Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Reducing the Intensity of First Stage Labor Pain through Therapeutic Communication Fitria, Aida; Suriyani, Elvi; Savitri, Meli; Ningrum, Allania Hanung Putri Sekar
International Journal of Nursing Information Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Qualitative and Quantitative Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58418/ijni.v2i1.66

Abstract

The direct causes of maternal death during childbirth are bleeding, infection, and eclampsia. Within bleeding and infection as causes of death, deaths due to infected abortion and prolonged labor are also included. Meanwhile, one of the causes of prolonged labor is tension and fear, which aggravates labor pain and ultimately slows down the birth of the baby. One method of non-pharmacological pain control is through nursing communication, namely therapeutic communication. This research aims to determine the effect of implementing therapeutic communication in efforts to reduce the intensity of labor pain in the first stage. This research method is an analytical survey method that uses one group pretest-posttest. The total sample was 25 maternal patients giving birth. Data analysis used the paired sample t-test. The study's results showed a significant difference in the intensity of pain in the first stage of labor before and after the therapeutic communication intervention was given. Therapeutic communication can strengthen the relationship between the midwife and the mother in cases of the intensity of first-stage labor pain, increase the mother's understanding, encourage emotional expression, and reduce worry and anxiety. Based on evidence of the effectiveness of research data, this research contributes to recommending therapeutic communication as a non-pharmacological strategy for overcoming tension and fear that aggravate labor pain.
DAMPAK ANEMIA KEHAMILAN TERHADAP PERDARAHAN POST PARTUM Indah Risnawati; Allania Hanung PSN
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 6, No 3 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perdarahan postpartum akibat Atonia uteri  merupakan salah satu penyebab terbesar pada kematian ibu di Indonesia. Hal  ini diperberat dengan  kondisi ibu hamil yang mengalami anemia saat kehamilannya, anemia dalam kehamilan yang sering disebabkan oleh defisiensi zat besi prevalensinya masih cukup tinggi di Indonesia. Anemia dalam kehamilan yang merupakan rendahnya kadar hemoglobin dalam darah diduga menjadi faktor yang dapat memengaruhi terjadinya perdarahan postpartum.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan jumlah perdarahan postpartum pada ibu hamil yang menderita anemia dan tidak anemia, subjek dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang akan melahirkan di 2 BPM yaitu BPM Rohmah dan Sri Mulyani, dengan metode cross sectional yaitu dengan mengukur kadar hemoglobin ibu saat awal proses persalinan dan mengukur jumlah perdarahan  2 jam postpartum dengan jumlah kehilangan darah menggunakan bengkok dan  mengukur tekanan darah systole dan diastole kemudian hasil dari 2 pengukuran akan dianalisis.Pada penelitian didapatkan hasil tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara anemia dan perdarahan, perdarahan dan penurunan tekanan darah, karena responden pada penelitian ini hanya ditemukan anemia ringan. Peningkatan deteksi  anemia pada ibu hamil sedini mungkin menjadi salah satu upaya menurunkan kematian ibu akibat perdarahan post partum.
HUBUNGAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG REMAJA DI SMP BHINEKA KARYA Allania Hanung Putri Sekar Ningrum; Mega Puspita Ria
Jurnal Kebidanan VOLUME 11. No.02, Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v11i02.357

Abstract

ABSTRAK                           Kesehatan reproduksi merupakan permasalahan yang terjadi pada remaja saat ini. Permasalahan tersebut diantaranya berupa hubungan seks diluar nikah, putus sekolah karena kehamilan, aborsi, dan terinfeksi HIV/ AIDS. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi terhadap perilaku menyimpang remaja di SMP. Populasi penelitian ini berjumlah 80 orang siswa  dan diperoleh 30 siswa dipilih secara acak dari berbagai tingkat  kelas sebagai sampel penelitian. Sumber data meliputi data primer dan data sekunder. Pengambilan data melalui teknik kuesioner. Analisa data pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas memiliki pengetahuan baik yaitu 27 responden (90%). Perilaku menyimpang remaja mayoritas memiliki perilaku tidak menyimpang yaitu 28 responden (93,3%). Hasil analisis dengan fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p value 0,007<0,05 sehingga menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi terhadap perilaku menyimpang  remaja di SMP Bhineka Karya. Nilai OR 25,0 artinya responden dengan pengetahuan cukup beresiko berperilaku menyimpang 25 kali lebih besar dibandingkan responden dengan pengetahuan baik.Kata kunci: Kesehatan reproduksi, Pengetahuan, Perilaku Menyimpang RemajaRELATIONSHIP  REPRODUCTIVE HEALTH KNOWLEDGE TO ADOLESCENT DEVIANT BEHAVIOR AT BHINEKA KARYA MIDDLE SCHOOL.ABSTRACTReproductive health is a problem in adolescents today. These problems include sexual relations without marriage, dropping out of school due to pregnancy, abortion, and HIV / AIDS. The study aims is to determine the relationship of reproductive health knowledge to adolescent deviant behavior in junior high school. The population of study is 80 students, and 30 students were randomly selected from various grade levels. Data sources include primary data and secondary data. Retrieval of data through questionnaire techniques. Analysis of the data in this study is quantitative with bivariate analysis techniques. The results showed that the majority had good knowledge, namely 27 respondents (90%). Deviant behavior of the majority of adolescents has non-deviant behavior ie 28 respondents (93.3%).The results of the analysis with the Fisher's Exact Test showed a p value of 0.007 <0.05  so to show that is a relationship between reproductive health knowledge and the deviant behavior of adolescents in first Bhineka Karya Middle School. The OR value of 25.0 means that respondents with sufficient knowledge are at risk of deviant behavior 25 times greater than respondents with good knowledge. Keyword: Reproduction health, knowledge, adolesecent deviant behaviour.
PENGARUH HYPNOBREASTFEEDING TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU BAYI USIA ?6 BULAN DI KECAMATAN SAMBI Allania Hanung Putri Sekar Ningrum; Dewi Yuliana
Jurnal Kebidanan VOLUME 12. NO.02, DESEMBER 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v12i02.392

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang penelitian ini adalah pentingnya pemberian ASI eksklusif pada bayi. Berdasarkan data UNICEF, ASI eksklusif dapat mengurangi kematian bayi hingga 1,3 juta pertahun. Namun demikian, di Boyolali angka cakupan pemberian ASI eksklusif masih rendah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah dengan memberikan hypnobreastfeeding kepada ibu menyusui. Hypnobreastfeeding dapat meningkatkan produksi ASI, karena afirmasi positif yang diberikan kepada ibu  menyusui dapat mengurangi kecemasan yang menjadi faktor penghambat produksi ASI. Metode penelitan ini Quasi Eksperimen One Group Pretest Posttest. Populasi 16 desa dengan teknik pengambilan sampel Cluster Sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan pengamatan dengan alat ukur yang digunakan adalah kuesioner tentang kecukupan ASI dengan menilai indikator ibu dan anak dan bahan penelitian yang digunakan adalah file Mp3 hypnobreastfeeding. Pengujian hipotesis menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil  penelitian ini didapat  Z scor = -3,436 dengan p-value (Asymp. Sig 2 tailed sebesar 0,001) dengan ketentuan batas kritis penelitian 0,05 sehingga terdapat pengaruh hypnobreastfeeding terhadap produksi ASI pada ibu bayi usia ?6. Kata Kunci : ASI eksklusif, Hypnobreasfeeding, Produksi.                    THE EFFECT OF HYPNOBREASTFEEDING ON BREAST MILK PRODUCTION IN INFANT MOTHER ?6 MONTHS IN SAMBI DISTRICTABSTRACTThe background of this study is the importance of exclusive breastfeeding for infants. Based on UNICEF data, exclusive breastfeeding can reduce infant mortality up to 1.3 million per year. However, in Boyolali the coverage rate for exclusive breastfeeding is still low. One of the efforts that can be made to increase milk production is to provide hypnobreastfeeding to breastfeeding mothers. Hypnobreastfeeding can increase milk production, because positive affirmations given to breastfeeding mothers can reduce anxiety which is an inhibiting factor in milk production. This research method is Quasi Experiment One Group Pretest Posttest. The population was 16 villages using cluster sampling technique. The type of data used is primary data with data collection techniques through interviews and observations with the measuring instrument used is a questionnaire about the adequacy of breast milk by assessing indicators of mother and child and the research material used is hypnobreastfeeding Mp3 files. Hypothesis testing uses the Wilcoxon statistical test. The results of this study obtained a Z score = -3,436 with a p-value (Asymp. Sig 2 tailed of 0.001) provided that the critical research limit is 0.05 so that there is an effect of hypnobreastfeeding on breast milk production in infant mothers aged ?6. Keywords: exclusive breastfeeding, hypnobreasfeeding, production
MEDIA RODA PUTAR UNTUK PENILAIAN SPONTAN TUMBUH KEMBANG ANAK allania hanung; Triani Yuliastanti; Sri Handayani; Nancy Wulan
Jurnal Kebidanan VOLUME 14. NO.01, JUNI 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v14i01.521

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Tumbuh kembang anak sangat bergantung pada asupan gizi. Di Indonesia masih ada kasus gizi buruk. Untuk mencegah hal tersebut maka perlu adanya pemantauan tumbuh kembang. Tujuan: Menganalisis perbandingan kecepatan dan ketepatan media roda putar dengan buku KIA dalam menilai spontan tumbuh kembang anak 0-2 tahun oleh Kader di Kelurahan Kambajawa. Metode: Merupakan penelitian komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi 25 orang, teknik sampling yaitu sampling kuota, sample 20 orang yang diteliti adalah Kader Posyandu. Analisis data dengan uji non parametrik. Hasil dan Pembahasan: Perbandingan kecepatan 2 media tersebut didapatkan nilai p value 0,000 yang berarti Ho ditolak dan perbandingan ketepatan 2 media tersebut didapatkan nilai p value 0,508 yang berarti Ho diterima. Penutup: Ada perbedaan kecepatan media roda putar dengan buku KIA dan tidak ada perbedaan ketepatan media roda putar dengan buku KIA untuk penilaian spontan tumbuh kembang anak 0-2 tahun di Kel. Kambajawa Kab. Sumba Timur. Bidan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam menilai tumbuh kembang untuk bisa deteksi dini komplikasi tumbuh kembang anak Kata Kunci: Kecepatan, Ketepatan, Media Pemantauan Tumbuh Kembang
Pencehan stunting dengan pemberdayaan masyarakat di Desa Sukorejo Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali Hanung, Allania; Ayushelita, Destika Putri; Suryanti, Ari; Yuliastanti, Triani; Nurhidayati, Novita; Mahmudah, Atik
Journal of Midwifery in Community Vol 1, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jmc.v1i2.79359

Abstract

Desa Sukorejo merupakan salah satu desa yang memiliki angka stunting tertinggi di wilayah Boyolali. Dari hasil analisis social yang telah dilakukan, terdapat 37 orang balita stunting. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek untuk usianya. Stunting menjadi masalah karena adanya resiko kesakitan dan kematian, serta suboptimalnya perkembangan otak, sehingga perkembangna motirik terlambat serta terlambatnya pertumbuhan mental. Berdasarkan kajian Pustaka, penanganan stunting saat ini diarahkan kepada pencegahan terjadinya, karena lebih mudah dan efisien. Salah satu cara yang digunakan untuk mencegah kejadian stunting adalah dengan pengikatan pengetahuan ibu hamil dan kader, pemberian gizi yang adekuat pada balita, dan mendekatkan layanan Kesehatan pada masyarakat. Dari hasil pengabdian masyarakat didapatkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil dan kader Kesehatan, terdistribusinya pemberian makanana tambahan untuk balita, dan adanya alat Kesehatan yang memadai untuk melakukan pos Kesehatan RT.