Penelitian ini menguji pengaruh green marketing, kualitas produk, dan citra merek terhadap keputusan pembelian konsumen Starbucks di Denpasar. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya kesadaran ekologis konsumen serta persaingan ketat pada segmen minuman premium yang menuntut perusahaan mengintegrasikan aspek keberlanjutan, kualitas, dan kekuatan ekuitas merek secara simultan, strategis, dan konsisten. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel 144 responden yang ditentukan melalui maximum likelihood estimation berdasarkan 18 indikator terukur. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda setelah seluruh instrumen penelitian memenuhi uji validitas, reliabilitas, serta asumsi klasik seperti normalitas, non-multikolinearitas, homoskedastisitas, dan non-autokorelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa green marketing, kualitas produk, dan citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, baik secara simultan maupun parsial (p < 0,05). Variabel kualitas produk menjadi faktor paling dominan dengan koefisien β = 0,428, diikuti citra merek (β = 0,312), sementara green marketing (β = 0,226) tetap memberikan pengaruh signifikan meskipun kontribusinya paling kecil. Temuan ini menegaskan bahwa strategi optimal bagi pasar kopi premium di Denpasar adalah mengutamakan kualitas rasa unggul, memperkuat citra merek yang autentik, serta menghadirkan praktik green marketing yang kredibel, berkelanjutan, dan mampu menciptakan nilai tambah kompetitif untuk meningkatkan keputusan pembelian konsumen secara konsisten.