Claim Missing Document
Check
Articles

Traveller Behavıoral Changes: Push And Pull Factors Analysıs Octaviany, Vany; Ervina, Ersy
APMBA (Asia Pacific Management and Business Application) Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics and Business, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.apmba.2023.012.01.8

Abstract

During COVID-19, there has been a change in traveler behavior. Each age group has particular travel preferences and interests, but few studies have examined the changes in the need and desires of travelers' activities. This study aims to identify profiles based on traveler demographics and analyze changes in traveler behavior based on motivation in the form of push and pull factors during an outbreak in Bandung Regency. This study uses a quantitative descriptive method by distributing online questionnaires to 257 tourists. The results describe the demographics of travelers (millennials, middle-aged, and old age), consisting of the area of origin, occupation, gender, education, and income of tourists. The analysis of motivational aspects of push and pull factors shows that millennials and people of middle age still have the same preference, namely choosing destinations that are unique with natural views and relaxing activities that eliminate boredom. Meanwhile, among elderly tourists, there is a behavior change; where previously they preferred destinations related to crowds, such as shopping, city tours, or visiting historical places, they are now turning to natural tourism, intending to refresh themselves and improve their health.
Trainee Work System Design In The Hot Kitchen Section Of Novotel Hotel Tangerang Nabila Rizqy Fahira; Ersy Ervina; Umi Sumarsih
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 4 No. 11 (2023): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v4i11.796

Abstract

Work System Design is a work system design made by the company based on company factors and goals, which will later be used as an essential reference regarding task descriptions for each employee. Task descriptions help define each job from the department so that the work undertaken is systematic to achieve the company's goals. Seeing the importance of this, the author researched the work system design at Novotel Tangerang Hotel, especially in the Food and Beverage Product Department for trainees in the Hot Kitchen. The background of this problem is that the work done by trainees in the hot kitchen is still not well structured. The problem is that the company has no written trainee work system design. This research uses qualitative methods with data collection techniques in the form of observation, interviews, and literature studies with the help of voice recording devices and cameras to answer problem formulations. The result obtained is that the work system design for trainees is formed based on organisational culture or in the sense that there is no work system design for trainees in writing by the company because work for trainees can change over time
PENDAMPINGAN FUNGSI KELEMBAGAAN DALAM PENGELOLAAN DESA WISATA DI DESA MARGA MULYA, KECAMATAN PASIR JAMBU KABUPATEN BANDUNG Umi Sumarsih; Donni Djunipriansa; Ersy Ervina
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v3i1.7123

Abstract

Pasca pandemi Covid-19 pengembangan desa wisata menjadisalah satu program strategis dalam pembangunan nasional khususnya pada sektor pariwisata. Desa Margamulya merupakan salah satu desa yang memiliki potensi dan termasuk ke dalam desa yang didorong oleh pemerintah Kabupaten Bandung untuk dikembangkan menjadi desa wisata di tahun 2023. Desa Margamulya memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi desa wisata. Adanya perkebunan teh, area persawahan dan beragam produk hasil pertanian menjadi produk unggulan yang dapat dijadikan potensi wisata. Menyikapi hal tersebut perlu dilakukan pelatihan kelembagaan dan fungsinya dalam pengelolaan desa wisata melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat. Adapun lokasi pelaksanaan: Balai Pertemuan Kantor desa Margamulya, Jln. Margamulya KM 1,7 Desa Margamulya, Kec. Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Waktu Pelaksanaan, Hari, Selasa, 27 Nopember 2023, Pukul 10.00 sd 11.30 Pelatihan ini dilakukan dengan metode ceramah dan pendekatan partisipatif dimana masyarakat terlibat langsung dalam pelatihan melalui diskusi yang interaktif. Program ini memberikan luaran berupa struktur organisasi kelompok sadar wisata (POKDARWIS) berserta fungsi kerjanya dan hubungan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).
PELATIHAN SADAR WISATA DAN SAPTA PESONA BAGI WARGA DESAMARGAMULYA, KECAMATAN PASIRJAMBU, KABUPATEN BANDUNG Ersy Ervina; Riza Taufiq
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v3i1.7124

Abstract

Desa Margamulya merupakan salah satu desa yang didorong oleh pemerintah Kabupaten Bandung menjadi Desa Wisata. Desa ini memiliki potensi wisata yang sangat kuat mulai dari alam, budaya dan masyarakat. Menyikapi hal tersebut, sebagai langkah awal sangat penting untuk menanamkan kesadaran wisata kepada warga dan perangkat desa. Pelatihan sadar wisata merupakan salah satu upaya dalam rangka mempersiapkan desa Margamulya menjadi desa wisata rintisan. Metode pelatihan dilakukan dengan teknik ceramah dan pendekatan partisipatif. Dalam pelaksanaannya kegiatan tersebut diselenggarakan pada tanggal 23 November 2023 di kantor Desa Margamulya, Ciwidey, Kabupaten Bandung yang diikuti oleh masyarakat desa, pelaku Usaha Mikro Kelas Menengah (UMKM), jajaran perangkat desa dan penggiat wisata. Masyarakat terlibat langsung dalam pelatihan melalui diskusi yang interaktif. Berdasarkan umpan balik peserta yang dilakukan melalui survei kuesioner diperoleh lebih dari 90% peserta pelatihan merasa sangat puas pada acara pelatihan ini dan mereka berharap pihak akademisi dapat terus mendampingi desa Margamulya. Lebih dari itu masyarakat mempunyai pemahaman yang kuat tentang pentingnya pengembangan desa wisata dan meningkatkan kesadaran mereka untuk terlibat aktif dalam pengelolaan desa wisata
PERANCANGAN WEBSITE DAN PELATIHAN PENYUSUNAN PAKET WISATA SEBAGAI SARANA PROMOSI DI DESA WISATA MARGAMULYA Ersy Ervina; Riska Aprilina; Sampurno Wibowo; Fauzan Fajar Saputra; Fathur Rahman Nur
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 1 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v6i1.7841

Abstract

Desa Margamulya merupakan salah satu desa yang terletak di Kawasan Bandung bagian Selatan, tepatnya di Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Desa Margamulya memiliki potensi wisata yang beragam seperti pemandangan alam, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dan juga kegiatan kesenian dan kebudayaan masyarakat yang atraktif. Dengan berbagai potensi tersebut, promosi yang dilakukan masih belum optimal, dikarenakan masih minimnya pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi. Untuk mengatasi hal tersebut, maka akan dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan website dan paket desa wisata Margamulya. Metode dan tahapan pengabdian masyarakat diawali dari pengumpulan informasi (survey langsung ke desa Margamulya), penyusunan proposal, perancangan website, pelatihan, hingga evaluasi. Diharapkan dengan terlaksananya kegiatan pengabdian masyarakat dapat meningkatkan kompetensi mitra sasar yaitu warga desa Margamulya dalam penggunaan media digital sebagai sarana penyampaian informasi dan promosi desa wisata.
PENGEMBANGAN WEBSITE SEBAGAI SARANA INFORMASI DAN KOMUNIKASI INDONESIAN HOUSEKEEPERS ASSOCIATION (IHKA) JAWA BARAT Mhd. Ananda Ridho Alfadillah; Ersy Ervina; Guntur Prabawa Kusuma; Riza Taufiq; Darel Ajni Fahrezi; Fathur Rahman Nur; Fauzan Fajar
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 2 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v4i2.8456

Abstract

Indonesian Housekeepers Association (IHKA) merupakan asosiasi yang mewadahi para profesional di bidang housekeeping di Indonesia. Berdiri sejak 1975, IHKA memiliki peran strategis dalam meningkatkan standar, profesionalisme, dan kesejahteraan praktisi housekeeping. Namun, hingga kini, IHKA belum memiliki sarana informasi terpusat yang mendukung komunikasi lintas cabang. Penelitian ini bertujuan mengembangkan website profil organisasi IHKA untuk BPD IHKA Jawa Barat dan BPC di bawahnya sebagai platform informasi terintegrasi. Penelitian ini menggunakan metode Waterfall yang mencakup empat tahapan utama: pengumpulan informasi, penyusunan proposal, perancangan, dan evaluasi. Website ini dirancang sebagai media komunikasi terpusat yang efisien dan modern untuk mendukung pengelolaan informasi, koordinasi antar cabang, serta penyebaran program kerja BPD dan BPC IHKA Jabar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website ini berhasil meningkatkan efektivitas komunikasi internal, transparansi informasi bagi anggota, dan kemudahan akses terhadap program kerja serta kegiatan organisasi. Selain itu, platform ini juga berperan sebagai media promosi strategis yang memperkuat eksistensi IHKA di industri perhotelan, khususnya di Jawa Barat..
PELATIHAN PENGOLAHAN DAN PENYIMPANAN DAGING IKAN LELE: Daging Ikan Lele, Frozen Food, Kuliner, UMKM Mhd. Ananda Ridho Alfadillah; Riza Taufiq; Ersy Ervina; Yudy Sunantri
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 2 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v4i2.8571

Abstract

Kuliner sudah menjadi daya tarik wisata hal ini dapat dilihat dengan banyaknya wisatawan yang membeli produk kuliner baik untuk dikonsumsi di destinasi wisata maupun sebagai oleh-oleh. Produk kuliner sebagai oleh-oleh banyak dihasilkan oleh pelaku UMKM setempat. Sebagai produk makanan yang baik untuk dikonsumsi manusia sudah tentu bahan dasar tersebut harus berasal dari alam baik hasil pertanian atau hasil peternakan maupun perikanan. Salah satu hasil dari usaha perikanan yang ditemui adalah budidaya ikan lele. Ikan lele banyak ditawarkan sebagai produk olahan kuliner yang dibuat oleh UKMK berupa hidangan ikan lele. Selain mempunyai nilai ekonomi ikan lele juga mempunyai nilai gizi juga dapat membantu mencegah kekurangan gizi pada pertumbuhan anak yang dikenal dengan istilah stunting. Program Studi Diploma 3 Perhotelan salah satu program studi pada Fakultas Ilmu Terapan, Telkom University mempunyai mata kuliah yang membahas produk kuliner. Sebagai program studi pada sebuah perguruan tinggi program studi Diploma 3 Perhotelan memiliki kewajiban menyelenggarakan tridharma perguruan tinggi. Guna mewujudkan salah satu tridhama yaitu pengabdian kepada masyarakat program studi D3 Perhotelan dengan bekerjasama dengan PT. Helmifarm Mandiri melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakan berupa pelatihan. Tujuan pelatihan adalah untuk membekali pengetahuan dan keterampilan kepada pelaku UMKM dalam pengolahan ikan lele. Metode yang digunakan adalah pelatihan proses pengolahan dan penyimpanan daging ikan lele agar dapat dijadikan aneka produk kuliner. Hasil dari kegiatan pelatihan tersebut adalah produk olahan daging ikan lele yang dapat simpan dalam jangka waktu tertentu melalui proses pembekuan
Transformasi Digital Wana Wisata Gunung Puntang: Pengembangan Sistem Informasi Geografis sebagai Media Interpretasi dan Daya Tarik Wisata Ersy Ervina; Annisa Khoirul Husna; Muhammad Ary Murti
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 1 (2025): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung Puntang, yang terletak di Desa Campakamulya, Kabupaten Bandung, merupakan kawasan wisata alam dengan potensi tinggi dalam bidang sejarah, petualangan, dan edukasi lingkungan. Namun, jumlah kunjungan wisatawan menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu faktor yang memengaruhi hal tersebut adalah kurangnya informasi yang dapat diakses secara cepat dan akurat oleh calon wisatawan. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan peta digital berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai media interpretasi dan promosi destinasi wisata Gunung Puntang. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, perancangan sistem berbasis web, pengembangan aplikasi dengan teknologi Leaflet.js, OpenStreetMap, OpenRouteService, PHP, dan MySQL, serta uji coba sistem secara langsung di perangkat desktop dan mobile. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peta digital interaktif yang dikembangkan mampu menyajikan informasi spasial secara lengkap, termasuk titik-titik penting seperti pos pendakian, lokasi bersejarah, jalur utama, serta informasi edukatif lainnya. Fitur pencarian lokasi, estimasi jarak, dan rute otomatis turut memperkaya pengalaman pengguna dalam menjelajahi kawasan. Aplikasi ini terbukti meningkatkan kemudahan akses informasi, mendukung konsep wisata mandiri, dan menjadi sarana edukasi berbasis geospasial yang efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pariwisata berbasis teknologi digital dan dapat menjadi model bagi penerapan peta digital di destinasi wisata alam lainnya di Indonesia, sekaligus sebagai strategi promosi yang adaptif di era transformasi digital.
Penguatan Daya Tarik Wisata Alam Melalui Platform Website: Digitalisasi Gunung Puntang sebagai Studi Kasus Riza Taufiq; Ersy Ervina; Annisa Khoirul Husna; Satrio Wirayuda
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 1 (2025): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i1.9339

Abstract

Gunung Puntang, yang terletak di Desa Cempakamulya, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, merupakan destinasi wisata alam dan sejarah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui pendekatan digital. Daya tarik kawasan ini tidak hanya terletak pada keindahan alamnya—seperti hutan tropis, udara sejuk, dan lanskap pegunungan—tetapi juga pada peninggalan sejarah berupa Stasiun Radio Malabar dari era kolonial Belanda. Kombinasi antara kekayaan alam dan nilai historis menjadikan Gunung Puntang sebagai objek wisata edukatif yang unik. Di tengah perkembangan teknologi informasi, pengelolaan dan promosi pariwisata tidak bisa dilepaskan dari peran teknologi digital, terutama melalui media website. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan website informatif dan responsif sebagai wajah digital Gunung Puntang yang menyajikan informasi menyeluruh kepada calon wisatawan. Metodologi yang digunakan adalah System Development Life Cycle (SDLC) model waterfall, yang mencakup tahapan komunikasi, perencanaan, perancangan, pengkodean, dan implementasi. Website yang dikembangkan terdiri atas beberapa fitur utama seperti halaman utama, informasi sejarah, destinasi wisata, detail objek, dan peta digital interaktif yang terintegrasi dengan Google Maps. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa platform digital ini mampu meningkatkan aksesibilitas informasi, memperluas jangkauan promosi, serta menunjang upaya transformasi digital dalam sektor pariwisata berbasis keberlanjutan. Diharapkan, melalui kehadiran website ini, Gunung Puntang dapat lebih dikenal secara luas dan memberikan pengalaman wisata yang lebih terstruktur, aman, dan menyenangkan bagi pengunjung.