahmi Oktarina
Journal of Educational Administration and Leadership Vol. 5 No. 3 (2025): Vol 5 Issue 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeal.v5i3.559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul pada materi teknik Single Application untuk mahasiswa Tata Rias dan Kecantikan menggunakan model ADDIE, yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan konten, pengembangan media digital, implementasi, dan evaluasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa e-modul berada pada kategori Layak dari ahli materi dan Sangat Layak dari ahli media. Uji praktikalitas menghasilkan skor 86%, menunjukkan bahwa e-modul mudah digunakan, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Selain itu, peningkatan nilai pretest ke posttest mengindikasikan bahwa penggunaan e-modul efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa, baik pada aspek teori maupun praktik teknik Single Application. Secara keseluruhan, e-modul yang dikembangkan mampu menjadi alternatif bahan ajar digital interaktif yang mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa.
Pelatihan professional English for educators untuk meningkatkan world-class teaching competences bagi guru SMPN 9 Payakumbuh Melda Mahniza; Rahmi Oktarina; Fani Keprila Prima; Indra Saputra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35223

Abstract

AbstrakPerkembangan pendidikan abad ke-21 menuntut guru memiliki kompetensi yang adaptif, termasuk penguasaan bahasa Inggris profesional untuk mengakses sumber belajar global dan mengadopsi inovasi pembelajaran internasional. Namun, guru di SMPN 9 Payakumbuh masih menghadapi keterbatasan dalam menguasai bahasa Inggris pedagogik, sehingga berdampak pada rendahnya pemanfaatan referensi global dan kurangnya adaptasi desain pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan generasi Z. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan world-class teaching competences guru melalui Pelatihan Professional English for Educators (PEE). Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 25–26 Juli 2025 dengan 20 guru sebagai peserta pelatihan. Metode kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Pelatihan difokuskan pada dua aspek utama yaitu peningkatan kemampuan memahami teks akademik, menyusun instruksi pembelajaran dalam bahasa Inggris, serta pemanfaatan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) seperti Grammarly dan ChatGPT untuk mendukung pengembangan materi dan evaluasi pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru dalam penggunaan bahasa Inggris profesional, kepercayaan diri dalam berkomunikasi di kelas, serta keterampilan memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pembelajaran. Meskipun masih terdapat kendala waktu praktik dan kelancaran berbicara, pelatihan ini telah memberikan fondasi awal yang kuat bagi guru untuk meningkatkan kompetensi pengajaran berstandar global. Kegiatan ini disarankan untuk dilanjutkan melalui pendampingan berkelanjutan serta pengembangan komunitas belajar internal agar manfaatnya lebih luas dan berkesinambungan. Kata Kunci: AI; competence; educators; pembelajaran; professional english,. AbstractThe development of 21st-century education requires teachers to possess adaptive competencies, including professional English proficiency that enables them to access global learning resources and adopt international instructional innovations. However, teachers at SMPN 9 Payakumbuh still face limitations in mastering pedagogical English, which has resulted in the low utilization of global references and limited adaptation of instructional designs that align with the needs of Generation Z learners. This community service program aims to enhance teachers’ world-class teaching competences through the Professional English for Educators (PEE) Training. The program was implemented on 25–26 July 2025 and involved 20 teachers as participants. The implementation consisted of several stages, namely socialization, training, technology application, mentoring, and evaluation. The training focused on two main aspects: improving teachers’ ability to comprehend academic texts and develop instructional guidelines in English, as well as utilizing Artificial Intelligence (AI)–based tools such as Grammarly and ChatGPT to support the development of teaching materials and learning assessments. The results indicate improvements in teachers’ understanding of professional English, confidence in classroom communication, and skills in using digital technologies to support teaching and learning. Although challenges remained—particularly limited practice time and fluency in speaking—the training provided a strong initial foundation for teachers to enhance their global-standard teaching competence. It is recommended that this program be continued through sustained mentoring and the establishment of internal learning communities to ensure broader and long-term benefits. Keywords: AI; competence; educators; learning; professional english.
Edukasi ketahanan mental generasi muda: program pengabdian untuk pencegahan bunuh diri Indra Saputra; Rahmiati Rahmiati; Hayatunnufus Hayatunnufus; Febri Silvia; Rahmi Oktarina; Elviza Yeni Putri; Melda Mahniza
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23593

Abstract

AbstrakLatarbelakang kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya fenomena bunuh diri di kalangan generasi muda menjadi isu global dan juga menjadi isu yang terus meningkat di Indonesia. Fenomena ini disebabkan oleh masalah kesehatan mental remaja yang disebabkan tekanan akademis, masalah keluarga, kesulitan hubungan sosial, serta pengaruh negatif media sosial. Masalah selanjutnya juga terkait dengan kurangnya dukungan psikososial dan ketidakmampuan mengelola stres bagi remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait kesehatan mental remaja untuk mencegah terjadinya bunuh diri. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi dan praktik. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang dengan latar belakang profil dan daerah asal yang beragam. Kegiatan mencakup persiapan, pelaksanaan dan evaluasi yang mencakup antara lain penyampaian materi edukasi, diskusi dan tanya jawab, pendampingan dalam penyusunan rencana strategis pencegahan bunuh diri dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan mendeskripsikan bahwa seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan dapat memahami substansi kegiatan dengan baik. Hasil berikutnya adalah peserta dapat menyusun rencana strategis pencegahan bunuh diri yang dapat diimplementasikan dalam konteks individu maupun masyarakat. Rencana strategis pencegahan tersebut antara lain program pelatihan ketahanan mental di sekolah, sistem pendukung peer counselor (konselor sebaya), kampanye kesadaran kesehatan mental, workshop orang tua dan guru, layanan konseling terintegrasi, program edukasi dan latihan mindfulness, pusat informasi dan dukungan kesehatan mental, program ekstrakurikuler yang menunjang kesehatan mental. Secara keseluruhan, tujuan kegiatan edukasi ini dapat dicapai dengan maksimal. Terakhir, saran yang dapat diberikan adalah agar program pendampingan yang sejalan dapat diberikan secara berkala dan berkelanjutan. Kata kunci: edukasi; ketahanan mental; generasi muda; bunuh diri. Abstract The background of this community service activity is the increasing phenomenon of suicide among young people, which has become a global issue and is also rising in Indonesia. This phenomenon is caused by mental health problems among teenagers due to academic pressure, family issues, social relationship difficulties, and the negative influence of social media. Additionally, there is a lack of psychosocial support and an inability to manage stress among teenagers. This community service activity aims to provide education related to teenage mental health to prevent suicide. The methods used in this activity include delivering educational materials, discussions and Q&A sessions, assistance in formulating strategic suicide prevention plans, and activity evaluation. The results of the activity indicate that all participants could follow the activity well and understand its substance. Furthermore, the participants were able to develop strategic suicide prevention plans that can be implemented on both individual and community levels. These strategic prevention plans include mental resilience training programs in schools, peer counselor support systems, mental health awareness campaigns, workshops for parents and teachers, integrated counseling services, education and mindfulness training programs, mental health information and support centers, and extracurricular programs that support mental health. Overall, the educational objectives of this activity were successfully achieved. Finally, it is recommended that similar supportive programs be provided regularly and continuously. Keywords: education; mental resilience; young generation; suicide.
Pengembangan Media E-Comic Dengan Pendekatan CTL Berbasis Cerita Rakyat Bengkulu Selatan Dalam Meningkatkan Kecerdasan Naturalis Siswa Kelas IV Oktarina, Rahmi; Muktadir, Abdul; Gumono
Jurnal Kajian Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2026): Maret
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/kapedas.v5i1.46609

Abstract

This study aimed to develop, assess the feasibility, examine user responses, and determine the effectiveness of an E-Comic learning medium designed using the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach and based on South Bengkulu folktales to enhance the naturalist intelligence of Phase B students in Grade IV at SDN 4 Bengkulu Selatan. This research employed a Research and Development (R&D) design using the ADDIE model. Both quantitative and qualitative data were collected through interviews, needs analysis questionnaires, tests, expert validation sheets, and user response questionnaires. The findings indicate that the developed E-Comic is feasible for use as a learning medium in the Grade IV Indonesian Language subject. Validation results from material, design, and language experts met valid criteria. User responses were highly positive, as shown by the teacher questionnaire results categorized as very good, and student responses also falling into the very good category. The E-Comic was proven effective in improving students’ naturalist intelligence, as indicated by the implementation class achieving an N-Gain score of 0.635. This demonstrates a significant difference between pre-test and post-test scores in the class that used the E-Comic at SD Negeri 4 Bengkulu Selatan.