Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN JUS ALPUKAT DAN BUAH BIT TERHADAP PENINGKATAN KADAR HB PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA RINGAN Yuliaswati; Darmi, Salfia; Syarah , Maryam
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35594

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia WHO (World Health Organization) 2018 melaporkan bahwa 40% kematian ibu di Negara berkembang berkaitan dengan anemia pada kehamilan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa ibu hamil yang terkena anemia mencapai 40%-50% yang artinya 5 dari 10 ibu hamil mengalami anemia. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh pemberian jus alpukat dan buah bit terhadap peningkatan kadar Hb Pada  ibu hamil dengan anemia ringan. Penelitian menggunakan Studi Case Literature Review dengan jumlah responden dalam penelitian ini 2 orang ibu hamil TM I dengan Anemia ringan, penelitian ini dilakukan selama 14 hari intervensi. Hasil penelitian pada responden pertama yang diberikan Intervensi tablet fe dan jus buah alpukat terdapat peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester I di PMB Y tahun 2023 dimana hasil dari kenaikan Hb yaitu dari 10,5 gr/dl menjadi 11,3 mg/dl, terdapat kenaikannya sebesar 0,8 mg/dl dan keluhan yang di rasakan sudah tidak ada. Responden kedua diberikan Tablet Fe dan Jus Buah Bit, didapatkan peningkatan kadar Hb yaitu dari 10,4 gr/dl menjadi 11,8 gr/dl terdapat kenaikannya sebesar 1,4 mg/dl dan keluhan sudah tidak ada. Dapat disimpulkan bahwa intervensi tablet fe dan Jus Buah Bit memiliki kenaikan lebih besar dibandingkan dengan intervensi tablet fe dan jus buah alpukat dalam peningkatan HB pada Ibu Hamil TM I. Dari hasil tersebut disarankan ibu hamil untuk mengkonsumsi Jus Buah Bit dan Tablet Fe untuk meningkatkan kadar Hemoglobin.
PENGARUH PEMBERIAN SUSU KEDELAI DAN EKSTRAK DAUN KATUK TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI RS B JAKARTA TIMUR TAHUN 2024 HANDAYANI MAULANY, WULAN PUSA; Darmi, Salfia; Yolandia, Rita Ayu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36681

Abstract

Menyusui merupakan investasi terbaik untuk meningkatkan derajat kesehatan, perkembangan sosial, serta ekonomi individu. Banyak faktor yang dapat menyebabkan terputusnya pemberian ASI. Selain itu disebutkan bahwa masih rendahnyal cakupan ASIl juga disebabkanl oleh produksil ASI yangl kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberianl susu kedelail dan ekstrak daun katuk terhadapl peningkatan produksi asil pada ibul menyusui dil RS B Jakarta Timur Tahunl 2024. Penelitian menggunakan pendekatanl studi kasusl (Case Study) yang mana terdiri dari 2 responden. Hasil asuhan kebidanan didapatkan padal responden 1 yang di berikan intervensi susu kedelai awal produksi ASI 5ml dalam 24 jam (ASI sedikit), pada hari ke-3 pemberian intervensi produksi ASI meningkat menjadi 360ml dalam 24 jam (ASI banyak), pada hari ke-7 pemberian intervensi produksi ASI meningkat menjadi 480ml dalam 24 jam (ASI banyak)  dan pada hari ke-10 pemberian intervensi produksi ASI meningkat menjadi 900ml dalam 24 jam (ASI banyak). Responden 2 yang diberikan intervensi ekstrak daun katuk, awal produksi ASI 10ml dalam 24 jam (ASI cukup), pada hari ke-3 pemberian intervensi produksi ASI meningkat 360ml dalam 24 jam (ASI banyak), pada hari ke-7 pemberian intervensi produksi ASI meningkat menjadi 540ml dalam 24 jam (ASI banyak) dan pada hari ke-10 pemberian intervensi produksi ASI meningkat menjadi 840ml dalam 24 jam (ASI banyak). Didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan dalam jumlah produksi ASI yang dihasilkan dalam pemberian intervensi susu kedelai dan ekstrak daun katuk. Intervensi susu kedelai lebih berpengaruh terhadap produksi ASI.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SUSU KEDELAI DAN PIJAT LAKTASI TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI PMB I TAHUN 2024 Anggraini, Ida; Darmi , Salfia
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan sejak bayi lahirkan sampai umur bayi sekitar 4-6 bulan (tanpa susu formula atau makanan lain).Dari data dunia terdapat 35.5% Indonesia tahun 2021 77,6% Bogor hanya 58,6%. Susu kedelai dipercaya untuk menjadi salah satu minuman yang dapat memperlancar ASI pada ibu post partum karena didalam kedelau memiliki protein sehingga membantu ibu untuk peningkatan pengeluaran ASI dan Manfaat pijat laktasi diantaranya menenangkan pikiran, relaksasi tubuh, menormalkan aliran darah, mengatasi engorged, meningkatkan suplay ASI, dilakukan pada ibu yang ingin relaktasi dan mencegah sumbatan pada saluran ASI Penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah Penelitian dengan metode atau pendekatan studi kasus (case study). Studi kasus dibatasi oleh tempat dan waktu, serta kasus yang dipelajari berupa peristiwa, aktivitas, atau individu dan menggambarkan atau mendeskripsikan Pada informan 1 dengan intervensi pemberian Susu kedelai selama 7 hari dengan keluhan ASI keluar hanya sedikit kurang lebih 20 ml saat kunjungan pertama,bayinya jarang menyusu.untuk kunjungan kedua Produksi Asi bertambah yaitu 50 ml untuk sekali pompa, pada kunjungan ketiga jumlah Asi 75 ml untuk sekali pompa dan kunjungan keempat jumlah produksi Asi meningkatkan sekitar 80 ml untuk sekali pompa.Pada informan 2 dengan intervensi Pijat laktasi selama 7 hari dengan keluhan ASI keluar hanya sedikit kurang lebih 15 ml saat kunjungan pertama,bayinya jarang menyusu.untuk kunjungan kedua Produksi Asi bertambah yaitu 50 ml untuk sekali pompa, pada kunjungan ketiga jumlah Asi 80 ml untuk sekali pompa dan kunjungan keempat jumlah produksi Asi meningkatkan sekitar 85 ml untuk sekali pompa.Pada Informan pemberian susu kedelai dan pijat laktasi di PMB I dimana kedua Responden cukup patuh dalam mengkonsumsi susu kedelai dan Rutin melakukan pijat laktasi sehingga produksi Asi bisa keluar lebih lancar.
Hubungan Pengetahuan, Dukungan Orang Tua dan Dukungan Teman Sebaya dengan Tingkat Kecemasan dalam Persiapan Menghadapi Menarche Pada Siswi Kelas IV, V, VI di SD Negeri Sukabumi Selatan 01 Tahun 2024 Kartika, Fidina Dwi; Hanifa, Fanni; Darmi, Salfia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18277

Abstract

Kecemasan yaitu perasaan was-was, khawatir, takut yang tidak jelas seakan-akan terjadi sesuatu yang mengancam. Menurut WHO (2021), 1 dari 7 (14%) remaja umur 10-19 tahun mengalami gangguan mental. Diperkirakan 3,6% dari remaja usia 10-14 tahun, 4,6% dari remaja yang berusia 15-19 tahun mengalami gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan remaja di Indonesia mencapai 47,7% dari seluruh populasi penduduk di Indonesia. Fase remaja awal usia 10-13 tahun di kelas 4,5 dan 6 sekolah dasar mengalami kecemasan karena perubahan psikologi & fisik yang begitu cepat disertai dengan cepatnya perkembangan mental pada masa awal remaja. Semua perkembangan ini membutuhkan penyesuaian. Dampak ketidaksiapan menghadapi menarche pada siswi dapat menimbulkan kecemasan. Salah satu penyebab kecemasan yaitu kurangnya pengetahuan tentang menstruasi. Salah satu upaya pemerintah dalam menangani permasalahan remaja yaitu dengan pembentukan program pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR). Serta peran Bidan dalam menangani yang mengalami menarche adalah dengan memberikan konseling tentang kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan, Dukungan Orang Tua dan Dukungan Teman Sebaya Dengan Tingkat Kecemasan Dalam Persiapan Menghadapi Menarche Pada Siswi Kelas IV,V,VI Di SD Negeri Sukabumi Selatann 01 Tahun 2024. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi analitik, jenis penelitian kuantitatif, dengan desain studi Cross-Sectional. Diperoleh bahwa dari 32 responden, hasil uji chi-square pada variable pengetahuan diperoleh nilai (p-value=0,011) (<0.05), pada variable dukungan orang tua diperoleh nilai (p-value=0,005)(<0,05), pada variable dukungan teman sebaya diperoleh nilai (p-value=0,253)(>0,05). Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan, ada hubungan dukungan orang tua dengan tingkat kecemasan, dan tidak ada hubungan dukungan teman sebaya dengan tingkat kecemasan.
HUBUNGAN TEMAN SEBAYA, PERAN KELUARGA DAN KETERPAPARAN INFORMASI TERHADAP PERILAKU SEKS BEBAS PADA REMAJA DI POSYANDU REMAJA PUSKESMAS KARANGPAWITAN KABUPATEN GARUT TAHUN 2023 Puspita, Rista Wilda; Darmi, Salfia; Ak, Milka
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 5 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Mei 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i5.2788

Abstract

Pendahuluan: Puskesmas Karangpawitan pada tahun 2022 kasus PMS sebanyak 58 kasus dan HIV 3 kasus dan di Desa Sindanggalih yang merupakan kasus terbanyak yaitu terdapat sebanyak 9 kasus PMS dan 1 kasus HIV. Mengingat kasus perilaku seksual pada remaja sangat penting untuk diperhatikan dan dilakukan penanganan secara bersama-sama dengan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seks bebas tersebut. Tujuan dari penelitian ini guna mengetahui mengetahui hubungan teman sebaya, peran keluarga dan keterpaparan informasi terhadap perilaku seks bebas pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskrptif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh remaja sebanyak 286 orang, besar sampel dihitung dengan rumus Slovin sebanyak 74 dengan tehnik pengambilan sampel simple random sampling. Analisa data yaitu analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square test untuk melihat hubungan terhadap 2 variabel yang diduga berhubungan atau berkolerasi. Hasil: didapatkan 54,1% remaja dengan perilaku seks bebas tinggi, 55,4% peran teman sebaya tinggi, 51,4% keterpaparan informasi yang tinggi dan dan 52,7% dengan peran keluarga yang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan teman sebaya p-value 0,001, sumber informasi p-value 0,010 dan peran keluarga p-value 0,000. Kesimpulan: terdapat hubungan teman sebaya, peran keluarga dan keterpaparan informasi terhadap perilaku seks bebas pada remaja. Saran: diharapkan dapat menjadi masukan bagi responden yang belum maupun telah melakukan perilaku seksual agar mengetahui dampak bahaya dari perilaku seksual bebas tersebut sehingga dapat menekan perilaku tersebut.
Efektifitas Konsumsi Susu Kedelai Dan Senam Aerobic Untuk Mengatasi Keluhan Hot Flushes Titah Khisni Hayati; Salfia Darmi; Lina Nurul Izza; Tri Widiyanti, Elliana; Yuni Antika; Tanti Maryani; Ria Magdalena Damanik; Sri Mutmainah
NERSMID : Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Vol. 8 No. 2 (2025): Oktober
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/nersmid.v8i2.249

Abstract

Perimenopause is a transitional phase between premenopause and postmenopause. One of the main symptoms of menopause syndrome is the occurrence of hot flushes. Hot flashes are common in women almost all over the world, where the prevalence is around 70-80% in European women, in Malaysia around 57%, China 18% and 10% -20% of women in Japan and Indonesia. One way to reduce the incidence of hot flushes is to provide soy milk and aerobic exercise.To determine the effectiveness of soy milk consumption and aerobic exercise to overcome hot flushes in perimenopausal women.This type of research is a qualitative research with a study case literature approach. The sample used in this study was 6 people who experienced hot flushes. To measure hot flushes in perimenopausal women using the HFRS (Hot flushes Range Scale) questionnaire. The research location was at the Pasir Putih Depok Health Center UPTD, conducted for 2 weeks.In the Aerobic exercise group before the intervention, the degree of hot flushes was 9 with a moderate category, after the intervention decreased to a score of 1, meaning no hot flushes occurred. While in soy milk before the intervention, the degree of hot flushes was 9 with a moderate category, after the intervention decreased to a score of 2, meaning mild hot flushes occurred.Aerobic exercise is more effective in reducing hot flushes complaints in perimenopausal women than soy milk. It is expected to be used as an intervention to reduce the incidence of hot flushes in perimenopausal women.
PERBANDINGAN PEMBERIAN TELUR REBUS DAN KURMA TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI ANEMIA RINGAN DI TPMB S KABUPATEN GARUT TAHUN 2025 Aminah, Siti; Salfia Darmi; Agustina Sari
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian anemia pada remaja putri di Kabupaten Garut pada tahun 2022 tercatat sebanyak 856 remaja (51,2%). Puskesmas Sukawening pada tahun 2023 hasil pemeriksaan kadar hemoglobin terhadap remaja putri didapatkan 46% memiliki kadar Hb <12 gr/dL. Anemia terjadi karena penurunan jumlah erosit atau kadar hemoglobin dalam darah. Salah satu upaya untuk meningkatkan kadar Hb dengan cara non farmakologis sebagai terapi komplementer dengan memberikan telur rebus dan buah kurma. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pemberian telur rebus dan kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia ringan di TPMB S. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada 2 remaja putri yang mengalami anemia. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kenaikan HB pada informan yang diberi intervensi telur rebus sebesar 0,9 gr/dL dari 11,1 gr/dL menjadi 12,0 gr/dL dan juga terdapat kenaikan HB pada informan yang diberi intervensi kurma sebesar 1,1 gr/dL dari 11,1 gr/dL menjadi 12,2 gr/dL. Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh perbedaan antara informan 1 dan 2 dimana pemberian intervensi kurma lebih efektif dibandingkan pemberian telur rebus dengan selisih kenaikan HB sebesar 0,3 gr/dL. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu remaja dalam meningkatkan kadar hemoglobin secara mandiri dengan mengkonsumsi tablet Fe dengan telur rebus dan kurma apabila mengalami anemia sekaligus mencegah terjadinya anemia dengan mengkonsumsi pada saat menstruasi.
PERBANDINGAN PEMBERIAN NUGGET TEMPE KEDELAI DAN TELUR REBUS TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BALITA GIZI KURANG DI TPMB D KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Hidayati, Dida; Ratna Wulandari; Salfia Darmi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi gizi kurang pada balita di Puskesmas Limbaangan Kabupaten Garut pada tahun 2023 tercatat sebanyak 5,45% balita. Berat badan digunakan sebagai indikator terbaik untuk menilai status gizi dan pertumbuhan anak karena sensitif terhadap perubahan kecil, pengukurannya objektif, dan dapat diulangi. Dampak dari gizi kurang yang ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Limbangan saat ini berdampak pada tumbuh kembang anak dimana anak mengalami keterlambatan bicara dan kondisi tubuh sangat kurus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan pemberian nugget tempe kedelai dan telur rebus terhadap peningkatan berat badan balita gizi kurang. Metode penelitian menggunakan rancangan peneletian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada bayi sebanyak 2 balita yang mengalami gizi kurang
EFEKTIVITAS PEMBERIAN MENTIMUN DAN REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL DENGAN HIPERTENSI GESTASIONAL DI PUSKESMAS SINDANGRATU KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Juariah, Kokom; Salfia Darmi; Maryam Syarah M
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data kejadian hipertensi pada ibu hamil di Puskesmas Sindangratu pada tahun 2022 sebanyak 94 kasus dan pada tahun 2023 sebanyak 115 kasus. Hipertensi pada kehamilan merupakan masalah yang memerlukan perhatian khusus dan merupakan keadaan darurat jika tidak diberikan penanganan dengan segera karena hipertensi dapat menyebabkan angka kematian. Salah satu upaya dalam menekan angka hipertensi pada ibu hamil yaitu dengan mengkonsumsi air rebusan daun salam dan jus mentimun. Hal ini yang mendasari penulis untuk memberikan pemberdayaan mengenai air rebusan daun salam dan mentimun terhadap ibu hamil dengan hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan jus mentimun dan rebusan daun salam terhadap penurunan tekanan darah pada ibu hamil. Metode penelitian menggunakan rancangan peneletian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada ibu hamil dengan hipertensi sebanyak 2 orang menggunakan teknik purposive sampling. Hasil menunjukkan pemberian jus mentimun efektif menurunkan tekanan darah dari 150/100 mmHg pada kunjungan pertama menjadi 150/90 mmHg pada kunjungan kedua dan menjadi 130/85 mmHg pada kunjungan ketiga. Pemberian rebusan daun salam juga efektif menurunkan tekanan darah dari 150/100 mmHg pada kunjungan pertama menjadi 140/90 mmHg pada kunjungan kedua dan menjadi 120/80 mmHg pada kunjungan ketiga. Terdapat perbedaan efektivitas antara pemberian air rebusan daun salam dan mentimun terhadap hipertensi pada ibu hamil dimana pemberian air rebusan daun salam lebih efektif dibandingkan mentimun dalam menurunkan tekanan darah. Diharapkan dapat menambah pengetahuan ibu hamil sehingga dapat melakukan secara mandiri dalam menurunkan tekanan darah dengan mengkonsumsi air rebusan daun salam dan jus mentimun.
PERBANDINGAN PEMBERIAN BUBUR KACANG HIJAU DAN PISANG AMBON TERHADAP PENINGKATAN KADAR HB REMAJA PUTRI ANEMIA DI TPMB NY. Y KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Nurhayani, Yayan; Salfia Darmi; Ratna Wulandari
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Garut tahun 2022 kejadian anmeia pada remaja putri mencapai 856 remaja (51,2%) dari 1.672 remaja yang diperiksa. Puskesmas Limbangan pada tahun 2023 hasil pemeriksaan kadar hemoglobin terhadap siswa di sekolah-sekolah didapatkan 47,6% siswa putri memiliki kadar Hb <12 gr/dL. Anemia terjadi karena penurunan jumlah erosit atau kadar hemoglobin dalam darah. Penyerapan zat besi diberikan bersamaan dengan sumber makanan yang mengandung vitamin C seperti kacang hijau dan pisang ambon. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemberian bubur kacang hijau dan pisang ambon terhadap peningkatan kadar Hb remaja putri anemia. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada 2 remaja putri yang mengalami anemia. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kenaikan HB pada informan yang diberi intervensi bubur kacang hijau sebesar 1,1 gr/dL dari 11 gr/dL menjadi 12,1 gr/dL dan juga terdapat kenaikan HB pada informan yang diberi intervensi pisang ambon sebesar 0,9 gr/dL dari 11 gr/dL menjadi 11,9 gr/dL. Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh perbedaan antara informan 1 dan 2 dimana pemberian intervensi bubur kacang hijau lebih efektif dibandingkan pemberian pisang ambon dengan selisih kenaikan HB sebesar 0,2 gr/dL. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat membantu remaja dalam meningkatkan kadar hemoglobin secara mandiri dengan mengkonsumsi tablet Fe dengan bubur kacang hijau dan pisang ambon apabila mengalami anemia sekaligus mencegah terjadinya anemia dengan mengkonsumsi pada saat menstruasi.
Co-Authors Aan Darma Putri Ade Nia Ageng Septa Rini Agus Santi BR Ginting Agus Santi Br. Ginting Agus Santi br. Ginting Agustina Sari Agustina Sari Ak, Milka ANDRIANI, TRI Astrid Novita, Astrid Atik Nurindah Sari Ayu Viyana Betaria Sonata Ciptiasrini, Uci Darmayanti, Fauzi Daswi, Daswi Dede Rohimah Dewi, Lismaya Puspita Dewisari, Novita Dian Ekawati Dida Parida Eka Rohmawati, Eka Eneng Ifat Fatmawati Erniyati, Erniyati Etika Widya Krisnaningrum Fanni Hanifa Fauzi, Puji Sri Fauzi, Yulia Nur Gaidha Khusnul Pangestu Halimah Sa’diah, Nopi Nurani HANDAYANI MAULANY, WULAN PUSA Hanifa, Fanni Helfrida Jelani Edor Heni Nurhaeni Hidayani, Hidayani Hidayati, Dida Ida Anggraini Iin Rapitiani ina rusniawati Irma Roslianti Juariah, Kokom Kartika, Fidina Dwi Lina Nurul Izza Lisca, Shinta Mona Maemunah, Aan Maryam Syarah Mardiyah Mastuti, Sri Rahayu Milka Ak Milka Anggreni Karubuy Mirnawati Mirnawati Mirnawati Mutiara Putri Neny Liana Nisviyani, Nisviyani noviyani, ernita prima Nurani, Ismi Nurhalimah Nurhalimah Nurhayani, Yayan NURLAELA NURLAELA Nurmallah, Shinta Pudji Lestari Pujiwati, Wahyu Puspita, Rista Wilda Putri, Aan Darma Ratna Wulandari Ratna Wulandari Renny Anggraini Resabela Fitria Retno Puji Retno Puji Astuti Ria Magdalena Damanik Rifa Amalia Rindu Skm Rista Wilda Puspita Rosa Rosa Rosa Rusniawati, Ina S, Retno Sugesti Saidah, Ida Sari, Agustina Sasmiati, Shani SHINTA MONA LISCA Shinta Mona Lisca Siswatiningsih, Okviani Siti Aminah Siti Fatima Skm, Rindu Soleka, Siti Sopiah, Sopi Sri Mutmainah Stefanus Eke Ola Sugesti, Retno Sulastri Sulastri Susaldi, Susaldi Tanti Maryani Titah Khisni Hayati Titin Sumartini Tri Widiyanti, Elliana Uci Ciptiasrini Uci Ciptriasrini Utari Utari Vina Wulandari Widyastuti, Dwi Winda Nurmanasari Yolandia, Rita Ayu Yulia Nur Fauzi Yuliana, Dwi Yuliaswati Yuni Antika Yuni Yuliatami